Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Terhadap Pencegahan Stunting Melalui Rumah Gizi Kampung Yarmaliza; Teungku Nih Farisni; Fitriani Fitriani; Zakiyuddin Zakiyuddin; Fitrah Reynaldi; Veni Nella Syahputri; Rinaldy Rinaldy
Keyboard Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Keyboard Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Grace Berkat Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/keyboard.v1i2.144

Abstract

Kegiatan pengabdian ini merupakan program inovasi dalam preventif stunting melalui adanya rumah gizi kampung (RGK) di Desa Purwodadi Kabupaten Nagan Raya. Melalui metode pendekatan sosialisasi, FGD, dan pemberdayaan, kegiatan ini berhasil mencapai perubahan positif dalam pemahaman masyarakat tentang RKG. Hasil pretest dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mereka tentang konsep RGK yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga yang berkualitas. Selain perubahan pengetahuan, hasil kegiatan ini juga mencerminkan perubahan positif dalam sikap masyarakat terhadap pentingnya RGK. Pendekatan sosialisasi dan edukasi telah berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap program RGK, yang diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dalam program tersebut. Selain itu, tindakan nyata masyarakat dalam pengolahan makanan bergizi dari bahan lokal juga meningkat secara signifikan. Ini menandakan bahwa masyarakat di Desa Purwodadi sekarang lebih aktif dalam meningkatkan kualitas makanan yang mereka konsumsi sehari-hari, dengan menggunakan tempe dan kelor sebagai bahan pangan bergizi lokal. Perubahan ini adalah bukti konkret dari efektivitas program RGK dalam merubah perilaku masyarakat. Temuan ini memberikan wawasan berharga tentang pentingnya pendidikan, sosialisasi, dan pemberdayaan dalam memerangi stunting dan meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Upaya seperti RGK memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam mencapai tujuan tersebut di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan kesehatan dan gizi
Dampak Gadget pada Anak Usia Remaja di SMP Negeri 02 Meureubo Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Zakiyuddin Zakiyuddin; Fitrah Reynaldi; Fakhrurradhi Luthfi; Susy Sriwahyuni; Fadhil Ilhamsyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 2, No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v2i1.1978

Abstract

Pengguna gadget di Indonesia semakin tumbuh dengan pesat, Indonesia menjadi negara pengguna smartphone terbesar keempat di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Kecanduan akan gadget dapat membuat anak menjadi lebih agresif dan sulit dikendalikan. Orang tua menjadi diabaikan ketika memerintah sesuatu pada anak karena anak hanya berfokus pada gadget. Penggunaan gadget juga akan berdampak pada pertumbuhan otak. Target umum melalui kegiatan pengabdian dalam bentuk promosi peningkatan informasi tentang dampak pengunaan gadget pada remaja khususnya siswa-siswi SMP 02 Meureubo agar memberikan pengaruh positif dalam pengunaan gadget dikalangan remaja. Adapun target khusus yakni adanya Kesadaran bahwa informasi negatif dari gadget sangat berdampak dalam penyimpangan perilaku pada remaja dan serta adanya kesadaran bahwa informasi positif dari gadget sangat berdampak dalam prestasi belajar pada remaja. Berkembangnya era teknologi digital di kalangan remaja atau siswa sekolah menjadi tantangan yang besar dan perhatian yang lebih bagi orangtua, guru, maupun pemerintah dalam mendampingi mereka khususnya remaja.
Pendidikan Kesehatan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan Untuk Menurunkan  Jumlah Penderita Penyakit Kulit (Scabies) di Dayah Nurul Huda Aceh Besar Ambia Nurdin; Zakiyuddin Zakiyuddin; Zamzami Zamzami; Bukhari Bukhari; Zahrul Fuadi; Ricky Dear Fitria; Murthadahadi Murthadahadi; Yunida Pangastuti
Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2024): October–December, Global Public Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6wxjd524

Abstract

Scabies atau penyakit kudis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap (sarcoptes scabies varietas) hominis. (Scabies) adalah penyakit yang sangat menular, penularan dapat terjadi akibat kontak langsung dengan kulit pasien atau tidak langsung dengan benda yang terkontaminasi tungai. (Scabies) banyak ditemukan pada daerah padat penduduk seperti daerah kumuh, penjara, panti asuhan, panti jompo, pondok pesantren dan sekolah asrama. Pondok pesantren merupakan sekolah yang menekankan pada pelajaran agam islam dan didukung asrama sebagai tempat tinggal santri yang bersifat permanen Tujuan penulisan ini untuk mengetahui  penerapan kesehatan tentang personal hygiene  dan senitasi lingkungan untuk menruunkan jumlah penderita penyakit kulit (scabies).  Kejadian (scabies) dapat mempengaruhi oleh beberapa factor diantaranya pengetahuan, social ekonomi yang rendah, hygine yang buruk, perkembangan demografi serta ekologi tapi masih ada yang salah factor pengetahuan sangat berpengaruh terhadap terjadinya penyakit (scabies), seseorang dengan pengetahuan yang rendah akan berpengaruh pada perilaku kesehatan. Tujuan  penelitian ini  untuk mengetahui Pendidikan Kesehatan Tentang Personal Hygine dan Sanitasi Lingkungan Untuk Menurunkan Jumlah Penderita Penyakit Kulit (Scabies). Desain penelitian ini menggunakan Desain penelitian ini bersifat kuantitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan suatau situasi, subjek, perilaku atau fenomena. Pada penelitian ini hanya melihat pengetahuan Pendidikan Kesehatan Personal Hygine dan Sanitasi Lingkungan Untuk Menurunkan Jumlah Penderitan Penyakit Kulit (Sacies).
Analisis Data Sekunder Kecelakaan Kerja di Wilayah Kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh Pada Pekerja di PT. X Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2025 Resa Sri Wahyuni; Wintah Wintah; Siti Maisyaroh Fitri Siregar; Zakiyuddin Zakiyuddin; Pesona Dessritina
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1108

Abstract

Occupational accidents are unforeseen events that generally occur beyond operational predictions. This study aims to identify and analyze various factors associated with the incidence of workplace accidents among participants of the BPJS Ketenagakerjaan Meulaboh Branch throughout 2025. A quantitative method with a cross-sectional design was applied. The study population comprised all 154 workers who filed claims for Work Accident Insurance (JKK). Using a purposive sampling technique, the sample was focused on the region with the highest case prevalence among the eight regencies under the BPJS working area, yielding 50 specific cases at PT. X in Aceh Singkil Regency. The data source relied entirely on secondary data from JKK claim reports for the 2025 period. Characteristics of age, length of service, accident type, time of occurrence, incident location, along with aspects of unsafe actions and unsafe conditions were analyzed using a univariate approach, while the bivariate hypothesis was tested using fisher's exact test. Statistical analysis demonstrated a significant association between workplace accidents and accident location (p=0.039), unsafe actions (p=0.022), and physical work environment conditions (p=0.000). Conversely, no significant correlation was found for age (p=0.597), length of service (p=0.224), or time of the accident (p=0.233). This study concludes that spatial/location factors, behavioral deviations from safety protocols, and sub-standard environmental conditions are closely linked to workplace accidents at PT. X, Aceh Singkil Regency, in 2025. It is recommended that the company tighten the implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3), supported by technical education programs and routine OSH supervision to mitigate operational risks.
Analisis Penyebab Kelelahan kerja (Fatigue) Operator Dump Truck Pada Proses Coal Getting Di Wilayah Kerja Pt Bara Energi Lestari Tiara Maulida; Zakiyuddin Zakiyuddin; T.M. Rafsanjani; Fakhrurradhi Luthfi; Jun Musnadi Is
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1110

Abstract

The mining industry is a sector with a high level of occupational safety risk. One of the factors that can increase the risk of workplace accidents is work fatigue, as it may reduce the concentration, alertness, and productivity of heavy equipment operators. At PT Bara Energi Lestari, the coal getting process utilizes dump trucks equipped with a Driver Monitoring System (DMS) integrated into dashcams to monitor operators’ conditions. Based on preliminary monitoring conducted by the Health, Safety, and Environment (HSE) department using this system, several operators exhibited signs of fatigue, such as repeated yawning and prolonged eye closure for several seconds. These conditions may increase the risk of occupational accidents, highlighting the need to identify the factors contributing to work fatigue among dump truck operators. This study aimed to analyze the factors causing work fatigue among dump truck operators during the coal getting process in the working area of PT Bara Energi Lestari. A qualitative study with a descriptive approach was employed to gain an in-depth understanding of the causes of work fatigue among dump truck operators. Informants were selected using a purposive sampling technique, involving five participants. Data were collected through observations and in-depth interviews. The findings identified several major factors contributing to operator fatigue, including internal factors (4–6 hours of sleep duration, low back pain, and consumption of carbohydrate-rich snacks) and external factors (extreme working environment, night shifts, travel distance, and workload). The dashcam monitoring system was considered highly effective as a company control measure. Operator fatigue resulted from the interaction of poor sleep quality due to night shifts, musculoskeletal complaints, carbohydrate consumption patterns, exposure to extreme working environments, workload, uneven haul roads, and mechanical vibration from the dump truck units.
Hubungan Antara Penggunaan Alat Pelindung Telinga (APT) Dengan Keluhan Akibat Kebisingan Pada Pekerja Di Bagian Produksi PT. X Ayu Nabilla; Perry Boy Chandra Siahaan; Wintah` Wintah; Fikri Faidul Jihad; Zakiyuddin Zakiyuddin
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1116

Abstract

Noise is one of the physical hazards in the workplace that may cause various health complaints, particularly among workers in the palm oil processing industry. The use of Hearing Protection Devices (HPDs) is one of the preventive measures to reduce the adverse effects of noise exposure; however, its effectiveness depends on workers' compliance in using the devices properly and consistently. This study aimed to determine the relationship between compliance with Hearing Protection Device (HPD) use and noise-related complaints among productionworkers at Company X. This analytical observational study employed a cross-sectional design. The study involved 53 production workers selected using the total sampling technique. Data were collected using a questionnaire on HPD compliance and a questionnaire on noise-related complaints. Data were analyzed using Fisher's Exact Test. The results showed that most respondents complied with HPD use, while themajority still experienced noise-related complaints. Fisher's Exact Test indicated a significant relationship between compliance with HPD useand noise-related complaints (p-value = 0.043). The findings suggest that the use of HPDs alone is insufficient to prevent noise-related complaints. Therefore, comprehensive noise control measures, including engineering controls, administrative controls, and consistent supervision of HPD use, are necessary to reduce the risk of noise-related complaints among workers.