Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA DAMAI TERKAIT PERSELISIHAN ALIHFUNGSI TANAH ADAT DI HUTAN LINDUNG TESSO NILO ANTARA MASYARAKAT DENGAN BKSDA RIAU (STUDI KASUS DI DESA AIR HITAM KECAMATAN UKUI KABUPATEN PELALAWAN) Sareh Sulistiyo; Kasmanto Rinaldi
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 2 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i2.438

Abstract

Tanah adat/tanah ulayat adalah tanah yang luas yang merupakan milik bersama dari suatu klan atau suku. Taman Nasional Tesso Nilo juga menjadi tempat bagi satwa yang dilindungi sebagai tempat tinggal sehingga itulah yang membuat BKSDA menjadikan lahan warga ini sebagai Taman Nasional. Sengketa perkara pertanahan seperti konflik antara masyarakat adat dengan TNTN ini masih banyak dan banyak juga yang belum terselesaikan sehingga membuat masyarakat adat tidak leluasa mengusahakan lahannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja Upaya Damai Terkait Perselisihan Alih Fungsi Tanah Adat Di Hutan Lindung Tesso Nilo Antara Masyarakat Dengan Bksda Riau (Studi Kasus Di Desa Air Hitam Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian yaitu di dapatkan bahwa upaya yang dilakukan untuk penyeleseian sangketa tanah ini yaitu dengan masyarakat mendapatkan SKT dari pihak, masyarakat masih diperbolehkan untuk  memanen hasil sawit tetapi tidak boleh menambah lahan dikawasan konservasi, dan apabila ada permasalahan maka akan diselesaikan dengan musyawarah.
PEMBERIAN SANKSI TERHADAP PELAKU BALAP LIAR (STUDI KASUS BALAP LIAR DI JALAN ARIFIN AHMAD KOTA PEKANBARU) Wirasyafri Wirasyafri; Kasmanto Rinaldi
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 2 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i2.439

Abstract

Balap liar adalah salah satu bentuk kenakalan remaja yang membahayakan orang lain. Aksi balap liar ini memberikan dampak kerugian bagi masyarakat, sehingga masyarakat merasakan resah dan khawatir. balap liar karena remaja saat ini memiliki jiwa ingin tahu yang cukup tinggi dipengaruhi oleh film atau hanya ingin mencari nama dan disebut jagoan, kenakalan remaja dapat dicirikan sebagai perilaku menyimpang atau tidak diinginkan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Alhasil, para pelaku balapan liar di jalan raya umum, dan jalur utama digunakan untuk mengantarkan pembalap ini. Dalam penelitian ini permasalahan yang akan diulas mengenai pemberian sanski terhadap pelaku balap liar dengan menggunakan teori relatif dan penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan data utama penelitian yang diperoleh melalui wawancara dengan dua pelaku balap liar, tiga masyarakat sekitar, Polsek Bukit Raya dan psikolog. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemberian sanksi oleh Polsek Bukit Raya terhadap pelaku balap liar yaitu pemberian hukumam sanksi penjaran paling lama selama dua bulan, sanksi fisik pada saat razia balap liar, memanggil orangtua pelaku balap liar, dan penahanan sepeda motor hingga selesai proses sidang dengan melengkapi kembali alat kendaraan. 
FEAR OF CRIME PENJUAL TANAMAN HIAS DI ERA PANDEMI COVID-19 (STUDI PADA WILAYAH HUKUM POLRES PANGKALAN KERINCI) Yogie Al-Hadi; Kasmanto Rinaldi
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 2 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i2.440

Abstract

Penelitian ini menggambarkan tentang fear of crime yang merupakan ketakutan akan kejahatan atau suatu reaksi emosional terhadap sebuah ancaman yang nyata dan perasaan terancam yang ditimbulkan dari lingkungan dan peristiwa yang dialami baik sebagai korban ataupun saksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori Routine Activity dalam teori aktifitas rutin dimana dalam teori ini terdiri dari pelaku yang termotivasi, target yang menarik, dan tidak adanya penjagaan yang cakap dan mampu melindungi atas orang atau barang yang menjadi target kejahatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa awal kemunculan covid-19 fenomena tanaman hias menjadi buming serta membuat harga tanaman hias melonjak tinggi, sehingga menimbulkan daya tarik bagi pelaku kejahatan. ketakutan yang dialami penjual tanaman hias karena dari modal yang kecil dan sederhana bisa mendapatkan keuntungan yang besar, kejahatan terjadi karena adanya hubungan antara pelaku yang termotivasi dan lemahnya pengawasan dari korban terhadap barang yang mereka miliki.
UPAYA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A PEKANBARU DALAM MENGATASI OVERCROWDED DALAM MENCEGAH RESIDIVIS Nahjatun Nahdiyah; Kasmanto Rinaldi
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 2 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i2.459

Abstract

Observations revealed that several problems related to prison overcrowding have the potential to be one of the driving factors for the birth of recidivists (study at Lapas Class II A Pekanbaru). This study aims to find out the efforts of the Pekanbaru Class II A Correctional Institution in dealing with overcrowding so as not to give birth to recidivists. This research uses the type or method of qualitative descriptive research. The author in this study took data sources from interviews conducted with several informants, namely the Head of the Pekanbaru Class II A Correctional Institution, the Pekanbaru Class II A Correctional Institution Officer, and the Pekanbaru Class II A Correctional Families. Based on research conducted on the efforts of Pekanbaru Class II A Penitentiary in overcoming overcrowding so as not to give birth to recidivists, it can be concluded that it consists of formal and informal forms, namely Formal consisting of Giving remissions to inmates, both ordinary prisoners and recidivists. Provide guidance in the form of personality development and independence development. Providing conditional leave opportunities for convicts to return to their families. Informal such as collaborating with other institutions and emphasizing recidivists.
PENYIMPANGAN PEMANFAATAN OBJEK WISATA SEBAGAI TEMPAT TINDAKAN ASUSILA OLEH KALANGAN REMAJA Kasmanto Rinaldi; Rara Radilwis
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 25 No 2 (2023): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v25i2.683

Abstract

Penyimpangan pemanfaatan objek wisata oleh remaja sebagai tempat tindakan asusila merupakan masalah serius yang mempengaruhi pengalaman wisata dan masyarakat. Tindakan asusila mencakup berbagai perilaku merusak dan merugikan. Sehingga kerap kali hal ini mengganggu pengalaman wisata dan menyebabkan ketidaknyamanan di dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap narasumber terkait. Hasil menunjukan bahwa tindakan asusila di tempat wisata disebabkan oleh kurangnya pengawasan, infrastruktur yang tidak terurus, dan peran pedagang memfasilitasi tindakan ini. Dalam kerangka ikatan sosial, tindakan asusila oleh remaja berkaitan dengan lemahnya ikatan sosial seperti ikatan kepatuhan, keterlibatan, nilai, dan komitmen. Solusi efektif melibatkan penguatan ikatan sosial positif remaja melalui pendidikan moral, partisipasi dalam aktivitas positif, dan dukungan dari figur otoritas. Kesimpulannya, Kolaborasi antara pihak berwenang, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Penerapan kebijakan yang tepat, peningkatan pengawasan, dan perbaikan infrastruktur di objek wisata dapat membantu mengurangi tindakan asusila oleh remaja. Menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung menjadi kunci dalam memastikan pengalaman wisata yang positif bagi semua.
Kolaborasi Siswa Dan Sekolah Dalam Upaya Pengendalian Kenakalan Remaja Kasmanto Rinaldi
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v4i1.78

Abstract

Juvenile delinquency is a social phenomenon that involves behavior that does not comply with the norms and rules that apply in society. Juvenile delinquency has a negative impact on individuals, families and society. One of the factors that can affect the level of juvenile delinquency is the school environment. Collaboration between students and schools is crucial in controlling juvenile delinquency. In criminological studies, collaboration between students and schools can be an effective strategy in controlling juvenile delinquency. Schools act as educational institutions that can provide a holistic approach to prevention and intervention. The problem that occurred at SMAN 2 XIII Koto Kampar was that there was a lot of juvenile delinquency committed by students due to a lack of knowledge about juvenile delinquency. This service is carried out with the aim of forming students' understanding, especially students of SMAN 2 XIII Koto Kampar regarding juvenile delinquency and its effects, and an introduction regarding the importance of collaboration between students and schools as controlling juvenile delinquency. This service method is carried out by carrying out the preparation stages and the implementation stages of socialization. The results found in this service are that students understand the impact of juvenile delinquency and the urgency of collaboration in controlling juvenile delinquency and follow socialization properly.
INDONESIAN TERRORISM PRISONERS’ TREATMENT: A CASE STUDY AT NUSAKAMBANGAN CLASS IIA CORRECTIONAL INSTITUTION Kasmanto Rinaldi; Rio Tutrianto
Al-A'raf : Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajpif.v20i1.6417

Abstract

Proper and effective rehabilitation patterns for terrorist criminals remain a critical concern in Indonesian correction institutions. A thorough knowledge of extremism and terrorism remains a barrier to rehabilitation. Despite the significant loss of life resulting from the actions of the perpetrators, they maintain a conviction that their deeds are genuine and aligned with the principles espoused by Islam. The culprits' strong adherence to the imam's authority poses challenges to their willingness to consider perspectives that originate from their external groups. The results of this study showed that the pattern of rehabilitation that has been done has not been done to the fullest extent. This was found by using a qualitative approach and the case study method on the Nusakambangan correction institutions Class IIA, where data is collected through field observations and in-depth interviews with some key informants. The religious comprehension of incarcerated terrorists is deeply extremist. This is attributable, among other things, to the jail's poor quality of human resources in the rehabilitation process, the jail's lack of funds and supplies, and the convicts' inactivity in responding to government programs.
Analysis of Narcotics Circulation in Riau Province; inherited and studied in the View of Criminology Integrative Theory Kasmanto Rinaldi; Rio Tutrianto; Muhamad Fazil bin Ahmad; M. Zulherawan
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 22 No. 001 (2023): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v22i3.3489

Abstract

The rise of narcotics smuggling in Indonesia is a complex issue that requires a comprehensive explanation. The use of integration theory, specifically the integration of Cultural Transmission and Differential Association, can provide a better understanding of the phenomenon of narcotics crime in urban areas. Cultural Transmission theory suggests that individuals learn their values, beliefs, and behaviors through the process of socialization within their culture. This theory highlights the role of family, peer groups, and the media in shaping an individual's attitudes and behaviors towards drugs. The theory argues that individuals who are exposed to drug use at an early age are more likely to engage in drug use themselves. On the other hand, Differential Association theory suggests that individuals learn deviant behaviors from their associations with others. The theory posits that individuals who associate with those who engage in deviant behavior, such as drug use, are more likely to adopt those behaviors themselves. By integrating these two theories, we can better understand the complex phenomenon of narcotics crime in Indonesia. The use of rat ports as entry points for illegal drugs can be explained by the influence of cultural transmission, where individuals are exposed to drug use through their socialization process. Furthermore, the use of these rat ports can also be explained by differential association, where individuals who associate with drug smugglers are more likely to engage in the smuggling of narcotics themselves. Overall, the integration of Cultural Transmission and Differential Association theory provides a more nuanced understanding of the complex phenomenon of narcotics crime in Indonesia. By considering the various factors that contribute to the rise of narcotics smuggling, we can develop more effective strategies to combat this issue.
PENINGKATAN KEPATUHAN PELAJAR TERHADAP TATA TERTIB DI SEKOLAH Fakhri Usmita; Kasmanto Rinaldi; Hidayati
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i2.29

Abstract

Kepatuhan merujuk pada kemampuan pelajar dalam mengikuti aturan, norma, dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh sekolah. Tata tertib di sekolah adalah pedoman yang mengatur perilaku dan interaksi pelajar, dan memastikan lingkungan belajar yang aman dan produktif. Peningkatan kepatuhan pelajar terhadap tata tertib di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kriminologi yang dapat memberikan wawasan dan strategi yang efektif dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pelajar dalam melangar tata tertib serta upaya pencegahannya. Hal ini dapat mencakup pengembangan program pendidikan dan pencegahan untuk remaja, pembentukan komunitas sekolah yang inklusif, peningkatan pengawasan dan pengawasan di lingkungan sekolah, serta penerapan sanksi yang proporsional dan rehabilitatif bagi pelajar yang melanggar tata tertib. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini yaitu agar membentuk pemahaman pelajar khsuusnya pelajar UPT SMP Negeri 2 Bangkinang Kota mengenai kepatuhan terhadap tata tertib di sekolah beserta dampaknya sehingga diharapkan pelajar mematuhi tata tertib di sekolah. Métode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan tahap persiapan yang berupa observasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian.  Dari hasil yang diperoleh dari pengabdian, para siswa memahami tentang manfaat kepatuhan terhadap tata tertib di sekolah. Para siswa dapat menaati tata tertib yang ada di sekolah dengan lebih baik lagi.
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI KALANGAN PELAJAR Askarial; Kasmanto Rinaldi; Hidayati
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i2.30

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh pelajar.  Bentuk kekerasan seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, atau eksploitasi seksual. Dampaknya meliputi trauma fisik, emosional, dan psikologis bagi korban. Pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan individu. Kasus-kasus kekerasan seksual di kalangan pelajar menjadi permasalahan utama terutama ketika hal itu terjadi di lingkungan sekolah, keluarga, dan lainnya, tidak jarang kasus kekerasan seksual yang terjadi menyebabkan trauma bagi yang mengalaminya. Permasalahan yang terjadi di SMAN 2 Bangkinang Kota yaitu terkait masih minimnya pengetahuan para pelajar terkait pencegahan kekerasan seksual, selain itu kurangnya pendampingan serta pengetahuan yang diajarkan guru pada siswa tentang kekerasan seksual. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini yaitu agar membentuk pemahaman pelajar khsuusnya pelajar SMAN 2 Bangkinang Kota terhadap kekerasan seksual, dampak dan pencegahannya, sehingga diharapkan pelajar dapat terhindar dari kekerasan seksual. Metode pengabdian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu tahapan persiapan dan tahapan pelaksanaan kegiatan melalui metode ceramah. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah para siswa memahami jenis, bahaya, dampak dari kekerasan seksual dan siswa dapat memahami dan melakukan pencegahan kekerasan seksual secara pribadi.