Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

How Counselling Services Foster Emotional Intelligence among University Students: Evidence from a Mixed-Methods Study in an Islamic Higher Education Context Anwar Fuadi; Walton Wider; Zulfadli Zulfadli; Anita Ariani
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.9312

Abstract

Emotional intelligence (EI) is a key competency supporting students’ psychological well-being, academic engagement, and interpersonal functioning in higher education. However, most EI intervention studies rely on Western-based models and offer limited explanations of how cultural and spiritual values shape EI development. Addressing this gap, the present study examines the effectiveness of an Islamic EI-oriented counseling framework that integrates Islamic spiritual values into conventional EI models. This framework complements existing EI dimensions by embedding values such as sabr (patience), tawakal (trust in God), and self-reflection as mechanisms that strengthen emotional awareness, regulation, and empathy. Using a mixed-methods sequential explanatory design, quantitative data were collected from 123 students at an Islamic university in Indonesia through a one-group pretest-posttest design, followed by qualitative interviews with students and counselors. Paired-sample t-test results revealed a statistically significant increase in EI scores after the intervention (p < 0.001) with an exceptionally large effect size (Cohen’s d = 2.68), indicating a substantial and practically meaningful impact. Qualitative findings further elucidate the mechanism of change, showing that Islamic spiritual meaning-making functions as a catalyst for sustained emotional regulation, empathy, and prosocial behavior. Theoretically, these findings challenge assumptions about the universality of Western EI models and demonstrate the importance of culturally and spiritually grounded counseling frameworks for fostering deep, transformative EI development in higher education contexts. Keywords: emotional intelligence, counseling services, higher education, mixed methods, islamic education
Klasifikasi Konten Pada Situs Web Dakwah Indonesia Menggunakan Text Mining Untuk Deteksi Paham Islam Radikal Nahed Nuwairah; Munsyi Munsyi; Amrullah Amrullah; Anita Ariani; Rabiatul Aslamiah
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 15 No 4 (2024): Technologia (Oktober)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v15i4.16333

Abstract

Konten radikalisme Islam dalam konteks prosedural merujuk pada konten yang memprovokasi kekerasan, menyebarkan kebencian, dan menentang nasionalisme melalui dakwah Islam di situs web Indonesia. Definisi radikalisme berbeda di setiap negara, dan di Indonesia, radikalisme diidentifikasi dengan isu provokasi serta kebencian terhadap SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan). Deteksi konten SARA sangat menantang karena jumlahnya yang besar, sistem yang tidak terstruktur, dan banyaknya gangguan yang disebabkan oleh beragam interpretasi. Masalah ini dapat mengancam persatuan dan keharmonisan agama di Indonesia. Berdasarkan kondisi ini, diperlukan sistem untuk membedakan apakah suatu konten bersifat radikal atau tidak. Kami mengusulkan pendekatan text mining menggunakan ambang DF dan ekstraksi fitur berbasis otak manusia. Sistem ini terdiri dari beberapa langkah, termasuk pengumpulan data, pra-pemrosesan, text mining, seleksi fitur, klasifikasi untuk pengelompokan data berdasarkan label kelas, perhitungan kesamaan untuk pemrosesan data pelatihan, dan visualisasi untuk menentukan apakah konten tersebut radikal atau tidak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan literasi kepada pengguna yang mengakses situs web yang terpapar paham radikal, sehingga dapat menekan penyebaran provokasi di situs web di Indonesia. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi validasi silang 10 kali lipat dan metode k-Nearest Neighbor (kNN) sebagai metode klasifikasi mencapai akurasi sebesar 66,37% dengan nilai k sebesar 7, berdasarkan data yang dikumpulkan menggunakan web scrapping dari situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo).