Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Cross-Sector Collaboration In Improving Adolescent Reproductive Health In Garut Regency Husnul Khotimah; Rostiena Pasciana
MUWAZAH : jurnal kajian gender Vol 17 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/r2trh455

Abstract

Garut Regency faces serious problems related to the high rate of sexual violence against adolescents which indicates the need for comprehensive reproductive health treatment. This study aims to analyze the effectiveness of cross-sector collaboration in improving adolescent reproductive health through the synergy of the Garut Branch of the Indonesian Women's Coalition with the Garut Regency Family Planning Population Control Office. The research method uses a qualitative approach with a triangulation method which is assisted in analyzing using Nvivo software. This research identifies five dimensions of collaboration, namely cooperation, flexibility, responsibility, compromise, and communication. The results of the study show that collaboration is effective through the implementation of educational programs in the form of socialization, victim assistance, and sexual violence prevention campaigns. However, there are still obstacles such as social stigma in society, limited resources, and less interactive methods of delivering material. This study recommends the need for a more adolescent-friendly approach with the strengthening of interactive discussions and continuous evaluation to maximize the long-term impact on improving adolescent health in Garut Regency.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA KARANGMULYA KECAMATAN KADUNGORA KABUPATEN GARUT Novi Agustina; Rostiena Pasciana; Dian Rosdiana
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v15i2.166

Abstract

Kantor Desa Karangmulya masih belum Optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat dilihat dari 1). Kurangnya disiplin petugas 2). Transparansi biaya tidak jelas 3). SOP yang tidak jelas 4). Sarana dan pasarana yang masih belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis pelayanan di kantor desa Karangmulya Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan survey lapangan dan wawancara langsung dengan pegawai kantor desa karangmulya dan studi dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari kelima dimensi kualitas pelayanan yang diambil masih ada beberapa indikator yang memang kurang dalam implementasinya yaitu dimensi tangibel (bukti fisik) dimana tempat fasilitas pelayanan belum memadai, dimensi Reliability (Kehandalan) dimana masih ada beberapa pegawai yang belum piawai menggunakan komputer dan dimensi emphaty (empati) dimana hubungan pegawai layanan dalam melayani pengguna layanan. Maka dari itu diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi masukan baik kepada pihak desa maupun instansi terkait untuk meningkatkan kedisiplinan, agar kedepannya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin baik.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA KARANGMULYA KECAMATAN KADUNGORA KABUPATEN GARUT Novi Agustina; Rostiena Pasciana; Dian Rosdiana
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v15i2.166

Abstract

Kantor Desa Karangmulya masih belum Optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat dilihat dari 1). Kurangnya disiplin petugas 2). Transparansi biaya tidak jelas 3). SOP yang tidak jelas 4). Sarana dan pasarana yang masih belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis pelayanan di kantor desa Karangmulya Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan survey lapangan dan wawancara langsung dengan pegawai kantor desa karangmulya dan studi dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari kelima dimensi kualitas pelayanan yang diambil masih ada beberapa indikator yang memang kurang dalam implementasinya yaitu dimensi tangibel (bukti fisik) dimana tempat fasilitas pelayanan belum memadai, dimensi Reliability (Kehandalan) dimana masih ada beberapa pegawai yang belum piawai menggunakan komputer dan dimensi emphaty (empati) dimana hubungan pegawai layanan dalam melayani pengguna layanan. Maka dari itu diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi masukan baik kepada pihak desa maupun instansi terkait untuk meningkatkan kedisiplinan, agar kedepannya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin baik.
Implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Peningkatan Partisipasi Politik Perempuan di Lembaga Legislatif Kabupaten Garut Heni Rahmawati; Rostiena Pasciana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1701-1712

Abstract

Partisipasi politik perempuan di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan, meskipun kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) telah diterapkan untuk mendorong kesetaraan gender dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi PUG dalam peningkatan partisipasi politik perempuan di lembaga legislatif Kabupaten Garut serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif dan terlibat langsung dalam pelaksanaan kebijakan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo dengan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kuota perempuan dalam Daftar Calon Tetap secara konsisten mencapai 34%-35% pada Pemilu 2014, 2019, dan 2024. Namun, keterwakilan perempuan yang terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada 3 periode terakhir baru mencapai 14%, 18%, dan 24%. Selain itu, faktor lingkungan sosial, ekonomi dan politik menjadi dimensi yang paling dominan berpengaruh dalam implementasi PUG. Adapun faktor pendukung dalam implementasi PUG meliputi regulasi afirmatif, komitmen pemerintah daerah, dukungan kelembagaan, dan meningkatnya kesadaran politik perempuan, sedangkan faktor penghambatnya mencakup budaya patriarki, beban ganda perempuan dalam ranah domestik, rendahnya kepercayaan diri kader perempuan, serta lemahnya koordinasi antar organisasi akibat perbedaan persepsi dalam implementasi PUG.
KOLABORASI BHAYANGKARI, PKK, DAN UNIVERSITAS GARUT DALAM DIVERSIFIKASI PANGAN MELALUI INOVASI MIE BAYAM PADA PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) Rostiena Pasciana; ieke sartika iriany; Mochammad Iqbal Fadhlurrohman; Dadi Nurdiana; Meli Amelia
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/zkp0d464

Abstract

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan. Namun, keberhasilan program memerlukan kolaborasi antarpemangku kepentingan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara Bhayangkari, Tim Penggerak PKK, dan Universitas Garut dalam implementasi P2L sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui diversifikasi pangan berbasis bayam menjadi mie hijau sehat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, edukasi kolaborasi, penyuluhan, pelatihan, praktik, serta pendampingan. Mitra kegiatan meliputi Bhayangkari dan Tim Penggerak PKK di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai pentingnya kolaborasi yang ditandai dengan adanya kesepakatan yang dibangun melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Bhayangkari dan PKK. Selain itu, peserta memperoleh pengetahuan mengenai diversifikasi pangan dan mampu mempraktikkan pembuatan mie bayam secara mandiri. Analisis usaha sederhana menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,67, yang mengindikasikan bahwa produk berpotensi dikembangkan sebagai usaha mikro berbasis pangan lokal. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan keluarga, diversifikasi pangan lokal, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan peluang ekonomi masyarakat.