Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Digital Flipbook Berbasis Canva untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas VII di SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto Prihartini, Yuni; Fajar, Wildan Nurul; Sriyanto
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 19 (2024): Proceedings of Webinar International Globalizing Local Wisdom: Integrating Cultural
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v19i.1333

Abstract

Penelitian berjudul Pengembangan bahan ajar digital flipbook berbasis canva untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto, dilakukan untuk mengetahui kelayakan media bahan ajar digital flipbook, mengetahui efektifitas dalam peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPS kelas VII SMP muhammmadiyah 2 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode riseart and development atau R n D dengan menggunakan beberap tahap antara (1) definisi (Define), (2) desain (Design) dan (3) pengembangan (Develop). dan (4). Distribusi (Dessiminate). Hasil penelitian dari validasi ahli materi rerata skor 3.08 kategori sangat layak, hasil validasi ahli media rerat skor 3.19 kategori sangat layak, hasil ujioba beta 1 rerata skor sebesar 3.21 dan rerata skor ujicoba beta 2 sebesar 3.19 kategori sangat layak, sedang hasil dari analisis gain skor hasil pretes dan postes sebesar 0.70 kategori efktif. Kesimpulan bahwa bahan ajar digital flipbook berbasis canva sangat layak sebagai media bahan ajar digital, bahan ajar digital flipbook dapat meningkatkan dan efektif untuk peningkatan hasil belajar siswa.
Pemanfaatan Media Podcast Sebagai Inovasi Pembelajaran di Era Generasi Z Sutrisno; Fajar, Wildan Nurul
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 19 (2024): Proceedings of Webinar International Globalizing Local Wisdom: Integrating Cultural
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v19i.1358

Abstract

Di era revolusi industri 5.0, dunia pendidikan memerlukan sebuah generasi yang inovatif, kreatif, serta kompetitif. Dalam dunia Pendidikan media pembelajaran harus mengikuti perkembangan zaman dan melakukan inovsi agar pembelajaran lebih menyenangkan dan peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Podcast merupakan media pembelajaran yang efektif dan efisien. Podcast ini disebut efektif karena podcast dapat digunakan sebagai media belajar dan pembelajaran yang variative serta memicu peserta didik untuk berfikir kritis sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki peserta didik. Tujaun penelitian ini yaitu menegtahui apakah media pembelajaran podcast sebagai inovasi pembelajaran dinilai aktif dan inovatif dalam pembelajaran di era generasi z. Metode yang di gunakan dalam penelitian yaitu penelitian kualitatif. Hasil penelitian Podcast memiliki dampak yang positif dalam dunia pendidikan antara lain: podcast dapat menjadi sumber pengajaran inovatif bagi pengajar untuk merancang kegiatan kelas, podcast membantu proses pembelajaran siswa, baik di dalam maupun di luar kelas, podcast dapat meningkatkan kesiapan dan persiapan (readiness & preparation) dari calon pengajar. Seperti halnya presentasi power point dan video kelas, podcast dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis digital, podcast dapat memunculkan pemikiran yang kritis bagi peserta didik dan podcast juga dapat memperluas media media pembelajaran dengan di bagikan hasil rekaman atau video ke sosial media dan itu menjadi pembelajaran yang sangat luar biasa.
INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM ASESMEN FORMATIF: INOVASI PEMBELAJRAN IPS ABAD Ke-21 Yuliyanti, Ekani; Fajar, Wildan Nurul
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i2.5249

Abstract

The digital transformation in education has significantly influenced the evaluation process, particularly in formative assessment. This study aims to systematically review five scholarly articles discussing the implementation of technology-based formative assessment in Social Studies (IPS) learning. The research employed a qualitative literature review method with a content analysis approach to analyze relevant articles. The findings indicate that the use of digital tools such as Kahoot, Quizizz, Google Form, and Padlet can enhance student participation, provide instant feedback, and strengthen active engagement in the learning process. However, the implementation still faces several challenges, including teachers' readiness to use technology, limited device access in schools, and the insufficient ability of these tools to automatically assess open-ended questions. Based on these findings, the study recommends continuous teacher training, the development of more reflective assessment tools, and sufficient infrastructure and policy support to optimize the use of technology-based formative assessment in Social Studies education. ABSTRAKTransformasi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong perubahan signifikan dalam proses evaluasi pembelajaran, khususnya pada asesmen formatif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis lima artikel ilmiah yang membahas penerapan asesmen formatif berbasis teknologi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap artikel-artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan alat digital seperti Kahoot, Quizizz, Google Form, dan Padlet dapat meningkatkan partisipasi siswa, memberikan umpan balik secara cepat, serta memperkuat keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Meski demikian, penerapannya masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesiapan guru dalam menggunakan teknologi, keterbatasan akses perangkat di sekolah, serta kurangnya kemampuan alat dalam menilai soal terbuka secara otomatis. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru secara berkelanjutan, pengembangan alat asesmen yang lebih reflektif, serta dukungan infrastruktur dan kebijakan pendidikan yang memadai guna mengoptimalkan asesmen formatif berbasis teknologi dalam pembelajaran IPS.
Peran Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dalam Membentuk Karakter Mandiri Siswa (Studi Kualitatif Deskriptif di SMP Pu Hua) Lestari, Septi Nur Laeli; Fajar, Wildan Nurul; Faridli, Efi Miftah
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 10 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v10i2.12139

Abstract

Peran Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dalam Membentuk Karakter Mandiri Siswa (Studi Kualitatif Deskriptif di SMP Pu Hua) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembelajaran pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter mandiri siswa di SMP Pu Hua Purwokerto, untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendorong dalam membentuk karakter mandiri di SMP Pu Hua Purwokerto Tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data wawancara semi terstruktur, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dengan empat tahapan yaitu collecting data, reduksi data penyajian data, dan kesimpulan. Analisis data serta pengolahan data menggunakan software NVivo 12 Plus untuk melakukan koding. Hasil penelitian menunjukan bahwa, bahan ajar berupa ATP, modul ajar, model pembelajaran berupa problem based learning dan project based learning, melalui metode pembelajaran presentasi, diskusi, studi kasus dan berbasis proyek. Evaluasi yang digunakan pada Pembelajaran pendidikan Pancasila berupa study case yang bertujuan untuk meningkatkan HOTS yang dapat membentuk karakter mandiri siswa SMP Pu Hua. Terdapat faktor pendorong dan penghambat dalam membentuk karakter mandiri. Melalui pembelajaran pendidikan pancasila, seperti dukungan dari stakeholders, program kegiatan sekolah yang mengarah pada karakter mandiri, visi misi sekolah, motto sekolah, orang tua membantu dalam membentuk karakter mandiri siswa. Sedangkan faktor yang menghambat seperti pola asuh yang kurang tepat, usia, lingkungan, globalisasi. Pembelajaran pendidikan pancasila dalam pelaksanaannya dikemas menarik dengan penggunaan komponen yang sesuai sehingga menarik minat siswa untuk mengikuti pembelajaran pendidikan pancasila dan membentuk kerakter mandiri siswa.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Puspitasari, Winarni; Priyanto, Eko; Fajar, Wildan Nurul; Wati, Ratna Kartika
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.29714

Abstract

Penelitian ini berjudul “Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik di SMP Muhammadiyah Banyumas”. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik akibat kemajuan teknologi, keterbatasan sumber daya manusia, serta menurunnya sikap toleransi. Upaya untuk menumbuhkan nilai karakter, khususnya dimensi kreatif, direalisasikan melalui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian adalah SMP Muhammadiyah Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, Koordinator P5, Guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kegiatan P5 terbukti mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif, menumbuhkan sikap kolaboratif, serta mengembangkan kreativitas melalui berbagai proyek berbasis nilai Pancasila. Kendati demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana prasarana, perbedaan karakter siswa, serta konsistensi guru dalam mengintegrasikan nilai Pancasila ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan praktik pendidikan karakter di sekolah menengah serta menjadi rujukan dalam implementasi P5 untuk meningkatkan kreativitas peserta didik.This study is entitled “Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project to Enhance Students’ Creative Thinking Skills at SMP Muhammadiyah Banyumas.” The background of this research is the low level of students’ creative thinking skills, which are influenced by the rapid development of technology, limited human resources, and a decline in tolerance. One effort to foster character values, particularly the dimension of creativity, is realized through the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. The study was conducted at SMP Muhammadiyah Banyumas, Banyumas District, Banyumas Regency. The research subjects included the school principal, P5 coordinator, civic education teacher, and students. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings revealed that the implementation of P5 was carried out through several structured stages, ranging from planning, implementation, to evaluation. The project activities successfully encouraged students to participate actively, develop collaborative attitudes, and enhance creativity through various projects based on Pancasila values. However, the study also identified several challenges, such as limited infrastructure, differences in students’ character, and teachers’ consistency in integrating Pancasila values into the learning process. This study contributes significantly to the development of character education practices in secondary schools and serves as a reference for implementing P5 to improve students’ creativity.
Implementasi Model Pembelajaran Value Clarification Technique untuk Menanamkan Nilai-Nilai Kemanusiaan di SMP Gunungjati 1 Purwokerto Fungkiana, Heni; Fajar, Wildan Nurul; Priyanto, Eko; Wati, Ratna Kartika; Sadeli, Elly Hasan
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.33809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Value Clarification Technique (VCT) dalam menanamkan nilai kemanusiaan pada siswa SMP Gunungjati 1 Purwokerto. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model VCT diterapkan melalui perencanaan modul ajar berbasis studi kasus dan refleksi nilai, pelaksanaan diskusi klarifikasi, serta evaluasi sikap siswa. Model VCT efektif meningkatkan pemahaman dan pengamalan siswa tentang nilai sila kemanusiaan yang adil dan beradab dan membentuk sikap empati. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dan adaptasi siswa terhadap pembelajaran reflektif. Model VCT direkomendasikan sebagai strategi alternatif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan nilai secara kontekstual dan bermakna.This study aims to describe the implementation of the Value Clarification Technique (VCT) model in instilling humanistic values among students at SMP Gunungjati 1 Purwokerto. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the VCT model was implemented through three key stages development of case study-based teaching modules with value reflection, implementation of clarification discussions, and evaluation of students' attitudinal changes. The VCT model effectively enhanced students' understanding and practice of the principle of "A Just and Civilized Humanity" while fostering empathetic attitudes. Implementation challenges included time constraints and students' adaptation to reflective learning. The study recommends VCT as an alternative strategy for contextual and meaningful value internalization in Pancasila Education.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kuliner (Studi Fenomenologi Transformasi Makanan Tradisional Gembus, Makna, serta Eksistensinya sebagai Sumber Ekonomi Masyarakat) Waryatin, Waryatin; Wijarnako, Beny; Yuspi, Lendra; Fajar, Wildan Nurul
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4142

Abstract

Gembus merupakan makanan tradisional yang berasal dari Desa Kalisabuk, Kesugihan, Cilacap yang berbahan dasar singkong dan bentuknya bulat seperti donat dengan rasa sedikit asin dan bertekstur kenyal. Sebagian besar warga Dusun Brondong, Desa Kalisabuk berjualan gembus di tempat strategis, hajatan, dan pertunjukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pewarisan nilai, makna, dan eksistensinya sebagai sumber ekonomi masyarakat, serta dampak perkembangan industri gembus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk menjelaskan fenomena beserta maknanya bagi setiap individu. Pengambilan datanya menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada pengrajin gembus, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Kalisabuk. Teknik analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Gembus mengandung makna dan nilai yang terkandung dari bahan baku singkong, proses pembuatan, dan cara penjualannya. Melalui konsep Bourdieu dijelaskan bahwa habitus dilakukan dengan pembiasaan orang tua untuk melibatkan anaknya dalam pembuatan gembus, modal yang diwariskan berupa modal budaya, ekonomi, sosial, serta sombolik, dan arenanya meliputi ranah keluarga, pasar, dan komunitas. 2) Gembus dapat bertahan karena pengrajin gembus berhasil beradaptasi dengan perkembangan zaman, fokus pada pencapaian tujuan, menjaga integrasi melalui gotong royong, dan terus memelihara nilai tradisional dengan pelibatan generasi muda. 3) Perkembangan industri gembus berdampak bagi perekonomian maupun kehidupan sosial masyarakat karena menggerakkan roda perekonomian pada tingkat lokal. Upaya pemerintah Desa Kalisabuk dalam mengembangkan industri gembus diantaranya sosialisasi dan pelatihan, bantuan alat produksi, pengajuan bantuan kepada pihak lain, menyediakan tempat berjualan, dan mengadakan kegiatan rutin di balai desa.
Optimalisasi potensi ekonomi lokal melalui pelatihan selai nanas di Desa Lebak Edward Febriansyah; Fifi Musfida Yanti; Arif Budiman; Wildan Nurul Fajar; Rizki Pria Muhammad Ali; Limal Salsabilla; Nur Atika; Ahnaf Raihan Aziz; Hanif Dwi Laksono; Sekar Dwi Cahyani; Afnan Nafiah; Iko Purwoasih; Erni Purwanti; Nur Aziz Ramadhani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29512

Abstract

AbstrakProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk nanas lokal di Desa Lebak melalui pelatihan pembuatan selai nanas dan strategi pemasaran digital. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 22-23 Januari 2025, dengan melibatkan kelompok ibu-ibu PKK Desa Lebak. Metode yang digunakan dalam pelatihan mencakup teori dan praktik, yang bertujuan untuk memperkuat keterampilan dan pengetahuan peserta dalam kewirausahaan. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa produk selai nanas yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, menggunakan bahan alami tanpa pengawet sintetis dan pelatihan ini  menunjukkan tingkat kepuasan dan pengetahuan peserta di Desa Lebak. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Lebak dalam pengembangan usaha berbasis produk lokal dan pemasaran digital, serta mendorong keberlanjutan produksi dan pengembangan usaha selai nanas di masa depan. Kata kunci:  pemberdayaan; selai nanas; kewirausahaan AbstractThis community service program aims to increase the added value of local pineapple products in Lebak Village through training on pineapple jam production and digital marketing strategies. The activity was conducted from January 22-23, 2025, involving the PKK women's group of Lebak Village. The methods used in the training included theory and practice, which aimed to strengthen participants' skills and knowledge in entrepreneurship. The results of the training showed that the pineapple jam produced was of good quality, using natural ingredients without synthetic preservatives, and the training demonstrated high levels of satisfaction and knowledge among participants in Lebak Village. This program is expected to provide long-term benefits for the Lebak Village community in developing local product-based businesses and digital marketing, as well as encouraging sustainable production and development of pineapple jam businesses in the future. Keywords: empowerment; pineapple jam; entrepreneurship