Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Media Terbaik Untuk Pertumbuhan Jenis Azolla microphylla dan Azolla pinnata Lady Sarah; Mariani Sembiring; Benny Hidayat
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v30i2.1635

Abstract

Azolla sp merupakan tanaman yg serbaguna dan sangat bermanfaat bagi petani, banyak media yg digunakan untuk pertumbuhannya dan memberikan hasil yg mememuaskan, tetapi belum dapat diketahui mana media yg terbaik bagi Azolla sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tumbuh terbaik dari jenis IRRI, pupuk NPK, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang sapi pada pertumbuhan Azolla sp mycropylla dan Azolla sp pinnata, dan pH media , Kandungan C-Organik dan Kadar N pada Azolla sp microphylla dan Azolla sp pinnata. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan daua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama jenis Azolla sp dengan 2 jenis Azolla sp (Azolla sp microphylla dan Azolla sp pinnata), faktor kedua media pertumbuhan dengan 5 jenis (media IRRI, pupuk NPK, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang sapi). Media pertumbuhan terbaik pada Azolla sp adalah pada Azolla sp mycrophylla dengan media pupuk kandang ayam. Parameter yang diukur adalah berat basah biomassa Azolla sp, laju pertumbuhan relatif, pH, C-Organik, dan Kadar N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis Azolla sp berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif, berat basah biomassa Azolla sp, dan kadar N dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan A1 yaitu jenis Azolla sp microphylla, pemberian jenis media berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif, berat basah Azolla sp, C-Organik dan kadar N dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk kandang ayam, serta pH dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk kandang sapi dan pemberian kombinasi jenis Azolla sp dan jenis media berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif, berat basah Azolla sp, serta C-Organik dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan A1M3 yaitu Azolla sp microphylla dengan pupuk kandang ayam.
Integrating Education, Technology, and Suistanable Practices for Community Empowerment in Siponjot Village Zahedi; Dian Marisha Putri; Katrin Jenny Sirait; T. Irmansyah; Dolly Sojuangan Siregar; Miswar Budi Mulya; Benny Hidayat; Muhammadin Hamid; M. Sabri; Badai Charamsar Nusantara; Meutia Nauly
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v10i2.23698

Abstract

This study explores the implementation of a holistic community service program in Siponjot Village, North Sumatra, aimed at enhancing non-formal education, economic sustainability, and environmental resilience. Through the "Marsiajar Manang Didia Pe" initiative, the program promotes a flexible learning system aligned with local cultural values, addressing gaps in formal education. Key components include training in agricultural practices focusing on coffee and mahogany cultivation alongside the introduction of data-driven decision making tools such as economic mathematical models and QR codes for improved information management. Results indicate improved community engagement, increased agricultural productivity, and enhanced digital literacy. The findings highlight the critical interplay between education, technology adoption, and sustainable practices in fostering community empowerment and resilience against environmental challenges.
Pengaruh Aktivasi pada Mikrostruktur Biochar Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Pertumbuhan Mikroba Agun Valentino Sinaga; Benny Hidayat
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan salah satu tumbuhan invasif berselulosa tinggi yang dapat dikonversi menjadi biochar bernilai tinggi. Namun efektivitas biochar sangat dipengaruhi oleh proses aktivasi yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi dan jenis aktivasi terbaik biochar eceng gondok terhadap perubahan mikrostruktur dan pertumbuhan mikroba. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Laboratorium Terpadu USU, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Laboratorium Farmasi USU, pada September 2025 hingga Maret 2026 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan (kontrol, aktivasi , HCl dan NaOH) dan 5 ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, kandungan unsur secara X-Ray Fluorescence, mikro struktur secara Scanning Electron Microscopy, luas permukaan secara Brunauer Emmett Teller, gugus fungsional secara Fourier Transform Infrared, total populasi mikroba (CFU/mL), pH kapasitas buffer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan aktivasi menghasilkan karakteristik fisikokimia yang berbeda nyata. Aktivasi NaOH menghasilkan luas permukaan tertinggi (844,341 /g) dengan 7 gugus fungsional dan kapasitas buffer tertinggi (207,88 mmol , sementara aktivasi HCl menghasilkan kapasitas buffer terendah (99,71 mmol ). Dari sisi pertumbuhan mikroba, aktivasi  menghasilkan populasi mikroba tertinggi di antara seluruh perlakuan aktivasi karena menghasilkan pH mendekati netral dan bebas residu kimia toksik. Aktivasi NaOH merupakan aktivasi terbaik untuk karakteristik fisikokimia, sedangkan  merupakan aktivasi terbaik untuk mendukung pertumbuhan mikroba pada biochar eceng gondok.
RICE-HUSK AND CORN WASTE BIOCHARS IMPROVE RICE GROWTH UNDER LEAD STRESS Syarifa Mayly; Ida Zulfida; Dora Silvia Dewi; Dafni Mawar Tarigan; Lamria Sidauruk; Farida Hariani; Benny Hidayat
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 2 (2026): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v14i2.1366

Abstract

Lead (Pb) contamination in agricultural soils threatens rice production by reducing plant growth and increasing the risk of heavy-metal accumulation in edible tissues. Biochar has emerged as a sustainable soil amendment capable of immobilizing heavy metals while improving soil properties. This study evaluated the comparative effectiveness of rice-husk biochar and corn-residue biochar applied at rates of 0%, 10%, and 20% in reducing Pb availability and enhancing the early growth of upland rice (Oryza sativa L.). A factorial completely randomized design with three replications was employed under controlled pot conditions. Soil pH, residual Pb concentration, rice growth parameters, biomass production, root development, and Pb accumulation in plant tissues were measured and analyzed using analysis of variance followed by Duncan's Multiple Range Test at the 5% significance level. Biochar application significantly reduced soil Pb concentration, with the 20% application rate decreasing Pb by approximately 23% compared with the untreated control. A parallel reduction in Pb accumulation was observed in rice tissues, indicating lower Pb bioavailability. Root length increased markedly from 6.35 cm in the control to 16.50 cm at the highest biochar rate, while shoot length also improved significantly. Corn-residue biochar generally promoted greater root development and biomass production than rice-husk biochar, likely because of its higher concentrations of exchangeable potassium, calcium, and magnesium. Although soil pH increased following biochar application, the differences were not statistically significant, suggesting that Pb immobilization resulted primarily from adsorption, ion exchange, surface complexation, and mineral precipitation rather than pH modification alone. Overall, biochar application rate exerted a stronger influence on Pb immobilization than feedstock type, whereas biochar feedstock more strongly affected plant growth. These findings demonstrate that agricultural-residue biochars represent promising, low-cost amendments for mitigating Pb contamination and improving early rice establishment, although long-term field validation is required before practical recommendations can be made.
Dampak Air Terhadap Perubahan Sifat Fisik, Kimia, dan Struktur Mikro Biochar dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Benny Hidayat; Syarifa Mayly; Dini Mufriah; Fachri Muhammad; Kemala Sari
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 34 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v34i1.366

Abstract

Water is essential to life, and immersion treatment has been shown to significantly alter the properties of biochar, particularly by converting its hydrophobic nature into a hydrophilic one and others. This transformation leads to various changes in the material's physicochemical characteristics. In this study, biochar produced through pyrolysis of oil palm empty fruit bunches (EFB) using a kiln method was analyzed to assess its physical properties before and after immersion in distilled water. Surface morphology and elemental composition were evaluated using Scanning Electron Microscopy coupled with Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDX), while specific surface area was measured using the Brunauer–Emmett–Teller (BET) method. Additional analyses, including pH, bulk density, water holding capacity, and moisture content, were conducted at the National Research and Innovation Agency (BRIN) and the Soil Biology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra. The results demonstrated that water immersion induced notable changes in biochar characteristics. The pH of the biochar slightly decreased from 10.09 in dry EFB biochar to 9.54 in the soaked sample. While the soaked biochar exhibited higher concentrations of most nutrient elements, the carbon (C) content remained higher in the dry biochar at 65.06%. BET analysis revealed that the surface area of dry biochar (79.446 m²/g) was substantially greater than that of the soaked biochar (38.783 m²/g). Conversely, the soaked biochar showed superior performance in terms of bulk density (0.34 g/cm³), water holding capacity (10.51%).