Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KALIMAT MAJEMUK DALAM JUDUL SERIAL SINETRON AZAB DI INDOSIAR DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARANNYA DI SMA Indah Cahya Rahmadani; Fransiscus Xaverius Samingin; Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) memperoleh deskripsi jenis kalimat majemuk yang digunakan dari  judul serial sinetron AZAB di Indosiar; (2) memperoleh deskripsi hubungan makna antarklausa kalimat majemuk dari judul serial sinetron AZAB di Indosiar, dan (3) mengimplementasikan pembelajaran teks ceramah yang dikembangkan dari judul serial sinetron AZAB di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sintaksis dari karakteristik kalimat majemuk dalam judul serial sinetron AZAB di Indosiar. Wujud data berupa kalimat yang merupakan jenis kalimat majemuk. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dan teknik catat. Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL) dengan teknik lanjutan baca markah. Berdasarkan hasil analisis, dari 3 jenis kalimat majemuk dan 14 jenis hubungan makna konjungsi dan antarklausa, ditemukan masing-masing 3 jenis kalimat majemuk dan 6 hubungan makna. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA yang berkaitan dengan materi teks ceramah. Materi tersebut sesuai dengan silabus kurikulum 2013 kelas XI pada Kompetensi Dasar (KD) 3.6 menganalisis isi, struktur dan kebahasaan teks ceramah dan 4.6 mengkonstruksi teks ceramah tentang permasalahan aktual dengan memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat. Judul serial sinetron AZAB dapat digunakan sebagai contoh kalimat majemuk dan juga digunakan sebagai tema untuk membuat teks ceramah pada saat pembelajaran materi teks ceramah.Kata Kunci: kalimat majemuk, hubungan makna, serial sinetron AZAB di Indosiar 
Perbandingan Bentuk dan Makna Kata Kena dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia serta Implementasinya sebagai Materi Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Atif Solehudin; Fransiscus Xaverius Samingin; Asri Wijayanti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian perbandingan bentuk dan makna kata kena dalam bahasa Indonesia dan Malaysia ini dilatarbelakangi perbedaan penggunaan kata kena. Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia yang memiliki akar bahasa yang sama yakni bahasa Melayu mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman. Dalam bahasa Indonesia, kata kena lazim dimaknai ‘tertimpa atau mendapat’, sedangkan dalam bahasa Malaysia bermakna ‘tahu, tepat, harus, tertimpat, terhantuk, tertimpa, bisa’. Penelitian ini terdiri dari dua rumusan masalah, yakni (1) bagaimana perbandingan bentuk dan makna kata kena dalam bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia? dan (2) bagaimana implementasi materi ajar kata kena dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA? Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengungkapkan deskripsi perbandingan bentuk dan makna kata kena dalam bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia, (2) pembuatan materi ajar berdasarkan perbandingan kata kena dalam bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Teori yang digunakan mencakup perbandingan bahasa Indonesia dan Malaysia, linguistik konstratif, kategori sintaktis, ragam makna, dan materi ajar. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data yakni metode simak. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yakni teknik rekam dan catat. Sementara itu, metode dan teknik analisis yang digunakan yakni metode agih dan teknik BUL (Bagi Unsur Langsung).Kata Kunci       : Perbandingan, Kena, Bentuk, Makna.
Kesantunan Berbahasa dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Wisata Inis sebagai Materi Ajar Pembelajaran Teks Negosiasi di SMA Dita Wulandari; Fransiscus Xaverius Samingin; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa yang terjadi pada saat transaksi jual beli di Pasar Wisata Inis, Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo; serta menghasilkan materi ajar pembelajaran teks negosiasi di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu pengamatan, studi pustaka, sadap/rekam, SBLC, dan teknik catat. Teknik analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif analitik dan teknik analisis isi. Adapun, instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Subjek dalam penelitian ini yaitu para penjual dan pembeli yang menghasilkan tuturan pada saat melakukan transaksi di Pasar Wisata Inis. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, ditemukan data yang mengandung (1) pematuhan maksim kesantunan berbahasa sejumlah 55 data, (2) pelanggaran terhadap maksim kesantunan berbahasa sejumlah 15 data, (3) hasil penelitian ini diformulasikan sebagai materi ajar berupa modul pembelajaran teks negosiasi untuk kelas X SMA yaitu KD 3.11 dan 4.11.Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Maksim, Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa, Transaksi Jual Beli
Tindak Tutur Direktif dalam Novel Wigati Karya Khilma Anis sebagai Materi Ajar Kebahasaan Teks Prosedur di SMA Septina Tri Huwaida; Fransiscus Xaverius Samingin; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi bentuk-bentuk tindak tutur direktif dalam novel Wigati karya Khilma Anis dan memperoleh materi ajar materi ajar kebahasaan teks prosedur dari novel Wigati karya Khilma Anis. Data kebahasaan yang digunakan adalah kata, frasa, kalimat yang mengandung tindak tutur direktif untuk mencapai tujuan tersebut. Data diperoleh dengan menggunakan metode simak dan teknik catat. Selanjutnya, dianalisis dengan metode padan dan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk-bentuk Tindak Tutur Direktif (TTD) yang didasarkan pada teori Prayitno. Bentuk-bentuk tindak tutur direktif yang ditemukan berupa bentuk direktif perintah meliputi sub-TTD menyuruh, sub-TTD memaksa, sub-TTD menyilakan; bentuk direktif permintaan meliputi sub-TTD meminta dan sub-TTD memohon; bentuk direktif ajakan meliputi sub-TTD mengajak dan sub-TTD membujuk; bentuk direktif nasihat meliputi sub-TTD menasihati dan sub- TTD menyarankan; bentuk direktif kritikan meliputi sub-TTD menegur; serta bentuk direktif larangan meliputi sub-TTD melarang dan sub-TTD mencegah. Adapun materi ajar yang diperoleh dari penelitian ini berupa penyusunan handout yang di dalamnya mencakup materi konseptual dan faktual, kelas XI pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 menganalisis kebahasaan dan struktur teksprosedur.Kata Kunci: tindak tutur direktif, novel Wigati, mateir ajar.
INTERFERENSI BAHASA JAWA KE DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR KECAMATAN TLOGOMULYO, KABUPATEN TEMANGGUNG Zuliya Kurnia; Fransiscus Xaverius Samingin; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk dan jenis interferensi bahasa Jawa ke dalam pemakaian bahasa Indonesia siswa sekolah dasar serta sumbangsihnya dalam pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di sekolah dasar. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teori-teori yang relevan dan data-data kebahasaan berupa kata, frasa, kalimat, leksikon, dan paragraf yang mengandung interferensi bahasa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah murid sebagai informan serta karangan yang dihasilkan oleh siswa sekolah dasar, data diperoleh dari sekolah dasar di Kecamatan Tlogomulyo. Data kebahasaan tersebut diperoleh dengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode agih dan metode padan dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik hubung banding menyamakan hal-hal pokok (teknik HBSP). Hasil penganalisisan data tersebut ditemukan tujuh jenis interferensi bahasa, yaitu (1) Interferensi fonologi; (2) Interferensi morfologi; (3) Interferensi sintaksis; (4) Interferensi leksikal; (5) Interferensi ragam; (6) Interferensi arti; (7) Interferensi bahasa lisan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menghindarkan dan meminimalkan terjadinya interferensi bahasa Jawa ke dalam pemakaian bahasa Indonesia siswa sekolah dasar.Kata kunci: Interferensi, Bahasa Jawa, Siswa Sekolah Dasar, Temanggung
Kata Kerja Mental dalam Teks Pidato Presiden Pada Peringatan HUT Ke-74 RI sebagai Bahan Ajar Kebahasaan Teks Ceramah di SMA Titania Annisa Pradini; Fransiscus Xaverius Samingin; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh deskripsi bentuk kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI, (2) memperoleh deskripsi perilaku sintaktis kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI, (3) memperoleh deskripsi makna semantis kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI, (4) memperoleh bahan ajar kata kerja mental dalam pembelajaran kebahasaan teks ceramah di SMA. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan data berupa kalimat yang mengandung kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL). Penelitian tentang kata kerja mental ini dijadikan sebagai bahan ajar untuk kelas XI SMA pada KD 3.5 yang berisi tentang pengidentifikasian unsur-unsur ceramah, kebahasaan, isi informasi berupa permasalahan aktual yang disajikan dalam ceramah dan KD 4.5 yang membahas penyusunan bagian-bagian penting dari permasalahan aktual sebagai bahan untuk disajikan dalam ceramah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat dua bentuk kata kerja mental yaitu verba monomorfemis dan verba polimorfemis yang terbentuk dari proses pengafiksan meliputi prefiks ber-, prefiks meN-, prefiks di-, kombinasi afiks meN-i, kombinasi afiks meN-kan, kombinasi afiks di-, kombinasi afiks di-kan, dan kombinasi afiks memper-. Hasil (2) terdapat dua jenis perilaku sintaktis kata kerja mental yaitu perilaku ditinjau dari tataran frasa (bergabungnya verba dengan kata berkategori lain dalam fungsi predikat) dan perilaku ditinjau dari tataran kalimat (ada tidaknya nomina sebagai objek atau pelengkap). Hasil (3) makna semantis kata kerja mental dalam penelitian ini berupa makna keadaan, makna proses, dan makna sikap. Hasil penelitian ini dijadikan sebagai bahan ajar kata kerja mental dalam kebahasaan teks ceramah di SMA.Kata kunci:bahan ajar, kata kerja mental, teks pidato presiden
SISTEM SAPAAN ANTARA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MELAYU MALAYSIA DALAM PERBANDINGAN Eny Kustyorini; Fransiscus Xaverius Samingin; Asri Wijayanti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Melayu dan bangsa Indonesia mempunyai banyak kemiripan dalam berbahasa, tetapi dalam sistem sapaan banyak hal yang berbeda. Adanya persamaan dan perbedaan itu menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian. Selain itu, penelitian perbandingan sistem sapaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan perbandingan sistem sapaan kedua bahasa ini agar diketahui dibagian mana sajakah persamaan dan perbedaan itu. Penelitian ini akan membahas perbandingan sistem sapaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu yang merupakan kajian sosiolinguistik. Penulis membatasi penelitian ini pada sistem sapaan yang ada dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Malaysia dalam perbandingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Malaysia mencakup sistem dan bentuk sapaan dalam lingkungan kerabat dan luar kerabat. Pada penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Data yang sudah terkumpul kemudian digolongkan secara sistematis sesuai dengan kepentingan penelitian dan analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoritis dan metodologis. Secara teoritis penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguitik, secara metodologis penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata sapaan yang digunakan oleh orang yang merupakan bagian dari ragam bahasa lisan. Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan oleh alat ucap dengan kata sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, penutur berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Sumber data dan objek penelitian ini adalah kata sapaan dan perbandingan serta wujud data dalam penelitian ini adalah kata-kata sapaan kekerabatan dan nonkekerabatan, baik dalam hubungan kekerabatan maupun nonkekerabatan serta kaitannya dengan status adat, agama, jabatan, jenis kelamin dan umur yang ada dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Malaysia yang didapatkan ketika penelitian.Kata kunci: sistem sapaan, kata sapaan, perbandingan sapaan, dan bentuk sapaan.
ASPEK HUMANISME DAN STRUKTUR NOVEL EDENSOR KARYA ANDREA HIRATA Fityatur Rohmah; Fransiscus Xaverius Samingin; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Edensor karya Andrea Hirat, mendeskripsikan aspek-aspek humanisme pada novel Edensor karya Andrea Hirata, materi ajar apresiasi sastra. Penyediaan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode deskriptif analisis dan menggunakan teknik analisa teks. Hasil penganalisisan data menemukan aspek-aspek humanisme (1) cinta kasih antara orang tua dengan anak, (2) cinta kasih suami kepada istri, (3) cinta kasih anak kepada orang tua, (4) cinta kasih kepada sesama teman, dam (5) cinta kasih kepada pasangan atau lawan jenis. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai materi ajar apresiasi sastra di SMA, tepatnya pada KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel.Kata kunci: aspek humanisme, struktur, materi ajar, apresiasi sastra
Dekonstruksi Tokoh Kompleks Franklin Clarke dalam Novel Pembunuhan ABC karya Agatha Christie sebagai Materi Ajar Sastra di SMA Gerry Aby Althalarik; Fransiscus Xaverius Samingin; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendekatan struktural yang dinilai fundamental dan tidak mau menerima aspek-aspek yang mempengaruhi terbentuknya hasil tulisan yang utuh. Kelemahan pendekatan tersebut dapat ditinjau dari pengkajian beberapa aspek yang membangun   karya    sastra, salah satunya ialah tokoh. Pengkajian tokoh menggunakan pendekatan struktural   mempunyai   kelemahan karena hanya dapat mengkaji satu sisi kehidupannya saja.  Kenyataannya, setiap manusia mempunyai dua sisi kehidupan. Sisi yang pertama ialah sisi baik dan yang kedua ialah sisi buruk.  Oleh karena itu, muncullah teori dekonstruksi sastra. Pendekatan dekonstruksi muncul untuk mengkaji makna tersembunyi di balik penangkapan struktural. Sumber data yang telah dianalisis menggunakan pendekatan dekonstruksi ialah novel Pembunuhan ABC karya Agatha Christie. Tujuan  penelitian ini yaitu: (1)  mendeskripsikan dekonstruksi tokoh kompleks Franklin Clarke pada  novel Pembunuhan  ABC karya  Agatha Christie dan  (2)  menyusun materi ajar  sastra di SMA menggunakan dekonstruksi tokoh  kompleks Franklin Clarke dalam novel Pembunuhan  ABC karya  Agatha Christie. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan data berupa dialog, narasi berupa kalimat, dan paragraf yang mengandung dekonstruksi karakter tokoh Franklin Clarke.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah metode studi pustaka dengan teknik kartu data, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode deskriptif dengan teknik analisis teks. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi-deskripsi tentang dekonstruksi tokoh kompleks yang tersembunyi di dalam teks.  Hasil tersebut kemudian dijadikan formula untuk menyusun bahan ajar supaya dapat dipelajari oleh siswa SMA, terutama kelas XII pada KD 3.9 dan 4.9.Kata Kunci: dekonstruksi, tokoh  kompleks, Pembunuhan  ABC, Agatha Christie, materi pembelajaran sastra di SMA.
JENIS-JENIS PERMAINAN BAHASA PADA TATARAN BUNYI KATA, BENTUK KATA, DAN MAKNA KATA DALAM KOMIK CIAYO COMICS DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS ANEKDOT DI SMA Akhmad Syaiful Anas; Fransiscus Xaverius Samingin; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2019): REPETISI Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang bervariasinya bahan ajar dalam pembelajaran di sekolah. Salah satu bahan ajar pembelajaran yang dapat digunakan di sekolah adalah dengan bahan ajar menggunakan komik. Bahan ajar komik dapat digunakan sebagai pembelajaran pada unsur kebahasaan, yaitu teks anekdot. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memaparkan jenis-jenis permainan bahasa pada tataran bunyi kata dalam komik di Ciayo Comics (2) memaparkan jenis-jenis permainan bahasa pada tataran bentuk kata, (3) memaparkan jenis-jenis permainan bahasa pada tataran makna kata, dan (4) mengimplementasikan bahan ajar pembelajaran teks anekdot yang dikembangkan dari jenis-jenis permainan bahasa dalam komik Ciayo Comics. Agar dapat mencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan sumber data komik pada aplikasi Ciayo Comics. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dan teknik catat. Kemudian data dianalisis menggunakan metode padan intralingual dan metode ekstralingual, sedangkan tekniknya menggunakan teknik hubung banding menyamakan (HBS), hubung banding membedakan (HBB), dan hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Berdasarkan penelitian, ditemukan 27 data jenis-jenis permainan bahasa pada komik di Ciayo Comics. Permainan bahasa tersebut adalah permainan bahasa pada tataran bunyi kata yaitu berupa zeroisasi, anaptikis dan substitusi bunyi. Jenis permainan bahasa pada tataran bentuk kata yaitu akronim, reduplikasi, dan singkatan, dan pada tataran makna kata berupa homonimi dan polisemi.Kata Kunci: permainan bahasa, komik, anekdot, Ciayo Comics