Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Willingness To Pay (WTP) Rumah Tangga Nelayan Terhadap Keberadaan Ekosistem Mangrove Rangkuti, Khairunnisa; Siregar, Sasmita; Sinaga, Hardiansyah; Munar, Asritanarni; Utami, Sri; Thamrin, Muhammad; Afriani, Hesti
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v7i1.14695

Abstract

Willingness to pay (kesediaan untuk membayar) merupakan suatu keinginan seseorang untuk membayar suatu kondisi lingkungan atau evaluasi sumber daya alam dan jasa dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan. WTP sangat berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga, khususnya para rumah tangga nelayan. Hal ini dikarenakan WTP sangat erat kaitannya dengan ekologi pesisir yang dirugikan oleh pencemaran, salah satunya adalah  nilai degredasi lingkungan yang semakin tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi Willingness To Pay (WTP) rumah tangga nelayan terhadap ekosistem mangrove di Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial faktor yang berpengaruh positif secara signifikan terhadap Willingness To Pay (WTP) adalah variabel jumlah pendapatan. Sedangkan variabel usia, pendidikan dan jumlah tanggungan berpengaruh tidak signifikan terhadap kesediaan membayar konsumen (WTP). Secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dengan nilai sig F (0,00) sig ὰ (0,05).  Nilai Willingness To Pay (WTP) yang diperoleh rataan sebesar Rp 1.380.000/tahun, sedangkan total nilai Willingness To Pay (WTP) diperoleh sebesar Rp 41.400.000/tahun.
Analisis Nilai Tambah Agroindustri Tepung Ikan di PT. Pelita Adi Pratama Tanjung Balai, Sumatera Utara Rangkuti, Khairunnisa; Siregar, Sasmita; Ningsih, Kartika; Thamrin, Muhammad
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 6, No 2 (2022): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v6i2.11121

Abstract

Limbah ikan berasal dari sortiran nelayan maupun yang berasal dari pedagang dipasar adalah bahan baku pembuatan tepung ikan. Limbah ikan merupakan produk dis ekonomis sehingga perlu diolah menjadi produk yang bernilai pasar seperti tepung ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari proses pengolahan limbah ikan menjadi tepung ikan di PT. Pelita Adi Pratama Tanjung Balai. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode in depth interview dengan sampel yang digunakan sebanyak 6 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1).nilai tambah tepung ikan Rp. 3.383,4/kg dengan rasio nilai tambah 67,7%. (2). Marjin pemasaran proses pengolahan limbah ikan menjadi tepung ikan setiap pengolahan 1.000 kg limbah ikan menjadi tepung ikan di peroleh marjin sebesar Rp. 3.500/kg yang di distribusikan untuk masing-masing faktor yaitu sumbangan biaya input lain 3,33 % dan keuntungan perusahaan 21,67%.
Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Tomat (Solanum lycopersicum L.) di Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo Siregar, Sasmita; Rangkuti, Khairunnisa; Panggabean, Syahib Ashiddiq
JURNAL AGROPLASMA Vol 11, No 2 (2024): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 11 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v11i2.6265

Abstract

This research aims to determine the level of income and feasibility of tomato farming in Merdeka District, Karo Regency.  Determining the research location was carried out purposively. The number of sample farmers was 34 people using the Slovin method. The research results show that on average farmers manage 0.46 Ha of farming land. The largest component of production costs incurred by farmers in tomato farming in Merdeka District is pesticide costs amounting to IDR 13,302,852.92 or 31.76% of the total production costs.  Meanwhile, the smallest cost component is the rope cost of IDR 600,000 or 1.43%. The average income of tomato farmers per planting season is IDR. 58,008,029.4 or Rp. 9,668,005 per month. Feasibility of farming with the R/C Ratio value per farmer in tomato farming is 2.385 and the B/C Ratio value is 1.385 which shows that the farming is economically feasible to operate. Keywords: farming, tomatoes, costs, income, feasibility
Differences in Growth and Yield of Moringa Oleifera Leaves by Immersing Seeds and Variations of Planting Medium Sulistiani, Rini; Surianto, Surianto; Novita, Aisar; Siregar, Sasmita; Rasyidi, Ahmad Fadhillah
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 3 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i3.3440

Abstract

Seeds are generally used for moringa cultivation. However, the seeds produced have a fairly hard seed coat, thus affecting germination and seed vigor. The research by immersing seeds with plant growth regulators (PGR) and a comparison of the composition of planting medium need experimentation to get the maximum PGR concentration and the right composition of the planting medium to grow. The study was conducted using a Split Plot Design with the main plots PGR consisting of Z1 (freshwater), Z2 (Coconut liquid), and Z3 (GA3). The subplot is Plant Medium consisting of M1 (soil: sand: manure-1:1:2); M2 (soil: sand: manure-1:2:1); M3 (soil: sand: manure-2:1:1). Data were examined by Analysis of Variance and continued by DMRT at α 5%. The results of the analysis showed that PGR had a significant effect on plant height, stem diameter, and root length. The composition of the planting medium caused significant differences in plant height, stem diameter, number of leaves, and fresh and dry leaf weight. The interaction between the planting medium and PGR caused differences in stem diameter at 2 and 8 weeks after planting. The recommended PGR treatment is freshwater for longer roots and taller plants. M1 planting media produced the most number and weight of leaves. The combination treatment of Z3M2 produces the largest stem diameter.
PERAN DINAS PERTANIAN DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KARET DI KECAMATAN HALONGONAN KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Indun Mura Sari Harahap; Sasmita Siregar; Nursamsi
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada awal bulan November sampai akhir bulan Desember 2021. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan program Dinas Pertanian terhadap peningkatan pendapatan petani karet dan menganalisis peran dinas pertanian dalam peningkatan pendapatan masyarakat pada petani karet di Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah petani karet yang terdiri dari 94 orang. Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum, peran Dinas Pertanian dalam peningkatan pendapatan petani karet di Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara adalah peran sebagai fasilitator, inovator, modernisator dan pelaksanaan diri. Tingkat peran Dinas Pertanian dalam peningkatan pendapatan di Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara, tergolong sangat tinggi dengan niai 88,1% dengan nilai sangat baik.
Maggot Cultivation as a Solution for Household Organic Waste Processing in Aisyiyah Denai: Budidaya Maggot Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Aisyiyah Denai Siregar, Sasmita; Utami, Sri; Widihastuty, Widihastuty
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i2.26341

Abstract

Waste-related environmental pollution can affect health and needs to be addressed seriously.   These days, the majority of organic waste is turned into eco-enzymes and fertilizer.   In addition, insects can be used as bioconversion agents to control organic waste in homes.   The Black Soldier Fly, or BSF fly, is the insect.   The ladies of the Aisyiyah Branch in Medan Denai, North Sumatra Province, are the partners of the Muhammadiyah Development Partnership Program (PKPM) in this project.  By using maggots as a bioconversion agent and teaching Aisyiyah mothers about the use of maggots as fish and poultry feed, the program aims to turn household trash into a product of economic value, which should raise household income.  The technique employed in this activity began with socialization followed by maggot cultivation training for mothers. Direct interviews were conducted as a way to evaluate activities for Aisyiyah mothers. The results achieved were an increase in knowledge about maggots by around 75% and 25% of Aisyiyah mothers understood maggot cultivation.
PEMANFATAN LAHAN SEMPIT BUDIDAYA SAYURAN SECARA VERTICAL CULTURE DI PANTI ASUHAN PUTERA MUHAMMADIYAH Utami, Sri; Widihastuty, Widihastuty; Siregar, Sasmita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22334

Abstract

Abstrak: Areal pertanian yang semakin terbatas di wilayah perkotaan membuat minat bertani bagi kalangan muda menjadi rendah. Pertanian vertikultur merupakan salah satu alternatif berbudidaya tanaman pada lahan yang terbatas dan dapat membangun semangat bertani pada anak-anak panti asuhan. Sistem budidaya vertikultur bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan yang sempit secara optimal dan dapat menghasilkan produk pertanian terutama sayuran organik yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari para mitra. Mitra PKPM dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 3 orang pengurus Panti dan 110 orang dan merupakan siswa di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa panti sebagai mitra sehingga mereka trampil dalam berbudidaya sayuran organik menggunakan sistem Vertical Culture. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi kepada para siswa tentang budidaya sayuran organik dan melatih para siswa untuk bercocok tanam menggunakan sistem Vertical Culture. Evaluasi dilakukan dengan wawancara langsung dengan adik-adik panti pada saat pemanenan sayuran dilakukan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang budidaya tanaman sayuran organik sekitar 70%, dan 30% siswa paham tentang sistemVertical Culture.Abstract: The increasingly limited agricultural area in urban areas has led to low interest in farming among young people. Verticulture farming is an alternative to cultivating plants on limited land and can build the spirit of farming in orphanage children. The verticulture cultivation system aims to optimally utilize narrow yards and can produce agricultural products, especially organic vegetables that can meet the daily needs of the partners. PKPM partners in this activity amounted to about 3 orphanage administrators and 10 people and were students at Putera Muhammadiyah Orphanage in Medan City, North Sumatra Province. The purpose of this community service activity is to increase the understanding and knowledge of orphanage students as partners so that they are skilled in cultivating organic vegetables using the Vertical Culture system. Evaluation was carried out by direct interview with the orphanage children at the time of harvesting vegetables. The method used in this activity begins with socialization to students about organic vegetable cultivation and training students to grow crops using the Vertical Culture system. The results achieved in this activity are the increase in knowledge and understanding of farmers about organic vegetable cultivation by about 70%, and 30% of students understand the Vertical Culture system.
A New Form of the Co-Housing Open Space Concept Application for Low-Income Community Housing in the New-Normal Era which Environmentally Friendly Budiani, Ina Triesna; Siregar, Sasmita; Nst, Aulia Muflih; Rambe, Yunita Syafitri
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 10 No. 1 (2026): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v10i1.24950

Abstract

Along with the narrowness of urban land and the more expensive, it is making people in dense cities who live more in slum areas require alternative solutions to the problem of providing houses with open spaces that be used together but which are affordable and environmentally friendly, incredibly energy efficient. Co-Housing is a concept where a community group plans, finances, and builds their house together on the same land/parcel and has communal/shared spaces . The concept of Co-housing is usually applied in new housing, but given the high price of land in dense cities, this concept will be tried to be used to housing in existing slums. Where a group of people's houses are revitalized and equipped with communal/shared open spaces that are environmentally friendly, especially energy efficient so that people do not have to spend a lot of money to get all the existing facilities available in these communal/shared open spaces. The purpose of this research was to create a new form of the Co-Housing Concept of open shared spaces in environmentally friendly low-income housing. The research method used was descriptive qualitative, which was supported by the identification of land for the Co-Housing concept application and city regulations. The result of the research was a layout draft (master plan) of a new concept of open shared spaces in environmentally friendly low-income housing in several dense urban slum areas.
PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME BERBASIS LIMBAH SAYURAN DAN BUAH BAGI PETANI BAWANG Khairunnisa Rangkuti; Risnawati Risnawati; Sasmita Siregar; Akbar Habib; Ira Aprianti; Efrida Lubis
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3122-3130

Abstract

Salah satu sentra produksi bawang merah di Sumatera Utara adalah desa Tongging Kecamatan merek Kabupaten Karo. Kondisi geografis desa Tongging sangat potensial bagi usaha tani bawang merah. Bawang merah Tongging terkenal dan  sangat digemari karena rasa yang gurih dan aroma yang khas. Tetapi petani bawang banyak mengeluhkan produksi rendah dan harga bawang merah yang fluktuati. Produktifitas rendah karena penggunaan input usaha tani tidak optimal karena harganya yang mahal.  sehingga petani tidak memiliki modal yang cukup dalam membeli input pertanian seperti pupuk dan obat-obatan. Hal ini berdampak pada turunnya produksi bawang merah di desa Tongging. Untuk itu tim Pengabdian masyarakat fakultas Pertanian UMSU memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi petani dengan memberikan pelatihan pembuatan Eco enzyme berbasis limbah Sayuran dan buah-buahan. Eco enzyme dapat digunakan sebagai pupuk atau penyubur tanah alami.  Eco enzyme juga dapat mengusir hama tanpa menggunakan pestisida kimia. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, petani bawang merah di desa Tongging dapat membuat eco enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan pestisida alami yang ramah lingkungan.