Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KERAPATAN TUMBUHAN HERBA DI SEKITAR DAERAH ALIRAN SUNGAI BORO-BORO DALAM KAWASAN HUTAN LINDUNG WOLASI Jumiati Jumiati
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 1 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.311 KB)

Abstract

Hutan Lindung Wolasi merupakan salah satu hutan lindung di Sulawesi tenggara yang berperan dalamperlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air,mencegah banjir, mengendalikan erosi, dan memelihara kesuburan tanah. Di dalam hutan lindung Wolasi terdapat Sungai Boro-Boro seluas 2515,54 ha yang mendukung kehadiran spesies tumbuhan herba. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kerapatan tumbuhan herba di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Boro-Boro dalam kawasan hutan Lindung Wolasi Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan,Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik dan pengumpulan data menempatkan plot pengamatan secara stratified random sampling, yang mewakili kondisi adanya kehadiran tumbuhan herba di sekitar lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan kerapatan spesies tumbuhan herba tertinggi adalah Phrynium houtteamum Kock (22,5%), pada daerah datar adalah Phrynium houtteamum Kock. (25,54%) sedangkan pada daerah miring adalah Panicum repens L. (14,52%). Marantaceae merupakan familia dengan kerapatan tertinggi yakni sebesar 2,685 ind/m2.
PEMANFAATAN LUMUT (BRYOPHYTA) DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KABURA-BURANA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DI BUTON SELATAN Dyah Pramesthi Isyana Ardyati; Jumiati Jumiati
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 5 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.474 KB) | DOI: 10.35326/jec.v5i2.2112

Abstract

Materi-materi pelajaran biologi yang bersifat kontekstual, akan lebih bermakna bila memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara memanfaatkan lumut (Bryophyta) di kawasan DAS Kabura-burana sebagai sumber belajar biologi di Buton Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui obserasi dan wawancara dengan guru biologi SMA sebagai narasumber. Penelitian ini dilakukan dengan analisis potensi pemanfaatan lumut sebagai sumber belajar melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dan informasi tentang jenis-jenis lumut di kawasan DAS Kabura-burana dapat dijadikan sumber belajar Biologi kelas X pada KD 3.2, KD 3.7, dan KD 4.7 pada jenjang pendidikan SMA di kabupaten Buton Selatan, tepatnya di Batauga. Pemanfaatan lumut sebagai sumber belajar biologi dapat dilakukan dengan cara observasi secara langsung di kawasan tersebut, maupun mengemas informasi tentang jenis-jenis lumut di kawasan tersebut dalam bentuk modul pembelajaran, video pembelajaran, maupun lembar kerja peserta didik (LKPD).
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK BAYAM PADA IBU-IBU DI KELURAHAN LABALAWA, KOTA BAUBAU Jumiati Jumiati; Dyah Pramesthi Isyana Ardyanti; Kusrini Kusrini; Asma Nurahma; Elfa Elfa; Nirma Fitriyanti; Siti Elviani; Jamaludin Jamaludin; Muh. Ali Al-Azhari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14701

Abstract

ABSTRAKBayam merupakan tanaman yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau dengan kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Namun sayangnya, anak-anak masih kurang menyukai bayam yang diolah sebagai sayur. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada ibu-ibu di Kelurahan Labalawa mengenai cara  mengolah bayam menjadi keripik sehingga dapat dinikmati anak-anak dan juga menjadi alternatif  income keluarga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan dilakukan dengan proses demonstrasi dan praktik langsung oleh peserta. Peserta kegiatan terdiri dari 25 orang yang merupakan ibu-ibu di Kelurahan Labalawa. Peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan sebab hal ini menjadi pengetahuan baru dan pengalaman pertama mengolah bayam menjadi keripik. Kegiatan ini kemudian ditindaklanjuti oleh peserta dengan membuat keripik bayam untuk dijual di sekolah. Kata kunci: anak-anak; bayam; ekonomi; keripik; nutrisi.. ABSTRACTSpinach is a plant that is usually grown for consumption. It is because spinach has green leaves and classified as a green vegetable that contains many benefical nutritions for our body. But unfortunately, there are many children that still do not like spinach processed as a vegetable. By pointing at this problem, the researcher carry out activities that have a purpose to provide a training to mothers in Labalawa Village on how to process spinach into chips so that the spinach can be enjoyed by the children and also become an alternative income for the family in Labalawa Village. In this activity, the researcher used three stages which are preparation, implementation and evaluation. The implementation was carried out with a demonstration process and direct practice by the participants. This activity was consisted by 25 participants who are mothers in Labalawa Village. The mothers in Labalawa Village were enthusiast in participating in the activity because it was their first experience in processing spinach into chips. This acitivity then followed up by the participants by making spinach chips to be sold at school. Keywords: children, spinach; economy; chips; nutrition.
SOSIALISASI DAN PENANAMAN MANGROVE DI SULAWESI TENGGARA S. Hafidhawati Andarias; La Aba; Fahmil Ikhsan Taharu; Jumiati Jumiati; Yanti Yanti; Asraf Tamsara Badaraf; Mila Hartati; Jamaludin Jamaludin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15880

Abstract

Abstrak: Mangrove atau hutan bakau sangat penting dalam hal ekologi dan keanekaragaman hayati dengan manfaat seperti perlindungan garis pantai, tempat pembibitan biota laut, serta menangkap dan menyimpan karbon. Hutan bakau dapat hilang akibat gangguan antropogenik dan variasi lingkungan. Upaya rehabilitasi hutan bakau dapat mengembalikan berbagai fungsinya terutama bagi wilayah pesisir. Di Desa One Waara, pemukiman warganya memanjang di sepanjang garis pantai dengan kondisi tanaman bakau yang kurang terawat bahkan terdapat lokasi yang hampir tidak ditemukan bakau di pesisir pantainya. Hal ini tentu sangat mengkawatirkan karena ketiaadaan fungsi hutan bakau bagi daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya peranan mangrove sehingga dapat berpartisipasi dalam penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaannya. Kegiatan ini melibatkan 34 mahasiswa dan dosen program studi pendidikan biologi, 15 mahasiswa KKA UM. Buton serta 43 orang warga Desa One Waara sebagai mitra. Pelaksanaannya meliputi: sosialisasi, penanaman, pemeliharaan mangrove, dan evaluasi secara lisan dan tulisan melalui wawancara dan kuesioner. Evalusi menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dari 74% menjadi 87,4%. Wujud kesadaran dan kepedulian masyarakat terlihat dari partisipasinya dalam kegiatan ini.Abstract: Mangroves are important for ecology and biodiversity, with benefits such as shoreline protection, marine life nursery, and carbon capture and storage. Mangrove forests can be lost due to anthropogenic disturbances and environmental variations. Mangrove forest rehabilitation efforts can restore its various functions, especially in coastal areas. In One Waara Village, settlements extend along the coastline with less well-maintained mangroves, and there are even locations where there are almost no mangroves on the coastline. This is certainly very concerning because of the absence of mangrove forest functions in the area. The purpose of this activity is to raise public awareness about the important role of mangroves so that they can participate in planting, maintaining, and managing them. This activity involved 34 students and lecturers of the biology education study programme, 15 Community Service Program of UM. Buton, and 43 villagers of One Waara village community as partners. The implementation includes socialisation, planting, mangrove maintenance, and verbal dan written evaluation through interviews and questionnaires. The evaluation showed an increase in community understanding from 74% to 87.4%. Community awareness and concern can be seen from their participation in this activity.
KETERAMPILAN BERCOCOK TANAM DENGAN METODE HIDROPONIK PADA SISWA TK MIZAN KOTA BAUBAU Kusrini Kusrini; Jumiati Jumiati; Fahmil Ikhsan Taharu; Zelni Zelni
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i3.113

Abstract

Pelatihan keterampilan bercocok tanam dengan metode hidroponik dilaksanakan di TK Mizan Kota Baubau sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Siswa TK ini memiliki kebiasaan menjaga lingkungan dengan membersihkan halaman sekolah, membersihkan sampah dan merawat tanaman, namun menanam dan merawat tanaman dilakukan tidak maksimal sebab halaman sekolah sangat sempit. Alternatifnya adalah bercocok tanam dengan metode hidroponik, yaitu penanaman tanaman dengan media tanam non tanah, seperti menggunakan pasir kasar, kerikil, atau sabut kelapa. Pelatihan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui metode hidroponik sejak anak usia dini. Agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, maka digunakan metode pendekatan pada siswa yaitu metode lesson study (LS), terdiri atas tahap yaitu: tahap perencaan dan persiapan (plan), tahap pelaksanaan (do), dan tahap evaluasi dan refleksi (see). Pelatihan ini diikuti oleh 12 Siswa terdiri atas 5 (lima) laki-laki dan 7 (tujuh) wanita. Hasil yang diperoleh adalah pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman siswa semakin bertambah dan meningkatkan melalui bercook tanam secara hidroponik. Melalui demonstrasi dan workshop serta praktek langsung, Siswa TK dapat melakukan sendiri pembuatan tempat dan media tanah, proses pembibitan, pencampuran nutrisi, penanaman. Pelatihan keterampilan bercocok tanam dengan metode hidroponik dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan Siswa TK Mizan Kota Baubau. Keterampilan bercocok tanam dengan metode hidroponik memberikan pengalaman bagi anak TK yang dapat merangsang perkembangan kognitif, sikap dan moral serta menambah kecintaan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas ciptaanNya.