Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY, INTELLECTUALY, REPETITION) TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH KERAJAAN ISLAM DI SUMATERA SISWA KELAS X SMK YADIKA LUBUKLINGGAU Deka Hakimin; Yeni Asmara; Sarkowi Sarkowi
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 15 No 1 (2021): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 15 No 1 Juni 2021
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v15i1.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition) terhadap hasil belajar sejarah kerajaan islam di sumatera siswa kelas X SMK Yadika Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen murni. Populasinya yaitu seluruh siswa kelas X SMK Yadika Lubuklinggau. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara random sampling karena setiap kelas mempunyai kemampuan dan kesempatan yang relatif sama dan terpilih sebagai sampel adalah kelas X.OTKP sebagai kelas eksperimen dan kelas X.OTO sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes yang terdiri dari 24 soal. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition) terhadap hasil belajar sejarah kerajaan Islam di Sumatera siswa kelas X SMK Yadika Lubuklinggau. Hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen adalah 63,42 dan 81,42. Sedangkan nilai rata-rata pretest dan posttest kelas kontrol adalah 63,63 dan 77,25. Jadi ada peningkatan hasil belajar untuk kelas eksperimen sebesar 18,00 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 13,62. Hasil ini diperkuat dengan perhitungan uji "t" (uji hipotesis) dimana thitung (2,112) > ttabel (2.000) untuk taraf signifikan 5% dengan dk = 60, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
IMPLEMENTASI METODE GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA SEJARAH DI STKIP-PGRI LUBUKLINGGAU yeni asmara
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 15 No 2 (2021): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 15 No 2 Desember 2021
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v15i2.1373

Abstract

This study aims to describe the implementation of the group investigation method in improving the activities and learning outcomes of history students at STKIP-PGRI Lubuklinggau. This type of research is an action research, with the research subject being the sixth semester students. This research was conducted in two cycles in each cycle consisting of 4 (four) stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques used are test techniques using questions in the form of descriptions, and non-test techniques using observation sheets for students and lecturers. The data analysis technique used is to use a simple percentage formula to measure the learning outcomes and activities of students and lecturers. From the results of research and discussion that the implementation of the group investigation method during the lecture process can improve the activities and learning outcomes of history students in semester VI at STKIP-PGRI Lubuklinggau. This can be seen from the results of data analysis which shows an increase in classical learning outcomes in the first cycle from 55.3% to 86.95%. Student activity in the first cycle increased 68% to 85.94% after the implementation of the group investigation method.
PERSEPSI MAHASISWA DAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH STKIP-PGRI LUBUKLINGGAU Yeni Asmara; Isbandiyah Isbandiyah
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 16 No 1 Juni 2022
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v16i1.1588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaan pembelajaran daring. penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu penelitian yang berusaha menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran Daring pada perkuliahan dimasa Pandemi Covid-19 termasuk dalam kategori kurang baik dengan persentase secara keseluruhan 53,2%. Kendala yang terdapat dalam proses pembelajaran daring pada perkuliahan dimasa pandemic Covid 19 terdiri dari ketidak stabilan jaringan internet, pengaruh kualitas gadged, waktu belajar yang terbatas, serta kurangnya pemahaman mahasiswa/i terhadap materi perkuliahan
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH GEOGRAFI SEJARAH Yeni Asmara; Agus Susilo
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 1 Juni 2023
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v17i1.2392

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh media audio visual terhadap motivasi dan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah geografi sejarah di STKIP-PGRI Lubuklinggau. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik analisa data menggunakan statistik parametris dengan uji z dan rumus persentase untuk menganalisis angket. Dari analisis postes hasil belajar mahasiswa pada kelas eksperimen menghasilkan rata-rata nilai 68,45 dan kelas kontrol 48,21. Dan berdasarkan uji z di dapat bahwa zhitung= 4,17 dengan derajat kebebasan dk = n1 + n2 – 2 = 20 +19 – 2 = 37 dan = 0,01 diperoleh Ztabel = 2,58 Maka Zhitung = 4,17 > ztabel= 2,58, hal ini berarti Ha diterima Ho ditolak. Sehingga ada pengaruh media audio visual terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah geografi sejarah. Kemudian pengaruh media audio visual terhadap motivasi belajar mahasiswa dapat dilihat dari analisis data angket yang diajukan 90% ≤ P ≤ 100% dengan kriteria sangat baik mahasiswa menjawab pertanyaan positif pada angket.
IMPLEMENTASI KONSEP FENOMENOLOGI , HERMENEUTIKA, BERPIKIR KRITIS DAN MULTIKULTURALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Yeni Asmara; Firman Firman
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v17i2.2606

Abstract

Munculnya persepsi bahwa pelajaran sejarah yang merupakan salah satu Pengetahuan Ilmu Sosial yang kurang diminati oleh siswa, mereka beranggapan bahwa pelajaran tersebut membosankan, menjenuhkan dan kurang bermanfaat karena matapelajaran ini merupakan pelajaran yang syarat dengan teks, konsep atau teori pada kurun waktu lampau, sehingga tujuan pembelajaran sejarah yang sesungguhnya seperti membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini dan masa depan belum dapat tercapai secara maksimal, oleh karena itu guru matapelajaran sejarah dituntut untuk dapat berpikir mencari suatu solusi yang kreatif dan inovatif dalam meramu, menyajikan dan menyampaikan materi sejarah agar apa yang menjadi tujuan pembelajaran khususnya dapat tercapai serta menghilangkan persepsi negatif dari pelajaran tersebut. Oleh karena itu artikel ini akan menelaah bagaimana implementasi konsep filosofi fenomenologi, hermenutika, teori kritis dan multikulturalisme dalam pembelajaran sejarah. Penulisan artikel ini dengan menggunakan metode literatur atau kepustakaan. Pada saat guru matapelajaran sejarah melihat suatu fakta dan data yang ada bahwa siswa yang dihadapinya adalah siswa dengan karakteristik dan kebutuhan belajar yang berbeda, maka dia akan melakukan suatu penafsiran yang akan berdampak pada guru tersebut akan melakukan suatu inovasi yang kreatif sebagai bentuk perwujudan berpikir kritisnya dengan menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi seperti pembelajaran dengan model problem based learning, ataupun dengan variasi model lainnya dalam proses pembelajaran sejarah disetiap pertemuannya. Pada saat guru sejarah telah melaksanakan hal tersebut artinya guru telah berupaya menghormati dan menghargai perbedaan dan keragaman siswa yang dihadapinya atau dengan kata lain guru telah mengimplementasikan nilai filosofi multikulturalisme yang diawali dengan adanya fenomenologi, hermeneutika dan berpikir kritis.