Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Frekuensi Fermentasi Urine Kelinci dan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Hasil Bayam Merah (Amaranthus gangeticus L.) Sihabudin, Didin; Rosmala, Arrin; Isnaeni, Selvy
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i2.970

Abstract

Pupuk organik mampu menyediakan unsur hari bagi tanaman serta dapat membantu pembentukan struktur tanah yang baik. Fermentasi urine kelinci dan air kelapa memiiki kandungan unsur hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi fermentasi urine kelinci dan air kelapa terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil bayam merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2021 di Kebun Percobaan Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Bahan yang diuji yaitu tanaman bayam merah, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 faktor dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu fermentasi urine kelinci dan air kelapa dengan 6 taraf yaitu kontrol, 25% fermentasi urine kelinci, 30% fermentasi urine kelinci, 25% air kelapa, 25% fermentasi urine kelinci kelinci + 25% air kelapa, dan 50% fermentasi urine kelinci + 25% air kelapa. Faktor kedua adalah frekuensi pemberian fermentasi kelinci dan air kelapa, yang terdiri dari dua taraf, yaitu 1 minggu satu kali dan 1 minggu dua kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian air kelapa 25% berpengaruh terhadap parameter jumlah daun. Perlakuan frekuensi pemberian fermentasi kelinci dan air kelapa berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, warna daun, diameter batang batang, jumlah akar, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar dan jumlah akar. Adapun interaksi keduanya berpengaruh terhadap panjang daun.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dengan Berbagai Media Tanam Rahayu, Yustika; Isnaeni, Selvy; Nasrudin, Nasrudin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.2133

Abstract

Bentuk dari upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan perbaikan cara budidaya dengan penggunaan pupuk dan media tanam yang tepat. Keduanya mampu memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman bawang mewah. Penelitian bertujuan untuk mengungkap pengaruh pupuk NPK dan media tanam serta memperoleh kombinasi yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Januari sampai April 2022 di Screen house Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan dengan ketinggian 359 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri atas 7 g tanaman-1, 10 g tanaman-1, 13 g tanaman-1. Faktor media tanam terdiri atas tanah, tanah + pupuk kandang, tanah + pupuk kandang + kompos, tanah + sekam + kompos, dan tanah + pupuk kandang + sekam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi antara kedua perlakuan terhadap tinggi tanaman pada 4 MST. Pemberian dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Penggunaan media tanam berbeda berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, bobot berangkasan, bobot umbi basah, bobot umbi kering, serta panjang akar. Interaksi antara pupuk NPK dengan media tanam menghasilkan tanaman tertinggi pada kombinasi perlakuan tanah + arang sekam + kompos dan 7 g tanaman-1, sedangkan perlakuan tanah dan 13 g tanaman-1 menghasilkan tanaman terendah. Penggunaan media tanam dengan kombinasi tanah, arang sekam dan kompos merupakan perlakuan yang terbaik.
BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GREEN ECONOMY DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT. Laras Pratiwi; Selvy Isnaeni; Suci Putri Lestari; Nudiya Syahidurrohim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.463-468

Abstract

Masalah mengenai lingkungan hidup di saat ini menjadi sangat beragam. Polusi udara, perubahan iklim, populasi yang berlebihan, penipisan sumber daya alam, limbah perusahaan, kepunahan keanekaragaman hayati, deforestasi hutan, pengasaman laut, penipisan lapidan ozon, hujan asam dan rekayasa genetika menjadi permasalahan yang harus difikirkan oleh berbagai pihak sehingga memberikan solusi. Green economy merupakan sebuah konsep terkini yang menggabungkan peningkatan aspek ekonomi dengan tidak mengesampingkan kelestarian lingkungan. Desa Tanjungjaya merupakan salah satu daerah di Kabupaten Tasikmalaya yang mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk (1)mensosialisasikan konsep green economy dan green accounting, (2)mensosialisasikan potensi pasar dan nilai ekonomi dari budidaya tanaman hidroponik, serta (3)memperkenalkan budidaya tanaman hidroponik kepada masyarakat desa sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari kepala desa, ketua pemuda, dan masyarakat Desa Tanjungjaya. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kesimpulan dari hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya kemandirian masyarakat untuk membudidayakan tanaman hidroponik. Budidaya tanaman hidroponik mampu menciptakan peluang usaha bagi masyarakat dan juga dapat meningkatkan kualitas oksigen lingkungan hidup sehingga memberikan solusi atas kelestarian lingkungan hidup.
Molecular Dynamic Study of Java Cardamom (Wurfbania compacta) Leaf Compounds Targeting Xanthine Oxidase for Antihyperuricemia Ali Nofriyaldi; Nitya Nurul Fadilah; Selvy Isnaeni
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1247-1256

Abstract

Hyperuricemia is a disorder marked by elevated concentrations of uric acid in the bloodstream, which can trigger gout and other metabolic complications. Conventional therapies such as allopurinol are effective but often cause side effects. This study aims to explore the potential of bioactive compounds from cardamom leaves (Wurfbania compacta) as antihyperuricemic agents through an in silico approach. The methods used include mining phytochemical data from the literature, predicting pharmacokinetic properties and toxicity (ADMET), molecular docking as well as molecular dynamic. The screening results show that the compound with the most stable interaction from cardamom (Wurfbania compacta) with receptors that play a role in inhibiting xanthine oxidase enzyme in silico is the compound kaempferol with a Binding energy value of -8.1 kcal/mol and Ki 1.15 uM (micromolar). ADMET analysis indicates that the main candidate has a good pharmacokinetic profile and low toxicity potential. Based on the results of the RMSD and RMSF molecular dynamic analysis, the kaempferol compound shows a stable level of interaction and has 3 amino acid similarities with the comparison drug allopurinol, namely THR1010, VAL1011 and ALA1078, so it has the potential to be used as a candidate antihyperuricemia drug. These findings suggest that cardamom leaves have prospects as a source of natural antihyperuricemia compounds. Further in vitro and in vivo studies are needed to verify the biological activity and safety of its use.
Integrasi Pendidikan, Teknologi, dan Pemberdayaan Ekonomi dalam Kegiatan KKN di Desa Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya Isnaeni, Selvy; Apriliawan, Irsan; Nurul Awaliyah, Ghevira; Fadillah, Aini; Aulia, Ula; Nurahmah, Ai Linda
Journal of Empowerment Community Vol 8 No 2 (2026): Oktober 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v8i2.2696

Abstract

Community service activities through the Real Work Lecture (RWL) program in Tanjungjaya Village, Tasikmalaya Regency, were carried out to optimize existing potential. Tanjungjaya Village boasts favorable agroclimatic conditions and a rich cultural heritage, exemplified by the reog dog-dog art form. However, this potential has not been fully utilized due to technological limitations, low practitioner retention, and a lack of innovation. This activity uses a participatory approach with methods of community education, training, and mediation. The programs implemented include counseling on clean and healthy lifestyles, education on plastic waste recycling, socialization of disaster mitigation and tree planting to prevent landslides, and assistance to farmers to optimize agricultural cultivation as well as bridging the gap between farmers and extension workers and village officials regarding limitations in the field of agriculture. This activity also strengthens the partnership between universities and village governments and provides students with practical experience in applying their knowledge in the field. Overall, the community service program in Tanjungjaya Village has proven effective in encouraging community empowerment based on local potential towards independent and sustainable village development.
Impact of NPK Briquette Fertilizer on the Growth and Nitrogen Absorption of Tomato Amanda, Adinda Putri; Ramdahan, R. Arif Malik; Isnaeni, Selvy; Alim, Rofi Syaepul
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.10999

Abstract

The use of appropriate fertilizer is the main key to fulfilling the nutritional needs of plants and environmental sustainability. The appropriate fertilizer dosage will increase the amount of nutrients absorbed by plants, especially tomato plants, and can enhance the optimization of growth and yield, as well as reduce soil damage. This study aims to determine the impact of the addition of NPK briquette fertilizer on plant nutrient absorption and tomato plant growth. This research was conducted at the Screen House of the Agricultural Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Tasikmalaya University of Struggle. Nutrient absorption analysis was conducted at the Soil Chemistry Laboratory, Faculty of Agriculture, Siliwangi University. This research method used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments, including 1) Control / without the addition of NPK briquette fertilizer, 2) 4.5 g dose of NPK briquette, 3) 6 g dose of NPK briquette, and 4) 7.5 g dose of NPK briquette. The results showed that the application of NPK briquette fertilizer at doses of 4.5 and 7.5 g affected the fresh weight of the shoots, total plant fresh weight, total nitrogen content, and nitrogen uptake of the plant. Furthermore, the application of NPK briquette fertilizer on plant height, stem diameter, root wet weight, and crown dry weight did not have a significant effect.