Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efek Sinergisme Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dengan Obat Antidiabetik Oral terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Mencit Khairurrizki, Amanda; Rafsanjani, Arief; Hariadi, Puspawan
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.586 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4385

Abstract

Tanaman pegagan (Centella asiatica L.) mengandung senyawa triterpenoid dan flavonoid yang memiliki mekanisme penurunan kadar glukosa dalam darah dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sinergisme antara ekstrak daun pegagan dengan obat antidiabetik oral dalam menurunan kadar glukosa darah puasa pada mencit. Desain penelitian ini menggunakan pre dan post test control group design. Induksi hiperglikemia pada mencit menggunakan aloksan, pengujian pada mencit terbagi dalam 12 kelompok, diantaranya kontrol negatif, kontrol positif (metformin dan glibenklamid), dan kelompok perlakuan pertama (I,II,IIII), kedua (IV, V, VI), dan ketiga (VII, VIII, IX) yang diberikan ekstrak daun pegagan dengan 3 dosis yang berbeda, yaitu 56,7 mg/kgBB; 113,4 mg/kgBB; dan 170,1mg/kgBB. Pada kelompok perlakuan kedua, ekstrak daun pegagan dikombinasikan dengan metformin 1,75 mg/kgBB dan glibenklamid 0,0175 mg/kgBB pada kelompok perlakuan ketiga.  Data dianalisis menggunakan Oneway Anova dan uji lanjut LSD. Hasil analisis menunjukkan terdapat efek sinergisme pada kelompok perlakuan V (Ekstrak Daun Pegagan 113,4 mg/kgBB dengan metformin 1,75 mg/kgBB), dimana terdapat penurunan kadar glukosa darah puasa yang signifikan dibandingkan penurunan kadar ekstrak tunggal, yaitu 93 mg/dL dan 77,66 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak etanol daun pegagan pada dosis 113,4 mg/kgBB dengan 1,75 mg/kgBB metformin merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa.
Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dengan Obat Anti Diabetik Oral (ADO) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Mencit Hamidah, Laeli Aminatul; Rafsanjani, Arief; Hariadi, Puspawan
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.3 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4398

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan konsentrasi glukosa yang tinggi di dalam darah. Pederita diabetes perlu mengkonsumsi obat untuk mengontrol konsentrasi glukosa yang tinggi dalam darah. Selain mengggunakan terapi tunggal, penggunaan terapi kombinasi juga sering diterapkan oleh penderita diabetes untuk mengatur keseimbangan glukosa darah dalam tubuh, baik terapi kombinasi dari dua obat sintetis ataupun kombinasi sintetis dan obat herbal. Masyarakat percaya bahwa kombinasi obat herbal dan obat sintetis lebih baik dari pada menggunakan salah satu diantaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan obat anti diabetik oral dapat memberikan efek yang lebih baik dibandingkan pemberian tunggalnya dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan desain pre-test and post-test with control group menggunakan hewan uji mencit sebanyak 36 ekor yang dibagi menjadi 12 kelompok. Evaluasi pengukuran kadar glukosa darah untuk setiap kelompok mencit dilakukan sebanyak empat kali, yakni sebelum induksi aloksan (T0), setelah induksi aloksan(T1), hari ke 7(T7) dan hari ke 14 (T14) setelah pemberian bahan uji. Data dianalisis secara statistik menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dengan metode uji One way anova dan uji Tukey HSD. Hasil analisis menunujukkan bahwa pemberian ADO (metformin tunggal, glibenklamid tunggal), tiga variasi ekstrak pegagan tunggal (EEP D1, EEP D2, EEP D3) ataupun kombinasi antara keduanya (KMP D1, KMP D2, KMP D3, KGP D1, KGP D2, KGP D3) mampu memberikan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (p=0.00). Dapat disimpulkan bhwa dari hasil uji tukey kelompok uji kombinasi ekstrak etanol daun pegagan+Metformin (KMP) dan Kombinasi ekstrak etanol daun pegagan+Glibenklamid (KGP) menunjukkan efek yang yang tidak lebih baik atau sebanding dengan kelompok uji tunggal masing-masing dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (p>0.05).
Aktivitas BKKBN dalam Proses Pendistribusian dan Penyimpanan Perbekalan Kefarmasian Sediaan Injeksi dan Pil KB pada Masa COVID-19 di Pulau Lombok Noviatsyani, Nisrina; Ardyati, Sulistia; Rafsanjani, Arief
Sinteza Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.082 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i2.4428

Abstract

Pengelolaan alat dan obat kontrasepsi merupakan faktor penting yang menentukan kesuksesan BKKBN menjalankan program KB. Pada situasi Indonesia ditengah pandemi Covid-19, salah satu alternatif sediaan kontrasepsi yang aman digunakan adalah pil KB. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas BKKBN Provinsi NTB di masa Covid-19 dalam proses pendistribusian serta penyimpanan pada injeksi dan pil KB di tiga kabupaten di Pulau Lombok serta mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 terhadap proses tersebut. Jenis penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif yang menggunakan data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah hasil wawancara dengan Kepala Gudang BKKBN Provinsi NTB dan Bendahara Gudang OPD KB. Data sekunder adalah Surat Bukti Barang Keluar (SBBK) dan kartu stok injeksi maupun pil KB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendistribusian dan penyimpanan yang dilaksanakan oleh BKKBN Provinsi NTB maupun OPD KB Kabupaten dapat dikategorikan baik berdasarkan Peraturan BKKBN Nomor 9 Tahun 2019. Proses pendistribusian dilaksanakan secara rutin dan non rutin berdasarkan hasil pelaporan rutin oleh OPD KB Kabupaten. Penyimpanan injeksi maupun pil KB dilakukan dalam ruangan ber-AC pada suhu 15-25°C dengan prinsip First Expired First Out (FEFO). Berdasarkan pada SBBK sebelum maupun ketika pandemi Covid-19 tidak menunjukkan adanya perbedaan pada proses pendistribusian dan penyimpanan untuk injeksi KB dan pil KB.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Penurun Kadar Asam Urat Tikus yang Diinduksi Jus Hati Ayam Sasmita, Yulinda Dinar; Oktresia, Erma Ewisa; Rafsanjani, Arief
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.4449

Abstract

Asam urat adalah hasil akhir dari katabolisme (pemecahan) suatu zat yang bernama purin. Kadar asam urat normal pada laki-laki dewasa adalah sekitar 2-7,5 mg/dL, sementara pada wanita yang sudah dewasa adalah 2- 6,5 mg/dL. Peningkatan kadar asam urat diatas normal dapat menyebabkan penumpukan Kristal asam urat di jaringan. Xantin oksidase merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalis oksidasi hipoxantin menjadi xantin dan menjadi asam urat. Penghambatan xantin oksidase menjadi target untuk menurunkan produksi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol dalam menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain kelompok pre dan posttest. Kulit rambutan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah rambutan mampu menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam secara signifikan (p<0,05 Ekstrak etanol kulit buah rambutan dosis 3 memiliki kemampuan menurunkan kadar asam urat tikus yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol positif (Allopurinol). Ekstrak etanol kulit buah rambutan mengandung senyawa plavonoid, tanin, alkaloid, saponin dan terpenoid.