Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Etnobotani dan Keragaman Pisang Buah (Musaceae) Pada Masyarakat Tradisional Pandalungan Desa Krai Lumajang Nilam Firdausi; Ari Hayati; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan tanaman rakyat yang dapat tumbuh di hampir seluruh tipe agroekosistem. Penggalian pemanfaatan suatu tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu ilmu botani yang lazim dikenal dengan Etnobotani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang tanaman pisang buah (Musaceae) di Desa Krai Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Dilakukan pada bulan Mei-Juni 2015. Metode yang digunakan adalah metode survey acak terpilih (purposive random sampling).  Sampel dilakukan di Desa Krai pada 3 Dusun yaitu Dusun Sentono, Krajan, dan Kebunan. Pengambilan Data  Dilakukan Dengan mengambil data berupa data pemanfaatan tanaman pisang dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan kuisioner kepada responden petani / pembudidaya tanaman pisang, pengolah /pengrajin dan pegguna pisang secara umum.Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa persepsi masyrakata Desa Krai Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang di 3 Dusun yaitu sangat tinggi dalam aspek pemanfaatan tanaman pisang buah (Musaceae). Masyrakat banyak mengetahui manfaat semua organ tanaman pisang dari akar, batang daun, buah, bunga bahkan kulit yang dianggap limbah dapat dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman juga biasa digunakan sebagai adat istiadat pada saat pernikahan dan saat syukuran pindah rumah. Namun, masyarakat jarang sekali untuk memanfaatkan untuk keterampilan.
Perlakuan Asam Amino dalam Partikulasi Asap dan Hormon terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Zaitun (Olea europaea) Lutfi Niam; tintrim rahayu; ari hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman zaitun (Olea europaea L.) memiliki banyak manfaat. Ekstrak daun zaitun bisa digunakan sebagai antioksidan, anti inflamasi, anti mikroba, murunkan tekanan darah, gula darah, kanker, mengencerkan darah yang telalu kental, kardiovaskuler dan penyakit degeneratif. Produksi zaitun di Indonesia tergolong rendah dibandingkan dengan negara Mediterania sehingga budidaya zaitun harus terus dikembangkan. Budidaya zaitun dilakukan dengan stek teknik Microcutting. Keberhasilan stek dipengaruhi oleh aktivitas fisiologis tanaman. Asam amino dan hormon tumbuhan berpengaruh terhadap fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam amino dan hormon tumbuhan dalam pupuk cair biogen serta kombinasinya terhadap pembentukan stek pucuk zaitun (Olea europaea L.). menggunakan metode eksperimen  Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 20 perlakuan terdiri dari kontrol, asam amino triptofan fenil alanin, konsentrasi pupuk biogen 2,3,4 cc dalam 1 liter air. dengan frekuensi semprot satu minggu satu kali, dua kali dan dua minggu satu kali serta kombinasi asam amino dengan pupuk biogen. Data yang diperoleh diuji statistik menggunakan sidik ragam jika pengaruh dilanjutkan uji BNT 5%. Asam amino triptofan & fenilalanin, hormon dalam pupuk biogen berpengaruh terhadap pertumbuhan stek pucuk zaitun.     Kata kunci: Zaitun (Olea europaea L.), Asam Amino, Hormon.   
Studi Etnobotani Tanaman Kelor (Moringa oleifera) di Desa Somber Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang Madura Izzatul Bahriyah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tumbuhan obat tradisional yang memiliki sumber nutrisi yang lengkap bagi kesehatan manusia baik dari akar, batang, daun, buah dan biji. Penelitian mengenai etnobotani tanaman kelor (Moringa oleifera) belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui persepsi masyarakat dan potensi tanaman kelor di Desa Somber Kecamatan Tembelangan Kabupaten Sampang Madura, serta mendeskripsikan populasi tanaman kelor (Moringa oleifera Lmk.) yang ada di Desa Somber tersebut, Penelitian ini menggunakan metode survey secara deskriptif yang meliputi: studi pustaka, observasi (pengamatan) di lapangan. Untuk mengetahui persepsi Masyarakat mengenai kelor dilakukan wawancara dengan responden kunci (key person) dan masyarakat desa Somber menggunakan panduan kuesioner, Untuk mengetahui penyebaran tanaman kelor, digunakan peta umum (Google Earth), dan GPS untuk penandaan kelor diatas peta. Hasil penelitian ini menujukkan adanya potensi tanaman kelor di desa Somber sebagai bahan pangan (38%), ritual adat (22%), pengobatan (32%, ) pagar (6%), nilai ekonomi (aksesoris) (2%), Bagian organ tanaman kelor yang digunakan daun yaitu sebesar 55%, buah (21%) akar (10%) batang kelor (14%). Jumlah tanaman kelor diketahui 88 individu, persebaran bervariasi, yaitu Dusun Jemgelis 53% (47) individu, Dusun Pelan 24% (21) individu, Dusun Somber 23% (20) individu.
KAJIAN PEMBERIAN KOLKISIN DENGAN METODE TETES TERHADAP PROFIL POLIPLOIDI TANAMAN ZAITUN (Olea europaea) Dewi Rahayu Saraswati; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 2 (2017): Dunia Makhluk Hidup Mikro dan Makro
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.949 KB)

Abstract

The olive (Olea europaea) included in the family Oleaceae. Olive (Olea europaea) has 2n = 46 chromosomes. Accelerated evolution in higher plants can be characterized by an increase in the number of chromosomes as a result of polyploidy. Polyploidy can be done by duplicating the number of chromosomes and this can be caused by several antimitotic agent and the most common of which is colchicine. Colchicine many successfully used to obtain polyploidy in Olive plants for increasing secondary metabolite ingredients. This study aims to determine chromosome profiles olive plants after administration concentration of colchicine 0 %, 0.25 %, 0.50 %, 0.75 % and 1 % using drip method. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that administration of colchicine with a drip method can affect the olive plant chromosome profile. Observations at a concentration of 1 % indicate that chromosomes in the concentrations seen more. It can be used as an indication of polyploidy in Olive plants. Keywords: Polyploidy, Olives, Colchicine.ABSTRAKPohon zaitun (Olea europaea) termasuk ke dalam famili Oleaceae. Zaitun (Olea europaea) memiliki kromosom 2n = 46. Evolusi yang dipercepat pada tanaman tingkat tinggi dapat ditandai oleh bertambahnya jumlah kromosom sebagai hasil poliploidi. Kromosom dapat diduplikasi melalui mutasi sehingga memunculkan peristiwa poliploidi. Poliploidi dapat dilakukan dengan menggunakan kolkisin sebagai agen antimitosis. Kolkisin telah banyak digunakan untuk memperoleh poliploidi pada tanaman zaitun untuk meningkatkan kandungan metabolit sekundernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kromosom tanaman zaitun setelah pemberian konsentrasi kolkisin 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75% dan 1% dengan menggunakan metode tetes. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian kolkisin dengan metode tetes dapat mempengaruhi profil kromosom tanaman zaitun. Hasil pengamatan pada konsentrasi 1% menunjukkan bahwa kromosom pada konsentrasi tersebut cenderung lebih banyak. Hal ini dapat digunakan sebagai indikasi adanya poliploidi pada tanaman zaitun. Kata Kunci: Poliploidi, zaitun, kolkisin
METODE PEMBERIAN KOLKISIN TERHADAP RESPON MORFOLOGIS TANAMAN ZAITUN (Olea europeae L.) Ma'rifatul As'adah; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.075 KB)

Abstract

Olive ( Olea europaea L. ) is a species native to the Mediterranean growing since 4000 BC. Colchicine (C22H25O6N) Represents white alkaloid derived from tubers of plants (Colchichum autumnale L.). These compounds can block the formation of threads spindle in cell division, causing cells can not divide and forming individual polyploidy. Polyploidy are organisms that have more than two sets of chromosomes or genome in the cell somatisnya. This study aims to investigate the response of plant morphological olive (Olea europeae L.) to the method and the concentration of colchicine. Experimental research methods used were designed using a randomized block design (RAK) factorial and consists of two treatment factors, namely droplets, immersion, and the combination of (drip and immersion), the second factor is the concentration of colchicine 0.25%, 0.5%, 0.75%, and 1%. The results showed that the concentration of colchicine effect on plant morphological olive (Olea europeae L.), the best response to the morphological olive crop is the drip method either a drop or two drops on plant height, diameter and number of leaves. The results of the analysis (ANOVA Test) also states that provide significantly different results then performed LSD (Least Significant Differences) to know the difference between methods.Zaitun (Olea europaea L.) merupakan jenis tanaman asli daerah Mediterania yang tumbuh sejak 4000 SM. Kolkisin (C22H25O6N) Merupakan senyawa alkaloid berwarna putih yang diperoleh dari umbi tanaman (Colchichum autumnale L.). Senyawa ini dapat menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada pembelahan sel, sehingga menyebabkan sel tidak dapat membelah dan terbentuklah individu poliploidi. Poliploidi adalah peristiwa penggandaan krmosom sehingga mempunyai lebih dari dua sel atau genom dalam sel somastisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologis tanaman zaitun (Olea europeae L.) terhadap metode dan konsentrasi pemberian kolkisin. Metode penelitian yang digunakan eksperimental yang dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dan terdiri dari dua faktor  perlakuan yaitu tetesan, perendaman, dan kombinasi (tetes dan perendaman), faktor kedua yaitu konsentrasi kolkisin 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsentrasi pemberian kolkisin berpengaruh pada morfologis tanaman zaitun (Olea europeae L.), respon terbaik pada morfologis tanaman zaitun adalah dengan metode tetesan baik satu tetes maupun dua tetes pada tinggi tanaman, diameter, dan jumlah daun. Hasil analisis (Uji Anova) menunjukkan bahwa memberikan hasil berbeda nyata selanjutnya dilakukan uji LSD (Least Significant Differences) untuk mengetahui perbedaan antar metode. Metode tetesan merupakan metode terbaik dalam pemberian kolkisin dilihat dari tinggi tanaman, diameter, dan pertambahan jumlah daun dibanding dengan perendaman, maupun kombinasi (tetes dan perendaman).Kata Kunci: Zaitun (Olea europeae L.), Kolkisin, Metode.
Pengaruh Lama Penyimpanan Benih Tembakau (Nicotiana tabacum) Terhadap Viabilitas Benih Dengan Menggunakan Metode UDK Mai Suroh; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.055 KB)

Abstract

Seed testing is important, means farmers avoid any kinds of losses that can happen in their farming implementation. The purpose of this research is to learn how to examine seed viability by examining the germanition and amount of water. The method was used experiment with Complete Randomized Design and four replications. The observed parameter is the normal quantity of germination, for amount water with performing calculation on seed before and after oven. Data analysis using SPSS V17 for ANOVA and Duncan examination. The result of the research shows that the germination which is already stored and not stored yet has a significant difference. The percentage of germination capacity decreased along with the storage time which is 96% not stored seed, 94.65% after the seed stored (5 years), 85.35% (10 years), 73.6% (15 years), 25.3% (20 years), and 6% (25 years). The duration of storage 5 up to 10 years tend still well because the germination capacity are over 80%. The duration storage does not affect the seed’s amount of water. Keywords: viability, germination capacity, amount of water, duration of storage. ABSTRAK Pengujian benih sangat penting, terujinya benih berarti terhindarnya para petani dari berbagai kerugian yang dapat timbul dalam pelaksanaan usaha taninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya kecambah benih yang belum disimpan dan benih yang sudah disimpan, kadar air sebelum dan sesudah disimpan,. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, 4 kali ulangan. Parameter yang digunakan untuk daya kecambah yaitu dengan menghitung jumlah kecambah normal, untuk kadar air yaitu dengan melakukan perhitungan pada benih sebelum dan sesudah di oven. Sedangkan analisis data menggunakan SPSS V17 untuk uji ANAVA dan uji Duncan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa daya kecambah benih yang belum disimpan dengan benih yang sudah disimpan memiliki perbedaan yang nyata. Persentase daya kecambah benih mengalami penurunan seiring dengan lama penyimpanannya, yaitu 96% benih yang belum disimpan, 94,65% sesudah benih disimpan (5 tahun), 85,35% (10 tahun), 73,6% (15 tahun), 25,3% (20 tahun), dan 6% (25 tahun). Lama penyimpanan 5 sampai 10 tahun masih baik karena daya kecambahnya di atas 80%. Lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap kadar air benih Kata kunci: viabilitas, daya kecambah, kadar air, lama penyimpanan
Distribusi Spasial Pohon Peneduh Jalan Raya Lowokwaru Kota Malang dengan Aplikasi GIS Hasan Zayadi; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.291 KB)

Abstract

The phenomenon of global warming is one of the strategic issues that now this happens in all areas. The tree has significant role in the green line because the function in preventing air pollution and maintain the stability of the global climate change. The purpose of this research is to know the type of the tree includes the found on the roadside of the highway district) and Tlogomas Lowokwaru sub-Malang city and know the spatial distribution of the types of trees includes found on the roadside MT Haryono and Tlogomas streets Lowokwaru sub-city of Malang using Geographic Information System (GIS) application. This research uses the method of observation directly in the grounds related to the distribution of the types of includes the trees at the roadside. The result of this observation will get spatial data of coordinate shade tree, so that will produce spatial distribution map of shade tree. The results of this study obtained the number of species of shade trees found as many as 18 species with a total tree of 193 Individuals. The most shaded trees along the road are Angsana (Pterocarpus indicus) trees with 75 individuals, Mahogany (Swietinia macrophylla) with 48 individuals, Kersen tree (Muntingia calabura) and trembesi (Albizia saman). All of these trees are valuable for the environment in the reduction of air pollution, shading for road users and not disrupting road infrastructure. Distribution of shade trees in the area around the campus and the school has a high diversity than other areas. Keywords: Spatial distribution, Shade trees, road, GIS ABSTRAK Fenomena pemanasan global termasuk salah satu isu strategis yang sekarang ini terjadi semua kawasan. Pohon memiliki peranan yang sangat penting terkait jalur hijau karena berfungsi dalam mencegah pencemaran udara, dan menjaga keseimbangan iklim global. Penelitian terkait dengan diversitas tumbuhan penting dilakukan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui jenis-jenis pohon peneduh yang ditemukan di sepanjang pinggir jalan raya kelurahan Dinoyo dan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang dan mengetahui distribusi spasial jenis-jenis pohon peneduh yang ditemukan di sepanjang pinggir jalan raya kelurahan Dinoyo dan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang dengan menggunakan aplikasi Geographic Information System (GIS). Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi secara langsung di lapangan terkait distribusi jenis-jenis pohon peneduh di sepanjang pinggir jalan raya. Hasil dari observasi tersebut akan didapatkan data spasial koordinat pohon peneduh, sehingga akan dihasilkan peta distribusi spasial pohon peneduh. Hasil dari penelitian ini didapatkan jumlah spesies pohon peneduh yang ditemukan sebanyak 18 spesies dengan total pohon sebanyak 193 Individu. Pohon Peneduh yang paling banyak tersebar di sepanjang  jalan adalah pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dengan jumlah individu sebanyak 75 individu, pohon Mahoni (Swietinia macrophylla) dengan total 48 individu, pohon kersen (Muntingia calabura) dan  trembesi (Albizia saman). Semua pohon tersebut merupakan pohon yang memiliki nilai bagi lingkungan dalam pengurangan pencemaran udara, peneduh bagi pengguna jalan dan tidak mengganggu infrastruktur jalan. Distribusi pohon peneduh pada daerah disekitar kampus dan sekolah memiliki keanekaragaman yang tinggi dibanding daerah lainnya.   Kata kunci: Distribusi spasial, pohon peneduh, jalan raya, GIS
Etnobotani Delima (Punica granatum L) di Desa Gulbung Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang Madura Fitria Fitria; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.006 KB)

Abstract

This research aims to know the perceptions of the public about the benefits of pomegranate plant and distribution aspects of the pomegranate plant conservation in the Gulbung village of Pengarengan district of Sampang Regency. This research uses descriptive exploratory methods include: library studies, pomegranate plant observations, interviews, analysis of the data. To find out the public perception about the pomegranate conducted interviews with respondents using a questionnaire. The results of this study suggest that the public perception of Gulbung village of Pengarengan district of Sampang Regency, pomegranate plants utilize a variety of daily necessities, as food, traditional medicine, ritual and plant a fence or ornamental plants. The public perception of the village of Gulbung about the pomegranate plants as medicine 48%, while some use as an ingredient in food 18%, 32% ofornamental plants and 2% ritual. In the aspect of conservation, namely the cultivation of Pomegranate plant appears to 68% of the public often do, besides plant 50% and make use of 56%. This plant part often used by the public is the form of fruit and seeds 54% as medicine and foodstuffs, 28% leaf used as medicines dan18% pomegranate stem used as wood fuel. The source of the knowledge obtained from parents or ancestors of hereditary. The pomegranate plant is located in the village of Gulbung there are two hamlets the Larangan hamlet of 61.54% and 3.5% in the Tampengan including at least compared to the Larangan hamlet. Keywords: Etnobotani, potention of Punica granatum L, perception of the community. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang manfaat tanaman delima dan distribusi aspek konservasi tanaman delima di Desa Gulbung Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif meliputi: studi pustaka, pengamatan tanaman delima, wawancara, analisis data. Untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai delima dilakukan wawancara dengan responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Desa Gulbung Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang memanfaatkan tanaman delima berbagai macam keperluan sehari-hari, mulai dari bahan pangan, obat tradisional, ritul dan tanaman pagar atau tanaman hias. Persepsi masyarakat Desa Gulbung tentang tanaman delima sebagai obat 48% paling tinggi, disamping itu ada yang menggunakan sebagai bahan pangan 18%, 32% tanaman hias dan ritual 2%. Dalam aspek konservasi yaitu pembudidayaan tanaman delima nampak 68% masyarakat sering melakukannya, disamping menanam 50% dan memanfaatkan 56%. Bagian yang sering digunakan oleh masyarakat berupa buah dan biji 54% sebagai obat dan bahan pangan, daun 28% digunakan sebagai obat, dan 18% batang delima sebagai bahan bakar. Sumber pengetahuan masyarakat diperoleh dari nenek moyang atau orang tua secara turun temurun. Tanaman delima yang terdapat di Desa Gulbung persebaran terdapat di dua dusun yaitu Dusun Larangan 61,54% dan Dusun Tampengan 3,5% termasuk paling sedikit dibandingkan dengan Dusun Larangan. Kata kunci : Etnobotani, potensi Punica granatum L, persepsi masyarakat
Diversitas Serangga Predator yang Datang pada Lahan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) Berdasarkan Variasi Temporal di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan Nurul Qomariyah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 1 (2018): Sehat Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.63 KB)

Abstract

The cultivation of cayenne pepper is constrained by the changing weather, the cost of management and the price of pepticides, as well as attacks of various pests and diseases.This study aims to determine the types of predatory insects that come on the land of cayenne pepper, diversity, and the influence of abiotic factors on the amount of insects found. The research was conducted in the field of cayenne plants located in Bumianyar Subdistrict of Tanjungbumi District of Bangkalan Residence. This research uses quantitative descriptive method and determination of observation plot using Purposive sampling method, observation of insects that come in observation plot using direct observation method. The data analysis calculated the ecological parameters and calculated the correlation between the abiotic factors and the insects found. The results obtained from this research that is found 7 species with 67 individuals. The index of diversity in the morning period is 1,219, noon 0,536 and in the afternoon 1,141. The morning equity index is 0.379, 0.209 and 0.339 in the afternoon. The highest species equality index in the morning-afternoon was 0.67. The result of correlation between temperature, humidity and light intensity with the amount of insects is negative, and between wind speed and the amount of insects is 0.226. Keywords: Predator insects, cayenne pepper, diversity ABSTRAK Budidaya cabai rawit terkendala dengan cuaca yang berubah-ubah, biaya pengelolaan dan harga peptisida, serta serangan berbagai hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis serangga predator yang datang pada lahan tanaman cabai rawit, diversitas, dan pengaruh faktor abiotik terhadap jumlah serangga yang ditemukan. Penelitian dilaksanakan di lahan tanaman cabai rawit yang berlokasi di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penentuan plot pengamatan menggunakan metode Purposive sampling, pengamatan serangga yang datang pada plot pengamatan menggunakan metode pengamatan langsung. Analisis data menghitung parameter ekologi dan menghitung korelasi antar faktor abiotik dengan serangga yang ditemukan. Hasil yang didapat dari penelitian ini yakni ditemukan 7 spesies dengan jumlah individu 67 ekor. Indeks keanekaragaman pada periode pagi 1,219, siang 0,536 dan pada sore hari 1,141. Indeks kemerataan periode pagi 0,379, siang 0,209, dan sore 0,339. Indeks kesamaan spesies paling tinggi pada pagi-sore yakni 0,67. Hasil korelasi antara suhu, kelembaban dan instensitas cahaya dengan jumlah serangga bernilai negatif, dan antara kecepatan angin dengan jumlah serangga bernilai 0,226. Kata kunci: Serangga predator, cabai rawit, diversitas
Studi Etnobotani Sukun (Artocarpus communis) Pada Masyarakat Desa Sadengrejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan Nur ismalasari; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 1 (2018): Sehat Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.592 KB)

Abstract

Artocarpus communis has been alternative food in Indonesia since 1920. Artocarpus communis plants become necessary necessity because the carbohydrate and nutritional value is very high. This research aims to know the perception of community in the aspect of using and conservation towards breadfruit plants and describe the existing of Artocarpus communis plants in the Sadengrejo subdistrict. This research used qualitative descriptive method which includes: a study of the literature, observations in the field, interviews using questionnaires, data analysis, and documentation of plants distribution . The results study showed community perception of Sadengrejo subdistrict toward the Artocarpus communis plants is very high.. The part “sukun” plant utilized for fruit 70%, leaf 12%, and stem 18%. The source of the knowledge Sadengrejo community comes from a ancestor for generation 62% and the tradersman 38%. The number of the fruit plant in the Sadengrejo subdistrict was devided in the Ndara village and there are 56% and the Ngebras village 44% with varied distribution. Keywords: Ethno-botany, Artocarpus communis (“Sukun”), community perception. ABSTRAK Sukun (Artocarpus communis) merupakan tanaman pangan alternatif di Indonesia sejak tahun 1920. Tanaman sukun mempunyai arti penting dalam penopang kebutuhan sumber pangan karena kandungan karbohidrat dan nilai gizinya sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat dalam aspek pemanfaatan dan aspek konservasi terhadap tanaman sukun dan mendeskripsikan keberadaan individu tanaman sukun yang tumbuh di Desa Sadengrejo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang meliputi: studi pustaka, pengamatan di lapangan, wawancara menggunakan kuesioner, analisis data, dan dokumentasi persebaran tanaman sukun. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan persepsi masyarakat desa Sadengrejo tarhadap pemanfaatan tanaman sukun sangat tinggi. Bagian tanaman sukun dimanfaatkan untuk buah 70%, daun 12%, dan batang 18%. Sumber pengetahuan masyarakat desa Sadengrejo berasal dari nenek moyang secara turun-temurun 62% dan pedagang 38%. Jumlah dari tanaman sukun yang berada di desa Sadengrejo terbagi di wilayah dusun Ndara terdapat 56% dan dusun Ngebras 44% dengan persebaran yang bervariasi Kata Kunci : Etnobotani, Artocarpus communis (Sukun), Perspsi Masyarakat