Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab di STAI Attanwir Bojonegoro Khoirul Faizin
Al-Idaroh: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian (LP3M) IAI Al-Urwatul Wutsqo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/alidaroh.v4i1.139

Abstract

Language learning is the most unique part of learning, especially foreign languages ??as learning and in this language is Arabic. The curriculum in a learning is very influential on the level of success of students. This study examines Arabic in terms of curriculum, because researchers consider this very important for the continuity of learning foreign languages, especially Arabic so that learning can be carried out optimally and optimally. In this case the researchers conducted research at one of the tertiary institutions in Bojonegoro namely STAI Attanwir. The researcher found that there were several elements in the language learning curriculum that had to be improved, among others, from the learning media and textbooks, as well as the learning system that caused students to not be able to receive lessons to the maximum. This happened because of the different backgrounds of Arabic learning students so that Arabic learning materials could only be understood by some students.
Fundamentalisme dan Gerakan Radikal Islam Kontemporer di Indonesia (Menelisik Genealogi, Ideologi, dan Target Gerakan) Khoirul Faizin
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 14 No. 2 (2015): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v14i2.10175

Abstract

Kelompok Islam fundamentalis (seringkali) dianggap sebagaipihak yang paling bertanggungjawab atas beragam peristiwa berdarah diberbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Di negara-negara TimurTengah, gerakan radikalisme Islam telah berakar-urat dan memiliki sejarahyang cukup panjang. Akan tetapi, dalam hal genealoginya, ada yangmenegaskan bahwa Islam radikal berasal dari dua organisasi keagamaan,yakni kelompok al-Ikhwan al-Muslimin (Hasan al-Banna [1906-1949],Mesir) dan Jamaat-i Islami (Abū al-A‘lā al-Mawdūdī [1903-1979],Pakistan). Dari keduanyalah (kemudian) beranak-pinak menjadigerakan-gerakan Islam radikal di berbagai belahan dunia Muslim, meskiberbeda-beda bentuknya, dan tidak terkecuali Indonesia.