Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Promosi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang danFungsional Untuk Pencegahan dan Penanganan Stunting di Desa Masbagik Timur Baiq Risma Fatmayanti; Leny Ramadhan; Muhlisun Azim; Arief Rafsanjani; Yuyun Febriani; Jeli Marlita
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.836

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Masbagik Timur, Lombok Timur, yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Kegiatan promosi pangan beragam, bergizi, seimbang dan fungsional (B2SF) sebelumnya telah dilakukan, namun untuk bisa menjaga pengetahuan masyarakat, maka perlu dilakukan kegiatan peningkatan pengetahuan secara berkala. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pangan B2SF dalam menurunkan risiko stunting. Metode kegiatan meliputi observasi awal, koordinasi dengan pemerintah desa, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan sosialisasi yang disertai pretest dan posttest, serta pemberian makanan tambahan (PMT) seperti susu, telur, dan camilan berbahan lokal (tepung mokaf, jagung, dan lebui). Kegiatan promosi dilakukan terhadap masyarakat usia produktif dengan mayoritas pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat sudah memiliki pengetahuan baik mengenai stunting (86%), pentingnya ASI eksklusif (94%), dan ciri-ciri anak stunting (85%). Nilai rata-rata pretest dan posttest masing-masing 9,43 dan 9,44 berturut-turut. Nilai signifikansi terkait perbedaan nilai pretest dan posttest menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan (p=0,802). Hal tersebut menandakan bahwa pengetahuan masyarakat sudah tinggi baik sebelum dan setelah kegiatan promosi dilakukan. Kesimpulannya, promosi pangan B2SF telah berhasil dilaksanakan di Desa Masbagik Timur. Selanjutnya, disarankan pembentukan kelompok belajar masyarakat melalui kader posyandu untuk memperkuat pemahaman dan penerapan pangan B2SF untuk mencegah stunting dapat terjaga secara berkelanjutan.
Sosialisasi Pemilihan Dan Penggunaan Kosmetik di Kalangan Siswi MA Mu’alimat Pancor, Lombok Timur Leny Ramadhan; Baiq Risma Fatmayanti; Yuyun Febriani; Arief Rafsanjani; Muhlisun Azim
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.904

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di MA Mu’alimat Pancor, Lombok Timur. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan kesadaran Siswi MA Mu’alimat mengenai pemilihan dan penggunaan kosmetik yang aman. Fenomena meningkatnya penggunaan kosmetik dikalangan remaja putri  seringkali tidak diimbagi dengan pemahamanan terhadap keamanan produk dan tampak pengunaan bahan berbahaya. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan melalui metode penyuluhan interaktif  meliputi, observasi awal, diskusi, penyusunan materi dan kuesioner, koordinasi dan perizinan dengan pihak sekolah serta pelaksanaan kegiatan disertai pretest dan posttest dan selanjutnya data di analisis dengan SPSS (Uji Wilcoxon). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan edukasi. Pada aspek pemilihan kosmetik diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 (p<0,05), sedangkan pada aspek penggunaan kosmetik diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,039 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi terkait pemilihan dan penggunaan kosmetik yang aman. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswi MA Mu’alimat Pancor mengenai kosmetik aman.. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat membantu remaja lebih bijak dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik sehingga terhindar dari penggunaan produk yang berisiko bagi kesehatan.
PHYTOCHEMICAL SCREENING AND ΑLFA AMYLASE INHIBITORY ACTIVITY OF ORTHOSIPHON STAMINEUS AND ANNONA MURICATA LEAF ETHANOLIC FRACTIONS Baiq Risma Fatmayanti; Sri Wardiatul Fitri; Arief Rafsanjani
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol. 14 No. 1 (2026): Meditory, Volume 14 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v14i1.4898

Abstract

Background: Orthosiphon stamineus and Annona muricata are medicinal plants traditionally used for diabetes management because they contain bioactive compounds capable of inhibiting carbohydrate-hydrolyzing enzymes. Objective: This study investigated the phytochemical composition and in vitro α-amylase inhibitory activity of the ethanolic leaf fractions of O. stamineus and A. muricata, individually and in combination. Methods: Leaf powders were extracted by methanol maceration, followed by liquid–liquid partitioning using n-hexane and 96% ethanol to obtain the ethanolic fractions. Phytochemical screening and an in vitro experimental study of fractions to α-amylase inhibition assays were performed individually and in combinations, with acarbose as the positive control. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey's HSD test (p < 0.05). Results: Both ethanolic fractions contained alkaloids, flavonoids, and tannins. O. stamineus showed the highest α-amylase inhibitory activity (64.67%), followed by A. muricata (26.98%) and the 2:1 combination (59.74%), whereas the 1:1 combination exhibited the lowest inhibition (12.68%). Significant differences were observed among all treatments (p < 0.05). Conclusions: O. stamineus demonstrated greater α-amylase inhibitory activity than A. muricata. Combining the two extracts did not improve α-amylase inhibition compared with O. stamineus alone under the experimental conditions evaluated.
Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Euphorbia hirta L. terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Kelinci arief rafsanjani
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v11i1.9427

Abstract

Luka bakar derajat dua merupakan cedera jaringan yang melibatkan epidermis dan sebagian dermis, sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat penyembuhan serta mencegah komplikasi seperti infeksi. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terapi semakin berkembang, salah satunya daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun patikan kebo dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat dua pada kelinci. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol positif, kontrol negatif, ekstrak 100%, serta tiga kelompok formulasi gel (Formulasi I, II, dan III). Parameter yang diamati meliputi diameter luka pada hari ke-1, 3, 6, 9, 12, dan 15 serta persentase kesembuhan luka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok mengalami penurunan diameter luka seiring waktu, dengan tingkat penyembuhan yang berbeda. Kelompok kontrol positif menunjukkan penyembuhan tercepat dengan persentase kesembuhan 100% pada hari ke-15. Formulasi III menunjukkan efektivitas tertinggi di antara kelompok perlakuan dengan persentase kesembuhan 90% dan diameter luka 0,1 cm, mendekati kontrol positif. Sementara itu, Formulasi II, Formulasi I, ekstrak 100%, dan kontrol negatif masing-masing menunjukkan penyembuhan sebesar 80%, 70%, 65%, dan 50%.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak etanol daun patikan kebo, khususnya Formulasi III, efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat dua. Sediaan gel juga terbukti lebih optimal dibandingkan ekstrak murni dan berpotensi dikembangkan sebagai terapi topikal berbasis bahan alam.
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Terhadap Penurunan Kadar Trigliserida Pada Mencit (Mus musculus) Arief Rafsanjani; Aulia Salsabila; Tri Puspita Yuliana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.27605

Abstract

Hypertriglyceridemia is a condition when triglyceride levels in the blood increase. High triglyceride levels can cause atherosclerosis, which is a risk factor for cardiovascular disease. The ciplukan plant contains chemical compounds, namely flavonoid compounds. Flavonoid compounds can reduce triglyceride levels by increasing the activity of the lipoprotein lipase enzyme. This research aims to determine the potential of Ciplukan (Physalis angulata L) leaf extract in reducing triglyceride levels in mice (Mus musculus). This type of research is experimental research with a Pretest-Posttest Control Group design. This study consisted of a negative control group, positive control, treatment dose I (2.8 mg/20 gr BW), dose II (5.6 mg/20 gr BW), and dose III (8.4 mg/20 gr BW ). Based on the results of the pne-way ANOVA analysis test, it showed significant differences between the negative control group and the positive control group, treatment dose I, dose II, and dose III with a significance value of p<0.05. The conclusion of this research is that the ethanol extract of ciplukan leaves has the potential to reduce triglyceride levels in mice induced by quail egg yolk.
Efek Sinergisme Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dengan Obat Antidiabetik Oral terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Mencit Amanda Khairurrizki; Arief Rafsanjani; Puspawan Hariadi
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.586 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4385

Abstract

Tanaman pegagan (Centella asiatica L.) mengandung senyawa triterpenoid dan flavonoid yang memiliki mekanisme penurunan kadar glukosa dalam darah dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sinergisme antara ekstrak daun pegagan dengan obat antidiabetik oral dalam menurunan kadar glukosa darah puasa pada mencit. Desain penelitian ini menggunakan pre dan post test control group design. Induksi hiperglikemia pada mencit menggunakan aloksan, pengujian pada mencit terbagi dalam 12 kelompok, diantaranya kontrol negatif, kontrol positif (metformin dan glibenklamid), dan kelompok perlakuan pertama (I,II,IIII), kedua (IV, V, VI), dan ketiga (VII, VIII, IX) yang diberikan ekstrak daun pegagan dengan 3 dosis yang berbeda, yaitu 56,7 mg/kgBB; 113,4 mg/kgBB; dan 170,1mg/kgBB. Pada kelompok perlakuan kedua, ekstrak daun pegagan dikombinasikan dengan metformin 1,75 mg/kgBB dan glibenklamid 0,0175 mg/kgBB pada kelompok perlakuan ketiga.  Data dianalisis menggunakan Oneway Anova dan uji lanjut LSD. Hasil analisis menunjukkan terdapat efek sinergisme pada kelompok perlakuan V (Ekstrak Daun Pegagan 113,4 mg/kgBB dengan metformin 1,75 mg/kgBB), dimana terdapat penurunan kadar glukosa darah puasa yang signifikan dibandingkan penurunan kadar ekstrak tunggal, yaitu 93 mg/dL dan 77,66 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak etanol daun pegagan pada dosis 113,4 mg/kgBB dengan 1,75 mg/kgBB metformin merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa.
Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dengan Obat Anti Diabetik Oral (ADO) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Mencit Laeli Aminatul Hamidah; Arief Rafsanjani; Puspawan Hariadi
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.3 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4398

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan konsentrasi glukosa yang tinggi di dalam darah. Pederita diabetes perlu mengkonsumsi obat untuk mengontrol konsentrasi glukosa yang tinggi dalam darah. Selain mengggunakan terapi tunggal, penggunaan terapi kombinasi juga sering diterapkan oleh penderita diabetes untuk mengatur keseimbangan glukosa darah dalam tubuh, baik terapi kombinasi dari dua obat sintetis ataupun kombinasi sintetis dan obat herbal. Masyarakat percaya bahwa kombinasi obat herbal dan obat sintetis lebih baik dari pada menggunakan salah satu diantaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan obat anti diabetik oral dapat memberikan efek yang lebih baik dibandingkan pemberian tunggalnya dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan desain pre-test and post-test with control group menggunakan hewan uji mencit sebanyak 36 ekor yang dibagi menjadi 12 kelompok. Evaluasi pengukuran kadar glukosa darah untuk setiap kelompok mencit dilakukan sebanyak empat kali, yakni sebelum induksi aloksan (T0), setelah induksi aloksan(T1), hari ke 7(T7) dan hari ke 14 (T14) setelah pemberian bahan uji. Data dianalisis secara statistik menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dengan metode uji One way anova dan uji Tukey HSD. Hasil analisis menunujukkan bahwa pemberian ADO (metformin tunggal, glibenklamid tunggal), tiga variasi ekstrak pegagan tunggal (EEP D1, EEP D2, EEP D3) ataupun kombinasi antara keduanya (KMP D1, KMP D2, KMP D3, KGP D1, KGP D2, KGP D3) mampu memberikan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (p=0.00). Dapat disimpulkan bhwa dari hasil uji tukey kelompok uji kombinasi ekstrak etanol daun pegagan+Metformin (KMP) dan Kombinasi ekstrak etanol daun pegagan+Glibenklamid (KGP) menunjukkan efek yang yang tidak lebih baik atau sebanding dengan kelompok uji tunggal masing-masing dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (p>0.05).
Aktivitas BKKBN dalam Proses Pendistribusian dan Penyimpanan Perbekalan Kefarmasian Sediaan Injeksi dan Pil KB pada Masa COVID-19 di Pulau Lombok Nisrina Noviatsyani; Sulistia Ardyati; Arief Rafsanjani
Sinteza Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.082 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i2.4428

Abstract

Pengelolaan alat dan obat kontrasepsi merupakan faktor penting yang menentukan kesuksesan BKKBN menjalankan program KB. Pada situasi Indonesia ditengah pandemi Covid-19, salah satu alternatif sediaan kontrasepsi yang aman digunakan adalah pil KB. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas BKKBN Provinsi NTB di masa Covid-19 dalam proses pendistribusian serta penyimpanan pada injeksi dan pil KB di tiga kabupaten di Pulau Lombok serta mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 terhadap proses tersebut. Jenis penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif yang menggunakan data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah hasil wawancara dengan Kepala Gudang BKKBN Provinsi NTB dan Bendahara Gudang OPD KB. Data sekunder adalah Surat Bukti Barang Keluar (SBBK) dan kartu stok injeksi maupun pil KB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendistribusian dan penyimpanan yang dilaksanakan oleh BKKBN Provinsi NTB maupun OPD KB Kabupaten dapat dikategorikan baik berdasarkan Peraturan BKKBN Nomor 9 Tahun 2019. Proses pendistribusian dilaksanakan secara rutin dan non rutin berdasarkan hasil pelaporan rutin oleh OPD KB Kabupaten. Penyimpanan injeksi maupun pil KB dilakukan dalam ruangan ber-AC pada suhu 15-25°C dengan prinsip First Expired First Out (FEFO). Berdasarkan pada SBBK sebelum maupun ketika pandemi Covid-19 tidak menunjukkan adanya perbedaan pada proses pendistribusian dan penyimpanan untuk injeksi KB dan pil KB.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Penurun Kadar Asam Urat Tikus yang Diinduksi Jus Hati Ayam Yulinda Dinar Sasmita; Erma Ewisa Oktresia; Arief Rafsanjani
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.4449

Abstract

Asam urat adalah hasil akhir dari katabolisme (pemecahan) suatu zat yang bernama purin. Kadar asam urat normal pada laki-laki dewasa adalah sekitar 2-7,5 mg/dL, sementara pada wanita yang sudah dewasa adalah 2- 6,5 mg/dL. Peningkatan kadar asam urat diatas normal dapat menyebabkan penumpukan Kristal asam urat di jaringan. Xantin oksidase merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalis oksidasi hipoxantin menjadi xantin dan menjadi asam urat. Penghambatan xantin oksidase menjadi target untuk menurunkan produksi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol dalam menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain kelompok pre dan posttest. Kulit rambutan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah rambutan mampu menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam secara signifikan (p<0,05 Ekstrak etanol kulit buah rambutan dosis 3 memiliki kemampuan menurunkan kadar asam urat tikus yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol positif (Allopurinol). Ekstrak etanol kulit buah rambutan mengandung senyawa plavonoid, tanin, alkaloid, saponin dan terpenoid.