Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kotoran Puyuh dan Kambing Terhadap Kandungan Hara Kompos Berbasis Limbah Berangkasan Kedelai dan Jerami Efrin Firmansyah; Selvy Isnaeni; Syafina Pusparani
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 2, No 2 (2019): Agrosintesa: Jurnal ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.404 KB) | DOI: 10.33603/jas.v2i2.3307

Abstract

Kesuburan lahan pertanian akibat penggunaan input berupa bahan kimia dapat menyebabkan degradasi lahan. Penurunan kesuburan lahan pertanian ini akan menyebabkan stagnasi hingga menyebabkan kondisi “leveling off” dari produktivitas pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kotoran puyuh dan kambing sebagai bahan tambahan pembuatan kompos berbasis limbah brangkasan kedelai dan jerami padi. Penelitian dilakukan dengan cara membuat beberapa kombinasi komposisi kompos yaitu  p1k1, p1k2, p1k3, p2k1, p2k2, p2k3, p3k1, p3k2, dan p3k3 (p1=jerami padi, p2=brangkasan kedelai, p3=jerami padi+brangkasan kedelai, k1=kotoran puyuh, k2=kotoran kambing, dan k3=kotoran puyuh+kotoran kambing) masing-masing kombinasi perlakukan diulang tiga kali. Secara umum hasil pengamatan menunjukkan nilai pH masing-masing kompos mengalami kenaikan menuju pH netral, sedangkan suhu kompos mengalami penurunan. Perbedaan komposisi bahan kompos yang dapat dideskripsikan adalah lama waktu terbentuknya kompos yang matang. Kompos dengan komposisi p1k2 matang paling cepat yaitu 12 minggu dan kompos dengan komposisi p2k1 matang paling lama yaitu 19 minggu, sementara kombinasi komposisi yang lainnya matang pada 14 minggu. Kata kunci : limbah pertanian, organik, pengomposan
Keberhasilan Persilangan Padi Beras Putih dan Padi Beras Hitam (Oryza sativa L.) Siti Nurhidayah; Selvy Isnaeni
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 2, No 2 (2019): Agrosintesa: Jurnal ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.723 KB) | DOI: 10.33603/jas.v2i2.3599

Abstract

Padi beras hitam merupakan salah satu pangan fungsional yang didalamnya kaya akan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Perakitan padi hitam sebagai pangan fungsional menjadi salah satu terobosan dalam menghasilkan calon varietas unggul baru padi hitam. Padi hitam memiliki kelemahan salah satunya adalah umur panen yang dalam. Pembentukan keragaman genetik padi dilakukan dengan melakukan persilangan buatan (hibridisasi). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - September 2019 di screen house Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah dengan teknik persilangan secara single cross antara tetua betina padi beras putih dan tetua jantan padi beras hitam. Bahan yang digunakan adalah 8 aksesi padi beras hitam (PH1, PH2, PH3, PH4, PH5, PH6, PH7, dan PH8) sebagai tetua betina, dan varietas unggul Inpari13, Inpari18, dan Inpari19 sebagai tetua jantan. Setiap genotipe ditanam sebanyak 4 tanaman diulang 3 kali. Setiap ulangan ditanam dengan perbedaan waktu 7 hari agar bunga betina dan bunga jantan dapat tersedia di waktu yang sama. Hasil menunjukkan bahwa persentase keberhasilan persilangan tertinggi terdapat pada persilangan tetua Inpari19 X aksesi padi hitam. Set persilangan Inpari19 XPH3 memiliki jumlah gabah isi terbanyak rata-rata 35 butir dengan persentase keberhasilan persilangan tertinggi sebesar 35% dibandingkan dengan set persilangan lainnya. Karakter warna menunjukkan seluruh set persilangan menghasilkan warna coklat muda. Kata kunci: antioksidan, antosianin, hibridisasi, padi beras hitam, single cross
Tingkat Pencoklatan Eksplan Salak Unggul Harapan Baru Asal Tasikmalaya Selvy Isnaeni; Roza Yunita
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 2, No 1 (2019): Agro Sintesa Jurnal Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.123 KB) | DOI: 10.33603/jas.v2i1.2741

Abstract

ADOPSI TEKNOLOGI VERTIKULTUR SKALA RUMAH TANGGA PADA BEBERAPA JENIS SAYURAN DI DESA PARAKANNYASAG, TASIKMALAYA Selvy Isnaeni; Roza Yunita
Journal of Empowerment Community Vol. 1 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.729 KB) | DOI: 10.36423/jec.v1i1.179

Abstract

Budidaya tanaman hortikultura merupakan sektor yang cukup banyak dalam bidang pertanian. Desa parakannyasag memiliki kelompok wanita tani (kwt) yang bernama KWT Zahra, dan berkonsetrasi dalam bidang budidaya cabai dan beberapa jenis sayuran, seperti seledri, selada dan beberapa lainnya. Kelompok wanita tani Zahra ini memiliki potensi untuk maju dalam bidang budiayanya, namun keterbatasan lahan kwt dan keterbatasan pemasarannya menjadi kendala dalam proses budidaya dan produksi komoditinya, sehingga perlu diberikan sedikit arahan dari stakeholder perguruan tinggi untuk dapat mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, melalui penerapan teknologi tepat guna. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini diantaranya adalah transfer teknologi, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini para peserta pengabdian melakukan budidaya secara vertikultur dan mengaplikasikannya di rumah masing-masing dan mengevaluasi tanggapan para anggota terhadap ketertarikan budidaya vertikultur. 
BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MAWAR BODAS SECARA VERTIKULTUR Selvy Isnaeni; Efrin Firmansyah
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.517

Abstract

Budidaya tanaman sayuran merupakan sektor yang cukup banyak dalam bidang pertanian. Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang  memiliki kelompok wanita tani (kwt) yang bernama KWT Mawar Bodas, dan berkonsetrasi dalam bidang budidaya sayuran dan produk olahannya seperti keripik bayam dan keripik bawang. Kelompok wanita tani mawar bodas ini memiliki potensi untuk maju dalam bidang budiayanya, namun keterbatasan pengetahuan budidaya dan kontinuitas budidaya juga keterbatasan pemasarannya menjadi kendala dalam proses budidaya dan produksi komoditinya, sehingga perlu diberikan sedikit arahan dari stakeholder perguruan tinggi untuk dapat mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, melalui pengembangan masyarakat desa binaan. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah : (1)  Mendorong tumbuhnya motivasi dan kreativitas kwt Mawar Bodas dalam proses budidaya tanaman sehingga meningkatkan produksi, (2) Membantu potensi kwt Mawar Bodas dalam mengembangkan budidaya dengan produksi yang maksimal, dan (3) Membantu kwt Zahra dalam menyelesaikan permasalahan dalam budidaya, agar dapat membangun kecamatan tawang lebih baik. Adapun target khusus yang ingin dicapai adalah dihasilkannya produksi beberapa jenis sayuran dan olahan berkualitas untuk Kecamatan Tawang. Pelatihan dan pendampingan mengenai pentingnya teknologi budidaya yaitu secara vertikultur. Kata kunci : budidaya, kelompok wanita tani, vertikultur, sayuran.
Respon Pertumbuhan Vegetatif Padi (Oryza sativa L.) Tercekam Salinitas Menggunakan Dua Jenis Amelioran Organik dengan Umur Bibit Berbeda Nasrudin Nasrudin; Selvy Isnaeni; Hilal Hamdah
Agroteknika Vol 4 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agroteknika.v4i2.108

Abstract

Salinitas memiliki dampak negatif terhadap tanaman berupa hambatan bagi pertumbuhannya. Penggunaan amelioran organik dan ketepatan umur bibit padi mampu memberikan kondisi lingkungan tanah agar tanaman mampu tumbuh dan memperoleh nurtisi dengan baik serta agar tanaman mudah melakukan adaptasi pada kondisi salin. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh penggunaan amelioran organik dan ketepatan umur bibit terhadap pertumbuhan vegetatif padi yang ditanam pada kondisi salin. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan faktor pertama yaitu jenis amelioran yang terdiri atas pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 dan kompos jerami 10 ton ha-1. Faktor kedua yaitu umur bibit yang terdiri atas 21 HST, 28 HST, dan 35 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan amelioran organik berpengaruh nyata terhadap bobot segar tajuk dan indeks luas daun. Umur bibit padi berpengaruh nyata terhadap bobot segar tajuk, kadar air tajuk, indeks luas daun, dan laju pertumbuhan tanaman. Penambahan pupuk kandang sapi mampu meningkatkan bobot segar tajuk dan indeks luas daun terbaik. Penggunaan bibit padi dengan umur 21 HST mampu meningkatkan bobot segar tajuk, indeks luas daun, dan laju pertumbuhan tanaman sedangkan penggunaan bibit padi dengan umur 35 HST mampu meningkatkan kadar air tajuk.
Pengaruh Frekuensi Fermentasi Urine Kelinci dan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Hasil Bayam Merah (Amaranthus gangeticus L.) Didin Sihabudin; Arrin Rosmala; Selvy Isnaeni
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol. 4 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i2.970

Abstract

Pupuk organik mampu menyediakan unsur hari bagi tanaman serta dapat membantu pembentukan struktur tanah yang baik. Fermentasi urine kelinci dan air kelapa memiiki kandungan unsur hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi fermentasi urine kelinci dan air kelapa terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil bayam merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2021 di Kebun Percobaan Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Bahan yang diuji yaitu tanaman bayam merah, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 faktor dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu fermentasi urine kelinci dan air kelapa dengan 6 taraf yaitu kontrol, 25% fermentasi urine kelinci, 30% fermentasi urine kelinci, 25% air kelapa, 25% fermentasi urine kelinci kelinci + 25% air kelapa, dan 50% fermentasi urine kelinci + 25% air kelapa. Faktor kedua adalah frekuensi pemberian fermentasi kelinci dan air kelapa, yang terdiri dari dua taraf, yaitu 1 minggu satu kali dan 1 minggu dua kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian air kelapa 25% berpengaruh terhadap parameter jumlah daun. Perlakuan frekuensi pemberian fermentasi kelinci dan air kelapa berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, warna daun, diameter batang batang, jumlah akar, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar dan jumlah akar. Adapun interaksi keduanya berpengaruh terhadap panjang daun.
Perangkap Cahaya Sebagai Komponen Pengendalian Hama Terpadu Di Kelompok Wanita Tani Mawar Bodas Kota Tasikmalaya R. Arif Malik Ramadhan; Selvy Isnaeni
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.778 KB) | DOI: 10.30653/002.202271.10

Abstract

The most common pest control carried out in the city of Tasikmalaya is by using synthetic pesticides. The concept of integrated pest control (IPM) in the community aims to suppress the use of synthetic pesticides. Application of IPM can be implemented by integrating various types of compatible controls based on economic, ecological, and social considerations. The use of light traps is one of IPM components that easy to implement to monitor the presence of insects in an agroecosystem. The use of this light-trapping technology received a positive response from partner communities, agricultural extension workers, and local governments. Based on the data collected during the implementation of this program, it is known that there is an increase in knowledge and skills and the use of light trapping technology in the partner community. There is an increase in knowledge related to terms and the use of light traps by 100%, an increase in knowledge about the time of applying light traps by 37.5%, an increase in respondents skills in assembling simple light traps by 100%, and the application of light trapping technology by partner communities by 88.9 %.
BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GREEN ECONOMY DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT. Laras Pratiwi; Selvy Isnaeni; Suci Putri Lestari; Nudiya Syahidurrohim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.463-468

Abstract

Masalah mengenai lingkungan hidup di saat ini menjadi sangat beragam. Polusi udara, perubahan iklim, populasi yang berlebihan, penipisan sumber daya alam, limbah perusahaan, kepunahan keanekaragaman hayati, deforestasi hutan, pengasaman laut, penipisan lapidan ozon, hujan asam dan rekayasa genetika menjadi permasalahan yang harus difikirkan oleh berbagai pihak sehingga memberikan solusi. Green economy merupakan sebuah konsep terkini yang menggabungkan peningkatan aspek ekonomi dengan tidak mengesampingkan kelestarian lingkungan. Desa Tanjungjaya merupakan salah satu daerah di Kabupaten Tasikmalaya yang mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk (1)mensosialisasikan konsep green economy dan green accounting, (2)mensosialisasikan potensi pasar dan nilai ekonomi dari budidaya tanaman hidroponik, serta (3)memperkenalkan budidaya tanaman hidroponik kepada masyarakat desa sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari kepala desa, ketua pemuda, dan masyarakat Desa Tanjungjaya. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kesimpulan dari hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya kemandirian masyarakat untuk membudidayakan tanaman hidroponik. Budidaya tanaman hidroponik mampu menciptakan peluang usaha bagi masyarakat dan juga dapat meningkatkan kualitas oksigen lingkungan hidup sehingga memberikan solusi atas kelestarian lingkungan hidup.
Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Semangka (Citrullus Vulgaris Schard.) dengan Berbagai Konsentrasi POC Urine Kelinci dan Pemangkasan Buah Rian Wildan; Selvy Isnaeni; Nasrudin Nasrudin
Agroteknika Vol 6 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v6i1.157

Abstract

POC urine kelinci mengandung berbagai macam hara yang bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Pemangkasan buah bermanfaat untuk menghasilkan kualitas semangka. Tujuan dari penelitian yaitu mengkaji pengaruh konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Rancangan Acak Kelompok berfaktor dengan faktor pertama yaitu konsentrasi POC urine kelinci (10 mL.L-1, 15 mL.L-1, 20 mL.L-1, dan 25 mL.L-1), dan faktor kedua yaitu pemangkasan buah (satu buah disisakan dan dua buah disisakan), pengulangan dilakukan sebanyak tiga ulangan. Konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah berpengaruh nyata pada parameter panjang sulur tanaman. Perlakuan P3 (20 mL.L-1) memberikan hasil yang berbeda nyata dibandingkan dengan P1(10 mL.L-1), perlakuan P3 (20 mL.L-1) menghasilkan sulur terpanjang yaitu 159.25 cm, sedangkan perlakuan P1 (10 mL.L-1) menghasilkan sulur terpendek yaitu 125.20 cm. Perlakuan pemangkasan buah mempengaruhi pertumbuhan panjang sulur pada umur 28 HST. Konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah tidak mempengaruhi jumlah daun, warna daun, bobot buah, panjang buah, lingkar buah, ketebalan kulit buah, dan total padatan terlarut. Konsentrasi POC urine kelinci yang terbaik yaitu 20 mL.L-1 pada parameter jumlah daun, warna daun, panjang sulur, berat buah, panjang buah, bulat buah, ketebalan kulit buah, dan total padatan terlalut buah sedangkan pemangkasan buah yang terbaik yaitu B1 (satu buah semangka) pada parameter berat buah, panjang buah, lingkar buah, dan ketebalan kulit buah.