Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dengan Obat Anti Diabetik Oral (ADO) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Mencit Hamidah, Laeli Aminatul; Rafsanjani, Arief; Hariadi, Puspawan
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.3 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4398

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan konsentrasi glukosa yang tinggi di dalam darah. Pederita diabetes perlu mengkonsumsi obat untuk mengontrol konsentrasi glukosa yang tinggi dalam darah. Selain mengggunakan terapi tunggal, penggunaan terapi kombinasi juga sering diterapkan oleh penderita diabetes untuk mengatur keseimbangan glukosa darah dalam tubuh, baik terapi kombinasi dari dua obat sintetis ataupun kombinasi sintetis dan obat herbal. Masyarakat percaya bahwa kombinasi obat herbal dan obat sintetis lebih baik dari pada menggunakan salah satu diantaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan obat anti diabetik oral dapat memberikan efek yang lebih baik dibandingkan pemberian tunggalnya dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan desain pre-test and post-test with control group menggunakan hewan uji mencit sebanyak 36 ekor yang dibagi menjadi 12 kelompok. Evaluasi pengukuran kadar glukosa darah untuk setiap kelompok mencit dilakukan sebanyak empat kali, yakni sebelum induksi aloksan (T0), setelah induksi aloksan(T1), hari ke 7(T7) dan hari ke 14 (T14) setelah pemberian bahan uji. Data dianalisis secara statistik menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dengan metode uji One way anova dan uji Tukey HSD. Hasil analisis menunujukkan bahwa pemberian ADO (metformin tunggal, glibenklamid tunggal), tiga variasi ekstrak pegagan tunggal (EEP D1, EEP D2, EEP D3) ataupun kombinasi antara keduanya (KMP D1, KMP D2, KMP D3, KGP D1, KGP D2, KGP D3) mampu memberikan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (p=0.00). Dapat disimpulkan bhwa dari hasil uji tukey kelompok uji kombinasi ekstrak etanol daun pegagan+Metformin (KMP) dan Kombinasi ekstrak etanol daun pegagan+Glibenklamid (KGP) menunjukkan efek yang yang tidak lebih baik atau sebanding dengan kelompok uji tunggal masing-masing dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (p>0.05).
Aktivitas BKKBN dalam Proses Pendistribusian dan Penyimpanan Perbekalan Kefarmasian Sediaan Injeksi dan Pil KB pada Masa COVID-19 di Pulau Lombok Noviatsyani, Nisrina; Ardyati, Sulistia; Rafsanjani, Arief
Sinteza Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.082 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i2.4428

Abstract

Pengelolaan alat dan obat kontrasepsi merupakan faktor penting yang menentukan kesuksesan BKKBN menjalankan program KB. Pada situasi Indonesia ditengah pandemi Covid-19, salah satu alternatif sediaan kontrasepsi yang aman digunakan adalah pil KB. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas BKKBN Provinsi NTB di masa Covid-19 dalam proses pendistribusian serta penyimpanan pada injeksi dan pil KB di tiga kabupaten di Pulau Lombok serta mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 terhadap proses tersebut. Jenis penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif yang menggunakan data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah hasil wawancara dengan Kepala Gudang BKKBN Provinsi NTB dan Bendahara Gudang OPD KB. Data sekunder adalah Surat Bukti Barang Keluar (SBBK) dan kartu stok injeksi maupun pil KB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendistribusian dan penyimpanan yang dilaksanakan oleh BKKBN Provinsi NTB maupun OPD KB Kabupaten dapat dikategorikan baik berdasarkan Peraturan BKKBN Nomor 9 Tahun 2019. Proses pendistribusian dilaksanakan secara rutin dan non rutin berdasarkan hasil pelaporan rutin oleh OPD KB Kabupaten. Penyimpanan injeksi maupun pil KB dilakukan dalam ruangan ber-AC pada suhu 15-25°C dengan prinsip First Expired First Out (FEFO). Berdasarkan pada SBBK sebelum maupun ketika pandemi Covid-19 tidak menunjukkan adanya perbedaan pada proses pendistribusian dan penyimpanan untuk injeksi KB dan pil KB.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Penurun Kadar Asam Urat Tikus yang Diinduksi Jus Hati Ayam Sasmita, Yulinda Dinar; Oktresia, Erma Ewisa; Rafsanjani, Arief
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.4449

Abstract

Asam urat adalah hasil akhir dari katabolisme (pemecahan) suatu zat yang bernama purin. Kadar asam urat normal pada laki-laki dewasa adalah sekitar 2-7,5 mg/dL, sementara pada wanita yang sudah dewasa adalah 2- 6,5 mg/dL. Peningkatan kadar asam urat diatas normal dapat menyebabkan penumpukan Kristal asam urat di jaringan. Xantin oksidase merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalis oksidasi hipoxantin menjadi xantin dan menjadi asam urat. Penghambatan xantin oksidase menjadi target untuk menurunkan produksi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol dalam menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain kelompok pre dan posttest. Kulit rambutan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah rambutan mampu menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam secara signifikan (p<0,05 Ekstrak etanol kulit buah rambutan dosis 3 memiliki kemampuan menurunkan kadar asam urat tikus yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol positif (Allopurinol). Ekstrak etanol kulit buah rambutan mengandung senyawa plavonoid, tanin, alkaloid, saponin dan terpenoid.
Pengetahuan masyarakat dan pemanfaatan tanaman obat keluarga di desa toya aikmel utara Muhlisun Azim; Arief Rafsanjani; Tripuspita Yuliana; Puspawan Hariadi
Lentera Negeri Vol. 2 No. 1 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99330

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) is an alternative in achieving GERMAS (Healthy Living Community Movement) as an effort to achieve traditional independent health. The success of the use of TOGA is strongly influenced by the level of public knowledge about the benefits of the type of medicinal plants which has been empirically investigated. The data obtained is qualitative data with descriptive approach analysis method. Data collection was carried out by conducting observations, interviews and technical training to the community in an effort to provide knowledge about TOGA and the creation of a TOGA demonstration plot. The results obtained from this activity are the emergence of public awareness of the use of home yard land for the manufacture of living pharmacies as an effort to achieve independent health and the emergence of public interest in the use of TOGA as a UMKM product in the form of packaged drink sachets as a pilot. The importance of public knowledge about TOGA is needed in supporting the success of achieving independent health and efforts to utilize local biological resources in initiating the manufacture of herbal plant-based UMKM products.
Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Euphorbia hirta L. terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Kelinci rafsanjani, arief
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v11i1.9427

Abstract

Luka bakar derajat dua merupakan cedera jaringan yang melibatkan epidermis dan sebagian dermis, sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat penyembuhan serta mencegah komplikasi seperti infeksi. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terapi semakin berkembang, salah satunya daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun patikan kebo dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat dua pada kelinci. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol positif, kontrol negatif, ekstrak 100%, serta tiga kelompok formulasi gel (Formulasi I, II, dan III). Parameter yang diamati meliputi diameter luka pada hari ke-1, 3, 6, 9, 12, dan 15 serta persentase kesembuhan luka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok mengalami penurunan diameter luka seiring waktu, dengan tingkat penyembuhan yang berbeda. Kelompok kontrol positif menunjukkan penyembuhan tercepat dengan persentase kesembuhan 100% pada hari ke-15. Formulasi III menunjukkan efektivitas tertinggi di antara kelompok perlakuan dengan persentase kesembuhan 90% dan diameter luka 0,1 cm, mendekati kontrol positif. Sementara itu, Formulasi II, Formulasi I, ekstrak 100%, dan kontrol negatif masing-masing menunjukkan penyembuhan sebesar 80%, 70%, 65%, dan 50%.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak etanol daun patikan kebo, khususnya Formulasi III, efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat dua. Sediaan gel juga terbukti lebih optimal dibandingkan ekstrak murni dan berpotensi dikembangkan sebagai terapi topikal berbasis bahan alam.
PERAN SGLT2 INHIBITOR DALAM TERAPI KARDIOVASKULAR: TINJAUAN LITERATUR rafsanjani, arief
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1342

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan penyebab utama kematian di dunia dan menjadi beban kesehatan global yang terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, sodium-glucose cotransporter-2 (SGLT2) inhibitor mengalami pergeseran peran dari agen antihiperglikemik menjadi terapi dengan manfaat kardiovaskular yang signifikan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran SGLT2 inhibitor dalam terapi kardiovaskular berdasarkan literatur ilmiah terkini. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review naratif melalui penelusuran database seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Hasil: kajian menunjukkan bahwa SGLT2 inhibitor seperti Empagliflozin dan Dapagliflozin memiliki efek kardioprotektif melalui berbagai mekanisme, termasuk efek hemodinamik, metabolik, serta antiinflamasi. Selain itu, berbagai uji klinis menunjukkan penurunan risiko hospitalisasi gagal jantung dan mortalitas kardiovaskular. Kesimpulan: SGLT2 inhibitor memiliki potensi besar sebagai terapi kardiovaskular dan telah menjadi bagian penting dalam praktik klinis modern.