Claim Missing Document
Check
Articles

In vitro efficacy of plant growth-promoting rhizobacteria isolated from ginger (Zingiber officinale) rhizosphere for biological control of plant pathogens Jayanti, Ruth Meike; Kristianingrum, Sabrina Ayu; Setiawan, Andree Wijaya
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v21i3.23258

Abstract

The excessive use of synthetic chemical pesticides in controlling plant diseases poses significant challenges to sustainable agriculture. As an environmentally friendly alternative, plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) have shown promise by colonizing plant roots and forming symbiotic relationships that enhance plant growth and suppress plant pathogens. Research on the isolation of PGPR from ginger (Zingiber officinale) rhizosphere in Indonesia remains limited, highlighting the need for further exploration to support genetic resource conservation and sustainable agricultural practices. This study aims to evaluate the potential of PGPR isolates from Z. officinale rhizosphere in Semarang, Indonesia, as biological control agents. Isolates were characterized based on morphology, biochemical traits, and their antagonistic activity against fungal pathogens, including Fusarium oxysporum, Colletotrichum sp., and Alternaria sp. A total of 14 isolates were obtained, exhibiting diverse morphological, biochemical, and antagonistic properties. Among them, isolate 235A2 demonstrated the highest potential as a biological control agent, with capabilities including phosphate solubilization, nitrogen fixation, protease enzyme production, and significant inhibition rates of F. oxysporum (13.79%), Colletotrichum sp. (55.56%), and Alternaria sp. (35.61%) in vitro. These findings underscore the potential of PGPR as a sustainable alternative for biological control of plant pathogens, supporting both enhanced plant productivity and environmental conservation.
Isolasi dan Karakterisasi Ralstonia Solanacearum Species Complex Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Jahe di Kecamatan Sumowono dan Tengaran, Kabupaten Semarang Kusuma, Jonathan Galih Raka; Setiawan, Andree Wijaya; Jayanti, Ruth Meike
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i3.2226

Abstract

Penyakit layu bakteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum Species Complex yang dapat ditemukan pada komoditas pertanian salah satunya pada tanaman jahe. Layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum Species Complex merupakan salah satu patogen tular tanah yang paling serius dan menjadi perhatian khusus bagi petani karena nantinya akan berdampak kerugian ekonomi dengan menurunnya angka produktivitas tanaman jahe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi secara morfologi dan biokimia bakteri R. solanacearum Species Complex dan sebarannya di Kecamatan Sumowono dan Tengaran Kabupaten Semarang. Metode yang dipergunakan adalah uji fisiologis dan biokimia meliputi pengamatan morfologi, uji gram, uji oksidase, dan aktivitas arginin dihidrolase, serta uji hipersensitivitas, uji postulat koch dan uji biovar. Bedasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui sebaran RSSC pada tanaman jahe ditemukan di Kecamatan Sumowono. RSSC yang ditemukan merupakan strain biovar 4, dimana terbukti dapat menyebabkan layu bakteri pada tanaman jahe.
Potensi Bakteri Endofit dari Tanaman Jahe Sebagai Agens Pengandali Hayati Kristianingrum, Sabrina Ayu; Setiawan, Andree Wijaya; Jayanti, Ruth Meike
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.12263

Abstract

The use of synthetic pesticides is not effective in reducing the prevalence of disease because it produces residues and does not support biodiversity. This is an unwise practice and can cause problems in the future.  The use of endophytic microorganisms is widely used to control plant diseases and pests, because it is known to have various pathogen inhibition mechanisms. Biological agents that are used to inhibit plant pathogens and have been widely developed, one of which is endophytic bacteria. The purpose of the research was to evaluate the potential of endophytic bacterial isolate from ginger plants as biological control agents. The type of research used is descriptive and exploratory. Sampling of healthy ginger plants was carried out at 5 points in two sub-districts, namely Getasan and Sumowono, Semarang Regency. Isolation is carried out by taking healthy ginger plants from the roots, rhizomes, fronds, and leaves. Characterization and selection of isolates were carried out by testing their phosphate dissolving ability, nitrogen anchoring, amylase and protease activities, and antagonist tests with Fusarium oxysporum in vitro. The results of this study are that (1) 20 pure isolates were successfully isolated consisting of 2 isolates derived from leaves, 4 isolates from fronds, 8 isolates from roots, and 6 isolates from rhizomes; (2) D91 isolate has the potential as a biological agent with an antagonist mechanism of 86.91% supported by protease enzyme activity, able to dissolve phosphate and anchor nitrogen.
SAFEGUARDING INDONESIA'S CASSAVA INDUSTRY: CRITICAL RESPONSE TO SLCMV'S ADVANCE IN SOUTHEAST ASIA Setiawan, Andree Wijaya; Kusuma, Asista Fatma
Agric Vol. 36 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2024.v36.i2.p329-339

Abstract

Sri Lankan Cassava Mosaic Virus (SLCMV) has emerged as a significant threat to cassava production in Southeast Asia since its initial detection in Cambodia in 2015, with recent outbreaks in Vietnam and Thailand and its first detection in Australia in 2024. This viral disease, transmitted by the whitefly Bemisia tabaci and infected planting materials, poses a substantial risk to Indonesia's cassava industry. Studies from affected countries demonstrate yield losses of 16-33% and starch content reductions of 22-38% in infected plants. This review analyzes SLCMV's current status and potential impacts on Indonesian cassava production and proposes management strategies based on regional experiences. We identify critical risk factors, including widespread vector presence and informal planting material exchange networks. Recommended preventive measures include strengthening quarantine systems, implementing enhanced surveillance programs, developing rapid diagnostic capabilities, and establishing clean seed certification systems. Our findings emphasize the urgent need for coordinated action to protect Indonesia's cassava industry from this emerging pathogen.
Peningkatan Keberdayaan dan Pendapatan Kelompok Tani Dompon Melalui Penanaman Padi Organik Premium dan Penangkaran Tyto Alba Suwartiningsih, Sri; Sunaryanto, Lasmono Tri; Setiawan, Andree Wijaya
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/2qasq768

Abstract

Desa Purworejo adalah satu dari 17 desa di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, terletak di antara Kota Salatiga dengan Kabupaten Boyolali, dengan luas wilayah 169,52 ha terdiri atas lahan sawah 101,14 ha, tegalan 9,70 ha dan non pertanian 58,68 ha. Permasalahan pertanian yang dihadapi antara lain: luas kepemilikan lahan sekitar 0,32 ha/kk; penggunaan pupuk kimiawi/anorganik sangat tinggi sehingga lahan pertanian menjadi semakin “sakit”; penggunaan pembasmi hama dan penyakit berbahan kimia yang tinggi; ancaman hama tikus; pengetahuan petani masih sangat terbatas; serta keterlibatan petani dalam kegiatan-kegiatan kelompok tani masih sangat terbatas. Di pihak lain pengetahuan para pengurus kelompok tani juga masih kurang; serta jenis padi yang dihasilkan kualitas medium sehingga harganya relatif murah di pasar. Karena produktivitas rencah maka sebagian besar hasil padi masih untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Petani belum mampu dan tidak berani menanam padi organik dengan kualitas premium yang sebenarnya memiliki harga lebih tinggi di pasar. Solusi permasalahan pertanian dilaksanakan melalui program Program Kemitraan Masyarakat dengan Peningkatan Keberdayaan dan Pendapatan Kelompok Tani Dompon Melalui Penanaman Padi Organik Premium dan Penangkaran Burung Hantu (Tyto Alba). Melalui kegiatan PKM ini terjadi perubahan perilaku petani di kelompok tani Dompon untuk mulai menanam tanaman organik dan penangkaran burung hantu sehingga hama tikus bisa dihindari. Anggota Kelompok Tani Dompon dapat: 1) belajar dan menerapkan teknologi pertanian terpadu yang ramah lingkungan; 2) produktivitas dan produksi lahan sawahnya meningkat; 3) menghasilkan produk beras organik kualitas premium; serta 4) membasmi hama tikus dengan cara yang lebih ramah lingkungan menggunakan burung hantu (Tyto alba) yang menjadi musuh alami tikus.
Program Adiwiyata “School Garden for Better Future” Sekolah Dasar (SD) Kristen Satya Wacana Salatiga Yuliawati, Yuliawati; Setiawan, Andree Wijaya; Sutrisno, Alfred Jansen; Widyawati, Nugraheni; Prihtanti, Tinjung Mary; Pudjihartati, Endang
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.15182

Abstract

Background: Pendidikan lingkungan hidup di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan. Keterlibatan siswa dalam kegiatan yang mendukung pelestarian alam sejak dini sangat penting untuk membentuk perilaku yang pro-lingkungan. Program "School Garden for Better Future" di SD Kristen Satya Wacana Salatiga dirancang untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pelestarian alam dan keterampilan praktis dalam pertanian. Metode: Mitra pengabdian dalam program ini adalah 52 siswa kelas 4 di SD Kristen Satya Wacana Salatiga. Metode partisipatif digunakan, dan melibatkan tahapan pertemuan koordinasi, pembuatan taman, monitoring, edukasi, evaluasi, dan integrasi kegiatan pengabdian ke dalam kurikulum sekolah. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi langsung, dan wawancara, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil: Taman sekolah telah berhasil dibentuk sebagai sarana pembelajaran lingkungan yang dinamis. Edukasi tentang tanaman hias dan panduan pemeliharaan meningkatkan pemahaman siswa mengenai lingkungan hidup. Evaluasi melalui pengisian kuisioner menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi di antara peserta edukasi, dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis yang signifikan. Integrasi kegiatan pengabdian masyarakat ke dalam kurikulum sekolah dan program ekstrakurikuler mendukung keberlanjutan program ini dengan melibatkan partisipasi aktif dari siswa dan guru. Kesimpulan: Implementasi Program "School Garden for Better Future" di SD Kristen Satya Wacana Salatiga telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya pelestarian alam serta keterampilan praktis dalam pertanian berkelanjutan.
PESTS INTENSITY IN POTATO (Solanum tuberosum) AND FABA BEAN (Vicia faba) INTERCROPPING IN SALARAN, GETASAN DISTRICT, SEMARANG REGENCY Setiawan, Andree Wijaya; Simanjuntak, Bistok Hasiholan; Andhika, Gideon Febby Prima
Agric Vol. 36 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2024.v36.i1.p113-130

Abstract

Tropical regions face threats from pests, leading to significant losses in the global potato supply. Intercropping potatoes with faba beans is being explored to control pest infestations in tropical areas. This study aims to provide insights into pest dynamics and improve pestmanagement strategies for sustainable potato cultivation. The research evaluates five cropping systems, each replicated across seven beds: potato monoculture, alternating growth of potatoes and faba beans at a 2:1 ratio, planting faba beans between the rows of potatoes at a 1:1 ratio, growing faba beans between two beds of potatoes, and cultivating solely faba beans. The study looked at various factors such as the type and intensity of pest attacks on potatoes. It found that planting faba beans alongside potatoes can help reduce aphid (Homoptera: Aphididae) and mirid bug (Hemipetra: Miridae) attacks, but may not affect grasshopper (Orthoptera: Acrididaeand Pyrgomorphidae) attacks. The distance between potato beds and the population of faba bean plants can also influence pest interactions. Understanding these dynamics offers important information for sustainable pest management practices in intercropping systems.
Hubungan Praktik Budidaya di Berbagai Perkebunan di Sub-Daerah Aliran Sungai Tuntang Provinsi Jawa Tengah terhadap Karbon Organik Tanah Susetyo, Yefta Audy; Sigar, Abner Darmawan; Simanjuntak, Bistok Hasiholan; Setiawan, Andree Wijaya; Banjarnahor, Dina
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.24179

Abstract

Penurunan kandungan karbon organik dalam tanah sering kali menjadi dampak dari penerapan praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan di agroekosistem salah satunya adalah lahan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik budidaya yang diterapkan di berbagai perkebunan di Sub DAS Tuntang, mengetahui kandungan karbon organik tanah, serta menganalisis hubungan antara praktik budidaya dengan kandungan karbon organik tanah. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan di 41 titik sampel menggunakan metode stratified random sampling, disertai observasi agroekosistem dan wawancara petani. Analisis hubungan antara praktik budidaya dengan kandungan SOC dilakukan menggunakan Fisher's Exact Test. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar praktik budidaya seperti pemupukan, pola tanam, pengolahan tanah, penutup tanah, dan pengendalian hama tidak memiliki hubungan signifikan dengan kandungan karbon organik tanah. Namun, pengelolaan sisa tanaman dengan membiarkannya terurai secara alami terbukti memiliki hubungan signifikan dalam meningkatkan kandungan karbon organik tanah. Temuan ini menunjukkan bahwa retensi residu tanaman merupakan strategi yang efektif untuk memperbaiki kualitas tanah sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di lahan perkebunan.
Potensi Bakteri Endofit dari Tanaman Jahe Sebagai Agens Pengandali Hayati Kristianingrum, Sabrina Ayu; Setiawan, Andree Wijaya; Jayanti, Ruth Meike
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.12263

Abstract

The use of synthetic pesticides is not effective in reducing the prevalence of disease because it produces residues and does not support biodiversity. This is an unwise practice and can cause problems in the future.  The use of endophytic microorganisms is widely used to control plant diseases and pests, because it is known to have various pathogen inhibition mechanisms. Biological agents that are used to inhibit plant pathogens and have been widely developed, one of which is endophytic bacteria. The purpose of the research was to evaluate the potential of endophytic bacterial isolate from ginger plants as biological control agents. The type of research used is descriptive and exploratory. Sampling of healthy ginger plants was carried out at 5 points in two sub-districts, namely Getasan and Sumowono, Semarang Regency. Isolation is carried out by taking healthy ginger plants from the roots, rhizomes, fronds, and leaves. Characterization and selection of isolates were carried out by testing their phosphate dissolving ability, nitrogen anchoring, amylase and protease activities, and antagonist tests with Fusarium oxysporum in vitro. The results of this study are that (1) 20 pure isolates were successfully isolated consisting of 2 isolates derived from leaves, 4 isolates from fronds, 8 isolates from roots, and 6 isolates from rhizomes; (2) D91 isolate has the potential as a biological agent with an antagonist mechanism of 86.91% supported by protease enzyme activity, able to dissolve phosphate and anchor nitrogen.
Identification and Characterization of Ralstonia solanacearum Species Complex from Ginger (Zingiber officinale) in Semarang Regency, Indonesia Setiawan, Andree Wijaya; Jayanti, Ruth Meike; Herawati, Maria Marina; Natalia, Kezia; Kusuma, Jonathan Galih Raka
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1731

Abstract

The Ralstonia solanacearum species complex is a highly destructive plant pathogen with a remarkably broad range of hosts, and ongoing discoveries continue to expand its host list. In May 2023, a new type of bacterial wilt affecting ginger (Z. officinale) crops in Semarang Regency, Central Java was reported. Early symptoms included sudden withering of leaves in adult plants followed by complete wilting and darkening of the vasculature, ultimately leading to plant death. This research specifically investigates the spread of Ralstonia solanacearum Species Complex within ginger cultivation in Semarang Regency. Twenty bacterial isolates were collected from soil and diseased Z. officinale plants at twenty different locations. Physiological and biochemical analyses confirmed that the causative agent for Z. officinale bacterial wilt was Ralstonia solanacearum belonging to biovar 3 and 4. The study also revealed that the distribution of this pathogen remains focused in the Banyubiru and Sumowono sub-districts. These findings will enhance our understanding of how Ralstonia solanacearum Species Complex spreads among ginger crops and its impact on them.