Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR FEMINISME PADA PUSAT PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Wulandari, Moulida Putri; Agung Cahyo Nugroho; Citra Persada
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v22i2.21174

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan merupakan isu kompleks dengan tingkat penanganan rendah di Indonesia, melibatkan penderitaan fisik, psikologis, dan seksual. Korban kekerasan membutuhkan fasilitas yang mendukung pemulihan kualitas hidup mereka. Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip arsitektur feminisme pada desain Pusat Pemberdayaan Perempuan melalui studi komparasi tiga preseden: India, Bangladesh, dan Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan teknik skoring untuk menentukan prioritas prinsip feminisme, seperti pemisahan ruang publik dan privat, integrasi dengan lingkungan, tata ruang hijau, suasana nyaman, material alami, tone warna muda, elemen point of interest, bidang lengkung, dan karakteristik feminin. Hasilnya menunjukkan prioritas utama meliputi pemisahan ruang publik dan privat, integrasi dengan lingkungan, serta suasana bangunan yang nyaman dan tenang. Penelitian ini memberikan rekomendasi desain berbasis arsitektur feminisme yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung pemulihan psikologis dan sosial perempuan korban kekerasan, dengan adaptasi kontekstual pada budaya lokal Indonesia.
Polycentric Urban Structure and Growth Dynamics in Bandar Lampung: A Kernel-Based Approach Berliana Adinda; Citra Persada; Bambang Utoyo
International Journal of Economics and Management Research Vol. 3 No. 3 (2024): December : International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v3i3.413

Abstract

The growth of the Greater Bandar Lampung Metropolitan area shows indications of the development of a polycentric spatial structure, along with the emergence of activity centers outside the core city. This study aims to identify the form of urban polycentric structures in the area as a basis for developing new growth centers. The method used is spatial analysis with the Kernel Density Estimation (KDE) approach using Landsat 8 satellite imagery data, distribution of public facilities, and population density in 2018 and 2023. The results of the analysis show the formation of several new sub-activity centers in the Metro, Central Lampung, and Pesawaran areas which have quite high activity intensity. The distribution pattern of facilities and built-up land indicates a transition from a monocentric structure to a polycentric one. These findings can be the basis for formulating spatial planning policies that support connectivity between regions and equitable development in the metropolitan area.
Strengthening the Character of the Sebagasi Chips Center Area as a Tourist Destination: (Case Study: Pagar Alam Road Corridor, Bandar Lampung ) Herry Maulana Nasution; Citra Persada; M. Irfan Affandi
International Journal of Economics and Management Research Vol. 3 No. 3 (2024): December : International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v3i3.417

Abstract

The development of the chips center area as a tourist destination does not merely rely on the existence of diverse chips products. Other factors also need to be considered, one of which is the visual character of the region. Character strengthening refers to the ability of an area to be understood, interpreted, and dinvigation easily by visitors. In the context of tourist destinations, character strengthening has an important role in attracting tourists and ensuring a pleasant tourist experience. The famous chips center area in Bandar Lampung City is in the corridor of Jalan Pagar Alam. This chip center area has the potential to become an attractive culinary destination for both local and foreign tourists who are projected to become triggers as economic growth in the local area through culinary tourism and shopping tourism. The research method used is SWOT and Appreciative Inquary (AI) by mapping the potentials that exist in the Pagar Alam Jalan Chips Center. Data analysis methods use quantitative descriptive and descriptive qualitative. City design elements identified and analysis are: Figure ground, environment, land use, pathways, nodes and landmarks. The five elements of the city design can strengthen the character and image of the area in the Center for Jalan Pagar Alam as a tourist destination if planned and well organized. Development of the Strengthening of the Character of the Center for Chips Center as a tourist destination is carried out with a tourist concept of 4A+I, namely: Attraction (Attraction), Accessibility (Accessibility), Amenitas (Amenities), Ancillary Service and Institutions (Institutions).
Implementasi Rencana Penyediaan Ruang Terbuka Hijau untuk Mewujudkan Kota Bandar Lampung menuju Smart City Zhahira Rhamadan; Citra Persada; Arie Fitria; Muhammad Irfan Affandi; Firda Sari
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v4i3.2271

Abstract

The provision of green open spaces (GOS) is an important aspect of achieving sustainable urban development and supporting the smart environment dimension of the smart city concept. However, the implementation of green open space planning in Bandar Lampung City still faces various challenges, as reflected in the low percentage of GOS area that has not yet met the minimum requirement of 30 percent mandated by national regulations. This study aims to analyze the implementation of green open space planning in Bandar Lampung City in supporting smart city development, identify factors influencing policy implementation, and determine priority factors affecting GOS implementation. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation studies, and questionnaires based on the Analytical Hierarchy Process (AHP). Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model and AHP with Expert Choice software. The results indicate that GOS implementation remains suboptimal due to limited government commitment, land and budget constraints, weak inter-agency coordination, and insufficient stakeholder involvement. AHP results show that disposition is the most influential factor (0.484), followed by resources (0.320), communication (0.132), and bureaucratic structure (0.064). Strengthening government commitment, budget support, land utilization, and stakeholder collaboration is essential for sustainable GOS implementation and smart city development in Bandar Lampung.
Identifikasi Ruang Publik dan Perancangan Konsep Integrasi Jalur Pejalan Kaki pada Koridor Perkotaan Strategis Kota Bandar Lampung untuk Penguatan Identitas dan Daya Tarik Wisata Kota Citra Persada; Ayu Komalasari Dewi; Suci Lestari; Ahmad Baqir Adrian
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandar Lampung memiliki potensi ruang publik yang besar, terutama pada koridor perkotaan strategis yang berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Namun, ruang-ruang publik tersebut belum terintegrasi secara optimal sehingga belum mampu membentuk jaringan ruang kota yang saling terhubung dan mendukung identitas kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ruang publik eksisting pada koridor strategis kota serta merumuskan konsep integrasi jalur pejalan kaki yang berperan dalam memperkuat identitas dan daya tarik wisata kota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis hubungan spasial antar-ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor Stasiun Tanjung Karang – Masjid Al Bakrie – Tugu Adipura merupakan jalur dengan intensitas aktivitas tertinggi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai jalur transit wisata kota. Konsep integrasi yang dihasilkan menekankan peningkatan kualitas konektivitas antar-node ruang publik melalui jalur pedestrian yang aman, nyaman, dan berkesinambungan. Selain itu, integrasi antara fungsi ruang publik, kegiatan wisata, dan elemen identitas lokal juga menjadi fokus utama dalam perancangan. Rekomendasi konsep ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kawasan perkotaan yang inklusif, adaptif terhadap kebutuhan pengguna, serta mencerminkan karakter khas Kota Bandar Lampung.
Uji Kinerja Mesin Suir Ikan Tipe Rotary Skala Industri Kecil dan Menengah Gusri Akhyar Ibrahim; Arinal Hamni; Dewi Sartika; Zulhendri; Citra Persada; Elida Purba
Nemui Nyimah Vol. 6 No. 1 (2026): Nemui Nyimah Vol. 6 No. 1 2026
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v6i1.230

Abstract

Usaha pengolahan ikan hasil tangkapan nelayan pesisir telah dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah produk berupa suiran abon ikan. Perbaikan pengolahan dilakukan dengan cara membuat alat menyuir daging ikan tongkol. Nelayan kawasan pesisir daerah Kota Agung Kabupaten Tanggamus telah memproduksi abon ikan tongkol skala usaha kecil menengah. Tulisan ini bertujuan untuk menguji kinerja mesin suir daging ikan tongkol, agar didapatkan kapasitas produksi yang tinggi dan hasil suiran yang baik dan seragam. Pengujian dilakukan terhadap alat penyuir daging ikan sistem rotari menggunakan motor pengerak 1/2 hp, dimana drun terbuat dari bahan aluminium, demikian juga dengan lengkan penyuirnya. Ikan yang digunakan sebagai bahan baku adalah ikan tongkol yang diperoleh dari nelayan daerah Kota Agung. Ikan tongkon direbus kemudian dimasukan ke dalam drum penyuir selama beberapa waktu hingga semua daging ikan tersuir secara sempurnah. Penyuiran dilakukan terhadap kapasitas yang berbeda-beda dan kemudian memeriksa hasil suirannya. Hal ini dilakukan dalam beberapa waktu penyuiran. Hasil pengujian menunjukan bahwa hasil suiran yang halus dan seragam diperoleh pada kapasitas drum 1 kg dan waktu penyuiran selama 15 menit. Bagaimanapun, kapasitas produksi dapat tingkatkan menjadi 2 kg hingga 3 kg, namun konseksuensinya waktu penyuiran bertambah lama atau meningkat hingga 20 – 30 menit. Jika kapasitas ditingkatkan lagi, maka harus mempertimbangkan kontruksi bak terhadap beban maksimal, pelat aluminium tidak mampu menahan beban besar dan dalam waktu yang lama. Dengan demikian diperlukan pengembangan alat suiran daging ikan tongkol dengan cara meningkatkan kapasitas produksi. Bahan drum yang kuat dan tahan gesek diperlukan, hal dapat dilakukan menggunakan stainlis stil atau aluminium yang lebih tebal. Penambahan batang pemukul dapat meningkatkan efisiensi proses penyuiran dan hasil suiran yang seragam