Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MEMBACA 1 PETRUS 2:11–17 SEBAGAI UPAYA MELAWAN XENOFOBIA DALAM PERSPEKTIF EKLESIOLOGI DIASPORA Rivo Ray Rumambi; Jenersia Benu; Imanuel Teguh Harisantoso
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 7 No 1 (2026): Vol 7 No 1(2026)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v7i1.471

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan landasan teologis dalam merespons fenomena xenofobia di Indonesia melalui perspektif eklesiologi diaspora berdasarkan teks 1 Petrus 2:11–17. Eskalasi konflik etnis dan penolakan terhadap entitas asing menuntut gereja memiliki navigasi etis yang menempatkan identitas kekristenan sebagai subjek yang merangkul keberagaman secara radikal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis hermeneutika biblika. Analisis difokuskan pada dialog interdisipliner antara eksegesis teks dengan realitas sosiopolitik kontemporer di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi identitas jemaat sebagai paroikous kai parepidēmous (perantau dan pendatang) berfungsi sebagai strategi bertahan hidup etis sekaligus dekonstruksi terhadap klaim teritorial absolut. Penelitian ini merumuskan proposisi Eklesiologi Diaspora Liminal yang mendorong gereja menjadi ruang ketiga bagi rekonsiliasi sosial. Gereja dipanggil meninggalkan model pelayanan karitatif yang segregatif dan bertransformasi menjadi komunitas peziarah yang menjunjung martabat manusia melampaui sekat suku, etnis, maupun bangsa. Pengakuan akan status diaspora memungkinkan umat beriman melawan xenofobia melalui integritas moral dan keramahtamahan di ruang publik yang asing.