Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Sewagati

Pengembangan Layanan Bisnis Digital Selam Rekreasional dengan Pendekatan ROPO pada UMKM Penyedia Jasa Selam Ika Nurkasanah; Rully Agus Hendrawan; Mudjahidin; Erma Suryani; Mahendrawathi ER; Andre Parvian Aristio
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.659 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.103

Abstract

Dalam kondisi ekonomi yang terpuruk akibat pandemi COVID-19 ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu membangkitkan perekonomian. Salah satunya adalah UMKM di bidang pariwisata jasa selam. Namun, selama ini peminat selam rekreasional masih cukup rendah karena tidak semua orang mengetahui keindahan bawah laut. Oleh karena itu, dalam program pengabdian masyarakat ini kami mengembangkan layanan bisnis digital berbasis website untuk mempromosikan keindahan wisata selam melalui pendekatan ROPO (Research Online Purchase Offline). ROPO dipilih sebagai pendekatan yang tepat karena di era digital dan pandemi masyarakat memiliki kecenderungan untuk melakukan riset online terlebih dahulu agar mendapatkan informasi lengkap dan terpusat sebelum melakukan pembelian produk/jasa secara luring. Tahapan program engabdian masyarakat diawali dengan analisis kebutuhan mitra yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa tahap lain, seperti desain arsitektur website, pengembangan website, uji coba website, implementasi (go live), dan yang terakhir soft launching kepada mitra dan pengguna. Hasil pengabdian masyarakat ini mampu memberikan kemudahan bagi para UMKM penyedia selam rekreasional untuk melakukan pemasaran online, memperluas wilayah pemasarannya, dan meningkatkan kredibilitas layanan bisnisnya. Bagi calon penyelam, website memudahkan pencarian informasi wisata selam sebelum pembelian dilakukan langsung, Selain itu, fitur dive log mampu memotivasi pengguna lain untuk menyelam melalui pengalaman yang dibagi.
Sosialisasi Pentingnya Penerapan SI/TI Di Usaha Kecil Menengah MakMar Tony Dwi Susanto; Arif Wibisono; Mahendrawathi ER; Rully Agus Hendrawan; Erma Suryani; Muhammad Septama Prasetya; Litafira Syahadiyanti; Anggi Yhurinda Perdana Putri; Rindu Puspita Wibawa
Sewagati Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.416 KB)

Abstract

Usaha kecil menengah(UKM) MakMar merupakan usaha kecil menengah yang beralamat di Jalan Kedungtomas 4/39B Surabaya. UKM MakMar beranggotakan bapak dan ibu PKK yang ada di lingkungan Kedungtomas Surabaya. UKM ini memiliki visi “Menjadi UKM terbesar di Surabaya dalam bidang penjualan minuman herbal dan organik”. Sedangkan misi dari UKM ini adalah; (1) Menghasilkan produk minuman herbal dan organik bersertifikat BPOM, (2) Meningkatkan pemasaran dengan mengikuti pameran dan event daerah. UKM ini memproduksi minuman herbal, susu murni dan jus organik. Harga minuman herbal yang diproduksi oleh UKM ini adalah Rp. 8.000 untuk temulawak dan Rp. 10.000 untuk beras kencur. Sedangkan harga susu murni dan jus organic adalah Rp. 10.000. UKM MakMar dapat menjual 10-30 botol minuman perharinya. Sedangkan ketika mengikuti pameran atau event tertentu, omset penjualan dapat meningkat 50-100 botol perharinya. UKM yang sudah berjalan 5 tahun ini masih menerpakan prinsip manual dalam mengelola proses bisnis. Hal ini yang mendasari pengabdi untuk menerapkan teknologi informasi di dalam UKM MakMar. Dalam pelaksanaannya, kami melibatkan anggota UKM MakMardalam kegiatan pengabdian antara lain: (1) Wawancara terkait kebutuhan perancangan sistem. (2) Pelatihan dasar Microsoft Office untuk para anggota UKM MakMar. (3) Launching sistem operasional yang telah dibangun (website dan sistem informasi keuangan berbasis Microsoft Excel). Berdasarkan tahapan diatas dapat diketahui bagaimana hasil Pengabdian Masyarakat dalam Topik Adopsi SI/TI berupa bagaimana penerimaan SI/TI di dalam UKM MakMarKedungtomas-Surabaya.
Issues and lessons learned in registering restaurant business into Google Business and online food delivery platforms in Indonesia Arif Wibisono; Rully Agus Hendrawan; Amna Shifia Nisafani; Mahendrawathi ER; Erma Suryani; Andre Parvian Aristio
Sewagati Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.578 KB)

Abstract

Online food delivery (OFD) has changed how a restaurant business promote itself. Not only to improve its presences on the mobile internet but also to open an unprecedented sales ordering channel(s). This study aims to highlight issues and lessons learned during our efforts to register various restaurant business in online food delivery setting. We have registered as many as 12 restaurant businesses in Surabaya into both Go Food and Grab Food platforms. Here, Go Food and Grab Food are two leading providers for food deliver platform in Indonesia. Along with OFD, we also register those companies into Google Platform which is the largest business listing worldwide. Both OFD and Google Platform are intended to enhance sales performances. This study outlines the imposed procedures of the two platforms and examines the bottleneck points. Also, we gauge any potential issues from restaurant owners to satisfy the platform’s requirements. Later, we make a matrix that lists all arising problems that slack the registration processes. In the end of the study, we have found that business owner distrust is the major obstacle to incorporate his/her business into a food delivery app platform.
Penerapan Modul Penjualan Sistem ERP dan Pemasaran Daring pada UMKM UD. Sukri Dana Abadi dan Starlight Shop Rully Agus Hendrawan; Erma Suryani; Mahendrawathi Er; Mudjahidin; Andre Parvian Aristio
Sewagati Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.895 KB)

Abstract

Teknologi dalam menyelenggarakan bisnis digital dulu hanya dapat diterapkan oleh sebagian UKM karena biaya dan sumber daya manusia yang dibutuhkan cukup tinggi. Media sosial dan pasar digital memungkinkan UMKM untuk terlibat dalam bisnis digital dengan biaya yang terjangkau. UMKM membutuhkan dorongan dalam mendayagunakan teknologi ini. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan identifikasi sasaran pengabdian. Identifikasi dilakukan berdasarkan kecocokan masalah UMKM dengan kesiapan dalam mendayagunakan teknologi. Dua UMKM menjadi sasaran kegiatan, dengan produk utama adalah sapu dan sandal. Kedua UMKM memiliki sistem produksi yang baik namun katalog produk masih dapat ditingkatkan. Pemasaran dan layanan niaga digital masih belum maksimal dilakukan. Peningkatan layanan dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan pasar daring. Pengelolaan stok masih manual atau dibantu oleh aplikasi perkantoran. Pegawai admin banyak waktunya yang tersita untuk menghitung kondisi stok barang dan laporan penjualan. Penerapan software point of sale memudahkan UMKM dalam proses penjualan dan pengelolaan stok produk.
Pengembangan eCommerce Multi Kanal untuk UMKM Jajanan & Minuman Produk Lokal di Surabaya Rully Agus Hendrawan; Ika Nurkasanah; Erma Suryani; Mahendrawathi Er; Mudjahidin; Andre Parvian Aristio; Maya Puspita; Nanok Adi Saputra
Sewagati Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.122 KB)

Abstract

eCommerce merupakan model bisnis yang memungkinkan perusahaan dan individu membeli dan menjual barang melalui internet serta menyediakan saluran distribusi yang lebih murah dan lebih efisien untuk produk maupun layanan bisnis. Namun, keberadaan eCommerce masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sehingga saat ini baru 5% produk / layanan dari 58.97 juta UMKM di Indonesia yang sudah terdigitalisasi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan mengembangkan dan memanfaatkan website eCommerce untuk penjualan produk makanan lokal dari UMKM di wilayah Surabaya, dimana website tersebut berperan dalam hal 1) biaya pemasaran efektif dan mudah dikelola, 2) memberikan kenyamanan pada pelanggan, 3) membangun kredibilitas bisnis melalui pemasaran online, 4) sebagai representasi bisnis, 5) meningkatkan konversi pengunjung menjadi pelanggan yang memungkinkan pebisnis untuk menjual produk atau layanan bisnis sepanjang waktu untuk siapapun dan kapanpun, sehingga dapat meningkatkan jumlah penjualan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dijalankan dengan beberapa langkah meliputi: 1) penentuan platform, 2) perancangan desain website, 3) menentukan domain dan hosting. Website eCommerce yang dihasilkan telah terimplementasi dan bermanfaat dalam menunjukkan keberadaan bisnis dari 3 UMKM di wilayah Surabaya, meningkatkan jumlah produk yang terdigitalisasi, membangun branding bisnis, serta meraih konsumen yang tersebar secara geografis.
Platform Knowledge-Based Website untuk Meningkatkan Visibilitas UMKM di Sektor Perikanan Ika Nurkasanah; Qolbi Salima Alami; Mahendrawathi ER; Rarasmaya Indraswari; Radityo Prasetianto Wibowo; Rahmatsyam Lakoro
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.733 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.482

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sumber daya alam yang banyak, salah satunya adalah sumber daya alam laut, khususnya ikan. Namun, dampak yang diberikan oleh COVID-19 cukup besar dalam industri perikanan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perikanan mengalami kendala dan penurunan transaksi dalam bisnisnya. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas UMKM di sektor perikanan dengan mengembangkan knowledge-based website. Solusi knowledge-based website dipilih berdasarkan kondisi saat ini, dimana masyarakat gemar mencari informasi yang lengkap sebelum melakukan pembelian produk. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini diawali dengan tahap analisis kebutuhan mitra dan pengguna, kemudian dilanjutkan dengan tahap desain arsitektur website, pengembangan website, uji coba website, dan diakhiri dengan tahap sosialisasi dan pendampingan penggunaan website kepada mitra. Hasil program pengabdian masyarakat ini mampu membantu UMKM di sektor perikanan untuk melakukan pemasaran secara online, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan visibilitas layanan yang ditawarkan. Bagi calon pelanggan, knowledge-based website ini memungkinkan pencarian pengetahuan terkait kandungan, manfaat, efek samping, dan informasi lainnya terkait produk yang ditawarkan oleh mitra.
Peningkatan Promosi Wisata Kampung Lawas Maspati melalui Digital Marketing Nurkasanah, Ika; Ramadina, Raysa Farah Mumtaz; Nurfatikha, Rih Prajna; Rahmawati, Aisyah; Az-Zahra, Farah Helga; ER, Mahendrawathi; Suryani, Erma; Wibisono, Arif
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.785

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, teknologi digital semakin canggih dan menjadi penting bagi sektor industri dalam mengembangkan industrinya dengan lebih efektif dan efisien. Indonesia mempunyai potensi wisata yang besar, sehingga sektor pariwisata pun turut mengikuti tren digitalisasi tersebut. Salah satu daerah yang berpotensi di sektor wisata yaitu Kampung Wisata Lawas Maspati yang berlokasi di Jl. Maspati Gg. VI, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Kampung ini merupakan daerah bersejarah yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Namun, dengan terbatasnya jumlah dan kemampuan sumber daya manusia, penggunaan kanal digital untuk manajemen pemasaran di tempat wisata tersebut masih kurang optimal. Meski telah memiliki media sosial, namun kanal tersebut sifatnya hanya dokumentasi kegiatan warga dan belum persuasif untuk mengajak wisatawan berkunjung atau membeli produk dari UMKM yang ada. Sementara, pihak manajemen menginginkan adanya peningkatan jumlah wisawatan dan pelanggan produk. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan berbagai media sosial lainnya akan digunakan sebagai media promosi dan dianalisis kecocokannya dengan segmen wisatawan dan pelanggan produk Kampung Lawas Maspati. Dalam penyampaian informasi melalui media tersebut, tim merumuskan dan menyediakan timeline konten promosi dan membuatkan konten pilot untuk perbaikan media sosial, serta membuatkan panduan branding agar ke depannya pengurus menjadi mandiri untuk mengunggah materi promosi di media sosial.
Pengembangan Bisnis Digital Terpadu untuk UMKM dengan Eco-Friendly Product sebagai Akselerasi Green Economy ER, Mahendrawathi; Febrianti, Nur Aida; Daffa, Bariqi Raihan; Amalia, Shinta; Muhammad, Ghifary; Nurkasanah, Ika; Suryani, Erma; Mudjahidin; Wibisono, Arif
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.804

Abstract

Kemajuan teknologi digital memberikan dampak terhadap perkembangan bisnis UMKM. Saat ini semakin banyak UMKM yang peduli dengan keberlanjtan dengan menekankan pada produk-produk mereka yang ramah lingkungan (eco-friendly products). UMKM tersebut menjadi salah satu solusi untuk mendorong akselerasi green economy. Penggunaan produk ramah lingkungan dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan iklim, sementara bisnis digital dapat membantu mempercepat pertumbuhan UMKM dengan memperluas jangkauan pasar. Permasalahan yang muncul sekarang yakni masih sedikitnya UMKM eco-friendly yang memanfaatkan teknologi dengan optimal dalam proses promosi produknya. Salah satu UMKM tersebut adalah Shantika Fashion yang memiliki produk fashion eco-print. Atas permasalahan tersebut, perlu diimplementasikannya konsep pemasaran melalui media sosial dan penjualan pada e-commerce untuk meningkatkan brand awareness, mendapatkan umpan balik, serta membangun hubungan dan memudahkan interaksi dengan pelanggan. Hal ini dilakukan dengan metode design thinking yang berfokus pada pengembangan pemasaran berdasarkan kondisi nyata yang terjadi pada Shantika Fashion. Pada penerapannya, Shantika Fashion mengalami peningkatan pengikut media sosial hingga 250% dan menjangkau lebih dari 16.000 akun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kemudahan untuk Shantika Fashion dalam menyampaikan produk dan kegiatan yang diikuti ke masyarakat yang lebih luas melalui media sosial.