Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN TEMPAT KERJA DENGAN PEMBERIAN ASI SAMPAI USIA 2 TAHUN PADA BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMULANG Holidah, Holidah; Kasumawati, Frida; Marsiwi, Andini Restu; Mustakim, Amirul
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i1.43

Abstract

RELATIONSHIP BETWEEN INDIVIDUAL CHARACTERISTICS AND WORK STRESS WITH NURSE PERFORMANCE DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN HOSPITAL X Puji, Lela Kania Rahsa; Kasumawati, Frida; Ratnaningtyas, Tri Okta; Hasanah, Nur; Fajrin, Erlin Vinita
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 7, No 1 (2023): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v7i1.467

Abstract

ABSTRACTDuring the pandemic research conducted in 8 islands in Indonesia stated that, health workers in Indonesia who experience stress by 55%, very heavy stress levels 0.8%, and mild stress as much as 34.5%.  This is due to the fear of being infected, the long workload, and the lack of PPE.  The purpose of this study is to find out the relationship between individual characteristics and work stress on nurse performance during the Covid-19 pandemic. Is quantitative research that uses primary data (questionnaire through google form) and uses cross sectional research methods with the aim of knowing the relationship between independent variables and dependent variables. The sample number was 126 nurses at X Hospital. From the results of the study obtained that work stress during the Covid-19 pandemic, nurses who experienced moderate work stress were accompanied by moderate performance as many as 62 respondents (49,2%), while respondents who experienced severe stress accompanied by moderate performance as many as 30 respondents (23,8%). The results of the statistical test obtained a value (p-value = 0.035, α: 0.05) then it can be concluded that there is a significant relationship between work stress (during the Covid-19 pandemic) and nurse performance during the Covid-19 pandemic. From the results of this study, it is hoped that institutions can pay more attention to the health of health workers, especially nurses, both physical, psychic and work environment so that nurses remain at optimal performance. ABSTRAKSelama pandemi penelitian yang dilakukan di 8 kepulauan di Indonesia menyatakan bahwa, tenaga kesehatan di Indonesia yang mengalami stres sebesar 55%, tingkat stres sangat berat 0,8%, dan stres ringan sebanyak 34,5%. Hal ini disebabkan karena ketakutan akan terinfeksi, beban jam kerja yang panjang, dan kurangnya APD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan stres kerja terhadap kinerja perawat di masa pandemi covid-19. Merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer (kuesioner melalui google form) dan memakai metode penelitian cross sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Jumlah sampel sebanyak 126 perawat di Rumah Sakit X. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa stres kerja selama pandemi covid-19, perawat yang mengalami stres kerja sedang disertai dengan kinerja sedang sebanyak 62 responden (49,2%), sedangkan responden yang mengalami stres berat disertai dengan kinerja sedang sebanyak 30 responden (23,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai (p-value=0,035, α: 0,05) maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara stres kerja (selama pandemi covid-19) terhadap kinerja perawat dimasa pandemi covid-19. Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi dapat lebih memperhatikan kesehatan para tenaga kesehatan khususnya perawat, baik fisik, psikis dan lingkungan kerja agar para perawat tetap berada pada kinerja yang optimal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI SERTA PAPARAN MEDIA INFORMASI TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA DI SMA MUHAMMADIYAH 04 KOTA DEPOK Kasumawati, Frida; Holidah, Holidah; Jasman, Novia Ardana
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i1.36

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM TINDAKAN PEMBUANGAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2023 Puji, Lela Kania Rahsa; Listiana, Ida; Kasumawati, Frida; Ratnaningtyas, Tri Okta; Pungkyastuti, Cesarinda Widya
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 8, No 1 (2024): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v8i1.728

Abstract

ABSTRACTBackground :Hospitals are one of the workplaces that have a high risk regarding the safety and security of human resources in the hospital. Basically, in every health service facility, nurses are one of the workers who are at high risk of experiencing injury as a result of being stabbed or cut by waste from sharp objects. Hospitals are producers of medical waste which are at risk of accidents and disease transmission to health workers, especially nurses as the first people who come into direct contact with medical waste. Purpose: to determine whether or not there was a relationship between the factors age, length of service, level of education, knowledge and attitudes and nurses' compliance with the action of disposing of solid medical waste at the Uum Regional Hospital, Tangerang Regency. Method : analytical research with a quantitative approach and cross sectional design. Sampling technique is simple random sampling with a total of 95 respondents, data analysis used the chi-square test. Result:  from age (p-value 0.187), length of service (p-value 0.454), education level (p-value 0.203), knowledge (p-value 0.002) and attitude (p- value 0.002). Conclusion: Improper and inadequate management of medical waste has serious consequences for health and significant impacts on the environment. From this research it can be seen that some respondents are young (35 years) and have a good level of education, knowledge and attitude, but work accidents still occur due to compliance in carrying out waste disposal measures. The results of this research show that the knowledge and attitudes of respondents have a significant relationship with nurses' compliance with solid medical waste disposal in hospitals.  ABSTRAKRumah sakit merupakan salah satu tempat kerja yang memiliki risiko yang tinggi terkait keselamatan dan keselamatan sumber daya manusia yang berada di rumah sakit. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan pada dasarnya perawat merupakan salah satu tenaga kerja yang sangat beresiko mengalami cidera akibat dari luka tertusuk atau teriris limbah benda tajam. Rumah Sakit merupakan penghasil limbah medis beresiko terhadap kecelakaan dan penularan penyakit tenaga kesehatan khususnya perawat sebagai orang pertama yang bersentuhan langsung pada limbah medis.  Tujuan penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara faktor usia, masa kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan perawat dalim tindakan pembuangan limbah medis padat di Rumah Sakit Uum Daerah Kabupaten Tangerang. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sebanyak 95 responden, analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil dari uji statistik chi-square dari usia (p-value 0,187), masa kerja (p-value 0,454), tingkat pendidikan (p-value 0,203), pengetahuan (p-value 0,002) dan sikap (p-value 0,002). Kesimpulan Pengelolaan limbah medis yang tidak tepat dan tidak memadai menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan dan dampak signifikan bagi lingkungan. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sebagian responden berusai muda (35 tahun) dan memiliki tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap yang baik, tetapi masih terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kepatuhan dalam melakukan tindakan pembuangan limbah. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pengetahuan dan sikap responden memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan perawat dalam tindakan pembuangan limbah medis padat di rumah sakit
Pengaruh Back Massage terhadap Dismenore pada Remaja Putri di SMK Putra Pertiwi Tangerang Selatan Romlah, Siti Novy; Woba, Rilly; Kasumawati, Frida
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 7, No 2 (2023): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v7i2.643

Abstract

Background: back massage is a non-pharmacological way to deal with menstrual pain by massaging the entire back area from the bottom to the neck, by applying pressure and gentle strokes to stimulate relaxation. Research Objectives: The purpose of this study was to find out how the effect of giving back massage on dysmenorrhea in young women at SMK Putra Pertiwi School Pondok Cabe Pamulang. Research Methods: The research method used is a Quasi Experiment Design research method with a pretest-posttest one group design. Sample: In this study, there were 60 respondents. Research Results: It was found that there was a significant decrease in the pain scale on the results of the pretest-posttest measurements in the group that was given back massage. This is evidenced by the p-value = 0.000 0.05. Conclusion: Based on the results of the Wilcoxon test that has been carried out, a p-value = 0.000 0.05 is obtained, which means that there is an effect of giving back massage on reducing menstrual pain (dysmenorrhea) in young women at SMK Putra Pertiwi School. Suggestion: Because back massage is proven to be able to reduce menstrual pain scale, it is better if the method of applying back massage can be done when experiencing menstrual pain.AbstrakLatar belakang: back massage merupakan salah satu cara penanggulangan nyeri haid secara non farmakologi dengan melakukan pijatan pada seluruh daerah punggung dari arah bawah sampai leher, dengan memberi tekanan dan usapan lembut untuk merangsang relaksasi. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian back massage terhadap dismenore pada remaja putri di SMK Putra Pertiwi School Pondok Cabe Pamulang. Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Quasy Experiment Design dengan rancangan pretest-posttest one group design. Sampel: dalam penelitian ini berjumlah 60 responden. Hasil penelitian: diperoleh hasil terjadi penurunan skala nyeri yang bermakna pada hasil pengukuran pretest-posttest pada kelompok yang diberikan back massage. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value = 0,000 0,05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon yang sudah di lakukan, maka diperoleh p-value = 0,000 0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian back massage terhadap penurunan nyeri haid (dismenore) pada remaja putri di SMK Putra Pertiwi School. Saran: karena massage punggung terbukti mampu menurunkan skala nyeri haid, sebaiknya metode pengaplikasian massage punggung dapat dilakukan pada saat mengalami nyeri haid. 
DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN ANAK AUTIS BASED ON SISTEMATIC REVIEW Pratiwi, Rita Dwi; Azzahra, Meida; Kasumawati, Frida
Edu Masda Journal Vol 9, No 1 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i1.267

Abstract

                                           ABSTRACTIntroduction: Autism Spectrum Disorders (ASD) is a neurodevelopmental disorder in children that is influenced by various factors, one of which is genetic and environmental factors, immune system disorders, and inflammation. Independence is the state of being able to take care of oneself without depending on others. Children with intellectual disabilities need basic skills in at least two areas of independence: reading, writing, communication and arithmetic, children's ability to make their own decisions for all activities. Objective: This research aims to determine whether there are determinant factors that influence independence in autistic children based on systematic . Methodology: the type of research used is descriptive qualitative using a research method, namely a synthesis of systematic review studies that are systematic, clear, comprehensive by identifying, analyzing, evaluating through collecting existing data with an explicit search method and involving a process that has been carried out. critical in selecting studies. Results: Based on the results of a systematic review of 10 journals, 5 factors were found that influence the independence of children with autism. Conclusion: Based on the results of a systematic review research regarding the Determinants of Independence in Autistic Children. The results of systematic review research from 10 journals have found 5 factors that cause independence in children with autism. Suggestion: It is hoped that the results of this systematic study will become input for researching the independence of autistic children by developing related variables.                                                 ABSTRAKPendahuluan: Autisme Spectrum Disorders (ASD) suatu gangguan perkembangan saraf pada anak yang dipengaruhi macam-macam faktor, salah satunya genetic  dan faktor ligkungan, gangguan system imun, serta inflamasi Kemandirian adalah keadan mampu mengurus diri sendiri tanpa  bergantung pada orang lain. Anak-anak penyandang disabilitas intelektual  memerlukan keterampilan dasar setidaknya dalam dua bidang  kemandirian : membaca, menulis, komunikasi dan berhitung kemampuan anak dalam mengambil  keputusan sendiri segala aktivitas Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada determinan faktor yang mengpengaruhi kemandirian pada anak autis based on systematic. Metodologi: jenis penelitian yang diguakan adalah kualitatif Deskriptif dengan menggunakan metode penelitian yakni sebuah sintesis dari studi systematic review yang bersifat sistematik, jelas, menyeluruh dengan mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi melalui pengumpulan data-data yang sudah ada dengan metode pencarian yang eksplist dan melibatkan proses telah kritis dalam pemilihan studi. Hasil: Berdasarkan hasil penelian systematic review dari 10 jurnal, telah ditemukan 5 faktor yang mempengaruhi kemandirian anak autis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian systematic review  mengenai Determinan Kemandirian Anak Autis. Hasil penelitian systematic review dari 10 jurnal telah ditemukan 5 faktor penyebab terjadinya kemandirian anak autis. Saran: Diharapkan hasil studi systematic ini akan menjadi bahan masukan untuk meneliti tentang kemandirian anak autis dengan mengembangkan variable terkait.
Gambaran Medication Error Tahap Peresepan (Prescribing) di Apotek dan Klinik Keluarga Sehat Muncul Periode Januari – Desember Tahun 2020 Rizki, Aulia Nadya; Mutmainah, Yuni; Kasumawati, Frida
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.029 KB) | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i2.1920

Abstract

Medication error adalah suatu kejadian yang tidak hanya merugikan pasien tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan khususnya dalam hal pelayanan pengobatan pasien. Medication error dapat terjadi di dalam tiap proses pengobatan, salah satunya pada fase prescribing. Adanya medication error fase prescribing apabila komponen seperti kelengkapan data pasien, data dokter, dan tanggal resep belum belum lengkap 100% pada lembar resep.3 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kejadian medication error pada tahap prescribing dalam pelayanan pengobatan di Apotek dan Klinik Keluarga Sehat Muncul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara retrospektif. Pengumpulan data menggunakan metode teknik non probability sampling dengan jumlah pengambilan sempel resep sebanyak 270 resep pada bulan Januari – Desember 2020 di Apotek dan Klinik Keluarga Sehat Muncul. Dari hasil penelitian menunjukkan potensi kejadian medication error pada kelengkapan administratif yaitu meliputi berat badan 100%, jenis kelamin 87%, paraf dokter 83%, umur pasien 60%, SIP dokter 57%, tanggal resep 27%, nama dokter 24%, dan nama pasien 1%. Sedangkan pada kelengkapan farmasetik potensi kejadian medication error yaitu meliputi ketidaklengkapan kekuatan sediaan 77%, bentuk sediaan 28%. Masih ditemukan ketidaklengkapan pada penulisan resep yang berpotensi terjadi nya medication error di apotek dan klinik keluarga sehat muncul. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan mencegah terjadinya medication error pada fase prescribing.
The Correlation of Individual and External Factors to Work Fatigue in Employee at PT. Hutama Karya Building Division Project, Integrated Building Soekarno Hatta Airport Train Station Puji, Lela Kania Rahsa; Ratnaningtyas, Tri Okta; Kasumawati, Frida; Ismaya, Nurwulan Adi; Hasanah, Nur
Health and Medical Journal Vol 4, No 2 (2022): HEME May 2022
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.148 KB) | DOI: 10.33854/heme.v4i2.1010

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh International Labour Organization (ILO) tahun 2018, menurut Hamalainen 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahunnya, 2,4 juta (86,3%) dari kematian tersebut dikarenakan penyakit akibat kerja salah satunya yaitu kelelahan kerja, lebih dari 380.000 (13,7%) kematian karena kecelakaan kerja. Jumlah kecelakan non-fatal hampir seribu kali lebih banyak dibanding kecelakaan fatal, diperkirakan 374 juta pekerja mengalami kecelakaan ini.  Tujuan penelitian: untuk mengidentifikasi hubungan usia, status gizi, beban kerja, lama kerja, kualitas tidur dan status merokok dengan kelelahan kerja. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain penelitian cross sectional, untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 61 orang di proyek pembangunan integrated building. Hasil: hasil penelitian diperoleh jumlah pekerja yang mengalami kelelahan kategori tinggi sebesar 46 pekerja (75,4%), usia kategori beresiko mengalami kelelahan sebanyak 36 pekerja (59%), status gizi kategori normal sebanyak 50 pekerja (82%), beban kerja kategori berat sebanyak 43 pekerja (70,5%), kualitas tidur tidak normal sebanyak 51 pekerja (83,6%), lama kerja tidak normal sebanyak 47 pekerja (77%) dan merokok sebanyak 52 pekerja (85,2%). Hasil uji statistik chi-square didapatkan variabel kualitas tidur (p value = 0.035), beban kerja (p value = 0.034), lama kerja (p value = 0.014) dan merokok (p value = 0.004) berhubungan dengan kelelahan kerja, sedangkan pada variabel usia (p value = 0.184) dan status gizi (p value = 0.287) tidak berhubungan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan: Peneliti menyarankan agar ditingkatkan lagi pemeriksaan kesehatan para pekerja seperti diadakannya medical chek-up.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Lansia di Posyandu Kutilang Bojongsari Baru Kota Depok Putri Fauzia, Salwa; Kasumawati, Frida; Fil Ilmi, Ayatun
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i5.75

Abstract

Lansia mengalami berbagai gejala akibat penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi lansia diposyandu kutilang Bojongsari Baru Kota Depok. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 45 lansia dengan pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Chi Square dengan tingkat kemaknaan p< 0,05.hasil univariat pada dukungan Keluarga pada partisipasi lansia didapatkan hasil bahwa yang selalu melakukan partisipasi lansia sebesar 34 orang (75,6%). motivasi lansia yang tidak pernah melakukan partisipasi lansia sebesar 13 orang (28,0%). jarak rumah yang jauh melakukan partisipasi lansia sebesar 40 orang (88,9%). pelayanan kesehatan yang selalu melakukan partisipasi lansia sebesar 29 orang (50,9%). partisipasi lansia yang tidak aktif ke posyandu lansia sebesar 40 orang (70,2%). Hasil analisis bivariat menunjukan sebagian besar lansia memliki motivasi lansia yang tidak pernah melakukan partisipasi lansia sebesar 13 orang (28,0%) dengan hasil uji chi square (p-value = 0,077) dan sebagian lansia yang memiliki jarak rumah dengan katogori jauh 30 orang (12,9%) dengan hasil uji chi square (p-value = 0,075) dan sebagian besar responden yang memiliki dukungan Keluarga dengan kategori selalu 34 orang (75,6%) dengan hasil uji chi square (p-value = 0,015) dan sebagian lansia yang memiliki pelayanan kesehatan dengan kategori selalu 29 orang (50,9%) dengan hasil uji chi square (p-value = 0,016).
EFEKTIFITAS HEALTH EDUCATION DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI GAGAL GINJAL PADA REMAJA DI SMA X CIPUTAT Andriati, Riris; Astuti, Heny; Rahayu, Safitri; Pratiwi, Rita Dwi; Ayuningtyas, Gita; Kasumawati, Frida
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2025): NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGagal ginjal adalah suatu kondisi di mana fungsi ginjal mengalami penurunan secara tiba-tiba. Data Riset Kesehatan Dasar Provinsi Banten tahun 2018 menunjukkan prevalensi penderita gagal ginjal kronik sebesar 0,2%. Salah satu metode health education bisa menggunakan metode konvensional, metode tersebut dipergunakan untuk pencegahan gagal ginjal pada remaja Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas health education dengan metode konvensional terhadap pengetahuan dan sikap mengenai gagal ginjal pada remaja di SMA X Ciputat. Metode: penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimental dengan rancangan one grup pre-test and post-test. Sampel penelitian ini berjumlah 90 responden. Menggunakan metode total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon. Hasil Penelitian: berdasarkan uji Wilcoxon terdapat efektifitas health education metode konvensional pre-test/post-test nilai pengetahuan dan sikap sebesar (P-value 0,000/0,000 0,05). Kesimpulan: terdapat efektifitas health education dengan metode konvensional terhadap pengetahuan dan sikap mengenai gagal ginjal pada remaja di SMA X Ciputat. Saran: diharapkan menambah wawasan dan pengetahuan remaja mengenai pencegahan gagal ginjal yang dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap remaja untuk mengurangi angka kejadian gagal ginjal pada remaja SMA X Ciputat.Kata Kunci: Gagal Ginjal, Metode Konvensional, Pengetahuan, Sikap, Remaja ABSTRACTKidney failure is a condition in which kidney function suddenly decreases. Data from the Basic Health Research of Banten Province in 2018 showed that the prevalence of chronic kidney failure sufferers was 0.2%. One method of health education is the conventional method, which is used to prevent kidney failure in adolescents. Objective: To determine the effectiveness of health education with conventional methods on knowledge and attitudes about kidney failure in adolescents at SMA X Ciputat. Method: This study used a Quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test design. The sample of this study was 90 respondents. Using the total sampling method. The data collection method used a questionnaire sheet. The data analysis used in this study was Wilcoxon. Research Results: based on the Wilcoxon test, there was an effectiveness of conventional health education methods in pre-test/post-test knowledge and attitude values of (P-value 0.000/0.000 0.05). Conclusion: There is an effectiveness of health education with conventional methods on knowledge and attitudes about kidney failure in SMA X Ciputat. Suggestion: It is expected to increase the insight and knowledge of adolescents regarding the prevention of kidney failure, which can influence the knowledge and attitudes of adolescents to reduce the incidence of kidney failure in adolescents at SMA X Ciputat.Keywords: Kidney Failure, Conventional Method, Knowledge, Attitude, Adolescents