Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Web Bagi Guru SMP Kabupaten Pandeglang Nenden Suciyati Sartika; Tatu Munawaroh; Ervi Nurafliyan Susanti; Ika Meika; Ratu Mauladaniyati; Asep Sujana; Asep Sahrudin; Ika Yunitasari; Eka Rosdianwinata; Rusdian Rifai; Deni Pratidiana; Peni Permatasari; Dede Uniah; Kamila Cahyati
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.621

Abstract

Pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan dalam revolusi industri 4.0 membuat perubahan dalam gaya belajar dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk mengikuti proses pembelajaran digital interaktif. Sehingga salah satu tantangan bagi guru dan pengembang teknologi pembelajaran untuk berinovasi adalah menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa. Pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis Web bagi guru matematika bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasis web yang sesuai dengn kurikulum dan kebutuhan siswa. Pelatihan ini dilakukan melalui metode peer-teaching model pembelajaran interaktif, Menyusun bahan belajar, Mengemas menjadi bahan belajar on-line. Hasil yang diperoleh setelah melaksanakan kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan kemampuan teknologi guru dalam menyusun bahan ajar berbasis web sebagian besar guru matematika SMP di kabupaten Pandeglang menyatakan bahwa hanya kadang-kadang dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran, mereka hanya kadang-kadang menggunakan bahan ajar berbasis Web, namun 80% sudah pernah menggunakan bahan ajar berbasis Web. Tapi tidak satupun dari mereka yang pernah mendesain game pembelajaran matematika di Web. Peserta pelatihan ada yang pernah menggunakan canva dan heyzine, Capcut, dan PPT di WPS HP sedangkan menggunakan game pembelajaran berbasis Web 80% yang tidak pernah menggunakan dan hanya 20% yang sudah pernah menggunakan. Respon peserta pelatihan terkait pelaksanaan kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa 90% guru menyatakan materi yang disampaiakan sangat menarik (10% menarik) dan semua peserta menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan membantu untuk meningkatkan profesionalisme guru. Conducive and enjoyable learning in the industrial revolution 4.0 makes changes in learning styles in the learning process. Teachers are required to follow the interactive digital learning process. So one of the challenges for teachers and learning technology developers to innovate is to create learning that is fun and not boring for students. Training on preparing Web-based teaching materials for mathematics teachers aims to improve teachers' skills and knowledge in developing web-based teaching materials that suit the curriculum and student needs. This training is carried out through peer-teaching methods, interactive learning models, compiling learning materials, packaging them into on-line learning materials. The results obtained after carrying out this activity were that there was an increase in teachers' technological abilities in compiling web-based teaching materials. Most of the junior high school mathematics teachers in Pandeglang district stated that they only sometimes used technology in learning, they only sometimes used Web-based teaching materials, However, 80% have used Web-based teaching materials. But none of them had ever designed a math learning game on the Web. Some of the training participants have used Canva and Heyzine, Capcut, and PPT on WPS HP, while 80% have never used Web-based learning games and only 20% have used them. Responses from training participants regarding the implementation of this training activity showed that 90% of teachers stated that the material presented was very interesting (10% interesting) and all participants stated that this training activity could improve skills in using technology in learning and help to increase teacher professionalism.
PENGEMBANGAN SOAL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS DENGAN KONTEKS BUDAYA PADA ARSITEKTUR MASJID AGUNG BANTEN Ika Yunitasari; Ade Sudirman; Kamila Cahyati; Annisa Nuraeniyah; Peni Permatasari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.12664

Abstract

Literasi matematis merupakan kemampuan untuk menguasai dan menerapkan matematika di berbagai konteks permasalahan serta dapat memberikan pemahaman kepada orang lain terkait penggunaan matematika dalam memecahkan masalah. Saat ini, soal-soal kemampuan literasi matematis sudah mulai banyak digunakan, salah satunya pada seleksi masuk perguruan tinggi atau yang sekarang dikenal dengan sebutan SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes). Sesuai peraturan menteri pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri bahwa tidak ada lagi tes mata pelajaran atau Tes Kemampuan Akademik (TKA).  Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan soal kemampuan literasi matematis berbasis etnomatematika dari arsitektur Masjid Agung Banten. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Martin Tessmer, yaitu formative evaluation. Tahapan dalam model pengembangan ini meliputi tahap preliminary, self evaluation, prototyping (expert review, one to one,dansmall group), sertafield test. Hasil dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan soal-soal kemampuan literasi matematis berbasis etnomatematika dari arsitektur Masjid Agung Banten yang valid. Soal-soal yang valid dalam penelitian ini mperolehan rata-rata validitas sebesar 93.75% dengan kriteria sangat valid dan praktis digunakan dengan rata-rata kepraktisan 66.68%. Penelitian ini menghasilkan 14 soal kemampuan literasi matematika berbasis etnomatematika dari arsitektur Masjid Agung Banten pada materi transformasi geometri kelas XI yang valid dan praktis digunakan. Soal yang dikembangkan selain dapat digunakan untuk mengukur kemampuan literasi siswa juga dapat menambah pengetahuan siswa tentang arsitektur Masjid Agung Banten tanpa mendatangi tempatnya secara langsung.Mathematical literacy is the ability to master and apply mathematics in various problem contexts and to provide understanding to others regarding the use of mathematics in solving problems. Currently, mathematical literacy test items are increasingly being used, one of which is in university entrance selection, now known as SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes / National Test-Based Selection).The purpose of this study is to develop mathematical literacy test items based on ethnomathematics from the architecture of the Great Mosque of Banten. The method used in this research is Research and Development (R&D) with Martin Tessmer’s formative evaluation development model. The stages in this model include the preliminary stage, self-evaluation, prototyping (expert review, one-to-one, and small group), and field test. The results of this study are ethnomathematics-based mathematical literacy test items derived from the architecture of the Great Mosque of Banten that are valid and reliable. The valid test items in this study obtained an average validity of 93.75%, categorized as very valid, and practical to use with an average practicality of 66.68%. The reliability showed a Cronbach’s Alpha value of 0.982, which falls into the very high category (≥0.90). The developed test items can not only be used to measure students’ mathematical literacy skills but also enrich their knowledge of the architecture of the Great Mosque of Banten without having to visit the site directly.