Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Konstruksi Pasal 33 UUD 1945 dalam Menangkal Pengaruh Sistem Kapitalisme di Indonesia Ashabul Fadhli; Recy Harviani Zurwanty; Vivi Puspita Sari
Journal of Civic Education Vol 6 No 1 (2023): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v6i1.974

Abstract

It is undeniable that the grip of capitalism has been rooted in Indonesia since colonialism, independence to the development of today's globalization. The roots of capitalism in Indonesia have hindered the achievement of the objectives of implementing independence in terms of improving the economic welfare of the people. This can be seen in the Investment Law with its transfer and repatriation system which makes it easier for foreign companies to transfer their profits abroad, the plantation sector which is more profitable for large companies, the retail market which has begun to enter rural areas and the principle of developmentalism which allows large debts to international institutions. In order to strengthen the goal of independence, and to avoid the influence of capitalism which can undermine the stability of the national economy and social welfare, a deeper study of Article 33 of the 1945 Constitution is needed. This research departs from normative legal research. The approach used is a legal-statutory approach and a historical approach. The results of this study prove that the 1945 Constitution has a very strong influence in determining the national economic system. Conducting a review of Article 33 of the 1945 Constitution is important so that the State with its powers in realizing the greatest prosperity and welfare of society.
The Role of Parents in Responding to Bullying Actions at the Elementary School Level Ashabul Fadhli; Recy Harviani Zurwanty; Syelfia Dewimarni
Ta'dib Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v27i1.11984

Abstract

This study aims to determine the role of parents in Agam Regency in preventing bullying against children in elementary schools. Juridically, the state regulates that parents are obliged to maintain, educate, and instill good ethical values to children. On that basis, each parent is obliged to carry out their respective roles to develop children's potential so that children avoid bullying in elementary schools. This research departs from field research with descriptive research type. The subjects of this study were parents of elementary school students in Agam Regency as many as 79 respondents consisting of 60 women (mothers) and 19 men (fathers). The research instrument is a valid questionnaire on the role of parents in responding to bullying. The data obtained were analyzed using the percentage technique. The results of this study reveal that fathers and mothers have played a good role in encouraging the development of children's potential positively. Likewise with the item of equipping children with self-concept strengthening. Meanwhile, the item about parents' actions to provide time with children has not produced good percentage criteria. The wrong perspective of parents in carrying out their roles has implications for the non-optimal guidance, education, and guidance to children in terms of preventing bullying in elementary schools.
The Incapability to Establish a Household as a Consequence of Child Marriage Ashabul Fadhli; Ummil Khairiyah; Herio Rizki Dewinda
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 22 No. 2 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2023.222.209-225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan anak di Lintau Buo Utara serta mengetahui bentuk persoalan yang timbul karena perkawinan tersebut. Tidak mudah bagi anak untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian yang kompleks sebagaimana yang diadaptasi oleh pasangan dewasa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dalam bentuk kualitatif. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap 7 (tujuh) pasangan kawin anak, Kantor Urusan Agama Kecamatan Lintau Buo Utara. Data yang sudah terkumpul kemudian akan dianalisis menggunakan teori Hurlock tentang pernyesuaian sosial dalam perkawinan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menemukan bahwa minimnya pengetahuan tentang perkawinan yang berkelindan dengan persoalan sosial lainnya berakibat pada ketidaksiapan anak menjalani relasi perkawinan. Ketidaksiapan anak dalam perkawinan diketahui telah mempengaruhi kondisi sosial anak yang diantaranya adalah sulit melakukan penyesuaian diri dan gangguang emosi. Realitas sosial ini telah menekan psikologi anak karena tidak adanya kematangan emosi anak sebelum menikah. [This study aimed to describe the factors that encouraged child marriage in the Lintau Buo Utara Sub-district and find out the problems that arose from the marriage. Unlike adult couples, it is difficult for children to make complex adjustments towards marriage. This research is a field study in the form of qualitative. The type of research used in this study is descriptive analytics. The primary data were obtained through interviews with 7 (seven) child-married couples and from the Religious Affairs Office of Lintau Buo Utara. The collected data were then analyzed using Hurlock’s theory of social adjustment in marriage and Miles and Huberman’s interactive model. The results of this study showed that the lack of knowledge about marriage that was intertwined with other social problems resulted in the unreadiness of children to undergo marital relations. The unreadiness of children in marriage also affected their social conditions, which included facing difficulties in adjusting themselves and having emotional disturbances. This social reality suppressed the psychology of children because there was no emotional maturity before marriage.]
Implementasi Layanan Konseling Pranikah Terhadap Pemohon Dispensi Kawin Berdasarkan Kepentingan Terbaik Anak Fadhli, Ashabul; Sriwahyuningsih, Vera
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.823156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan edukasi pemberian layanan konseling pranikah sebagai bagian dari bentuk pendampingan dispensasi kawin oleh Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi. Hal ini menjadikan layanan konseling pranikah memiliki peranan yang kuat dalam upaya pencegahan perkawinan anak di Kota Bukittinggi. Metode penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif. Teknik dan mengambilan data menggunakan teknik purposive sampling kepada pemohon dispensasi kawin yang dirujuk oleh Pengadilan Agama Bukittinggi sebagai peserta layanan. Pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara mendalam yang dilakukan dengan tetap muka dan studi dokumentasi, kebebasan data dilakukan dengan cara triagulasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa Layanan konseling pranikah dapat meningkatkan pemahaman bagi pemohon dispensasi kawin. Hal ini ditandai dengan keantusiasan peserta mengikuti kegiatan layanan, pengambilan keputusan, dan sikap beranggungjawab dari keputusan yang diambil. Selain itu, sebagai proses belajar dalam mempersiapkan diri untuk menikah hingga pada waktu yang tepat.
Segregating Students' Understanding of Knowledge and Prevention of Sexual Violence in Higher Education Zurwanty, Recy Harviani; Fadhli, Ashabul; Dewimarni, Syelfia; Sari, Yulia Retno
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisme.v7i2.7061

Abstract

This article aims to determine students' knowledge level at Putra Indonesia University YPTK Padang about the Regulation of Permendikbud-Ristek Number 30 of 2021 concerning the Prevention and Handling of Sexual Violence in Higher Education. This rule of law can be assumed as a sign that the State is serious about providing guarantees of legal protection and a sense of security in the aspects of preventing sexual violence in higher education. This research departs from field research with descriptive research type. The subjects of this research are students of Putra Indonesia University YPTK Padang even semester of 2022/2023 who come from the study programs of Informatics Engineering, Information System,     Computer Systems, and Civil Engineering. The number of samples in this study was 238 students consisting of 68 women and 170 men. The instrument in this study is a questionnaire built from 4 indicators as items asked in the questionnaire. The results of this study reveal that male and female students have a good level of knowledge of general knowledge indicators of sexual violence. Meanwhile, on other indicators, both male and female students have a level of understanding that is still lacking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dan mahasiswi Uinversitas Putra Indonesia YPTK Padang mengenai Permendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual Di Lingkungan Perguruan Tinggi. Aturan hukum ini dapat diasumsikan sebagai pertanda bahwa Negara serius untuk memberikan jaminan perlindungan hukum dan rasa aman terhadap aspek pencegahan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Menimbang bahwa perlindungan dari segala bentuk kekerasan, termasuk diantaranya kekerasan seksual, menjadi hak setiap warga Negara, maka langkah Negara dalam mempromosikan aspek pencegahan dan penangan kekerasan seksual di perguruan tinggi menjadi sangat tepat. Penelitian ini berangkat dari penelitian lapangan dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek dari penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Putra Indonesia YPTK Padang semester genap 2022/2023 yang berasal dari program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer dan Teknik Sipil. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 238 mahasiswa yang terdiri dari 68 orang perempuan dan 170 orang laki-laki. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa angket yang dibangun dari 4 indikator sebagai item yang ditanyakan pada angket. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa laki-laki dan perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang baik pada indikator pengetahuan umum kekerasan seksual. Sementara itu, pada indikator lainnya, baik mahasiswa laki-laki maupun perempuan memiliki tingkap pemahaman kurang. 
‘ALASAN KHAWATIR’ PADA PENETAPAN HUKUM DISPENSASI KAWIN DI PENGADILAN AGAMA BATUSANGKAR Fadhli, Ashabul; Warman, Arifki Budia
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 14 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2021.14203

Abstract

This article discusses the ‘alasan khawatir’ [reason for concern] as a ground for the marriage dispensation files in Batusangkar Religious Court. This research had begun prior to the revision of the marriage dispensation regulation (Act 16/2019 and Supreme Court Regulation 5/2019). This is juridical-normative research accompanied by interviews. The data was gathered by investigating the marriage dispensation decisions (2017-2018) in Batusangkar Religious Court. Data was also obtained through interviews with judges, litigants, and figures who were capable to explain marriage dispensation in the Batusangkar community. This study finds that marriage dispensations in Batusangkar Religious Court are frequently justified by 'parental concerns'. The cases that are granted under these pretexts often do not reflect actual facts that led to marriage. Judges believe that decisions produced during that time are relevant to the information provided by the litigants, even if the judges did not hear the facts (clearly). In addition, this study indicates that, following the implementation of the new regulation, judges appear to be more motivated to prioritize the child's best interests as a principle to consider. As a result, granted applications become more stringent in emergency situations and according to the child's best interests.Artikel ini mendiskusikan ‘alasan khawatir’ sebagai landasan yang sering digunakan dalam permohonan dispensasi kawin. Penelitian ini awalnya dilakukan sebelum revisi peraturan dispensasi kawin tahun 2019 (UU 16/2019 dan Perma 5/2019). Secara metodologis, penelitian ini termasuk penelitian yuridis-normatif yang disertai dengan wawancara. Data dikumpulkan dengan menginvestigasi penetapan-penetapan dispensasi kawin yang diputuskan oleh Pengadilan Agama Batusangkar tahun 2017-2018. Data juga diperoleh dengan mewawancarai para hakim, litigan, dan beberapa tokoh yang dikira mampu menjelaskan fenomena dispensasi kawin di kehidupan masyarakat Batusangkar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkara-perkara permohonan dispensasi kawin tahun 2017-2018 di PA Batusangkar berisi alasan ‘khawatiran orang tua’ sebagai dasar permohonan. Perkara-perkara yang dikabulkan dengan dalih tersebut sering tidak merepresentasikan kejadian atau peristiwa yang mendesak untuk menikah. Hakim PA Batusangkar meyakini bahwa setiap penetapan hukum yang dihasilkan pada saat itu relevan dengan keterangan yang diberikan oleh para pemohon, meskipun hakim tidak dengan jelas mendengar fakta-fakta yang mendorong para litigant tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengindikasikan bahwa setelah keberadaan aturan yang baru, para hakim PA Batusangkar tampaknya terdorong lebih memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak sebagai poin pertimbangan. Ini berkonsekuensi pada permohonan-permohonan yang dikabulkan jadi lebih mengetat pada kasus-kasus yang dianggap mendesak kemudian dihakimi sesuai dengan kepentingan terbaik bagi anak. 
PENDIDIKAN TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DALAM PRAKTEK KEKERASAN ANAK FADHLI, ASHABUL
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 2 (2014): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v1i2.1318

Abstract

The Constitution of 1945 instructs that education essentially humanize human beings. Briefly, it means that education on one side should be a source of strength against any process of dehumanization without discriminative attitude that often threatens the education and future of children. On the other hand, the source of power that allows humans to develop the whole of nature and its potential as a moral and dignified creature; which in turn became the basis of the formation of a great noble nation.
Membangun Karakter Kepemimpinan Berbasis Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Pada Era Modern di TPQ Masjid Nurul Ihsan Padang Azhari, Devi Syukri; Fadhli, Ashabul; Usman, Usman
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.247

Abstract

PKM ini bertujuan untuk membangun karakter kepemimpinan berbasis kepemimpinan Nabi Muhammad SAW pada era modern di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Nurul Ihsan Padang. Pendekatan ini dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang meliputi kejujuran (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), kecerdasan (fathonah), dan kemampuan menyampaikan pesan (tabligh) dalam proses pendidikan di TPQ. Selain itu, penggunaan teknologi modern juga diadaptasi untuk memperkuat pembelajaran tanpa mengesampingkan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan melibatkan pengajaran langsung, praktik langsung melalui aktivitas sosial, serta pengawasan dan pendampingan kolaboratif antara guru, orang tua, dan masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan santri yang berintegritas, bertanggung jawab, cerdas, dan komunikatif. Dengan demikian, TPQ Masjid Nurul Ihsan Padang berhasil mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya berlandaskan nilai-nilai keislaman, tetapi juga relevan dan siap menghadapi tantangan era modern.
Segregating Students' Understanding of Knowledge and Prevention of Sexual Violence in Higher Education Zurwanty, Recy Harviani; Fadhli, Ashabul; Dewimarni, Syelfia; Sari, Yulia Retno
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisme.v7i2.7061

Abstract

This article aims to determine students' knowledge level at Putra Indonesia University YPTK Padang about the Regulation of Permendikbud-Ristek Number 30 of 2021 concerning the Prevention and Handling of Sexual Violence in Higher Education. This rule of law can be assumed as a sign that the State is serious about providing guarantees of legal protection and a sense of security in the aspects of preventing sexual violence in higher education. This research departs from field research with descriptive research type. The subjects of this research are students of Putra Indonesia University YPTK Padang even semester of 2022/2023 who come from the study programs of Informatics Engineering, Information System,     Computer Systems, and Civil Engineering. The number of samples in this study was 238 students consisting of 68 women and 170 men. The instrument in this study is a questionnaire built from 4 indicators as items asked in the questionnaire. The results of this study reveal that male and female students have a good level of knowledge of general knowledge indicators of sexual violence. Meanwhile, on other indicators, both male and female students have a level of understanding that is still lacking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dan mahasiswi Uinversitas Putra Indonesia YPTK Padang mengenai Permendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual Di Lingkungan Perguruan Tinggi. Aturan hukum ini dapat diasumsikan sebagai pertanda bahwa Negara serius untuk memberikan jaminan perlindungan hukum dan rasa aman terhadap aspek pencegahan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Menimbang bahwa perlindungan dari segala bentuk kekerasan, termasuk diantaranya kekerasan seksual, menjadi hak setiap warga Negara, maka langkah Negara dalam mempromosikan aspek pencegahan dan penangan kekerasan seksual di perguruan tinggi menjadi sangat tepat. Penelitian ini berangkat dari penelitian lapangan dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek dari penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Putra Indonesia YPTK Padang semester genap 2022/2023 yang berasal dari program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer dan Teknik Sipil. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 238 mahasiswa yang terdiri dari 68 orang perempuan dan 170 orang laki-laki. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa angket yang dibangun dari 4 indikator sebagai item yang ditanyakan pada angket. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa laki-laki dan perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang baik pada indikator pengetahuan umum kekerasan seksual. Sementara itu, pada indikator lainnya, baik mahasiswa laki-laki maupun perempuan memiliki tingkap pemahaman kurang. 
Optimizing the Management of Zakat, Infaq, and Sadaqah for Post-Disaster Economic Recovery Through Local Policy Approaches Fadhli, Ashabul; Susanti, Rina; Apriyanti, Nike
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 1 (1): JUNE 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the mechanism of zakat, infaq, and sadaqah (ZIS) management implemented by the Nagari Sungai Pua Government Institution in the context of post-disaster economic recovery. Natural disasters in Nagari Sungai Pua have caused significant disruptions to the community’s financial stability. Many victims have lost their homes, which also served as places of business and livelihood, in addition to experiencing crop failures and other economic hardships. In response to these conditions, the Nagari Sungai Pua Government Institution has initiated a collective effort to regulate ZIS management through local policies tailored to the community's social context. This research is field-based, utilizing primary data collected through interviews with local government representatives, community leaders, and disaster survivors. The findings indicate that ZIS management in Nagari Sungai Pua is conducted systematically, fulfilling key aspects of planning, organizing, and reporting. The active involvement of local government in the collection, distribution, and utilization of ZIS demonstrates that policy-based zakat management effectively fosters social awareness and contributes to the economic recovery of disaster-affected communities.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme pengelolaan zakat, infaq, dan sadaqah (ZIS) oleh Lembaga Pemerintahan Nagari Sungai Pua dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana di Nagari Sungai Pua. Bencana alam yang terjadi di Nagari Sungai Pua diketahui telah menimbulkan kerugian yang siginifikan terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat. Sebagian besar korban bencana mengalami kehilangan tempat tinggal yang sekaligus sebagai tempat usaha, mata pencaharian, gagal panen, dan sebagainya. Kondisi ini mendorong Lembaga Pemerintahan Nagari Sungai Pua untuk secara kolektif mengatur mekanisme pengelolaan ZIS dengan kebijakan daerah yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Data penelitian bersumber dari sumber primer, seperti wawancara dengan Lembaga Pemerintahan Nagari Sungai Pua, tokoh masyarakat, dan korban bencana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme pengelolaan ZIS di Nagari Sungai Pua dilakukan secara sistematis dengan indikasi terpenuhinya aspek perencanaan, pengorganisasian, dan pelaporan. Keterlibatan Lembaga Pemerintahan Nagari Sungai Pua dalam penghimpunan, penyaluran, dan pendayagunaan ZIS menunjukkan bahwa pengelolaan zakat berbasis kebijakan daerah telah membangun kepedulian sosial masyarakat setempat dalam memulihkan perekonomian masyarakat korban bencana alam.