p-Index From 2021 - 2026
4.896
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi MediaTor: Jurnal Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Journal of Urban Society´s Arts Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Channel : Jurnal Komunikasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Sosioteknologi Jurnal Kesehatan Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal The Messenger Nomosleca ProTVF KOMUNIKA Panggung Jurnal Studi Komunikasi Jurnal Berkala Kesehatan Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Nyimak: Journal of Communication Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Semiotika: Jurnal Komunikasi Jurnal Profetik Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Jurnal Trias Politika Atrat: Jurnal Seni Rupa Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Signal Mamangan Social Science Journal Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi West Science Social and Humanities Studies Comdent: Communication Student Journal Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal Panggung Jurnal Ragam Pengabdian
Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PROMOSI PADA TAHAPAN PRA-PRODUKSI FILM ‘HAJI ASRAMA’ (HAS) Rangga Saptya Mohamad Permana; Lilis Puspitasari; Sri Seti Indriani
ProTVF Vol 2, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2727.693 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i2.20818

Abstract

Kini, kegiatan promosi sebuah film sama pentingnya dengan produksi film itu sendiri. Masyarakat sepertinya lebih melihat bahwa kesuksesan sebuah film itu berdasarkan bagaimana film itu dibuat, bukan dari cara mempromosikannya. Mempromosikan film sejalan dengan pembuatan film, dimulai dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Strategi promosi film harus terencana sedemikian rupa sehingga mendapatkan target pasar yang baik juga. Namun, mempromosikan sebuah film memang tidak mudah; tim produksi film harus kreatif dan aktif dalam mempromosikan film tersebut. Film non-komersial seperti film-film independen (indie) terutama film-film lokal di luar Pulau Jawa memiliki beberapa hambatan dalam mempromosikan filmnya karena harus bergelut dengan film-film komersil lainnya. Komunitas Film Sumatera Utara (KOFI Sumut) merupakan salah satu komunitas film yang ada di luar Jawa yang juga tergolong aktif membuat film-film indie berbasis budaya lokal. Penelitian ini dilakukan di Medan, Sumatera Utara. Beberapa anggota yang tergabung dalam KOFI Sumut menjadi narasumber melalui teknik pengambilan sampel purposif. Wawancara dilakukan ketika para anggota tersebut sedang dalam proses produksi film ‘Haji Asrama’ (HAS). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, FGD, studi dokumentasi dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi promosi yang dilakukan pada tahapan pra-produksi dalam film ‘HAS’. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat setidaknya empat strategi promosi film yang dilakukan kru film ‘HAS’, yang mengutamakan penayangan video klip sebagai salah satu strategi promosi utama mereka yang kemudian diikuti oleh pembuatan teaser film, promosi lewat media sosial, dilanjutkan dengan pembagian merchandiser.
MAKNA GAMBAR 3 BIRI-BIRI DAN KOTAK PADA FILM ‘THE LITTLE PRINCE’ Sri Seti Indriani; Ditha Prasanti
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.248 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i1.13335

Abstract

Film mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan muatan pesan (message) di baliknya, muatan pesan tersebut dibangun dengan banyak tanda Maka dengan anggapan tersebut film dapat memberi pengaruh yang banyak terhadap kehidupan masyarakat melalui tanda-tanda.Film ‘The Little Prince’ adalah film animas yang mengugah pemikiran orang dewasa yang menontonnya. Menggambarkan bagaimana kehidupan yang sedang terjadi masa kini, dimana banyaknya manusia yang hanya fokus pada masa depan, sehingga bersaing untuk mendapatkan prestasi nilai yang tinggi dan pekerjaan yang bagus, dan melupakan cara menikmati hidup pada masa sekarang, hal-hal yang esensial dalam hidup. Penelitian ini bermaksud untuk melihat makna simbol visual Biri-biri dan Kotak dari film tersebut yang berkaitan dengan hal yang esensial dalam hidup yang bermakna. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika analisis Roland Barthes. Metode semiotika ini menganalisis fenomena dari segi tanda dan makna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  makna tanda dan penanda dalam film ‘The Little Prince’ dapat dikaji dari makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos. Makna yang tersirat dalam tiga Biri-biri dan Kotak menggambarkan bahwa apa yang tampak tidak dapat dipahami tanpa melihat makna konotasi dan mitos didalamnya, kotak yang berlubang, tidak hanya sekedar kotak berlubang namun adanya sebuah imajinasi sang pangeran yaitu seekor biri-biri yang hidup di dalamnya dengan rupa biri-biri sesuai dengan keinginannya.Hal ini menyimpulkan bahwa apa yang terpenting biasanya tidak terlihat kasat mata.
PESAN RASISME DALAM EPISODE THE VINYARDS PADA FILM AMERICAN HISTORY X Sri Seti Indriani; Evi Rosfiantika
ProTVF Vol 2, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.389 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i1.19879

Abstract

Film berlatarbelakang rasisme yang menekankan anti-rasisme sepertinya menjadi tren di perfilman Hollywood. Film-film tersebut sebagai media informasi ini mendemonstrasikan perubahan masyarakat yang rasisme menjadi ‘post-rasisme’ American History X merupakan salah satu film yang berupaya menekankan anti-rasis. Film tersebut menceritakan bagaimana kebencian seseorang terhadap perbedaan ras dapat menjadi suatu masalah besar bahkan menghancurkan sebuah keluarga. Fokus penelitian ini bertujuan untuk melihat penanda sebagai petanda pesan rasisme pada salah satu episode dalam film American History X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan semiotika dalam menemukan penanda dan petanda pesan rasisme yang ada pada episode “The Vinyards” pada film American History X.  Subjek analisis dalam penelitian ini merupakan komunikasi verbal dan nonverbal yang berupa dialog dan narasi gambar pada episode tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penanda sebagai petanda pesan rasisme pada episode ”The Vinyards” dalam film American History X dilihat dari penggunaan komunikasi verbal dan nonverba yang meniputi (1) bahasa tubuh, (2) bahasa verbal, (3) bahasa non-verbal yang dilakukan berupa kekerasan yang terjadi, (4) intonasi suara, (5) teknik pengambilan gambar, dan (6) sudut pandang pengambilan gambar.
Analisis Etnografi Virtual Tentang Proses Komunikasi Kesehatan Ibu dan Anak dalam Whatsapp Group “Tentang Anak” Ditha Prasanti; Sri Seti Indriani
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 12, No 2 (2019): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v12i2.4654

Abstract

It was starting from the author’s interest in mothers who are both urban women and put forward the concept of health literacy about care, healing, and health conditions of their children, if their children experience illness.. The purpose of this study is to describe the process of health communication that occurs in whatsapp group “Tentang Anak”; the topic of conversation conducted in whatsapp group “Tentang Anak”; and communication barriers that occur during the health communication process. This study uses a qualitative approach with virtual ethnographic methods. The results of the study showed that the ongoing health communication process included the search by the mother for the health information about their children in whatsapp group “Tentang Anak”. The topic of discussion is about information of healthy lifestyles for children, child development, child care, and child healing techniques when experiencing any pain. The communication barriers in the health communication process are personal obstacles, educational barriers, and time constraints.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM SISTEM E-HEALTH ALODOKTER.COM Ditha Prasanti; Sri Seti Indriani
Jurnal Sosioteknologi Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2018.17.1.9

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi bukanlah hal yang asing lagi didengar telinga kita di era digital ini. Ketika teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, maka hal ini akan mempengaruhi sistem informasi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang penting dalam kehidupan manusia adalah kesehatan. Berkat adanya kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi di era digital ini, sistem layanan informasi kesehatan pun menjadi semakin berkembang. Di era ini, kita dapat memperoleh layanan informasi kesehatan dalam salah satu sistem e-health "alodokter.com". Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik melakukan penelitian  ini dengan judul "Analisis Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Sistem E-Health "alodokter.com". Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa analisis pengembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam sistem layanan informasi kesehatan "alodokter.com" meliputi pemilihan para dokter sebagai partner yang memberikan informasi kesehatan; pemilihan konten informasi kesehatan yang beragam; sosialisasi layanan informasi kesehatan "alodokter.com" yang berbasis web, media sosial, dan aplikasi dalam googleplay;  dan pemilihan target kalangan remaja dan dewasa yang mengerti segala ketentuan ketika mengakses informasi kesehatan dalam situs"alodokter.com".  Kata Kunci:Analisis, Pengembangan, Teknologi, Kesehatan, alodokter.com 
FILM INDIE SEBAGAI MEDIA PENUNJANG KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Rangga Saptya Mohamad Permana; Lilis Puspitasari; Sri Seti Indriani
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.1

Abstract

Film merupakan media komunikasi yang amat lekat dengan kehidupan manusia. Dalam konteks manajemen produksi film, terdapat konsep major label (film yang mengutamakan aspek ekonomi) dan indie label (film yang mengutamakan idealisme). Di Nanggroe Aceh Darussalam, film indie menjadi salah satu media informasi dan hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tujuan riset ini adalah untuk mengungkap fenomena film indie yang berperan sebagai media penunjang kehidupan sosial-budaya di Nanggroe Aceh Darussalam. Riset ini menggunakan metode studi kasus bersifat deskriptif dengan data yang berjenis kualitatif. Hasil riset menunjukkan film indie dokumenter nonfiksi di Aceh digunakan sebagai media advokasi, literasi informasi, dan sosialisasi masyarakat Aceh, sedangkan film indie fiksi komersial di Aceh digunakan sebagai media hiburan dan pelepas stres masyarakat Aceh. Film is a communication medium that is very closely related to human life. In the context of film production management, there is a concept of major labels (films that prioritize economic aspects) and indie labels (films that prioritize idealism). In Nanggroe Aceh Darussalam, indie films became one of the media of information and entertainment for all levels of society. The purpose of this research is to uncover the phenomenon of indie film that acts as a medium to support socio-cultural life in Nanggroe Aceh Darussalam. This research uses descriptive case study with qualitative data. The research results show that non-fiction documentary indie films in Aceh are used as a medium for advocacy, information literacy, and the socialization of Acehnese society, while commercial fiction indie films in Aceh are used as entertainment and stress relief media for Acehnese
EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN LITERASI MEDIA DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMIC COVID-19 BAGI KADER RW 04 CIBEUSI DI KABUPATEN SUMEDANG Ditha Prasanti; Sri Seti Indriani; Ikhsan Fuady
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): Edisi Mei
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v2i2.10520

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu dari tiga pilar tridharma dalam perguruan tinggi yang wajib dilakukan. Terlepas dari masa pandemi yang telah membuat beberapa kebijakan-kebijakan baru. Tim dosen tetap melakukan pengabdian melalui aplikasi Zoom. Pengabdian ditujukan kepada anggota ibu-ibu kader RW 04 desa Cibeusi. Kegiatan PKM yang dilakukan adalah Pelatihan Literasi Media dan Kesehatan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan yang holistik mengenai pelatihan literasi media dan juga memberikan kemampuan dasar mengenai kompetensi pencarian informasi kesehatan melalui media digital bagi anggota ibu kader RW 04 desa Cibeusi. Metode pelaksanaan PKM yang dilakukan lewat Zoom ini dimulai dengan metode ice breaking, ceramah kemudian diskusi kelompok. Pertemuan diakhiri dengan evaluasi berbentuk feedback dari anggota ibu-ibu kader RW 04 Desa Cibeusi. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah: (1) Sebagai tolak ukur bagi anggota ibu-ibu kader RW 04 Desa Cibeusi dalam memahami literasi media dan kesehatan (2) Meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya memiliki kompetensi litersi media dan kesehatan yang baik dan benar; (3) Meningkatkan kemampuan dasar ibu-ibu kader RW 04 Desa Cibeusi dalam literasi media dan kesehatan.Kata Kunci: Pelatihan, Literasi Media, Kesehatan, Ibu-ibu Kader,  Cibeusi
SOSIALISASI PENINGKATAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MASYARAKAT DI HULU BANTARAN SUNGAI CITARUM Ikhsan Fuady; Ditha Prasanti; Sri Seti I
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 4, No 1 (2020): April 2020, Jurnal Trias Politika
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik Universitas Riau Kep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v4i1.2108

Abstract

Pencemaran aliran sungai citarum, memiliki dampak terhadap kesehatan masayarakat yang tinggal di Bantasan Sungai Citarum. Pemahaman dan sikap masyarakat tentang pola hidup sehat pada masyarakat yang terkategori rendah, memiliki konsekuensi atau dampak terhadap kesehatan masyaakat. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan peningkatan pengetahuan dan sikap masyaakat tentang pola hidup bersih dan sehat di Bantaran Sungai Citarum. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini adalah penyuluhan dan dalam diskusi. Informasi merupakan salah satu dari kekuatan yang dapat mempengaruhi sebuah persepsi, sistem kepercayaan atau sikap individu.  Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengetahuan dan sikap masyarakat di bantaran sungai Citarum dalam perilaku hidup dan sehat meningkat dengan kegiatan sosialisasi ataupun edukasi
Membangun Komunikasi dalam Sinergi Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Bandung Ditha Prasanti; Ikhsan Fuady; Sri Seti Indriani
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.775 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v14i1.3033

Abstract

The "one data" policy driven by the government through the Ministry of Health is believed to be able to innovate and give a new face to health services. Of course, the improvement of health services starts from the smallest and lowest layers, namely Polindes. Starting from this policy and the finding of relatively low public health service problems, the authors see a health service in Polindes, which contributes positively to improving the quality of public health services. The health service is the author's view of the communication perspective through the study of Communication in the Synergy of Public Health Services Polindes (Village Maternity Post) in Tarumajaya Village, Kertasari District, Bandung Regency. The method used in this research is a case study. The results of the study revealed that public health services in Polindes are inseparable from the communication process that exists in the village. The verbal communication process includes positive synergy between the communicator and the communicant. In this case, the communicators are village midwives, village officials, namely the village head and his staff, the sub-district health center, and the active role of the village cadres involved. In contrast, the communicant that was targeted was the community in the village of Tarumajaya. This positive synergy results in a marked increase in public services, namely by providing new facilities in the village, RTK (Birth Waiting Home). Kebijakan “one data” yang dimotori oleh pemerintah melalui Kementerian kesehatan diyakini mampu membuat inovasi dan memberikan wajah baru terhadap layanan kesehatan. Tentunya, perbaikan layanan kesehatan tersebut dimulai dari lapisan terkecil dan terbawah yakni Polindes. Berawal dari kebijakan tersebut dan masih ditemukannya masalah pelayanan kesehatan publik yang relatif rendah, penulis melihat sebuah layanan kesehatan di Polindes, yang memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Pelayanan kesahatan tersebut penulis lihat dari perpektif komunikasi melaui penelitian Komunikasi dalam Sinergi Pelayanan Kesehatan Publik Polindes (Pos Bersalin Desa) di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung ini dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan publik di Polindes, tidak terlepas dari adanya proses komunikasi yang terjalin di desa tersebut. Proses komunikasi verbal tersebut meliputi sinergitas positif antara pihak komunikator dan komunikan. Dalam hal ini, komunikator tersebut adalah Bidan Desa, Aparat Desa yakni Kepala Desa beserta staffnya, Puskesmas tingkat kecamatan, serta peran aktif dari para kader desa yang terlibat. Sedangkan komunikan yang menjadi target adalah masyarakat di desa Tarumajaya. Sinergitas positif tersebut menghasilkan peningkatan pelayanan publik yang nyata, yaitu dengan adanya penyediaan fasilitas baru di desa, RTK (Rumah Tunggu Kelahiran).
Penerapan Teori Plan Behavior: Faktor yang Mempengaruhi Niat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Ikhsan Fuady; Ditha Prasanti; Sri Seti Indriani
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v6i1.8638

Abstract

Sungai Citarum merupakan salah satu DAS yang memiliki tingkat pencemaran yang tinggi. Masyarakat yang tinggal di bantaran DAS masih memiliki perilaku hidup sehat yang rendah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi intensi masyarakat dalam berperilaku pola hidup sehat. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - Juli 2018, di Bantaran Hulu sungai Citarum Desa Tarumjaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Planned Behavior. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner terdiri dari item pertanyaan tentang variabel sikap, norma sosial, perceive behavioral control, dan intensi masyarakat dalam PHBS.  Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 39 responden, yang diambil secara simple random sampling. Analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa intensi masyarakat tentang pentingnya PHBS sebagian besar kategori tinggi sebanyak 38,5 %, kategori sedang 61,5 % dan kategori rendah sebanyak 0 %. Faktor-faktor yang mempengaruhi intensi perilaku pola hidup sehat adalah faktor sikap masyarakat terhadap kesehatan itu sendiri dan norma subjektif. Sikap yang positif pada pola hidup sehat sebagai faktor dominan yang mempengaruhi intensi untuk berperilaku hidup sehat. Norma subjektif yang memiliki peran signifikan terhadap intensi adalah dukungan lingkungan sekitar dan tokoh masyarakat.