Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IDENTIFIKASI POTENSI DAYA TARIK EKOWISATA BUKIT TALAGA DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Erianto, Erianto; Ardian, Fransiskus; Azahra, Siva Devi
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 1 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i1.68336

Abstract

Identification of ecotourism potential is an activity of searching, recording, finding, and registering all that has potential or makes the place attractive for visitors to visit. This study aims to find and explain the existence of objects that are ecotourism attractions in Talaga Hill, Aur Sampuk Village, Sengah Temila District, and Landak Regency. The research method uses data collection techniques with direct field observations and interviews with visitor respondents and the local community with a questionnaire guide. Research shows that the Talaga Hills area has potential as an ecotourism attraction, including biological and non-biological potential. The biological potential is in the form of the presence of moss plants, types of fungi, orchids, corpse flowers (Amorphophallus sp.), fruit-producing trees for consumption, and a diversity of animal species such as lemurs (Galeopterus variegatus), rock magpies (Copsychus saularis), and porcupines (Hystrix brachyura). While the non-biological potential includes beautiful views of hills, high cliffs, rocks, stone caves, and clean water sources, Talaga Hill also presents attractions in the form of adventure activities, namely hiking activities, camping activities, wildlife observation, natural resource exploration activities, and rock-climbing activities. Apart from its natural beauty, Bukit Talaga also has the potential to attract cultural tourism, including the existence of three traditional Dayak ceremonial places on Bukit Talaga and the traditions and ceremonies of the local community.Keywords: attraction, ecotourism, identification, talaga hill.AbstrakIdentifikasi potensi ekowisata   merupakan suatu kegiatan mencari, mencatat, menemukan serta mendaftarkan semua yang menjadi potensi atau yang menjadikan tempat tersebut menarik untuk dikunjungi oleh pengunjung. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menjelaskan keberadaan objek-objek yang menjadi daya tarik ekowisata di Bukit Talaga Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Metode penelitian menggunakan teknik pengumpulan data dengan pengamatan langsung dilapangan dan wawancara terhadap responden pengunjung dan masyarakat setempat dengan panduan kuesioner. Penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Bukit Talaga memiliki potensi yang menjadi daya tarik ekowisata diantaranya yaitu potensi hayati dan potensi non-hayati. Potensi hayati berupa keberadaan tumbuhan lumut, jenis jamur, tumbuhan angrek, bunga bangkai (Amorphophallus sp), pohon penghasil buah untuk konsumsi dan keanekaragaman jenis satwa seperti kubung (Galeopterus variegatus), burung murai batu (Copsychus saularis) dan landak (Hystrix brachyura). Sedangkan potensi non-hayati antara lain yaitu pemandangan indah di atas bukit, tebing tinggi, bebatuan, gua batu, dan sumber air bersih. Bukit Talaga juga menyajikan daya tarik berupa kegiatan petualangan yaitu kegiatan hiking, kegiatan berkemah, pengamatan satwa liar, kegiatan eksplorasi sumber daya alam dan kegiatan panjat tebing. Terlepas dari keindahan alamnya Bukit Talaga juga memiliki potensi daya tarik wisata budaya, diantaranya yaitu keberadaan tiga tempat upacara adat Dayak di Bukit Talaga, tradisi/upacara adat masyarakat setempat. Kata kunci: daya tarik, ekowisata, identifikasi, bukit talaga
RESPON LUTUNG SENTARUM Presbytis chrysomelas cruciger TERHADAP KEHADIRAN MANUSIA DAN SATWA LAIN DI RESORT SEMANGIT TAMAN NASIONAL BETUNG KERIHUN-DANAU SENTARUM Irsandi, Ricky Rizki; Erianto, Erianto; Prayogo, Hari; Efiyati, Efiyati; Santoso, Nyoto; Sutopo, Sutopo
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lutung Sentarum are endemic primates with distribution on the island of Borneo, namely from Melalap-Sarawak and recently found in the Danau Sentarum National Park area. Lutung Sentarum is classified as critically endangered and requires scientific data study for Lutung Sentarum so that the animal can be conserved according to their characteristics and needs. The purpose of this study was to record the response shown by Lutung Sentarum when they saw the presence of humans and other animals. The method used is a survey with ad-libitum and accidental sampling technique. When responding, Lutung Sentarum will show agonistic behavior towards humans, while towards other animals it will show affiliative and agonistic behavior depending on the animal species and their relationship in the same area. During the study, it was seen that Lutung Sentarum showed a response: freezing, hiding, observing, investigating, vocalizing, intimidating, and flightKeywords: Danau Sentarum, Lutung Sentarum, ResponsesAbstrakLutung Sentarum merupakan satwa primata endemik dengan penyebaran di Pulau Kalimantan yaitu dari Melalap-Serawak dan belum lama ini ditemukan di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Lutung Sentarum termasuk dalam status kategori critically endangered dan memerlukan data studi ilmiah mengenai Lutung Sentarum sehingga satwa tersebut dapat dikonservasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mencatat respon yang ditunjukkan oleh Lutung Sentarum saat melihat kehadiran manusia dan satwa lain. Metode yang digunakan yaitu survey dengan teknik ad-libitum dan accidental sampling. Saat merespon, Lutung Sentarum akan menunjukkan perilaku agonistik terhadap manusia, sedangkan terhadap satwa lain menunjukkan perilaku afiliatif dan agonistik tergantung spesies satwa dan hubungannya dalam satu wilayah yang sama. Selama penelitian, terlihat Lutung Sentarum menunjukkan respon: diam, bersembunyi, mengamati, mencari informasi, bersuara, intimidasi, dan kabur.Kata kunci: Danau Sentarum, Lutung Sentarum, Respon
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DI AIR PAOH DESA PANGKALAN BUTON KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Erianto, Erianto; Avrita, Sonia; Ardian, Hafiz
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.54853

Abstract

Butterflies are one of the insects of the Order Lepidoptera that play an important role in the pollination process in nature. The existence of butterflies cannot be separated from the conditions of their habitat. Air Paoh Pangkalan Buton Village is one of the butterfly habitats that can support the survival of butterflies. This study aims to determine the diversity and abundance of butterfly species in Air Paoh, Pangkalan Buton Village. The method used is a survey method. Data collection was carried out using a single plot method in the form of a square with a size of 25 meters x 25 meters. Butterflies are caught using nets. The results showed that there are 29 genera and 30 species of butterflies in Air Paoh Pangkalan Buton Village. These 30 species are divided into 5 families, namely 2 species from the Hesperiidae family, 7 species from Papilionidae, 2 species from Pieridae, 4 species from Lycaenidae, and 15 species from Nymphalidae. The butterfly diversity index in Air Paoh is moderate with a value of 2.838 and the species abundance index is classified as high with a value o.Keywords: Air Paoh, Diversity, Species of Butterflies.AbstrakKupu-kupu adalah salah satu serangga Ordo Lepidoptera yang berperan penting dalam proses penyerbukan di alam. Keberadaan kupu-kupu tidak dapat dipisahkan dari kondisi habitatnya. Air Paoh Desa Pangkalan Buton  merupakan salah satu habitat kupu-kupu yang dapat mendukung kelangsungan hidup kupu-kupu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis kupu-kupu di Air Paoh Desa Pangkalan Buton. Metode yang digunakan adalah metode survei, pengumpulan data dilakukan dengan metode petak tunggal berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 25meter x 25 meter. Kupu-kupu ditangkap menggunakan jaring (net). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kupu – kupu di Air Paoh Desa Pangkalan Buton terdapat 29 genus dan 30 spesies. 30 spesies ini tersebar ke dalam 5 famili, yaitu 2 spesies berasal dari famili Hesperiidae, 7 spesies dari Papilionidae, 2 spesies dari Pieridae, 4 spesies dari Lycaenidae, dan 15 spesies dari Nymphalidae. Indeks keanekaragaman kupu- kupu di Air Paoh tergolong sedang dengan nilai 2,838 dan indeks kelimpahan jenis tergolong tinggi dengan nilai 0,834.Kata kunci: Air Paoh, Jenis Kupu – Kupu, Keanekaragaman jenis.
POTENSI TEGAKAN DAN POLA PENYEBARAN POHON LEBAN (Vitex Pinnata. L) DI AREAL PENCADANGAN TAMAN KEHATI KOTA PONTIANAK Erianto, Erianto; Dewantara, Iswan; Kalsum, Emilya; Hardiansyah, Gusti; Haryono, Zuhry; Pranoto, Dwi Yoga B; Fachrudin, Abang; Limpa, Octavianus; Jawek, Asmanto; Cassanova, Kresna
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i4.72391

Abstract

The proportion of green open space (RTH) in urban areas including Pontainak City is at least 30%, consisting of 20% public green open space and 10% private green open space. The Pontianak City Government intends to add green open space in the form of a Biodiversity Park as a water catchment area, creating an urban planological aspect through a balance between the built natural environment and the urban environment which is useful for the benefit of the community and to increase the harmony of the urban environment which is safe, comfortable, fresh, beautiful and clean. RTH also has the aim of reducing pollutants and protecting the ecosystem. This research aims to obtain information on the types that make up the Pontianak City green open space reserve area, stand volume and distribution patterns of the Leban Tree (Vitex pinnata L). The research was carried out using a survey (exploration) method, through a 100% inventory (census) of all trees with a diameter of 20 cm up. The composition of the stands in the Pontianak City RTH reserve area consists of 251 trees from 20 tree species belonging to 15 families. The Leban species (Vitex pinnata L) was found the most, namely 81 trees with a volume of 45.66449 m3 or 42.06% of the total stand volume (108.56466 m3). The distribution pattern of Leban trees (Vitex pinnata L) in the Pontianak City green open space reserve area tends to be clumpedKeywords: distribution pattern, leban, potentialAbstrakProporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada wilayah perkotaan termasuk Kota Pontainak adalah sebesar minimal 30% yang terdiri dari 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% terdiri dari ruang terbuka hijau privat. Pemerintah Kota Pontianak bermaksud menambah RTH berupa Taman Kehati sebagai kawasan resapan air, menciptakan aspek planologis perkotaan melalui keseimbangan antara lingkungan alam binaan dan lingkungan perkotaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat serta untuk meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, segar, indah, dan bersih. RTH pun memiliki tujuan untuk mereduksi polutan dan menjaga ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi jenis-jenis penyusun areal pencadangan RTH Kota Pontianak, Volume tegakan dan Pola Penyebaran Pohon Leban (Vitex pinnata L). Penelitian dilakukan dengan metode survey (eksplorasi), melalui inventarisasi 100% (sensus) terhadap semua pohon diamater 20 cm up. komposisi penyusun tegakan areal pencadangan RTH Kota Pontianak terdiri atas 251 pohon dari 20 jenis pohon yang tergolong ke dalam 15 famili. jenis Leban (Vitex pinnata L) ditemukan paling banyak yaitu 81 pohon dengan volume 45,66449 m3 atau 42,06% dari volume total tegakan (108,56466 m3). Pola penyebaran pohon Leban (Vitex pinnata L) pada areal pencadangan RTH Kota Pontianak cenderung berkelompok (dalam kelompok)Kata kunci: pola penyebaran, leban, potensi
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKAN LUTUNG SENTARUM (Presbytis crhysomelas cruciger Thomas 1892) DI RESORT SEMANGIT TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM KALIMANTAN BARAT Suliyani, Suliyani; Prayogo, Hari; Erianto, Erianto; Santoso, Nyoto; Ega putra, Rizki Akbar
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i4.62157

Abstract

Lutung  Sentarum merupakan lutung yang pertama kali ditemukan di Indonesia khususnya hanya dapat ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum Kalimantan Barat (new record). Lutung Sentarum merupakan satwa herbivora yang menjadikan tumbuhan sebagai pakan utamanya. Identifikasi jenis pakan lutung sentrarum diperlukan agar diketahui jenis tanaman apa saja yang menjadi sumber pakan lutung sentarum. Penelitian dilakukan di Resort Semangit Taman Nasional Danau Sentarum Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi tumbuhan yang menjadi pakan dan bagian apa yang menjadi pakan lutung sentarum yang terdapat di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Metode yang digunakan yaitu survey dengan mengumpulkan data dengan cara jelajah. Hasil penelitian dari identifikasi ditemukan 7 jenis tumbuhan pakan lutung sentarum, yaitu, Archidendron pauciflorum, Adenia macrophylla, Bellucia axinanthera, Combretocarpus rotundifolius, Hevea brasiliensis, Planchonella obovata dan Willughbeia coriacea. Bagian tumbuhan yang menjadi pakan lutung sentarum adalah biji dan daun. Bagian tumbuhan pakan yang paling disukai lutung sentarum adalah biji karet.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DIURNAL DI RUANG TERBUKA HIJAU KOTA PONTIANAK Wahyudi, Isnu; Erianto, Erianto; Hari Prayogo, Hari Prayogo
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 2 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i2.68487

Abstract

The diversity of bird species in the Diurnal in the Pontianak City Green Open Space is a strong reason for conducting this research, so that later the data from this research is expected to be a reference or policy step for agencies related to the management of Green Open Space as a habitat for wildlife birds. Provide information about the diversity of bird species in the Diurnal in the Pontianak City Green Open Space. The data from this research can be used by the relevant agencies as a database for monitoring and controlling bird species in the Pontianak City Green Open Space. This research was conducted by survey method or field observation technique. The data collection used is by direct survey to the location. The observation location was determined purposively, consisting of seven location points in the Green Open Space in Pontianak City. The results of field observations in 7 (seven) green open spaces in Pontianak City obtained a diversity index value of =3.314186. (H Ì…) belongs to the high category. List of bird species diurnal green open space Pontianak 13 bird species belonging to 10 families (family). Most of the birds found were from the Columbidae and Passeridae families, and the least found were from the Geopeliastria bird species.Keywords: Diversity, Diurnal Bird, Green Open Space.Abstrakkeanekaragaman jenis burung diurnal di Ruang Terbuka Hijau Kota Pontianak menjadi alasan kuat dilakukannya penelitian ini, sehingga nantinya data hasil dari penelitian ini di harapkan menjadi acuan atau langkah kebijakan bagi instansi terkait pengelolaan Ruang Terbuka Hijau sebagai habitat satwa liar burung. Memberikan informasi mengenai keanekaragaman jenis burung diurnal di Ruang Terbuka Hijau Kota Pontianak. Data hasil penelitian ini dapat digunakan oleh instansi terkait sebagai database dalam rangka pemantauan dan pengontrolan jenis jenis burung di Ruang Terbuka Hijau Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei atau teknik observasi lapangan. Pengambilan data yang digunakan adalah dengan cara survey langsung kelokasi. Lokasi pengamatan ditentukan secara purposive, terdiri dari tujuh titik lokasi yang ada di Ruang Terbuka Hijau di Kota Pontianak. Hasil pengamatan lapangan di 7 (tujuh) RTH di Kota Pontianak di peroleh nilai indeks keanekaragaman H Ì… =3,314186. (H Ì…) tergolong dalam kategori tinggi. Daftar Jenis burung diurnal ruang terbuka hijau kota Pontianak 13 jenis burung yang tergolong dalam 10 suku (family). Sebagian besar burung yang banyak ditemukan adalah dari family Columbidae dan Passeridae, dan yang paling sedikit ditemukan adalah dari jenis burung Geopeliastria.Kata kunci: Keanekaragaman, Burung Diurnal, Ruang Terbuka Hijau
INVENTARISASI JENIS-JENIS HERPETOFAUNA (SUBORDO: SERPENTES) DI CAMP LEAKEY KAWASAN TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING KALIMANTAN TENGAH Chandi, Sellanisa Salsabila; Erianto, Erianto; Azahra, Siva Devi
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 1 (2024): BIOTIKA JUNI 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i1.50345

Abstract

Taman Nasional Tanjung Puting telah dikenal sebagai kawasan konservasi orangutan. Selain Orangutan, banyak satwa endemik lainnya di kawasan Camp Leakey yang merupakan jalur tracking wisata hingga jalur feeding Orangutan Taman Nasional Tanjung Putting, yaitu potensi keanekaragaman hewan herpertofauna khususnya jenis ular yang menarik untuk diteliti. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis Herpetofauna (Subordo: Serpentes) yang ada di Camp Leakey Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah sebagai data acuan pertimbangan pengelola dalam kegiatan konservasi dan mengatur alur kunjungan di Camp Leakey Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi tempat rehabilitasi dan habitat dari Orangutan. Penelitian dilakukan pada Bulan Februari hingga Bulan Maret Tahun 2023 menggunakan Metode Visual Encounter Survey (VES) yang dikombinasikan dengan Metode Transek. Hasil penelitian Subordo Serpentes yang ditemukan berjumlah 13 individu dengan 5 spesies (Dendrelaphis caudolineatus, Psammodynastes pictus, Boiga irregularis, Boiga dendrophila, dan Homalopsis buccata) dari 3 famili (Colubridae, Lamprophiidae, dan Homalopsidae). Semua spesies terdeteksi memiliki status konservasi Least Concern menurut IUCN. Hasil ini mencerminkan pentingnya kawasan ini sebagai habitat penting Serpentes sehingga dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi konservasi, mitigasi ancaman terhadap habitat, serta mengelola potensi interaksi antara pengunjung dengan serpentes.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DIURNAL PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG DI DESA DANGE AJI KECAMATAN AIR BESAR KABUPATEN LANDAK Prayogo, Hari; Panjaitan, Jeremy Natanael; Erianto, Erianto
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i4.82985

Abstract

Birds are wild animals that can be found in almost all places on earth, including in the Dange Aji protected forest. The diversity of bird species in this location is not known with certainty, therefore it is important to carry out research on diurnal bird species in this location in order to obtain data regarding the diversity of diurnal bird species for bird conservation management efforts. The aim of this research is to examine the diversity of diurnal bird species in each land cover in the Protected Forest area in Dange Aji Village. This research was conducted using a survey method with data collection techniques using the point count method combined with line transects.The counting points were made at 6 (six) points in each land cover with a distance between points of 200 m. The data is analyzed and then used to calculate indices of dominance, diversity, similarity, richness and evenness. This research was conducted from July to August 2023. The results of observations carried out in Primary Forest, obtained a diversity index value of H'= 3,12, Agriculture and Shrubs H'= 2,72, Shrubs H'= 1,53 and Forest Secondary H'= 2,80. The diurnal bird species diversity index value in the Protected Forest in Dange Aji Village is H'= 3,30. Species diversity in each land cover is influenced by differences in different vegetation conditions, availability of feed and land cover.
PERILAKU SOSIAL IBU DAN ANAK ORANGUTAN (Pongo pygmaeus wurmbii) TINGKAT INFANT (BAYI) DI STASIUN RISET CABANG PANTI TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG KABUPATEN KAYONG UTARA Marlina, Ari; Prayogo, Hari; Erianto, Erianto
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i4.84722

Abstract

Orangutans are land mammals with slow growth and reproduction. Orangutans are semi-solitary animals, social interactions occur between males and females when they want to mate, mothers and children because they have a close relationship. The Panti Branch Research Station (CPRS) of Gunung Palung National Park (GPNP) is known to often find orangutan mother and child pairs and is a natural habitat for orangutans. This research aimed to examine the social behavior of mothers and child orangutan infant-level at CPRS. The survey method was used to search for orangutans, selecting samples using a purposive sampling technique. The research sample was limited to mother and child orangutan infant-level. Orangutan observation and data collection used the focal animal sampling method, data recording used the continuous recording technique at 5-minute intervals. The results of data that the response and treatment of the mother orangutan to her baby shows that the relationship between mother and child orangutans at SRCP is functioning as it should as wild animals in the wild. The behavior of orangutan mothers towards their babies is included in affiliative behavior, however, they tend to behave aggressively when they meet humans. As orangutans get older, children become increasingly distant from their mothers. Keywords: Cabang Panti, mather and infant, orangutan, social behavior Abstrak Orangutan merupakan mamalia darat dengan pertumbuhan dan perkembangbiakan yang lambat. Orangutan termasuk ke dalam satwa semi soliter, interaksi sosial terjadi pada jantan dan betina apabila ingin kawin, ibu dan anak karena memiliki hubungan erat. Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) diketahui sering ditemukan pasangan ibu dan anak orangutan dan menjadi habitat alami orangutan. Tujuan penelitian ini mengkaji perilaku sosial ibu dan anak orangutan tingkat infant (bayi) di SRCP. Metode survei digunakan untuk pencarian orangutan, penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian dibatasi pada pasangan ibu dan anak orangutan tingkat infant (bayi). Pengamatan orangutan dan pengambilan data menggunakan metode focal animal sampling, pencatatan data menggunakan teknik continues recording dengan interval waktu 5 menit. Hasil analisis data menunjukan bahwa respon dan perlakuan ibu orangutan kepada bayinya menunjukan hubungan induk dan anak orangutan di SRCP berjalan sebagaimana mestinya sebagai satwa liar di alam liar. Perilaku ibu orangutan terhadap bayinya termasuk dalam perilaku afiliatif, akan tetapi cenderung berperilaku agresif apabila bertemu manusia. Seiring bertambahnya usia orangutan anak akan semakin berjarak dengan ibunya. Kata kunci: Cabang Panti, ibu dan anak, orangutan, perilaku sosial
EFEKTIVITAS PENERAPAN HUKUMAN DISIPLIN BAGI ANGGOTA KEPOLISIAN Erianto, Erianto; Fitriati, Fitriati
UNES Journal of Swara Justisia Vol 2 No 1 (2018): Unes Journal of Swara Justisia (April 2018)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Law Number 2 Year 2002 on Police and Government regulation Number 2 Year 2003 on Discipline of Members of the Police Force of the Republic of Indonesia is a regulation that must be followed by every member of the Police in performing its functions, duties and authority to realize a professional and accountable Police. Disciplinary punishment with various types of sanctions has been imposed on violators through disciplinary proceedings, but the facts show that violations are increasing every year so disciplinary enforcement has not been effective in deterring members and demonstrating the relatively low level of legal compliance of members of the Polres Pesisir Selatan.