p-Index From 2021 - 2026
4.896
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi MediaTor: Jurnal Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Journal of Urban Society´s Arts Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Channel : Jurnal Komunikasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Sosioteknologi Jurnal Kesehatan Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal The Messenger Nomosleca ProTVF KOMUNIKA Panggung Jurnal Studi Komunikasi Jurnal Berkala Kesehatan Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Nyimak: Journal of Communication Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Semiotika: Jurnal Komunikasi Jurnal Profetik Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Jurnal Trias Politika Atrat: Jurnal Seni Rupa Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Signal Mamangan Social Science Journal Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi West Science Social and Humanities Studies Comdent: Communication Student Journal Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal Panggung Jurnal Ragam Pengabdian
Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN LITERASI MEDIA DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMIC COVID-19 BAGI KADER RW 04 CIBEUSI DI KABUPATEN SUMEDANG Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti; Fuady, Ikhsan
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v2i2.10520

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu dari tiga pilar tridharma dalam perguruan tinggi yang wajib dilakukan. Terlepas dari masa pandemi yang telah membuat beberapa kebijakan-kebijakan baru. Tim dosen tetap melakukan pengabdian melalui aplikasi Zoom. Pengabdian ditujukan kepada anggota ibu-ibu kader RW 04 desa Cibeusi. Kegiatan PKM yang dilakukan adalah Pelatihan Literasi Media dan Kesehatan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan yang holistik mengenai pelatihan literasi media dan juga memberikan kemampuan dasar mengenai kompetensi pencarian informasi kesehatan melalui media digital bagi anggota ibu kader RW 04 desa Cibeusi. Metode pelaksanaan PKM yang dilakukan lewat Zoom ini dimulai dengan metode ice breaking, ceramah kemudian diskusi kelompok. Pertemuan diakhiri dengan evaluasi berbentuk feedback dari anggota ibu-ibu kader RW 04 Desa Cibeusi. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah: (1) Sebagai tolak ukur bagi anggota ibu-ibu kader RW 04 Desa Cibeusi dalam memahami literasi media dan kesehatan (2) Meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya memiliki kompetensi litersi media dan kesehatan yang baik dan benar; (3) Meningkatkan kemampuan dasar ibu-ibu kader RW 04 Desa Cibeusi dalam literasi media dan kesehatan.
Exploring Stationhead as Digital Public Sphere: An Virtual Ethnographic Study of Music Fanbase Fikri, Muhammad; Yudhapramesti, Pandan; Indriani, Sri Seti
KOMUNIKA Vol 8 No 1 (2025): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/gnv14d10

Abstract

The advancement of digital technology has significantly transformed the music industry, changing the way musicians and fans interact. This study argues that Stationhead, an audio streaming application that enables users to host live digital radio broadcasts, serves as a vital new space for fan communication and engagement. Focusing on how Salma Salsabil (Salmine)'s fanbase uses Stationhead, the research employs a virtual ethnography method with a descriptive approach, collecting data through open-ended questionnaires from 236 active fanbase members and interviews with three administrators and seven members. The findings demonstrate that Stationhead not only enables more direct, intimate interactions between fans and musicians through live broadcast sessions, storytelling, and promotional activities, but also empowers fans as active cultural producers, strengthening emotional bonds with the artist. The application further enhances solidarity within the fanbase and facilitates collective activities, such as streaming parties, fostering a dynamic digital community. 
STRATEGI PERSONAL BRANDING PENARI LENGGER LANANG MELALUI MEDIA INSTRAGRAM PADA AKUN INSTRAGRAM @RIANTO_RDS Widyaningrum, Septiana Yustika; Sjuchro, Dian Wardiana; Indriani, Sri Seti
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2758

Abstract

Penari lintas gender merupakan profesi yang masih dianggap tabu. Hal ini menjadikan kelompok penari lintas gender menjadi termarjinalkan. Eksistensinya dianggap minor, sehingga membuat mereka tidak memiliki akses yang sama dalam menampilkan personal branding-nya. Namun, bagi Rianto, penari Lengger Lanang, keberadaan Instagram menjadi jalan alternatif untuk memfasilitasi dirinya menampilkan personal branding dirinya sebagai penari lintas gender, baik secara profesional maupun personal. Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi personal branding Rianto, seorang penari Lengger Lanang Banyumas yang memiliki misi budaya untuk melestarikan kesenian tersebut melalui personal branding di media Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan indikator yang terdiri atas sebelas karakteristik authentic personal branding menurut Rampersad. Hasil penelitian menyebutkan bahwa strategi personal branding Rianto adalah memiliki nilai, karakter, kode perilaku, dan moral, yang berfokus pada bidang kesenian, konsisten, memiliki relevansi, visibilitas, mendapatkan pengakuan, menerapkan hal positif, menjadi diri sendiri, menjaga eksistensinya, dan memelihara hubungan baik pada pengikut di akunnya. Kata kunci: Personal branding, Penari Lintas Gender, Media Sosial, Strategi
Strategi Komunikasi Kesehatan Pencegahan Lonjakan Kasus COVID-19 dalam Youtube Kemenkes RI Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 3 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i3.6349

Abstract

Pemberitaan media ramai mempublikasikan info terbaru pandemi COVID-19, Kemenkes RI selaku departemen yang bergerak di bidang kesehatan, memberikan informasi terbaru melalui channel youtube-nya dalam salah satu video bertajuk “Keterangan Pers: Update Penanganan COVID-19 di Indonesia” pada 2 Agustus 2021. Penelitian ini bertujuan menemukan strategi penanganan lonjakan kasus gelombang kedua COVID-19 yang disampaikan Kemenkes RI melalui konferensi pers dalam akun youtube-nya. Penelitian ini menggunakan metode analisis etnografi virtual, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi online. Hasil penelitian menunjukkan adanya beragam komunikasi literasi kesehatan yang tergambar dari percakapan netizen yang mengikuti video “Keterangan Pers: Update Penanganan COVID-19 di Indonesia”. Antusiasme netizen yang menyimak video tersebut mencapai 4754 viewers, terdiri dari tenaga kesehatan, wartawan dari berbagai media, perwakilan kota atau kabupaten, serta masyarakat luas. Intisari video tersebut menggambarkan perkembangan strategi komunikasi kesehatan yang dilakukan Kemenkes RI dalam menghadapi lonjakan kasus berupa deteksi, terapeutik, dan vaksinasi. Budaya percakapan yang terbentuk adalah adanya komentar dan kritik yang cukup kontroversial terkait dengan upaya penanganan COVID-19 di Indonesia yang dilakukan Kemenkes RI masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Kontribusi penelitian ini memberi rekomendasi kebijakan kepada Kemenkes RI mengenai strategi penanganan komunikasi kesehatan melalui media Youtube.
RIAS KARAKTER TOKOH NYI MISNI DALAM FILM PEREMPUAN TANAH JAHANAM Priyanti, Adinda Puspa; Indriani, Sri Seti; Rosfiantika, Evi
JURNAL SIGNAL Vol 12 No 1 (2024): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In a film, meanings often emerge and are usually implicit. The meaning conveyed can be through the cast's conversations, the background of the filming, and even the cast's makeup. The abstract meaning that emerges from the elements in the film encourages researchers to analyze the makeup of the characters in the movie 'Perempuan Tanah Jahanam.' Through the phenomenon above, the research aims to determine changes in the character of Nyi Misni through the makeup worn by the characters in the film Perempuan Tanah Jahanam. By using qualitative research methods and using a content analysis approach. The results of this study show that the makeup techniques used by the character Nyi Misni in the film Perempuan Tanah Jahanam influence character changes, and three makeup techniques are used. This film features corrective makeup, character makeup, special effects makeup, and prosthetic makeup. The conclusion of this study is the makeup used by the characters who have a significant role in supporting the change in Nyi Misni's character in this film. Moreover, in this film, timeline changes occur during the storyline, so using the right makeup technique is very helpful in showing character changes through the characters' appearance. The author hopes that this research can later be used as a reference for material, especially in the realm of film, in the future. Keywords: film; cosmetology, content analysis, meaning of film
Strategi Media Alternatif Proyek Multatuli dalam Menjaga Keberlangsungannya Muhammad Afriski Nanda Pradana; Eni Maryani; Sri Seti Indriani
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 9 No 1 (2025): JANUARI-MARET 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v9i1.2963

Abstract

This research aims to provide an in-depth analysis of Project Multatuli as an alternative media outlet, focusing on both organizational and editorial perspectives. It also explores the challenges faced by such alternative media organizations. The findings reveal that Project Multatuli, at a fundamental level, can be regarded as critical alternative media that meets the criteria outlined by Sandoval and Fuchs. As an alternative media outlet, Project Multatuli relies on funding from donors, grants, and initiatives from "Kawan M" to cover its operating costs. Its news cycle adheres to the principles of "painstaking journalism," with coverage that typically spans two to three months. Project Multatuli holds transparency in high regard, consistently disclosing its funding sources, whether they support specific reports or provide the initial inspiration for news coverage. Distinct from mainstream media, Project Multatuli operates similarly to a Non-Governmental Organization (NGO).
PROSES KOMUNIKASI VERBAL PEREMPUAN INDONESIA DI AUSTRALIA Sri Seti Indriani; Ditha Prasanti
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2017): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.331 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v5i1.484

Abstract

Indonesian women that live in Australia have a different way in the verbal communication process than the citizens in Australia. They also are involved in many activities related to the culture tradition of Indonesia, like going to ‘asrisan’ or ‘pengajian’ group activities. Looking back on the background culture on where they live which is Australia, they tend to make new cultures. The research focused on how is the verbal communication process that applies within these Indonesian women in activity groups in Australia? The study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data collecting technique used are depth interview, documentation study and observation. The result shows that the verbal communication that applies within the Indonesian women in activities group in Australia includes: (1) A new pattern of communication among the Indonesian women. (2) Topics discussed among them are Indonesia food; problems that occur in Indonesia and gossiping about other people.                                                                                                  Keywords: Verbal Communication, Indonesian Women, Australia
KONTRIBUSI PULAU JAWA UNTUK KULTUR SINEMA INDONESIA: KAJIAN SINGKAT FESTIVAL-FESTIVAL FILM DI PULAU JAWA: KONTRIBUSI PULAU JAWA UNTUK KULTUR SINEMA INDONESIA: KAJIAN SINGKAT FESTIVAL-FESTIVAL FILM DI PULAU JAWA Rangga Saptya Mohamad Permana; Pandu Watu Alam; Sri Seti Indriani
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.179

Abstract

Festival film merupakan salah satu fenomena yang menarik untuk dikaji karena sifatnya yang multidisipliner, karena kita bisa mengkaji festival film dari berbagai sudut pandang, mulai dari perspektif ekonomi, manajemen, budaya, sejarah, hingga geografi. Terkait dengan festival film, Indonesia sendiri memiliki banyak festival film yang rutin diadakan setiap tahunnya baik yang berskala nasional maupun regional, khususnya di Pulau Jawa. Di Pulau Jawa sendiri, beberapa festival film telah lama diselenggarakan dan rutin diadakan setiap tahunnya, baik itu festival film internasional seperti Festival Film Bandung (FFB) di Bandung, ARKIPEL di Jakarta, atau Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Yogyakarta, serta festival film berskala nasional, seperti Festival Film Purbalingga (FFP) di Purbalingga dan Malang Film Festival (MAFI Fest) di Malang. Tujuan dari kajian ini adalah untuk untuk memberikan gambaran mengenai kondisi festival film di Indonesia secara umum, dan khususnya lima festival film di Pulau Jawa yang disebutkan sebelumnya. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian literatur dalam kajian ini. Hasil menunjukkan bahwa meski mayoritas festival film di Indonesia masih berupa audience festivals, namun setidaknya festival-festival film di Indonesia sudah dalam trek yang benar dan turut mendukung kemajuan industri film Indonesia karena seringkali menjadi titik awal perjuangan para sineas nasional maupun internasional asal Indonesia. Pulau Jawa masih menjadi barometer festival film di Indonesia, dengan berbagai misi, kepentingan dan genre yang diusung oleh masing-masing festival tersebut. Hal ini juga berlaku untuk lima festival film di Pulau Jawa, yakni FFB, ARKIPEL, JAFF, FFP dan MAFI Fest. Mulai dari program festival hingga film-film yang disajikan kepada penonton festival, kelima festival film tersebut memiliki kualitas tersendiri, yang masing-masing berkontribusi untuk kultur sinema Indonesia.
TEATER KEBUDAYAAN SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA KECAMATAN JATIGEDE, SUMEDANG Santi Susanti; Sandi Jaya Saputra; Sri Seti Indriani; Jimi Narotama Mahameruaji; Lilis Puspitasari; Evi Rosfiantika; Pandu Watu Alam
KABUYUTAN Vol 4 No 2 (2025): Kabuyutan, Juli 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i2.349

Abstract

Gagasan pembangunan Teater Kebudayaan Kecamatan Jatigede (TKKJ) sebagai ruang kreatif dan media promosi wisata berbasis budaya lokal merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Prodi Televisi dan Film FIKOM Unpad. TKKJ dirancang sebagai pusat kolaborasi antara komunitas budaya, akademisi, dan pelaku industri kreatif, dengan fungsi utama menyajikan narasi lokal melalui pertunjukan teater dan konten multimedia. Meskipun belum direalisasikan, konsep ini menawarkan pendekatan inovatif dalam pengembangan pariwisata berbasis pengalaman dan partisipasi masyarakat.Metode yang digunakan meliputi produksi konten kreatif berupa video dan foto promosi, serta perencanaan pembangunan fisik Jatigede Display Room di sekitar Masjid Al-Kamil. Konten audiovisual dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya lokal, seperti mitos, sejarah, dan ekspresi seni kontemporer, dengan prinsip multimedia learning untuk meningkatkan daya tarik dan retensi informasi wisatawan. TKKJ diharapkan menjadi creative hub yang memperkuat branding Jatigede sebagai destinasi budaya dan edukatif.Tantangan seperti keterbatasan SDM, pendanaan, dan keberlanjutan program diantisipasi melalui sinergi lintas sektor dan dukungan kebijakan. Dengan perencanaan yang matang dan pelibatan komunitas, TKKJ berpotensi menjadi model promosi wisata budaya yang berkelanjutan dan berdampak sosial.
SEMIOTIC ANALYSIS OF ROLAND BARTHES ON THE POSTER OF THE FILM WOMEN FROM ROTE ISLAND Muhammad Noza; Sri Seti Indriani; Aceng Abdullah
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8148

Abstract

This research aims to analyses the visual meanings in the film poster Women from Rote Island by Jeremias Nyangoen using Roland Barthes’ semiotic analysis. As a medium of visual communication, the film poster is understood not only as a promotional tool but also as a representation of the social experiences of women survivors of violence. This research employs a qualitative descriptive method with the official theatrical poster of Women from Rote Island as the main object of analysis. The analysis is conducted at three levels of meaning namely denotation, connotation and myth focusing on visual and verbal elements such as the chained woman lying on the floor, the dominance of dark colours, the typography, the row of festival awards and the screening information. The findings show that the poster constructs a powerful image of women’s bodies as bound by violence, trauma and unequal power relations, while simultaneously offering a critique of patriarchal culture and the normalization of sexual violence. The poster also positions the voices of women from peripheral regions as legitimate and important narratives within the public sphere through the medium of film, thereby contributing to the enrichment of studies on visual meaning in film posters, particularly in the context of the representation of women and gender-based violence in Indonesia. Keywords: semiotics, roland barthes, film poster, visual meaning, women from rote island.