Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS KONDISI INTERNAL-EKSTERNAL PENGEMUDI MOBIL TANGKI DALAM PENINGKATAN SAFETY DRIVING PT ELNUSA PETROFIN DI KOTA PAREPARE Elmayanti; Andi Nuddin; Makhrajani Majid
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.1 KB) | DOI: 10.31850/makes.v2i2.150

Abstract

Safety driving merupakan bagian dari budaya keselamatan jalan (road safety culture) yang melihat bagaimana tindakan aman seseorang dalam mengemudi. Terdapat dua faktor yang berhubungan dengan safety driving, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini untuk menunjukkan faktor apa saja yang berpengaruh terhadap safety driving. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini pengemudi mobil tangki yang bekerja di PT Elnusa Petrofin Parepare. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling sebanyak 64 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Ho ditolak jika nilai p<0.05 dan Ha diterima jika nilai p>0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam variabel yang diukur pengaruhnya dengan safety driving, lima diantaranya menunjukkan pengaruh yang positif yaitu masa kerja = 0.008, keikutsertaan diklat = 0.015, peran rekan kerja = 0.000, kondisi jalan = 0.000 , dan kondisi cuaca = 0.000 yang berpengaruh terhadap safety driving, sedangkan satu variabel lainnya tidak menunjukkan pengaruh terhadap safety driving dengan p value 0.231. Oleh karena itu disarankan kepada pengemudi untuk mengikuti diklat safety driving dalam meningkatkan kemampuan berkendaraan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEKURANGAN ENERGI KRONIS IBU HAMIL DI KOTA PAREPARE Nurkhaira Mazita J; Andi Nuddin; Henni Kumaladewi Hengky
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.62 KB) | DOI: 10.31850/makes.v2i3.176

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah salah satu keadaan malnutrisi pada ibu hamil, yang dapat di ukur melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) menggunakan pita LILA). Secara umum Pravalensi KEK di Sulawesi Selatan hanya 12,5% termasuk Kota Parepare yang pravelansinya (9,75%). Tujuan Penelitian ini untuk menunjukkan apakah faktor usia ibu, jarak kehamilan, asupan zat gizi dan pantang makan mempengaruhi Risiko KEK ibu hamil di Kota Parepare.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Peneliti mengidentifikasi melalui observasional dengan menggunakan kuesioner pada sampel, dimana sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 orang ibu hamil di Kota Parepare. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi Square melalui SPSS Versi 24 Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Usia Ibu 0,030, ada pengaruh Jarak Kehamilan 0,488, tidak ada pengaruh Asupan Zat Gizi 0,341 dan ada pengaruh Pantang Makan 0,000 terhadap Risiko KEK ibu hamil di Kota Parepare. Disarankan sebaiknya pada wanita yang ingin menikah merencanakan terlebih dahulu jika ingin menikah muda dikarenakan umur yang baik untuk menikah ialah 20-35 tahun dikarenakan pada usia itu kondisi yang baik dalam kehamilan, sebaiknya ibu hamil lebih banyak mengkonsumsi makanan yang sangat diperlukan oleh janin dan lebih banyak memperluas pengetahuan tentang kehamilan dan makanan yang dikonsumsinya dan bagi pasangan usia subur (PUS) yang menginginkan kehamilan sebaiknya dipersiapkan secara menyeluruh terutama kebutuhan akan makanan yang dibutuhkan ibu sebelum dan selama hamil sehingga tidak terjadi defisiensi Gizi terutama kebutuhan akan Energi.
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KOPI ARABIKA DI KABUPATEN ENREKANG Nurhapsa Nurhapsa; Andi Nuddin; Suherman Suherman; Lismayanti Lismayanti
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.875 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pemasaran kopi arabika di Desa Potokullin Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan analisis efisiensi pemasaran. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 23 petani kopi, 8 orang pedagang pengumpul dan 3 orang pedagang besar 11 orang pedagang (pedagang pengumpul). Data dianalisis dengan menggunakan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran kopi yang efisien yaitu dari petani yang sekaligus sebagai pedagang ke konsumen dan dari petani ke pedagang pengumpul kemudian ke konsumen.
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN N Nurhapsa; Andi Nuddin; S Suherman; N Nurliyah
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.772 KB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditi penting dalam perdagangan global karena sebagai sumber devisa, penyediaan lapangan kerja dan menjadi sumber pendapatan bagi petani maupun bagi pelaku ekonomi lainnya yang terlibat. Kondisi sebagaimana dalam permasalahan pertanian pada umumnya adalah bahwa produksi kopi tidak dapat dipisahkan dari peran petani kecil yang dominan masih berada dalam garis kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor produksi luas lahan, biaya usahatani, tenaga kerja dan jumlah pohon produktif dengan tingkat produksi kopi. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan cara purposive yaitu Kabupaten Enrekang, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bantaeng dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan sentra produksi kopi di Sulawesi Selatan. Penarikan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah ssampel sebanyak 400 petani kopi. Teknik analisis data yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, jumlah pohon produktif,biaya usahatani dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi dan secara parsial luas lahan, jumlah pohon produktif dan biaya usahatani berpengaruh sangat signifikan terhadap produksi kopi. Oleh karena itu, perlu dukungan instansi terkait untuk mengupayakan jumlah tanaman produktif dengan peremajaan tanaman untuk meningkatkan produksi kopi Sulawesi Selatan.
MIKORIZA INDIGINOUS DI AREA YANG TERKONTAMINASI LOGAM Cr dan Cu Muhammad Akhsan Akib; Andi Nuddin; Retno Prayudyaningsih
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.381 KB)

Abstract

Cendawan mikoriza yang mampu beradaptasi dan resisten terhadap lingkungan yang tercemar logam berat mendapat perhatian khusus bagi peneliti phitorhizoremediasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengexplorasi mikoriza indiginous dari area yang terkontaminasi logam berat untuk dimanfaatkan sebagai starter agen hayati dalam program phytorhizoremediasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua fase, yaitu; Pengambilan sampel rhizosfer Polypodium glycyrrhiza, Sumasang sp (nama lokal) dan Spathoglottis plicata di area Sumasang, Sorowako, Indonesia; Sedangkan fase lainnya adalah mengisolasi dan identifikasi spora mikoriza di Laboratorium Mikrobiologi, Balai Penelitian Dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Makassar, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tiga genus mikoriza indigenous yang mampu beradaptasi dan resistensi di area yang terkontaminasi Cr dan Cu yaitu 69,56% Acaulospora sp; 13, 69% Gigaspora sp, dan 17,39% Glomus sp. Identifikasi species mikoriza untuk ketiga genus yang ditemukan merupakan pekerjaan yang menarik dan potensial dimasa yang akan datang.
Endomikoriza Indigenous Sorowako: Potensi untuk Merehabilitasi Lahan Bekas Tambang Nikel Muh. Akhsan Akib; Andi Nuddin; Retno Prayudyaningsih; Kahar Mustari; Tutik Kuswinanti; Syatrianti A. Syaiful
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan pengelolaan rehabilitasi lahan pasca tambang nikel di Sorowako merupakan hal yang sangat mendapat perhatian PT. Vale Indonesia, masyarakat Sorowako, dan Pemerindah Daerah Luwu Timur. Percepatan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam khususnya mikroorganisme endomikoriza indigenous. Endomikoriza yang juga disebut mikoriza arbuscula (MA) mendapat banyak perhatian karena kemampuannya membentuk simbiosis mutualistik dengan 80% – 96% species tumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui genus spora endomokoriza indigenous yang dominan dan mempunyai potensi untuk percepatan pengelolaan rehabilitasi lahan pasca tambang nikel. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pengambilan sampel rhizosfer, trapping spora, isolasi dan identifikasi jenis spora MA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genus endomikoriza indigenous yang dominan dan berpotensi dalam percepatan pengelolaan rehabilitasi lahan pasca tambang nikel di Sorowako adalah genus Acalauspora sp (75, 06 %).
Native Mycorrhizal Fungi in Land Contaminated Cr, Co and Cu Muhammad Akhsan Akib; Andi Nuddin; Retno Prayudyaningsih; Syatrawati Syatrawati; Henny Setiawaty
International Journal of Agriculture System VOLUME 7 ISSUE 2, DECEMBER 2019
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.638 KB) | DOI: 10.20956/ijas.v7i2.1918

Abstract

Mycorrhizal fungi that are capable of adapting and resistant to heavy metal contaminated environments have received special attention for phytorhizoremediation researchers. The aim of the study was to explore native mycorrhizal fungi from areas contaminated with heavy metals to be used as starter biological agents in the phytorhizoremediation program. This research was carried out in two phases, i.e. rhizosphere sampling of Polypodium glycyrrhiza, Sumasang sp (local name) and Spathoglottis plicata at coordinates 2O31'57,6"S and 121O22'50,7"E. Rhizosphere of Chromolaena odorata, Melastama affine and Nephrolepis exaltata at coordinates 2O31'53,5"S and 121O22'35,4"E, Sorowako, Indonesia; While the other phase is isolating and identifying mycorrhizal spores in the Microbiology Laboratory, Research and Development Center for Environment and Forestry in Makassar, Indonesia. The results showed that be discovered three genus of mycorrhizal fungi were able to adapt and resistant in areas contaminated with Cr, Co, and Cu, i.e. 44.44% to 75.86% Acaulospora sp; 9.52% to 44.44% Gigaspora sp, and 3.38% to 19.05% Glomus sp.  which could be used as source of inoculum in Phyto-rhizoremediation program.   We recommend using native mycorrhizal fungi combined with endemic plant of location to rehabilitation heavy metal contaminated soils.
Efektivitas Komunikasi Kelompok Tani Dalam Peningkatan Produksi Kopi Arabika (Studi Kasus: Desa Parombean Kabupaten Enrekang) Hariadi Hariadi; Andi Nuddin; A. Erna Sriwahyuningsih
Jurnal Agribis Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Agribis
Publisher : Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/agribis.v10i2.1440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keefektifan komunikasi kelompok tani dalam meningkatkan produksi kopi arabika dan menganalisis tingkat kefektifan komunikasi antar kelompok tani dalam peningkatan produksi kopi arabika di Desa Parombean. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu skala likert dengan menentukan interval kategori sebelumnya. Jumlah populasi yang ada berdasarkan dari 3 kelompok tani yang ada di Desa Parombean sebanyak 136 petani, sehinggapengambilan sampel dengan teknik slovin didapat 58 petani responden. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan skala likert interval dimana sebelumnya telah diberi skoring yang menggunakan jarak interval pada masing-masing indikator yakni, sangat rendah, rendah, tinggi dan sangat tinggi. Hasil penelitian ini yaitu, faktor-faktor yang berhubungan dengan efektifitas komuikasi kelompok tani dalam peningkatan produksi arabika yaitu kredibilitas sumber, pesan, penerima pesan dan partisipan.Komunikasi antara kelompok tani dalam peningkatan produksi kopi arabika berada Kategori “Tinggi” yang terletak pada aspek atau indikator “Pesan” ini berarti bahwa pada penelitian ini tingkat efektivitas komunikasi pada kelompok tani Desa Parombean terletak pada indikator pesan.
Analisis Dampak Harga Gabah Terhadap Kesejahteraan Petani Padi Sawah di Desa Buttu Sawe Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang Rahman Rahman; Andi Nuddin; Andi Erna Sriwahyuningsih
Jurnal Agribis Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/agribis.v11i1.1678

Abstract

Buttu Sawe Village is one of the villages in Duampanua District, Pinrang Regency, where most of the area is agricultural land. The people in this village carry out agricultural business because from a geographical point of view the area still has a lot of agricultural land. The average ownership of agricultural land by rice farmers in Buttu Sawe Village is less than "partial" or agricultural land with an area of ​​approximately 2,000 m². Lowland rice farming in Buttu Sawe Village is the main sector that is the backbone of people's lives. If the rice crop is disturbed, it is certain that the food security of the community will be disturbed and the level of welfare of farmers will also be disturbed. Welfare of rice farmers can be seen from the ability of farmers to meet the basic needs of their lives and families, such as clothing, food, shelter, health and education. The welfare indicators include population, health and nutrition, education, employment, household consumption and housing. The aims of this study were: 1) To describe the level of welfare of lowland rice farmers in Buttu Sawe Village, Duampanua District, Pinrang Regency and 2) To describe the effect of grain prices on the welfare of lowland rice farmers in Buttu Sawe Village, Duampanua District, Pinrang Regency. This research uses descriptive quantitative research methods. The research sample is 29 respondents who are rice farmers in Buttu Sawe Village. The instrument used in this study was a research questionnaire consisting of several questions regarding the variables studied. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and simple regression analysis with the help of the SPSS 16 program. From the results obtained: 1) The welfare level of lowland rice farmers in Buttu Sawe Village, Duampanua District, Pinrang Regency is 100% or all respondents are included as rice farmers. rice fields in the category of prosperous households, and 2) The price of grain has a significant effect on the welfare of rice farmers in Buttu Sawe Village, Duampanua District, Pinrang Regency.
Analisis Pendapatan Petani Tomat di Desa Potokullin Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang Hamka Mastam; Andi Nuddin; Nurhaedah Nurhaedah
Jurnal Agribis Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/agribis.v11i2.1886

Abstract

This study aims to determine the average income of tomato farmers, the amount of production produced by tomato farmers, and the feasibility of tomato farming. the method used in this research is a survey method that aims to obtain a representative picture of a regional situation and to obtain facts that occur in the field through observation, interviews, and documentation. So that the overall state of the area on the economic income of tomato farmers is obtained with data obtained directly from farmers. Based on the results of this study, the average amount earned by tomato farmers was Rp. 9.620.300 per farmer with the income of the respondent farmers being large enough to cover the economic needs of tomato farmers, and the average amount of production produced by tomato farmers was 59,533 per basket. Then the value of the R/C ratio is 3,4 which means that the average number of farmers’ income is greater than the production costs incurred so that the farm is feasible to run in accordance with the provisions of the R/C ratio >1, then the farm is feasible to run.