Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : eCo-Buss

Pengaruh Pemberian Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Sari, Vina Wulan; Kasmiruddin, Kasmiruddin
eCo-Buss Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i3.1339

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh bagaimana kepuasan kerja pada New Resty Hotel Menara Pekanbaru Pekanbaru mempengaruhi loyalitas karyawan yang berkaitan dengan motivasi dan lingkungan kerja. Loyalitas karyawan sebagai variabel terikat, lingkungan kerja dan motivasi sebagai variabel bebas, dan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Permasalahannya adalah telah terjadi penurunan loyalitas karyawan terhadap pemberian motivasi dan lingkungan kerja dalam beberapa tahun terakhir. Loyalitas karyawan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk diantaranya pemberian motivasi dan lingkungan kerja Sampel yang dipilih untuk penelitian ini berjumlah 72 responden yang semuanya bekerja di hotel. Setelah itu, alat Smart Pls 4.0 digunakan untuk mengolah dan menganalisis data yang dikumpulkan dari tanggapan kuesioner. Metodologi yang digunakan adalah total sampling atau non-probability sampling dengan jenis sensus atau total sampling. Adapun salah satu jenis teknik pengambilan sampel dari non probability sampling yaitu dengan menggunakan teknik sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian semacam ini menggunakan teknik kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian, loyalitas karyawan dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan kerja dan motivasi (thitung = 8,098 > dan 4,332 >). Selain itu, t-tabel motivasi tidak langsung loyalitas karyawan melalui kepuasan kerja sebesar 1,96 dengan p-value 0,00 < 0,05. Thitung > 4,342 untuk pengaruh tidak langsung terkait kepuasan kerja lingkungan kerja terhadap loyalitas karyawan.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Komitmen Organisasi Melalui Motivasi Keja Sebagai Variabel Intervening Putri, Dinda; Kasmiruddin, Kasmiruddin
eCo-Buss Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i3.1451

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasi dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada karyawan Hotel Swiss-Belinn SKA Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 95 karyawan. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh, di mana seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 3.2 untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan nilai t-statistik sebesar 1.141 (p-value 0.254). Namun, gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan nilai t-statistik sebesar 3.365 (p-value 0.001). Motivasi kerja ditemukan memiliki peran mediasi signifikan dalam hubungan antara budaya organisasi dan komitmen organisasi dengan nilai t-statistik sebesar 4.543 (p-value 0.000). Sebaliknya, pengaruh mediasi motivasi kerja antara gaya kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi tidak signifikan dengan nilai t-statistik sebesar 1.677 (p-value 0.094). Penelitian ini menyoroti pentingnya gaya kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan komitmen organisasi melalui motivasi kerja, meskipun budaya organisasi sendiri tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa manajemen hotel perlu fokus pada pengembangan dan pemeliharaan gaya kepemimpinan transformasional yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi praktisi dan akademisi dalam mengelola sumber daya manusia di industri perhotelan yang kompetitif.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Loyalitas Karyawan Melalui Kepuasan Karyawan Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Hotel Swiss-Belinn Ska Pekanbaru) Rahmatila, Raihani Aprillia; Kasmiruddin, Kasmiruddin
eCo-Buss Vol. 8 No. 1 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i1.1450

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh budaya organisasi dan motivasi terhadap loyalitas karyawan dengan kepuasan karyawan sebagai variabel intervening pada karyawan Hotel Swiss-Belinn SKA Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Hotel Swiss-Belinn SKA Pekanbaru, dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan pemodelan persamaan struktural dengan pendekatan Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan dengan nilai t-statistik sebesar 3.398. Motivasi juga berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan dengan nilai t-statistik sebesar 2.394. Selain itu, kepuasan karyawan ditemukan memiliki pengaruh signifikan sebagai variabel intervening dalam hubungan antara budaya organisasi dan loyalitas karyawan, serta antara motivasi dan loyalitas karyawan, dengan nilai t-statistik masing-masing sebesar 2.061 dan 2.498. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan budaya organisasi dan motivasi yang baik dapat meningkatkan loyalitas karyawan melalui peningkatan kepuasan kerja mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya budaya organisasi yang kuat dan motivasi yang tinggi dalam menciptakan lingkungan kerja yang memuaskan bagi karyawan, yang pada gilirannya meningkatkan loyalitas mereka terhadap perusahaan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa manajemen hotel perlu fokus pada pengembangan dan pemeliharaan budaya organisasi yang positif serta memberikan motivasi yang efektif untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan. Kesimpulan ini memberikan wawasan berharga bagi para praktisi dan akademisi dalam mengelola sumber daya manusia di industri perhotelan yang kompetitif.