Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Pertumbuhan Kecombrang (Etlingera elatior) pada Pemberian Fermentasi Urine Kelinci dan Air Kelapa Rabbani, Wildan; Rosmala, Arrin; Isnaeni, Selvy
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i2.777

Abstract

Kecombrang merupakan salah satu tanaman rempah di Indonesia yang sering dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan pencipta rasa pada makanan juga untuk obat tradisional seperti menghilangkan dahak dan batuk. Urine kelinci merupakan cairan yang mampu memberikan suplai nitrogen yang cukup tinggi bagi tanaman, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar nitrogen yang terdapat di dalamnya. Air kelapa merupakan produk tanaman dengan salah satu zat gizi yang mempunyai kadar tinggi yaitu kalium sebesar 3120 mg L-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan fermentasi urine kelinci dengan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman kecombrang dan untuk mendapatkan perlakuan yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman kecombrang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 – Januari 2021 di Screen house Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan ketinggian tempat 359 mdpl. Penelitian menggunakan fermentasi urine kelinci dan air kelapa. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian fermentasi urine kelinci 25% menghasilkan jumlah akar paling banyak yaitu sebesar 5,2 helai. Perlakuan urine kelinci tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, warna daun dan lebar daun.
Pengaruh Frekuensi Fermentasi Urine Kelinci dan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Hasil Bayam Merah (Amaranthus gangeticus L.) Sihabudin, Didin; Rosmala, Arrin; Isnaeni, Selvy
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i2.970

Abstract

Pupuk organik mampu menyediakan unsur hari bagi tanaman serta dapat membantu pembentukan struktur tanah yang baik. Fermentasi urine kelinci dan air kelapa memiiki kandungan unsur hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi fermentasi urine kelinci dan air kelapa terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil bayam merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2021 di Kebun Percobaan Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Bahan yang diuji yaitu tanaman bayam merah, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 faktor dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu fermentasi urine kelinci dan air kelapa dengan 6 taraf yaitu kontrol, 25% fermentasi urine kelinci, 30% fermentasi urine kelinci, 25% air kelapa, 25% fermentasi urine kelinci kelinci + 25% air kelapa, dan 50% fermentasi urine kelinci + 25% air kelapa. Faktor kedua adalah frekuensi pemberian fermentasi kelinci dan air kelapa, yang terdiri dari dua taraf, yaitu 1 minggu satu kali dan 1 minggu dua kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian air kelapa 25% berpengaruh terhadap parameter jumlah daun. Perlakuan frekuensi pemberian fermentasi kelinci dan air kelapa berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, warna daun, diameter batang batang, jumlah akar, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar dan jumlah akar. Adapun interaksi keduanya berpengaruh terhadap panjang daun.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dengan Berbagai Media Tanam Rahayu, Yustika; Isnaeni, Selvy; Nasrudin, Nasrudin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.2133

Abstract

Bentuk dari upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan perbaikan cara budidaya dengan penggunaan pupuk dan media tanam yang tepat. Keduanya mampu memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman bawang mewah. Penelitian bertujuan untuk mengungkap pengaruh pupuk NPK dan media tanam serta memperoleh kombinasi yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Januari sampai April 2022 di Screen house Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan dengan ketinggian 359 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri atas 7 g tanaman-1, 10 g tanaman-1, 13 g tanaman-1. Faktor media tanam terdiri atas tanah, tanah + pupuk kandang, tanah + pupuk kandang + kompos, tanah + sekam + kompos, dan tanah + pupuk kandang + sekam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi antara kedua perlakuan terhadap tinggi tanaman pada 4 MST. Pemberian dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Penggunaan media tanam berbeda berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, bobot berangkasan, bobot umbi basah, bobot umbi kering, serta panjang akar. Interaksi antara pupuk NPK dengan media tanam menghasilkan tanaman tertinggi pada kombinasi perlakuan tanah + arang sekam + kompos dan 7 g tanaman-1, sedangkan perlakuan tanah dan 13 g tanaman-1 menghasilkan tanaman terendah. Penggunaan media tanam dengan kombinasi tanah, arang sekam dan kompos merupakan perlakuan yang terbaik.
Molecular Dynamic Study of Java Cardamom (Wurfbania compacta) Leaf Compounds Targeting Xanthine Oxidase for Antihyperuricemia Nofriyaldi, Ali; Fadilah, Nitya Nurul; Isnaeni, Selvy
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1247-1256

Abstract

Hyperuricemia is a disorder marked by elevated concentrations of uric acid in the bloodstream, which can trigger gout and other metabolic complications. Conventional therapies such as allopurinol are effective but often cause side effects. This study aims to explore the potential of bioactive compounds from cardamom leaves (Wurfbania compacta) as antihyperuricemic agents through an in silico approach. The methods used include mining phytochemical data from the literature, predicting pharmacokinetic properties and toxicity (ADMET), molecular docking as well as molecular dynamic. The screening results show that the compound with the most stable interaction from cardamom (Wurfbania compacta) with receptors that play a role in inhibiting xanthine oxidase enzyme in silico is the compound kaempferol with a Binding energy value of -8.1 kcal/mol and Ki 1.15 uM (micromolar). ADMET analysis indicates that the main candidate has a good pharmacokinetic profile and low toxicity potential. Based on the results of the RMSD and RMSF molecular dynamic analysis, the kaempferol compound shows a stable level of interaction and has 3 amino acid similarities with the comparison drug allopurinol, namely THR1010, VAL1011 and ALA1078, so it has the potential to be used as a candidate antihyperuricemia drug. These findings suggest that cardamom leaves have prospects as a source of natural antihyperuricemia compounds. Further in vitro and in vivo studies are needed to verify the biological activity and safety of its use.