Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Intelektualita

PENDIDIKAN DINIYAH PADA SEKOLAH UMUM DI BANDA ACEH (SUATU TINJAUAN ULANG) Mumtazul Fikri, Mumtazul Fikri
Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini dinamika perilaku remaja di kota Banda Aceh terlihat cukup fluktuatif dan meresahkan. Diantaranya temuan kasus penyebaran aliran sesat Millata Abraham dan kasus munculnya anak punk di kota Banda Aceh. Kasus pertama menunjukkan penyimpangan pada akidah dan keimanan dalam memahami ajaran Islam yang benar, sedangkan kasus kedua menunjukkan penyimpangan perilaku dan akhlak pada remaja di Banda Aceh. Muara dari kedua kasus ini adalah dicanangkannya Program Pendidikan Diniyah pada sekolah-sekolah sebagai wadah pengawal akidah dan pembimbing perilaku remaja di Banda Aceh. Tulisan ini adalah hasil penelitian penulis tentang evaluasi program pendidikan diniyah pada sekolah umum di kota Banda Aceh. Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian evaluasi program yang bertujuan untuk melihat ketercapaian dan efektifitas pelaksanaan program untuk menjadi landasan kebijakan di masa mendatang. Pilihan lokasi penelitian dilakulan secara purposive sampling, yaitu SMU 1 Banda Aceh, SMU 8 Banda Aceh dan SMU Labschool Unsyiah. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, implementasi Program Pendidikan Diniyah pada Sekeloh Menengah Umum di kota Banda Aceh secara umum telah berjalan baik. Hal ini terlihat dari beberapa aspek yaitu, adanya mekanisme perekrutan formal dan sistematis, adanya pemerataan program di seluruh jenjang pendidikan, adanya reward dan punishment, penggunaan media pembelajaran, sumber belajar yang sesuai dengan tujuan program, dan adanya kerjasama pengelola sekolah dengan guru pengajar. Kedua, Program Pendidikan Diniyah pada Sekolah Menengah Umum di kota Banda Aceh telah berjalan sesuai dengan visi dan misi program. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa misi program adalah penguatan akidah dan pembinaan akhlak. Ketiga, beberapa kendala pelaksanaan Program Pendidikan Diniyah pada Sekolah Menengah Umum di kota Banda Aceh, diantaranya: (1) kurangnya kerjasama antara guru diniyah dan pihak sekolah; (2) minimnya sumber daya guru yang mumpuni; (3) lemahnya keterlibatan keluarga dan masyarakat; (4) belum adanya kebijakan tentang kelanjutan program di perguruan tinggi.
PENGELOLAAN PROGRAM TAHFIDZ DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI SMP PKPU NEUHEUN ACEH BESAR Dian Mahza Zulina; Mumtazul Fikri
Intelektualita Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelolaan program tahfidz, kepala sekolah sangat berperan penting dalam menjalankan program tahfidz, dan bisa mewujudkan karakter siswa yang islami. Sekolah SMP PKPU Neuheun Aceh Besar berbeda dengan sekolah lainnya di mana sekolah ini memiliki program unggulan yaitu program tahfidz, di mana setiap harinya mengadakan tahfidz Al-Qur‟an, semua siswa mampu menghafal sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah, dan karakter siswa setelah mengikuti program tahfidz sudah semakin membaik. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui pengelolaan program tahfidz, metode, faktor pendukung, dan penghambat program tahfidz dalam pembentukan karakter anak di SMP PKPU Neuheun Aceh Besar. Bentuk penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, 2 orang guru bidang tahfidz, 2 orang siswa hafidz Qur‟an 12 juzdan 3 juz. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, pengelolaan program tahfidz dalam pembentukan karakter anak di SMP PKPU Neuheun Aceh Besar, secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik, adapun pelaksanaannya meliputi (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pengarahan; (4) pemantauan program tahfidz. kedua, metode menghafal Al-Qur‟an yang diterapkan yaitu (1) metode tahfidz; (2) metode takrir; (3) metode tartil. Ketiga, faktor pendukung dan penghambat program tahfidz, faktor pendukung yaitu (1) faktor lingkungan sosial; (2) Al-Qur‟an yang di sediakan pihak sekolah untuk menghafal; (3) tersedianya kelas untuk kegiatan tahfidz; (4) adanya guru tahfidz. Faktor penghambat yaitu (1)sifat malas yang timbul dari siswa; (2) kurangnya kelas untuk kegiatan tahfidz; (3) kekurangan guru tahfidz.
KEPEMIMPINAN GANDA DALAM PENGELOLAAN LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL DAYAH AR-RAHMAH DAN TK TAHFIZUL QUR’AN Mumtazul Fikri; Nurul A’la
Intelektualita Vol 6, No 01 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan ganda merupakan kepemimpinan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam memimpin dua lembaga pendidikan sekaligus, untuk dapat memimpin kedua lembaga tersebut membutuhkan seorang pemimpin yang berkemampuan tinggi dalam mengelola lembaga pendidikan. Keberhasilan kepemimpinan ganda dalam pengelolaan lembaga pendidikan nonformal ini ditentukan oleh keberhasilan pimpinan dalam mengelola tenaga kependidikan dan segala kebutuhan yang tersedia di lembaga pendidikan, namun permasalahan yang terjadi yaitu kekurangan tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, dan keuangan sekolah. Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui strategi kepemimpinan ganda dalam pengelolaan lembaga pendidikan nonformal Dayah Ar-Rahmah dan TK Tahfizul Qur’an, kendala kepemimpinan ganda dalam pengelolaan lembaga pendidikan nonformal dan solusi kepemimpinan ganda dalam pengelolaan lembaga pendidikan nonformal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenispenelitian deskriptif kualitatif.Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, tenaga pengajar, dan siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Pertama, strategi kepemimpinan ganda dalam pengelolaan lembaga pendidikan nonformal (1) memberi motivasi karyawan, (2) menata lingkungan belajar yang asri dan nyaman dalam lembaga, (3) penetapan kebijakan terkait kekurangan keuangan lembaga, (4) pembagian waktu pengawasan lembaga, (5) merekrut tenaga pengajar yang profesional. Kedua, Kendala kepala sekolah dalampengelolaan lembaga pendidikan nonformal yaitu; (1)aspek tenaga pengajar(2) aspek guru dan siswa, (3) aspek waktu, (4) aspek keuangan. Ketiga, Solusi kepala sekolah dalam pengelolaan lembaga pendidikan nonformal, yaitu; 1)memberikan arahan, pemahaman, dan pembinaan yang baik, meminta bantuan santri yang ada di Dayah, (2) menyerahkanpengelolaan lembaga kepada staf lembaga yang pimpinan kepada orang yang percayai, (3) proses belajar di Dayah dilaksanakan pada malam hari dan proses belajar di TK dilaksanakan pada pagi hari, (4) mengadakan rapat dengan wali santri.