Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN DENGAN INTEGRATED FARMING SYSTEM (IFS) PETERNAKAN SAPI – HORTIKULTURA DI KABUPATEN PANGANDARAN Isnaeni, Selvy; Nasrudin, Nasrudin; Malik Ramadhan, R Arif
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.2124

Abstract

Peningkatan Produksi Pangan dengan Sistem Pertanian Terpadu (SPT) Ternak Hortikultura di Kabupaten Pangandaran. Kelompok Tani Karya Gumilang dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum Saluyu mengelola banyak sektor seperti peternakan dan budidaya seperti budidaya padi, tanaman hortikultura, dan pakan ternak. Para petani dan KWT telah lama memiliki rumah kompos, namun belum dimanfaatkan karena belum ada yang mengelola rumah kompos tersebut secara optimal. Sehingga kotoran sapi yang ada dari peternak tidak dimanfaatkan dengan baik. Dari analisis awal yang telah dilakukan, sistem pertanian terpadu (SPT) sangat memungkinkan untuk dilakukan di KWT petani dan KWT. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu mengembangkan potensi budidaya hortikultura di Kabupaten Pangandaran khususnya pada petani dan KWT serta penerapan pertanian organik dan mengembangkan potensi budidaya hortikultura. Materi yang disampaikan adalah materi umum mengenai sistem pertanian terpadu (SPT) dan pembuatan kompos serta materi budidaya tanaman hortikultura. Praktik yang dilakukan adalah praktik pembuatan kompos dan penerapan kompos untuk budidaya tanaman hortikultura. Serta pendampingan panen tanaman hortikultura. Dengan adanya IFS ini, kelompok tani Karya Gumilang menjadi unggul dalam bidang pertanian. Dari hasil yang diperoleh, pemanfaatan kotoran ternak untuk kompos dan penerapan kompos pada tanaman hortikultura dapat menekan biaya produksi dan menghasilkan lebih banyak produk tanaman hortikultura. Kata kunci: Kompos, hortikultura, pertanian terpadu.
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Hasil Sawi Pagoda Nurjanah, Cuneng; Rosmala, Arrin; Isnaeni, Selvy
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.57-63

Abstract

Pupuk organik mampu menyediakan unsur hari bagi tanaman dan juga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil sawi pagoda. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September-Oktober 2021 di Kebun Percobaan, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun, berat basah akar dan tajuk, berat kering tajuk, dan daya simpan. Perlakuan 90 g polybag-1 pupuk kandang ayam sudah memberikan hasil yang bagus untuk pertumbuhan dan hasil sawi pagoda, yaitu dengan peningkatan berat basah 62.4 % dari tanpa pemupukan. Pemberian PGPR berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun dan berat basah tajuk. Interaksi perlakuan 90 g polybag-1 pupuk kandang ayam + 10 mL L-1 PGPR memberikan hasil optimal pada parameter tinggi tanaman, warna daun, dan lingkar tanaman, sedangkan perlakuan 180 g polybag-1 pupuk kandang ayam + 15 mL L-1 PGPR memberikan hasil optimal pada parameter susut bobot. Kata kunci: agen hayati, hortikultura, pupuk organik, rizobakteri
Respons karakteristik agronomi, fisiologi, dan biokimia padi (Oryza sativaL.) tercekam salinitas dengan umur bibit berbeda: The agronomic, physiology, and biochemical characteristics responses of paddy (Oryza sativa L.) stressed by salinity with the different seed ages Nasrudin, Nasrudin; Isnaeni, Selvy
AGROMIX Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v13i1.2859

Abstract

Introduction: Salinity is a major constraint in rice crop production through inhibiting the absorption of water and minerals. The seedling age optimally can increase the adaptability of plants under saline conditions. The objective of this study was to examine the agronomic, physiological, and biochemical responses of rice under saline conditions using the different seed age to determine their adaptability to the abiotic stress. Methods: The study used a CRD non-factorial, there is seedling age with three levels including 21, 28, and 35 days after sowing (DAS). The study used rice cv. Banyuasin and salinity stress given is NaCl with the concentration 8 dS m-1. The addition of NaCl when the plants were 12 and 54 days after planting (DAP). Results: The different seed age planted under saline conditions significantly affects to agronomic and physiological characteristics as indicated by shoot dry weight, plant biomass, and chlorophyll content. The different seed age planted under saline conditions significantly affects biochemical characteristics as indicated by proline content and nitrate reductase activity. The rice seedling age of 21 DAS produced the highest biomass and shoot dry weight, the rice seedling age of 28 DAS produced the highest chlorophyll content and nitrate reductase activity, and the rice seedling age of 35 DAS produced the highest proline content. Conclusion: The older rice seedling (35 DAS) increased the higher proline content, while the younger rice seedling (21 DAS) increased the shoot dry weight and plant biomass. In addition, rice seedlings (28 DAS) produced the highest chlorophyll content and nitrate reductase activity.
BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GREEN ECONOMY DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT. Pratiwi, Laras; Isnaeni, Selvy; Putri Lestari, Suci; Syahidurrohim, Nudiya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.463-468

Abstract

Masalah mengenai lingkungan hidup di saat ini menjadi sangat beragam. Polusi udara, perubahan iklim, populasi yang berlebihan, penipisan sumber daya alam, limbah perusahaan, kepunahan keanekaragaman hayati, deforestasi hutan, pengasaman laut, penipisan lapidan ozon, hujan asam dan rekayasa genetika menjadi permasalahan yang harus difikirkan oleh berbagai pihak sehingga memberikan solusi. Green economy merupakan sebuah konsep terkini yang menggabungkan peningkatan aspek ekonomi dengan tidak mengesampingkan kelestarian lingkungan. Desa Tanjungjaya merupakan salah satu daerah di Kabupaten Tasikmalaya yang mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk (1)mensosialisasikan konsep green economy dan green accounting, (2)mensosialisasikan potensi pasar dan nilai ekonomi dari budidaya tanaman hidroponik, serta (3)memperkenalkan budidaya tanaman hidroponik kepada masyarakat desa sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari kepala desa, ketua pemuda, dan masyarakat Desa Tanjungjaya. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kesimpulan dari hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya kemandirian masyarakat untuk membudidayakan tanaman hidroponik. Budidaya tanaman hidroponik mampu menciptakan peluang usaha bagi masyarakat dan juga dapat meningkatkan kualitas oksigen lingkungan hidup sehingga memberikan solusi atas kelestarian lingkungan hidup.
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Permana, Pandu; Ramadhan, R. Arif Malik; Isnaeni, Selvy
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2024): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v8i1.4529

Abstract

Serangga dalam suatu ekosistem dapat memberikan konstribusi terhadap kehidupan manusia, termasuk peranan serangga dalam ekosistem pertanian. Serangga dalam suatu ekosistem memiliki berbagai peranan, diantaranya sebagai serangga fitofag, polinator, dekomposer, predator ekosistem, dan parasitoid, serta bermanfaat sebagai musuh alami. Keberadaan serangga dalam agroekosistem jagung tentunya dapat mempengaruhi berbagai aspek budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat keanekaragaman serangga pada agroekositem jagung di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya serta mengetahui tingkat dominasi serangga pada agroekosistem jagung dan mengetahui peran dari jenis serangga tanaman jagung. Penelitian dilakukan selama 14 hari dengan  perangkap yellow trap dan light trap. Pemasangan perangkap tersebut diletakan pada tiga titik lokasi yang berbeda serta metode pengambilan sempel menggunakan metode deskriptif  dan serangga yang tertangkap kemudian diidentifikasi. Terdapat  serangga yang teridentifikasi sebagai serangga predator, hama, parasitoid dan pengurai. Hasil yang didapat pada perangkap yellow trap dengan serangga sebagai predator berjumlah 4 jenis serangga. Serangga sebagai hama berjumlah 7 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 3 jenis. Sedangkan untuk perangap light trap terdapat serangga sebagai predator 1 jenis serangga. Serangga sebagai hama 6 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 1 jenis serangga dan serangga sebagai pengurai 1 jenis seranga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wienner  dan rumus indeks dominasi Simpson. Dalam  penelitian ini terdapat nilai keanekaragaman pada perangkap yellow trap dengan nilai (H’= 2,023>0,1). Untuk nilai keanekaragaman pada perangkap light trap  dengan nilai  (H=1.799>0,1). Untuk nilai dominasi yang terdapat pada perangkap yellow trap  dengan nilai (C=0,0708<0,5). Untuk nilai Indeks Dominasi dari perangkap light trap menunjukan nilai (C=0,381<0,5).
The influence of nutrient concentration and hydroponic growing media on the growth and yield of pagoda mustard greens (Brassica narinosa L.) Fauzi , Deni Ahmad; Isnaeni, Selvy; Nurhidayah, Siti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 1 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i1.50604

Abstract

Production of pagoda mustard greens is currently still limited, while market demand is increasing. For this reason, it is necessary to increase the yield of pagoda mustard plants through hydroponic with optimization of nutrition and media. This study aimed to determine the plant responses to the application of AB Mix nutrient concentration and growing media types, as well as the effects of their interaction on the growth and yield of pagoda mustard greens. The research was conducted in June-July 2022 at a Screen House in Ciwidey, Bandung, at an altitude of 1,200 meters above sea level. The research used a factorial completely randomized design (CRD) with three replications. The first factor was the concentration of AB Mix nutrients 1,050; 1,150; and 1,250 ppm, and the second factor was the growing media rockwool, cocopeat, sponge, and rice husk charcoal. Data were analyzed using ANOVA and further tested using the Least Significant Difference (LSD) at the 5% level. The results showed that AB Mix nutrient with a concentration of 1,250 ppm or rockwool planting media was able to increase the growth and yield of pagoda mustard greens, but there was no interaction between the two treatment factors. Keywords: AB Mix nutrients; cocopeat; rice husk charcoal; rockwool; sponge
Pengaruh Beberapa Pupuk AB Mix terhadap Tanaman Honje (Etlingera elatior Jack) Permadi, Didit; Rosmala, Arrin; Isnaeni, Selvy
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 1 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v1i2.332

Abstract

Honje merupakan salah satu tanaman rempah di Indonesia bermanfaat untuk obat-obatan, karena mengandung antioksidan dan anti kanker. Pemupukan menggunakan pupuk AB Mix diharapkan dapat dapat menghasilkan pertumbuhan yang optimal, produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman honje yang ditanam menggunakan pupuk konvensional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2019 di Screen House Rusunawa Universitas Perjuangan, Kota Tasikmalaya. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Dosis pupuk yang digunakan yaitu 5 macam jenis pupuk AB Mix dengan dosis1680 ppm. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk AB Mix tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pengamatan yang meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun serta jumlah rumpun tanaman honje.
Pengaruh Jenis Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassicae narinosa L) Syifa, Tia; Isnaeni, Selvy; Rosmala, Arrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i1.452

Abstract

Pemupukan merupakan unsur yang tidak boleh-hara di tanah yang bisa meningkatkan produksi tanah dan kualitas hasil tanaman. Produksi sawi pagoda pada saat ini masih terbatas, sedangkan kebutuhan pasar semakin meningkat. Salah satu Peningkatan Meningkatkan hasil dan produktivitas tanaman sawi pagoda yaitu pemupukan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan menambah tidak hara dalam tanah meningkatkan pertumbuhan tanaman lebih produktif. Penelitian ini membahas tentang pentingnya pemberian pupuk yang optimal untuk pertumbuhan dan pertumbuhan tanaman pagoda (Brassicae narinosa L). Hasil penelitian menunjukkan respons jenis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassicaee narinosa L.) pada parameter luas daun dan pada parameter lainnya.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 10 persiapan dan 3 ulangan.Dosis pupuk urea 333 Kg / Ha memberikan luas tanaman terluas, yaitu sebesar 33,91 cm2. Kata kunci: sawi pagoda, pemupukan, pupuk anorganik
Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pagoda (Brassicaee narinosa L.) Saepuloh, Saepuloh; Isnaeni, Selvy; Firmansyah, Efrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i1.500

Abstract

Pupuk merupakan suatu bahan yang mengandung unsur hara baik hara makro atau mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari limbah ternak berupa kotoran ternak yang mengadung unsur hara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2020 di screen house Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter tanaman, warna daun, berat basah, dan berat kering. Dosis pupuk yang optimal yaitu pukan ayam 168 g tan-1 + pukan kambing 281 g tan-1, pada parameter tinggi tanaman dan diamater tanaman sedangkan dosis pukan ayam 168 g tan-1 + pukan kambing 168 g tan-1 pada parameter jumlah daun, berat basah, dan berat kering.
Keefektifan Trichoderma sp. dalam Mengendalikan Layu Fusarium pada Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Novita, Nira; Firmansyah, Efrin; Isnaeni, Selvy
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i1.621

Abstract

Agens pengendali hayati (APH) selain dapat membatasi pertumbuhan dan perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan, APH juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem  lingkungan pertanian. Trichoderma sp. merupakan salah satu agens pengendali hayati yang dapat digunakan untuk mengendalikan patogen tular tanah salah satunya Fusarium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan, hasil dan keevektivan dalam mengendalikan layu fusarium tanaman mentimun. Rancangan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini dilakukan di Screen House Satuan Pelayanan BPTPH Wil V Tasikmalaya. Perlakuan penelitian yaitu Dosis Trichoderma sp. 0 g tan-1 (kontrol),  25 g tan-1,50 g tan-1,  75 g tan-1,  100 g tan-1. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji Duncan taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya kejadian serangan penyakit fusarium pada tanaman dengan perlakuan dosis Trichoderma sp. maupun perlakuan kontrol, hal tersebut diduga bahwa keadaan lingkungan  tidak sesuai bagi pertumbuhan cendawan Fusarium sp.. Dosis Trichoderma sp. 75 g tan-1 memeberikan pertumbuhan dan hasil yang optimal pada tanaman mentimun.