Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUICK ON THE DRAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI ALJABAR BENTUK AKAR DI KELAS X SMA NEGERI 2 BIREUEN Novianti Novianti
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran saat ini perlu dilakukan pembaharuan dalam peningkatan kreativitas mengajar guru. Guru sangat berperan penting dalam menerapkan model pembelajaran yang digunakan, karena akan berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa sehingga hasil belajar yang diinginkan pun dapat tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Quick on The Draw pada materi operasi aljabar bentuk akar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 2 Bireuen yang berjumlah 39 orang siswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa pada pemberian tes hasil belajar pada siklus I dari 39 orang siswa hanya 56,41 % yang tuntas belajar mendapat  nilai ? 65. Pada hasil observasi terhadap kegiatan peneliti dan kegiatan siswa telah diperoleh yaitu 78,89 % dan 77,78 % pada siklus I. Pada siklus II berdasarkan hasil tes telah mencapai 89,74 %. Hasil observasi pada kegiatan peneliti meningkat menjadi 91,15 % dan observasi aktivitas siswa menjadi 88,89 %, sehingga telah mencapai kriteria yang ditetapkan. Dari hasil wawancara terhadap siswa, dengan menggunakan metode Quick on The Draw sangat bagus untuk diterapkan. Dengan demikian model pembelajaran Quick on The Draw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi operasi matriks di kelas X  SMA N 2 Bireuen.  Kata kunci : Quick On The Draw, hasil belajar, aktivitas siswa
PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE RELEVANCE INTEREST ASSESMENT SATIS-FACTION (ARIAS) DENGANDREADLINES TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMA TIKA SISWA PADA MATERI STATISTIKA DI KELAS XI MAN KRUENG GEUKUEH Novianti Novianti
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan dalam memahami materi statistika, masih banyak dialami oleh Siswa kelas XI MAN KruengGeukueh sehingga hasil belajar siswa pada materi tersebut rendah. Hal ini disebabkan karena pola pembelajaran yang tidak sesuai. Oleh karena itu dibutuhkan model  pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran  yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasinya adalah model Assurances relevance Intertest assesmentsatisfaction(ARIAS)dan dreadlines. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan model Assurances relevance Intertest assesmentsatisfaction(ARIAS)dan dreadlinespada materi Statistika di kelas XI MAN KruengGeukueh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif . Populasi dalam penelitian ini  adalah seluruh siswa kelas XI MAN KruengGeukuehyang terdiri atas enam kelas dengan jumlah siswa keseluruhan adalah 116orang siswa. Sampel yang diambil hanya 2 kelas, yaitu kelas XI IPA2 sebagai kelas Assurances relevance Intertest assesmentsatisfaction(ARIAS)dengan jumlah siswa 24 orang dan XI IPA3 sebagai kelas dreadlinesdengan jumlah siswa 22 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, sedangkan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan statistik uji-t. Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata tes akhir kelas Assurances relevance Intertest assesmentsatisfaction(ARIAS)adalah 69 sedangkan kelas dreadlinesadalah 57. Nilai t yang diperoleh pada α= 0,05 yaitu thitung>ttabel (10,18> 1,68). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis H0 ditolak dan hipotesis Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan model Assurances relevance Intertest assesmentsatisfaction(ARIAS)lebih baik dari pada yang diajarkan dengan model dreadlinespada materi Statistika. Kata Kunci: Assurances relevance Intertest assesmentsatisfaction (ARIAS), Dreadlines, Hasil Belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY-TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 BIREUEN Novianti Novianti
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya minat belajar matematika khususnya pada siswa SMP mengalami penurunan dilihat dari hasil belajar siswa. Dari hasil wawancara itu semua disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya minat belajar siswa yang menurun dan model pembelajarn yang digunakan membuat para siswa cepat bosan. Tujuan dari penelitan ini untuk melihat pengaruh penggunaan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap materi persamaan garis lurus. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-posttest  design. Hasil yang diperoleh dari penlitian ini adalah didapatkan untuk kelas model pembelajaran Two Stay Two Stray diperoleh   yaitu 5,36  1,72472. Maka keputusan statistik adalah diterima dan ditolak, hal ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar siswa pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMP Negeri 2 Bireuen Kata kunci: Two stray two stay, Persamaan garis Lurus
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA MATEMATIKA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY KELAS X IPA 3 SMA NEGERI 2 PEUSANGAN Siti Khaulah; Novianti Novianti; Nurazmah Nurazmah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa saat ini mengalami penurunan, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada saat ini masih dibawah kriteria ketuntasan maksimal. Hasil belajar siswa rendah disebabkan oleh ada beberapa faktor, salah satu nya adalah kurangnya penguasaan konsep pertidaksamaan nilai mutlak dan minat belajar yang kurang sehingga tidak termotivasi untuk belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat minat  belajar siswa dan mengobervasi kegiatan siswa dengan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap materi pertidaksamaan nilai mutlak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini terdapat suatu pembelajaran yang diterapkan pada siswa lalu menganalisis tingkat minat belajar siswa baik dari segi kesukaan, ketertarikan,perhatian dan keterlibatan. Kegiatan yang dilakukan dari penelitian ini adalah kegiatan yang diobservasi melalui aktivitas siswa dan pembagian angket untuk menilai minat siswa. Hasil yang diperoleh adalahpersentase rata-rata untuk aktivitas siswa sebesar 80 % maka tergolong dalam kategori baikdan  analisis minat siswa termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata 80 %. Oleh karena itu, dengan penerapan  model pembelajaran two stay two straypada materi pertidaksamaan  nilai mutlak di kelas X IPA3 SMA Negeri 2 Peusangan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Kata Kunci: Model Two Stay Two Stray, materi pertidaksamaan nilai mutlak, minat belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA BERBANTUAN ALAT PERAGA PAPAN TURUNAN Novianti Novianti; Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulitnya dalam memahami konsep dalam matematika menyebabkan hasil belajar siswa menurun dari setiap tahunnya, terutama pada materi turunan. Setelah melakukan wawancara dengan beberapa siswa, diperoleh bahwa hamper sebagian besar siswa tidak memahami fungsi dan tujuan dari setiap materi dan tidak memahami dengan baik kosep dasar materi turunan serta dasar dasar aljabar yang merupakan materi dasar yang wajib  dipelajari. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui prngaruh hadil belajar siswa khusunya materi  turunan. Desain yang digunakan adalah pre-experimental, bentuk desain yang dipilih adalah one-group pretest-posttest  design. Dalam desain ini terdapat satu kelompok subjek yaitu kelompok eksperimen kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal kelompok eksperimen, selanjutnya diberi perlakuan dan diberi posttest. Dari hasil perhitungan korelasi, diketahui bahwa nilai korelasi antara variabel X dan variabel Y () yaitu 0,9832. Maka dari itu interpretasi nilai korelasi (r) berada pada interval 0,80 - 1,000 yang berarti bahwa terdapat korelasi sangat kuat. Uji beda (Uji t) diperoleh   yaitu 33,18  1,68. Maka keputusan statistik adalah diterima dan ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Probing Prompting dapat mempengaruhi hasil belajar siswa berbantuan alat peraga papan turunan pada materi turunana pada siswa kelas XI SMA N 3 Bireuen. Kata Kunci: Probing prompting, Hasil belajar, Turunan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Siti Khaulah; Novianti Novianti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 3 No 2 (2019): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v3i2.1366

Abstract

Kurangnya pemahaman konsep –konsep khususnya mata kuliah perkembangan peserta didik mengakibatkan minimnya cara berfikir yang logis dan kritis . Sehingga tidak kritis dalam menghadapi permasalahan yang berhubungan dengan peserta didik dan lingkungan sekitar. Menindaklanjuti hal seperti ini, digunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif. Selain pembelajaran secara kooperatif yang diterapkan pada penelitian ini, alternative lainnya dengan pengembangan e-learning. Pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbasis E-Learning diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan pembelajaran, kemampuan berfikir kreatif dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus pembelajaran. Dari hasil penelitian diperoleh terjadi nya peningkatan kemapuan berpikir kreatif siswa dan hasil belajar mahasiswa dari setiap siklus. Hasil belajar mahasiswa terjadi peningkatan sebanyak 23, 81 %, dimana pada siklus I diperoleh 61,90 % dan siklus II diperoleh 85,71 %. Begitu juga halnya peningkatan yang terjadi pada tingkat kreatifitas dan observasi aktivitas mahasiswa dan peneliti juga meningkat siklus I dan siklus II . Dengan demikian Penerapan model pembelajaran Think Pair share berbasis e-learning dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif pada mata kuliah perkembangan peserta didik. Kata Kunci: Think Pairs Share (TPS), E-Learning, Perkembangan Peserta Didik Lack of understanding of concepts, particularly subjects for student development, results in a lack of logical and critical ways of thinking. Thus, it is not critical in dealing with problems related to students and the surrounding environment. Following this up, Think Pair Share (TPS) learning models are used to improve the ability to think creatively. In addition to cooperative learning applied in this study, another alternative is the development of e-learning. E-Learning based Think Pair Share (TPS) learning is implemented with the aim of improving learning, creative thinking abilities and student learning outcomes. This research is a qualitative study using a class action research method with two learning cycles. From the research results obtained an increase in students' creative thinking ability and student learning outcomes of each cycle. Student learning outcomes increased as much as 23, 81%, where in the first cycle 61.90% was obtained and the second cycle was 85.71%. Likewise, the increase that occurred in the level of creativity and observation of the activities of students and researchers also increased cycle I and cycle II. Thus the application of Think Pair share learning models based on e-learning can improve the ability to think creatively in students' developmental subjects. Keywords: Think Pairs Share (TPS), E-Learning, Student Development
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AMORA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Novianti Idris; Siti Khaulah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 4 No 2 (2020): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v4i2.2198

Abstract

Rendahnya kemampuan berfikir kritis siswa salah satu permasalahan yang menuntut seorang guru untuk menciptakan dan menerapkan model pembelajaran matematika. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa adalah model AMORA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berfikir kritis siswa melalui model pembelajaran AMORA pada materi Penyajian Data di kelas VII SMP N 3 Bireuen lebih baik digunakan daripada pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa VII SMP N 3 Bireuen yang terdiri dari 4 kelas. Kemudian sampel penelitian ini dipilih secara Purposive Sampling yaitu kelas VII/3 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran AMORA dan kelas VII/4 sebagai kelas Kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrument yang digunakan adalah tes kemampuan berfikir kritis siswa yaitu tes awal (pre-test) dan test akhir (post-test) dalam bentuk uraian masing-masing 4 butir soal. Soal yang diberikan pada kedua kelas adalah sama yaitu masalah penyajian data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan α = 0,05, hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t independent sample test diperoleh nilai nilai sig. (2 Tailed) yaitu 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai sig. (2 Tailed) < 0,05 atau lebih kecil pada taraf nyata 5% maka H0 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berfikir kritis yang diajarkan dengan model AMORA lebih baik dari pada yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi Penyajian Data di kelas VII SMPN 3 Bireuen.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas III Pada Konsep Pecahan Melalui Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture Maulidasari Maulidasari; Novianti Novianti
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3 No 2 (2022): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v3i2.1560

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan Kelas yang bertujuan untuk memperbaiki mutu praktik pembelajaran dan hasil belajar siswa khususnya kelas III SD Negeri 9 Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi, tes hasil belajar dan angket. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan teknik deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkataan hasil belajar siswa. hasil yang diperoleh pada saat di lakukan pada siklus I dan SIklus II terjadi peningkatan dari 67,36 % menjadi 95,15% dimana terjadi peningkatan sebesar 26,79 %.  Sedangkan hasil observasi kegiatan siswa mencapai 71,45 %  meningkat menjadi  93,23 % pada siklus II. Begitu juga dengan  hasil kegiatan aktivitas guru pada siklus I mencapai 87,56 % meningkat menjadi 95,47 % terhadap pembelajaran matematika konsep pecahan sangat baik. hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran picture and picture sangat efektif pada konsep pecahan.  
Pengaruh Model Pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environment) pada Mata Kuliah Geometri Analitik Bidang Novianti Novianti; Siti Khaulah; Rahma Rahma
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 6 No 2 (2022): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v6i2.4915

Abstract

Rendahnya hasil belajar mahasiswa dalam menyelsaikan permasalahan garis singgung elips menjadi salah satu tolak ukur terhadap ketidak tuntasan dalam belajar. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environment). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SOLE terhadap hasil belajar mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, jenis penelitian eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Almuslim. Sampel diambil satu kelas dengan jumlah siswa 19 orang dari keseluruhan populasi yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan uji non-parametik dengan taraf signifikan Data Pretest dan Postest dianalisis menggunakan statistik uji-t. Setelah dilakukan pengolahan data, diperoleh Sig. (2-tailed) lebih kecil dari 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar mahasiswa melalui model pembelajaran SOLE dan proses kegiatan belajar menggunakan model pembelajaran SOLE termasuk dalam kategori sangat baik dan sesuai dengan yang direncanakan.
Kemampuan Pemecahan Masalah Calon Guru SD Ditinjau Dari Self Regulated Learning Novianti Novianti; Asrul Karim; Jasmaniah Jasmaniah
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2816

Abstract

The purpose of this study was to analyze the problem-solving abilities of prospective elementary school teachers in terms of self-regulated learning. The research was carried out at Almuslim University located in Bireuen, Aceh. The research subjects were 20 pre-service teacher elementary school. Data were collected from diagnostic tests and self-regulated learning attitude scales. The diagnostic test was given to 20 students consisted of two essay questions while the self-regulated scale consisted of five options, namely very often (SS), Often (S), KD (Sometimes), JR (Rarely), and TP (Never). The results showed that students who had high self-regulated learning were able to solve problem-solving skills well. Students who have moderate self-regulated learning have moderate solving abilities, this seems to be able to write mathematical models or be known from questions verbally or in written form, but without solving problems in the right way. Meanwhile, prospective elementary school teacher students who have low self-regulated learning indicate that they have low problem-solving skills. They understand the problem, but are unable to solve the problem properly. For that required the role of independent learning. Because the better the students' self-regulated learning, the better their mathematical problem solving abilities.Hence, it can be concluded that the student’ learning independence is at low level.