Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran SSCS Ika Meika; Ina Ramadina; Asep Sujana; Ratu Mauladaniyati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i1.388

Abstract

Abstract This research is a descriptive study that aims to determine students’ problem solving abilites after using the SSCS learning model. The subjects of this study were 25 students of class VIII MTs Persis 72 Gunung Buntung. The learning process is carried out in accordance with the SSCS learning steps. The collection technique used tests and interviews. Based on the research result, it was foud that the percentage of students who had the ability to solve problem very well was 20%, the percentage of students who had good problem solving abilities was 72%, the percentage of students with sufficient problem-solving abilities 8%. Meanwhile, the highest percentage of problem solving ability indikator is identifying the coverage of data to solve the problem of 89,33%. Meanwhile, the lowest percentage of problem solving ability indicatoris checking the correctness of the results or answers by 64,32%. Keywords: Problem Solving Abilites, Learning Model, Search Solve Create Share, Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa setelah menggunakan model pembelajaran SSCS. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Persis 72 Gunung Buntung berjumlah 25 orang. Proses pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan langkah pembelajaran SSCS. Teknik pengumpulan yang digunakan tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persentase siswa yang memiliki kemampuan pemecahkan masalah dengan sangat baik sebesar 20%, persentase siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan baik sebesar 72%, persentase siswa dengan kemampuan pemecahan masalah cukup sebesar 8%. Sedangkan persentase indikator kemampuan pemecahan masalah paling tinggi adalah mengidentifikasi kecakupan data untuk memecahkan masalah sebesar 89,33 %. Sedangkan Persentase indikator kemampuan pemecahan masalah paling rendah adalah Memeriksa kebenaran hasil atau jawaban sebesar 64,32%. Kata kunci: : Kemampuan Pemecahan Masalah, Model Pembelajaran, Search Solve Create Share
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Pola Bilangan Nenden Suciyati Sartika; Asep Sujana; Gita Fitriyani
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 6 No 2 (2022): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v6i2.5702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pokok bahasan pola bilangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Cikeusik dengan purposive sampling technique. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi dengan menggunakan instrumen tes dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pola bilangan antara lain: 1) Kesulitan konsep adalah kesulitan memahami maksud soal yaitu sebesar 20,8%. 2) Kesulitan prinsip adalah kesulitan siswa menghubungkan dua atau lebih konsep, sulit dalam menggunakan rumus dan salah dalam perhitungan sebesar 37,5%. 3) Kesulitan keterampilan adalah kesulitan siswa dalam operasi dan prosedur, pengerjaan dan langkah-langkah pekerjaan dalam menyelesaikan permasalahan dalam matematika sebesar 41,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesulitan tertinggi siswa dalam menyelesaikan soal pokok bahasan pola bilangan terletak pada jenis kesulitan keterampilan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONFLIK KOGNITIF TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS XI Asep Sujana; Enjuh Juhaedi
UJMES (Uninus Journal of Mathematics Education and Science) Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.047 KB) | DOI: 10.30999/ujmes.v2i1.950

Abstract

This research is intended to know the extent of the influence of the application of Cognitive Conflict Learning Model to Improving Mathematical Understanding of Students of Class XI IPS SMA Mathla'ul Anwar Menes "On the Subject of Opportunity in the School Year 2014/2015. The method used in this study is the experimental method is the only research method that is considered the most appropriate to test the hypothesis about causality. The instrument used in the form of concept comprehension skills tests related to the material already taught. Data analysis used in this research is gain test and t test. From the result of gain value achieved by each class that is, for experimental class gain value 0,49 and control class gain value 0,36, while for result of t test from result of postest is t-analyze = 10,01 and t-table value = 1,902. By comparing it to t-analyze to t-table = 10.01 1.902; H0 rejected and Ha accepted. This means that there is a difference in the ability of students to understand the concept of mathematics between using learning model of Cognitive Conflict compared with conventional learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI TRIGONOMETRI Aroh; Nenden Suciyati Sartika; Asep Sujana
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 10 No. 1 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/mathumbedu.v10i1.3646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Panggarangan pada materi trigonometri. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Panggarangan tahun ajaran 2021/2022. Metode yang  digunakan  adalah  metode kuasi eksperimen.  Sampel yang digunakan dalam penelitin ini adalah kelas X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 1 sebagai kelas kontrol yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Kelas eksperimen pembelajarannya   menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI), dan kelas kontrol  menggunakan model pembelajaran   konvensional. Pengambilan data menggunakan   instrumen berupa tes kemampuan berpikir kritis matematika berbentuk essay. Nilai rata- rata hasil tes kemampuan berpikir kritis matematika siswa dilihat dari perhitungan Gain adalah 0,57 untuk kelas eksperimen dan 0,29 untuk kelas kontrol, pada uji hipotesis dengan uji t di dapat  Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 ˂ 0,05. Hasil  penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematika siswa menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) lebih tinggi dari pada siswa  yang  menggunakan  model  pembelajaran  konvensional.  Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Kata Kunci : Model Pembelajaran Group Investigation (GI), Kemampuan Berpikir Kritis Matematika
Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Web Bagi Guru SMP Kabupaten Pandeglang Nenden Suciyati Sartika; Tatu Munawaroh; Ervi Nurafliyan Susanti; Ika Meika; Ratu Mauladaniyati; Asep Sujana; Asep Sahrudin; Ika Yunitasari; Eka Rosdianwinata; Rusdian Rifai; Deni Pratidiana; Peni Permatasari; Dede Uniah; Kamila Cahyati
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.621

Abstract

Pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan dalam revolusi industri 4.0 membuat perubahan dalam gaya belajar dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk mengikuti proses pembelajaran digital interaktif. Sehingga salah satu tantangan bagi guru dan pengembang teknologi pembelajaran untuk berinovasi adalah menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa. Pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis Web bagi guru matematika bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasis web yang sesuai dengn kurikulum dan kebutuhan siswa. Pelatihan ini dilakukan melalui metode peer-teaching model pembelajaran interaktif, Menyusun bahan belajar, Mengemas menjadi bahan belajar on-line. Hasil yang diperoleh setelah melaksanakan kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan kemampuan teknologi guru dalam menyusun bahan ajar berbasis web sebagian besar guru matematika SMP di kabupaten Pandeglang menyatakan bahwa hanya kadang-kadang dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran, mereka hanya kadang-kadang menggunakan bahan ajar berbasis Web, namun 80% sudah pernah menggunakan bahan ajar berbasis Web. Tapi tidak satupun dari mereka yang pernah mendesain game pembelajaran matematika di Web. Peserta pelatihan ada yang pernah menggunakan canva dan heyzine, Capcut, dan PPT di WPS HP sedangkan menggunakan game pembelajaran berbasis Web 80% yang tidak pernah menggunakan dan hanya 20% yang sudah pernah menggunakan. Respon peserta pelatihan terkait pelaksanaan kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa 90% guru menyatakan materi yang disampaiakan sangat menarik (10% menarik) dan semua peserta menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan membantu untuk meningkatkan profesionalisme guru. Conducive and enjoyable learning in the industrial revolution 4.0 makes changes in learning styles in the learning process. Teachers are required to follow the interactive digital learning process. So one of the challenges for teachers and learning technology developers to innovate is to create learning that is fun and not boring for students. Training on preparing Web-based teaching materials for mathematics teachers aims to improve teachers' skills and knowledge in developing web-based teaching materials that suit the curriculum and student needs. This training is carried out through peer-teaching methods, interactive learning models, compiling learning materials, packaging them into on-line learning materials. The results obtained after carrying out this activity were that there was an increase in teachers' technological abilities in compiling web-based teaching materials. Most of the junior high school mathematics teachers in Pandeglang district stated that they only sometimes used technology in learning, they only sometimes used Web-based teaching materials, However, 80% have used Web-based teaching materials. But none of them had ever designed a math learning game on the Web. Some of the training participants have used Canva and Heyzine, Capcut, and PPT on WPS HP, while 80% have never used Web-based learning games and only 20% have used them. Responses from training participants regarding the implementation of this training activity showed that 90% of teachers stated that the material presented was very interesting (10% interesting) and all participants stated that this training activity could improve skills in using technology in learning and help to increase teacher professionalism.
ANALISIS KESALAHAN DALAM HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH KALKULUS INTEGRAL Ika Meika; Ratu Mauladaniyati; Asep Sujana; Nenden Suciyati Sartika; Nais Pebriyani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.5651

Abstract

Mahasiswa calon guru matematika masih mengalami kesulitan memahami materi kalkulus integral yang merupakan mata kuliah wajib dan prasyarat mata kuliah lainnya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesalahan-kesalahan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah kalkulus integral. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 3 mahasiswa program studi pendidikan matematika. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes hasil belajar kalkulus integral dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesalahan terbesar dalam hasil belajar mahasiswwa pada mata kuliah kalkulus integral terletak pada kesalahan menggunakan konsep matematika 56.25%, sedangkan kesalahan prosedur  sebesar 54,17% dan kesalahan komputasi 45,83%. Adapun penyebab dari kesalahan tersebut karena mahasiswa tidak memahami dengan baik konsep dari penyelesaian materi kalkulus integral, kurang menguasainya materi-materi awal kalkulus oleh mahasiswa, kemampuan mahasiswa dalam menterjemahkan simbol-simbol matematika yang masih kurang, mahasiswa yang masih mengandalkan cara hafalan untuk mengingat rumus dan langkah-langkah dalam penyelesaian soal, serta ketidaktelitian mahasiswa dalam mengerjakan soal
Efektivitas LKPD Berbasis RME terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Ditinjau dari Ketuntasan Belajar Ika Meika; E. Fidri Firdaushi Solikhah; Ika Yunitasari; Asep Sujana
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 7 No 2 (2023): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v7i2.9314

Abstract

This research is a continuation of the article Development of Trigonometric Material Teaching Materials through the RME Approach (Meika et al., 2023). Before the teaching materials that have been developed are used, it is necessary to know in advance the effectiveness of the teaching materials. Therefore, it is necessary to trial the use of these teaching materials in a class to determine their effectiveness. The purpose of this study is to determine the effectiveness of RME-based LKPD on the ability to understand concepts in terms of learning completeness. The method used is Design Based Research (DBR) with the Plomp development model consisting of three stages, namely: Preliminary Research, Prototyping Stage and Assessment. This article contains the results of the assessment phase. At the assessment stage, a final test was carried out and filled out a student response questionnaire to determine the effectiveness of the LKPD that had been developed. The effectiveness of LKPD is seen from the completeness of student learning outcomes. The final test results showed that the average score of class X Science 1 was 78 with three students who did not complete KKM. KKM Madrasah Aliyah Mathla'ul Anwar Menes Centre is 71. The percentage of students who achieved completion was 85.72%. Therefore, LKPD products have been effective in developing students' ability to understand mathematical concepts. The results of the student response questionnaire showed that the average percentage of all aspects assessed was 77.87% with the category "Good".