Claim Missing Document
Check
Articles

Etnobotani Cabai Jawa (Piper retrofractum) pada Masyarakat Desa Kalipait Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi Dewi Vebriyanti; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.947 KB)

Abstract

Java Chili Plants (Piper retrofractum) is a medicinal plant that has economic value and can be developed is a family of Piperaceae. The purpose of this study was to determine the public perception of the morphology, distribution and aspects of utilization of Java chili plants in the community of Kalipait Village, Tegaldlimo District, Banyuwangi Regency. This research was conducted in Kalipait Village, Tegaldlimo Subdistrict, Banyuwangi Regency in March to June 2019. This study used descriptive exploratory techniques which included literature study, field observations, and interviews using questionnaires, data analysis and documentation of the distribution of Java chili plants. The results of this study indicate that the morphology of the Java chilli plant in Kalipait Village has a round and brown color stem, single leaves, interspersed, pinnate pinnate. Red leaves. Distribution of Java Chili in Kalipait Village has 15 points with 49 individuals. The perception of the people of Kalipait Village on the utilization of Java Chili plants is divided into needs (1%) of food, ornamental plants (4%) of traditional medicine (37%) and for economic value added (58%). The most widely used parts of the Java chili plant by the people of Kalipait Village are fruit (65%), leaves (25%), and roots as much as (10%). Keywords: ethnobotany, Piper retrofractum, medicinal plants Tanaman Cabe jawa (Piper retrofractum) merupakan tanaman obat yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan, merupakan famili dari Piperaceae. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang morfologi, distribusi dan aspek pemanfaatan tanaman cabe jawa masyarakat Desa Kalipait Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalipait Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi pada bulan Maret sampai dengan Juni 2019. Penelitian ini menggunakan Teknik deskriptif eksploratif yang meliputi studi studi pustaka, pengamatan dilapang, wawancara menggunakan kuesioner, analisis data dan dokumentasi persebaran tanaman cabe jawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfologi tanaman cabe jawa di Desa Kalipait memiliki batang bentuk bulat, warna coklat. Daun tunggal, berseling, pertulangan menyirip. Daun berwarna merah. Distribusi Cabe Jawa di Desa Kalipait terdapat 15 titik dengan jumlah 49 individu. Persepsi masyarakat Desa Kalipait pada pemanfaatan tanaman Cabe Jawa terbagi dalam keperluan (1%) pangan, tanaman hias (4%) obat tradisional (37%) dan untuk nilai tambah ekonomi (58%). Bagian organ tanaman cabe jawa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Desa Kalipait yaitu buah (65%), daun (25%), dan akar sebanyak (10%). Kata kunci : etnobotani, Piper retrofractum, tumbuhan obat
Diversitas Tumbuhan Liar Pada Lahan Jagung (Zea mays L.) di Desa Bungbungan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Khoiratul Hasanah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.378 KB)

Abstract

Wild plants are plants whose presence on agricultural land can reduce crop yields. Losses due to wild plants to cultivated plants vary depending on the type of plant cultivated, climate, species of wild plants and technical cultivation applied. This study aims to determine the diversity of wild plants in the land of maize (Zea mays L.) in Bung-bungan Village Bluto District Sumenep Regency. This method uses a descriptive exploratory method, for each wild plant found in ± 3600 m2 of corn land. Sampling of wild plants using a 4x4 m plot method. The measured data includes the number of species and the number of individuals calculating important values ​​and diversity indices. The results of the study showed that the Shannon-Wienner Diversity Index analysis of the highest value in maize plants in plantations was found in land II, which was 2.678 indicating moderate diversity, categorized as moderate because there were not too many wild plants on maize. Keywords: Corn, diversity, wild plants, ABSTRAK Tumbuhan liar merupakan tumbuhan yang kehadirannya pada lahan pertanian dapat menurunkan hasil tanaman. Kerugian akibat tumbuhan liar terhadap tanaman budidaya beragam bergantung dari jenis tanaman yang diusahakan, iklim, jenis tumbuhan liar dan teknis budidaya yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas tumbuhan liar di lahan jagung (Zea mays L.) di Desa Bung-bungan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Metode ini menggunakan metode deskriptif eksploratif, terhadap setiap tumbuhan liar yang ditemukan pada lahan jagung seluas ±3600 m2. Pengambilan sampel tumbuhan liar menggunakan metode plot berukuran 4x4 m. Data yang diukur meliputi jumlah spesies dan jumlah individu menghitung nilai penting dan indeks diversitas. Hasil penelitian menunjukkan analisis Indeks Keanekaragaman Shannon-Wienner tumbuhan liar nilai tertinggi pada tanaman jagung di lkebun terdapat pada lahan II yaitu 2,678 menunjukkan keanekaragaman sedang, di kategorikan sedang karena jenis tanaman liar yang ada pada lahan jagung tidak terlalu banyak. Kata kunci: Jagung, Diversitas, Tanaman liar
Analisis Kadar Isolat Albumin Pada Daging Ikan Glodok Segar Spesies Boleophthalmus boddarti Garnis Mufarrohah Rohmah; Ari Hayati; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 7 No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.49 KB)

Abstract

Tanaman kunyit(Curcuma) relatif mudah ditemukan dan penggunannya sudah meluas tidak hanya untuk keperluan memasak namun juga untuk kesehatan. kunyit (Curcuma) atau disebut Konyek dalam Bahasa Madura adalah tanaman yang sudah sering dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Klabetan sebagai bahan pangan maupun obat tradisional yang sering disebut Jhemoh dalam Bahasa Madura. Secara umum minum jamu diracik dari tumbuhan telah terjadi mulai sejak turun-temurun oleh masyarakat Madura. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pemanfaatan kunyit (Curcuma) di Desa Klabetan kecamatan Sepuluh kabupaten Bangkalan. Menggunakan metode deskriptif esploratif: studi pustaka, pengamatan di lapang, wawancara, analisis data dan dokumentasi persebaran tanaman kunyit (Curcuma) di Desa Klabetan Kecamatan Sepuluh Kabupaten Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua karakteristik kunyit yaitu kunyit (Curcuma) dengan kunyit pada pada organ sebagai bahan pangan 51% , obat obatan 46% dan ritual adat 3%. Bagian organ tanaman (Curcuma) jumlah daun 38%, rimpang 50% batang 12%. Jumlah kunyit (Curcuma) yang ditemukan sebanyak 7 titik di Dusun Bindeng dan 6 titik Dusun Bilarangan dari tiga Dusun.
Ethnobotany Study of Corn (Zea mays. L) in Tamberu Village West Sokobanah Subdistrict Sampang Madura District Kamiliatul Mufidah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 7 No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.013 KB)

Abstract

Corn, which is a tropical grass that is very adaptive to climate change and corn, also has a life span of 75-150 days. Corn can usually grow to reach a height of 3 meters. Corn which usually has a scientific name Zea mays is not like other grain plants, Corn and commonly called jhegung in the language of Madura is a plant that has often been made into cultivated plants and has often been used by the community groups of West Tamberu Village as food as fuel or as animal feed. This study aims to determine the public perception of the benefits of corn plants found in Tamberu Barat Village, Sokobanah District, Sampang Madura Regency. In this study, researchers used descriptive exploratory methods which included: first-hand study, direct observation in the field, interviews using questionnaire guidance, data analysis and documentation of utilization of corn plants. The characteristics of the varieties found in Tamberu Barat Village consist of three varieties, namely local maize plants, hybrid maize plants, sweet corn plants. Public perceptions of corn plants in the western tamberu village are very high potential of corn plants which are used as food (59%), as fuel (10%), as animal feed (13%) and economic needs (18%).
Scavenging activity nano complex compounds of kelor (Moringa oleifera Lamk.) leaves and seeds Rafida Azizah; Tintrim Rahayu; Ari Hayati; Gatra Ervi Jayanti
JURNAL PENELITIAN BIOLOGI BERKALA PENELITIAN HAYATI Vol 26 No 1 (2020): December 2020
Publisher : The East Java Biological Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.361 KB) | DOI: 10.23869/bphjbr.26.1.20205

Abstract

Moringa oleifera Lamk. is a good source of natural antioxidants because it contains various types of antioxidant compounds such as ascorbic acid, flavonoids, phenolics, and carotenoids. Those antioxidant components forming complex structure have transitional metal as central compound, which have free radical scavenging activity. This study aims to determine the active compounds that act as scavenger in leaves and seeds of M. oleifera. The possible compound found in leaves-seeds is elaborated by in silico analysis, using Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, by mean Pass online, and HitPick software. The results of in silico analysis 3 compounds identified in the leaves that had a high antioxidant role, namely beta-carotene, kaempferol, quercetin, and 2 compounds in seeds that had a high antioxidant role, namely alpha-tocopherol, beta-carotene. The results of this study indicate that the antioxidant activity of the 3 treatments had differences effectiveness of antioxidants. All of these antioxidants has ability to bind transitional metal to form free radical scavenger.
The portrait of neem leaves-based high performance wound healing activity on zebrafish Nour Athiroh; Ari Hayati; Istirochah Pudjiwati; Ahmad Taufiq; Nurul Jadid Mubarakati
JURNAL PENELITIAN BIOLOGI BERKALA PENELITIAN HAYATI Vol 27 No 1 (2021): December 2021
Publisher : The East Java Biological Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23869/bphjbr.27.1.20214

Abstract

This study was designed to evaluate the role of sliced and dropping models of neem leaves (Azadirachta indica) and environmental factors on zebrafish wound shrinkage. This study employed two treatment models: neem leaf slices and drops model. The treatment in the neem leaf slice model was the control group (fish was injured without neem leaf slices treatment, and G1-G3 of each fish was injured at 0.3 cm + 0.5, 1, and 2 g. Treatment in the neem leaf drop model was control group (fish was injured without neem leaves drops, and G1-G3 of each fish was injured at 0.3 cm + 1, 2, 4 drops. Findings suggest that there is a significant difference between the control group by treating G1, G2, and G3 on the shrinkage of zebrafish wound area both in the neem leaf slice and drop models, but G1 was not significantly different from G2 and G3, as well as G2 and G3 both in the neem leaf slice and drop model. Neem leaves contain nutrients that play a vital role in the formation of collagen and the formation of new capillaries to help speed up the wound healing process. The healing process involves the dynamic interaction of physiological factors.
Tempat Sampah Bambu untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Bersih dan Sehat Ari Hayati; Fahru Reyza Watimena; Tria Khotami Ayuba; Ainur Rasyid; Mohamad Rizal A. Tupong; Ibnu A. Bahri; Mutawakkil Ashofat; Rina Fatmawati; Nurvikrih Choliluddin Ghafur; Fernando H. Alvarizi Nurdin; Moch. Syamsuddin; Indriani Rachman Saputri
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) in press
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v3i1.16171

Abstract

Pengetahuan serta kesadaran tentang hidup bersih dan sehat bebas sampah sangat penting bagi masyarakat tidak hanya di kota tetapi juga di desa. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan di Desa Bocek masih rendah diamati dari sampah yang berserakan di lingkungan serta tidak tersedianya tempat sampah di rumah maupun di tempat umum.  Pengabdian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.  Bentuk kegiatan berupa membuat tempat sampah dari bahan bamboo dengan memanfaatkan bahan yang ada di alam menjadi Patsambu (Tempat Sampah Bambu).  Hasil kegiatan yaitu tersedianya tempat sampah di tempat umum sehingga mengurangi sampah yang berserakan di lingkungan.
Pelatihan Keterampilan Herbarium Kering Modern bagi Guru dan Siswa di SMK Negeri 2 Batu Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 5, No 2 (2020): July 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v5i2.3413

Abstract

Batu as a tourism city produces a lot of vegetables, flowers, and ornamental plants. Many cut flower waste from sorting is not suitable for sale. Meanwhile, SMK Negeri 2 Batu has developed several products to be marketed and is a place for students to study entrepreneurship. However, there are problems in getting market demand due to intense competition. Therefore, production requires continuous innovation and creativity. This new method is offered to increase grades by teaching them the skills of a modern dry herbarium using waste flowers from the surrounding environment. The purpose of this activity is that the teachers and students of SMK Negeri 2 Batu have the knowledge and skills to create a modern dry herbarium with Oshibana techniques. Teaching is done by giving lectures, demonstrations, practices, and evaluations. The results show increased knowledge to utilize flower and leaf waste through manufacturing activities of modern dried herbarium with the Oshibana technique. The program also provides counseling on how to use wasted flowers and leaves that can be done properly. The training to make a modern dry herbarium which was later named "Beautiful Herbarium" was able to improve the knowledge and skills of participants. The "Beautiful Herbarium" extra-curriculum was held to ensure the sustainability of the program.DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v5i2.3413 
Pengetahuan dan Manfaat Empiris Literasi Herbal di Griya Jamu Siti Ara Kota Batu Dalam Rangka Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Ari Hayati; Nour Athiroh
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 5, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v5i2.1297

Abstract

Permasalahan yang memerlukan solusi di mitra Griya Jamu Siti Ara yaitu belum dilakukan identifikasi nama ilmiah jenis herbal yang dimanfaatkan secara empiris. Tujuan pengabdian adalah menggali pengetahuan empiris manfaat herbal di Griya Jamu Siti Ara. Metode pelaksanaan meliputi eksplorasi jenis herbal melalui pengamatan langsung di lapangan dengan pencatatan nama lokal tumbuhan yang dikoleksi di lahan Griya Jamu Siti Ara. Setiap jenis tumbuhan didokumen. Dilakukan pencatatan pengetahuan meliputi nama lokal, tingkat pengetahuan aspek pemanfaatan herbal, dan jumlah jenis herbal yang diketahui oleh responden melalui wawancara langsung. Partisipasi mitra dalam pelaksanaan kegiatan adalah partisipasi aktif, mulai perencanaan, penyusunan jadwal, pelaksanaan kegiatan, dan partisipasi mitra dievaluasi melalui kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan persepsi responden tentang herbal menunjukkan variasi jawaban dan cenderung kategori persepsi rendah, mengindikasikan perlunya dilakukan literasi berupa penulisan buku tentang herbal di Griya jamu Siti Ara Batu yang akan bermanfaat untuk meningkatkan pengenalan herbal secara lebih mudah dan efisien. Eksplorasi keanekaragaman jenis herbal yang secara empiris terdapat dalam ramuan untuk mengobati suatu penyakit meliputi 18 jenis pada ramuan A dan 20 jenis herbal pada ramun B.Kata kunci: Empiris, Herbal, Literasi, Pengetahuan
EKSPLORASI PENGETAHUAN PEGAWAI SMK KEHUTANAN NEGERI SAMARINDA DALAM IN HOUSE TRAINING HERBARIUM KERING INDAH Ari Hayati; Tintrim Rahayu
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi Lembaga pertanian dan perkebunan penggunaan lembar identitas species yang memuat klasifikasi lengkap dengan deskripsi species tumbuhan sangatlah penting. Dalam hal ini spesimen berupa herbarium menjadi pelengkap lembar  identitas tersebut. SMK Kehutanan dalam  menunjang pendidikan siswanya memerlukan ketrampilan pembuatan herbarium. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pembuatan herbarium kering indah dengan tetap mempertahankan warna alami tumbuhan kepada pegawai SMK Kehutanan Negeri Samarinda. Metode pelaksanaan meliputi teknik dasar pengeringan bahan tumbuhan menggunakan bahan pengering berupa kertas buram,  kertas minyak, dan busa. Bahan tumbuhan diatur secara berlapis, kemudian disimpan di dalam plastik kedap air. Dilakukan proses pengeringan berulang-ulang sampai bahan tumbuhan menjadi  kering. Berikutnya teknik penataan herbarium di dalam pigura dengan tetap mempertahankan kekeringan bahan menggunakan cara alami dan penggunaan silika gel. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta pelatihan dilakukan analisis kuesioner tentang herbarium. Hasil kegiatan menunjukkan setiap peserta berhasil mempraktekkan teknik dasar pengeringan dan mampu menata herbarium secara indah dalam pigura. Hasil analisis kuesioner menunjukkan  sebelum dilakukan kegiatan pengetahuan tentang herbarium lebih rendah dibandingkan dengan setelah dilakukan pelatihan. Selain itu bahwa kebanyakan peserta sangat ingin mengetahui pembuatan herbarium yang tidak berubah warna dari warna aslinya. Disamping sebagai penunjang kelengkapan lembar identitas species tumbuhan, juga peluang  untuk hiasan atau asesori yang indah.