Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

27 RANCANG BANGUN MESIN PENGANGKAT SAMPAH SISTEM CHAIN CONVEYOR OTOMATIS Zawil Mubarrak; Azwar Azwar; Turmizi Turmizi; Nurlaili Nurlaili; Yuniati Yuniati
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i1.2140

Abstract

Kota Lhokseumawe yang pernah diklaim menjadi kota bebas sampah ini juga terkenal karena dua kali mendapatkan penghargaan Adipura oleh Presiden RI. Dalam hal mengelola sampah pada tahun 2009 dan 2010. Akan tetapi volume sampah yang ada di selokan dan di Waduk Lhokseumawe tentu permasalahan serius yang membutuhkan perhatian khusus. Kesadaran masyarakat akan kebersihan penulis rasa masih sangat kurang. Kedisiplinan dalam membuang sampah harusnya selalu di terapkan. Dengan terwujudnya mesin pengangkat sampah sistem chain conveyor otomatis ini dapat mengurangi penumpukan sampah diselokan maupun irigasi yang bisa menghambat air mengalir. Dalam pengoperasian mesin ini dimana sensor mendeteksi jarak sampah yang terdapat pada aliran air dengan jarak 1 cm diatas permukaan air, sensor memberikan sinyal kepada micro controller untuk mengaktifkan motor penggerak bucket yang mengangkat sampah yang terdeteksi oleh sensor ultrasonic untuk dimasukan ke dalam bak sampah yang terdepat pada mesin pengangkat sampah otomatis. Motor akan hidup dalam durasi 2 menit 30 detik (00:02:30), dan motor akan hidup kembali ketika sensor mendeteksi sampah berikutnya. Beban maksimal yang dapat diangkat oleh bucket 5 kilogram.Kata kunci: Mesin Pengangkat Sampah Sistem Chain Conveyor Otomatis.
Analisis Kendali Mutu Filling Cup 220 ml dengan Metode Six Sigma pada PT. IMA Montaz Sejahtera Dara Rauzatul Jannah; Turmizi Turmizi; Bukhari Bukhari
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4478

Abstract

Pengendalian kualitas produk merupakan usaha untuk mengurangi produk cacat yang dihasilkan oleh perusahaan. Pengendalian mutu merupakan usaha untuk mempertahankan mutu dari barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pemimpin perusahaan Air minum dalam kemasan (AMDK) adalah air baku yang melalui sebuah proses sterilisasi, dikemas, dan aman untuk diminum mencakup air mineral dan air demineral. Konsep dasar dari Six Sigma adalah meningkatkan kualitas menuju tingkat kegagalan nol. Dengan kata lain, Six Sigma bertujuan untuk mengurangi terjadinya cacat dalam suatu proses produksi dengan tujuan akhir adalah menciptakan kondisi Zero Defect. Perapan metode six sigma (DMAIC) untuk menuju zero defect pada produk air minum ayia cup 240 ml. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecacatan dari produk menggunakan metode DMAIC dan pada tahapan terakhir control menggunakan Stistical Proses Control (SPC). Hasil yag didapatkan dari penggunaan fihsbone diketahui bahwa penyebab kecacatan terdiri dari tiga faktor yaitu manusia, mesin dan lingkungan. Dan faktor manusia merupakan faktor utama penyebab kecacatan. Six sigma memiliki tahapan-tahapan implementasi yang terdiri dari lima langkah yaitu DMAIC atau Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Pada tahapan define bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan, mendefinisikan spesifikasi pelanggan, dan menentukan tujuan pengurangan cacat atau biaya, dan target waktu. Berdasarkan hasil penelitian dan identifikasi yang dilakukan di PT. Ima Montas Sejahtera, penulis mendapatkan bahwa perusahaan ini menduduki tingkat 3 sigma pada bagian filling cup dan lid. Keywords: Six sigma, Pengendalian kualitas, Kendali Mutu, DMAIC
PENGARUH VARIASI BERAT FIBERGLASS DAN SERAT NANAS TERHADAP SIFAT MEKANIK Khairunnas Khairunnas; Murtadhahadi Murtadhahadi; Turmizi Turmizi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8940

Abstract

Penggunaan fiberglass memiliki beberapa keunggulan seperti ringan, memiliki struktur yang kuat, dan memadat setelah melewati proses kimiawi dengan menggunakan bahan resin dan katalis, sehingga memungkinkan zat cairnya menjangkau bagian dalam material yang akan ditutupi selama proses kimiawi. Pada penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas yaitu 6% serat nanas, 14% fiberglass, 80% resin, 10% serat nanas, 10% fiberglass, 80% resin dan 14% serat nanas, 6% fiberglass, 80% resin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dari hasil pengujian, nilai kekuatan tarik mengalami peningkatan dari setiap variasi serat nanas 6%, 10% dan 14% terhadap nilai kekuatan tarik secara berturut-turut ialah 3,78 Kgf/mm2, 4,44 Kgf/mm2 dan 5,57 Kgf/mm2, hal ini dikarenakan ikatan antara serat nanas dengan matriks sempurna. Dari hasil pengujian, nilai kekuatan bending mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya serat nanas hal ini dipengaruhi oleh void serta teradinya debounding (lepasnya ikatan antara serat dengan matriks).  Kata kunci: Fiberglass, resin, void, dan debounding