Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

New Friendship: Membangun Komunitas Moral dalam Relasi Disabilitas Imanuel Teguh Harisantoso
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.1874

Abstract

Abstract. Individual conditions and complex social relational dialectics result in moral disability assessment. Moral psychology helps to unravel disability issues and the importance of morality in building disability communities. Literature research becomes an effective dialogue, placing the writer in contact with documents, archives, and other documentation. This literature study found that empathy and good motivation place moral assessment for building an inclusive and transformative community. Secondly, new friendships and kinship constitute a disability community driven by the moral character of equality in perceiving disability, leading to true brotherhood.Abstrak. Penilaian moral terhadap disabilitas tidak hanya ditentukan oleh kondisi indvidu, melainkan hasil dialektika relasi sosial yang komplek. Psikologi moral membantu mengurai isu-isu disabilitas dan penting moralitas dalam membangun komunitas disabilitas. Penelitian pustaka menjadi dialog yang efektif, yang menempatkan penulis berelasi dengan dokumen, arsip, dan dokumentasi lainnya. Dari studi pustaka ini ditemukan hasilnya bahwa empati dan motivasi yang baik menempatkan penilaian moralitas untuk membangun komunitas inklusi dan transformatif. Kedua, new friendship dan paseduluran merupakan komuntas disabilitas yang didorong karakter moral kesetaraan dalam memandang disabilitas yang bermuara pada persaudaraan sejati.
Pastoral Disabilitas: Ruang Pembebasan bagi Insan dengan Disabilitas di Indonesia Imanuel Teguh Harisantoso
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 16 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v16i1.412

Abstract

Existentially, disability pastoral care is a creative space for disabilities. Disability pastoral care is not just a physical space but also a theological reflection and a pastoral practice that can help individuals with disabilities and church institutions (society) find meaning in life and in relationships with others. Literature research becomes a tool to unpack these problems. Based on the cultural belief that pastoral practice has local cultural roots and is grounded in religious traditions, as documented in religious texts. From library studies and theoretical dialectics, the research findings are as follows: first, Biblical texts become the root of the belief in pastoral practice in the church and society; second, the pastoral circle becomes a practical step for the church and pastoral practice practitioners to find, design, and implement disability services; third, that pastoral practice is always connected to religious communities and society as a model of ministry.
EKO-EKLESIOLOGI: KRITIK PARADIGMA ANTROPOSENTRIS DALAM KEHIDUPAN BERGEREJA Marita Lasari Mete; Ana Bendalina Henukh; Imanuel Teguh Harisantoso
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/w6p6kg54

Abstract

Artikel ini mengkaji eko-eklesiologi sebagai kritik teologis terhadap paradigma antroposentris dalam kehidupan bergereja. Kajian ini dilatarbelakangi oleh krisis ekologis yang menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga krisis moral dan spiritual. Dengan menggunakan metode studi pustaka kualitatif dan analisis konseptual-kritis, artikel ini menelaah literatur tentang teologi penciptaan, ekoteologi, eklesiologi, dan etika lingkungan Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa antroposentrisme cenderung menempatkan manusia sebagai pusat ciptaan dan mendorong gereja mengukur pelayanan melalui indikator internal seperti pertumbuhan jemaat, stabilitas finansial, dan program yang berpusat pada manusia. Eko-eklesiologi menawarkan alternatif dengan memahami gereja sebagai bagian dari oikos Allah dan sebagai komunitas yang dipanggil untuk ikut memulihkan ciptaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa kepedulian ekologis perlu diintegrasikan ke dalam liturgi, khotbah, pendidikan iman, pelayanan pastoral, dan aksi sosial sebagai ekspresi iman yang profetik dan kontekstual
Membangun Eklesiologi Hospitalitas Terhadap Relasi Interreligius Islam-Kristen di Sedayu Grobogan Dalam Perspektif Christine Pohl Imanuel Teguh Harisantoso; Paula Priska Ratna Asti
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 1 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i1.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai keramahan dalam konteks interreligius Islam dan Kristen di Sedayu Grobogan serta dampaknya terhadap hubungan antaragama. Dalam masyarakat pedesaan Jawa, keramahan direpresentasikan melalui mesem atau tersenyum dan aruh yaitu salam atau sapaan, yang mencerminkan sikap menghormati dan unggah-ungguh. Teori hospitality yang dikemukakan oleh Christine D. Pohl menjadi landasan teoritis dalam penelitian ini, yang menekankan keramahan Kristen sebagai upaya perbaikan sosial dengan melawan stratifikasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode autoetnografi observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hospitalitas  budaya Jawa yaitu mesem dan aruh berkontribusi signifikan dalam menciptakan hubungan harmonis antar agama, yang tercermin dalam partisipasi aktif umat Islam dalam perayaan Natal, serta penerimaan dan penghargaan dari umat Kristen. Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya keramahan dan keterbukaan dalam memelihara kerukunan dan menciptakan lingkungan sosial yang damai dan harmonis.