Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Designing Creative Economy through Community-based Ecotourism: A Case Study of Youtefa Bay Park, Jayapura, Indonesia Kadir, Akhmad; Hijjang, Pawenari; Sokoy, Fredrik; Mano, Matias Benoni
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2025.9.2.27625

Abstract

Efforts to enhance a creative economy via community-based ecotourism are vital for regional development. Using a qualitative method, this study examines the state of ecotourism, indigenous community involvement, and the challenges faced in fostering creative economy practices in Youtefa Bay Park. The findings highlight the area's potential to boost the local economy through ecotourism that integrates indigenous knowledge, exploiting its natural beauty, cultural assets, and historical heritage. Collaborative management involving the government, private sector, and local communities is essential for sustainable growth. The study emphasizes the need for local regulations and initiatives to increase regional income and development, demonstrating ecotourism's role as a driver for economic and cultural preservation in Papua. The collaborative model in tourism management with recognition of customary assets in Youtefa Bay has become an urgent demand for the government to establish a blueprint for inclusive and community rights-based ecotourism development policies within the framework of special autonomy.
Peran Masyarakat Adat dalam Pengembangan Pendidikan Berbasis Lingkungan Sosial Qomarrullah, Rifiy; Sokoy, Fredrik; Suratni, Suratni; Tammubua, Milcha H.
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 4 No. 2 (2024): Maret 2024, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v4i2.505

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran masyarakat adat dalam pengembangan pendidikan berbasis lingkungan sosial di Kabupaten Jayapura. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya melestarikan pengetahuan lokal dan budaya masyarakat adat di tengah arus globalisasi yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pengetahuan lokal dan nilai-nilai budaya masyarakat adat dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat memainkan peran sentral dalam mendukung pendidikan yang relevan secara lokal. Mereka terlibat aktif dalam pengembangan kurikulum, menyediakan materi pengajaran berbasis budaya, dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Selain itu, keterlibatan masyarakat adat dalam pendidikan formal membantu mempertahankan identitas budaya dan memperkaya pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pengetahuan lokal dan nilai-nilai budaya dalam pendidikan formal dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mempromosikan keberlanjutan budaya dan lingkungan. Ditemukan pula bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam upaya ini. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk implementasi pendidikan berbasis lingkungan sosial yang dapat diterapkan di Kabupaten Jayapura dan wilayah lainnya dengan konteks serupa. Rekomendasi tersebut mencakup pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung kolaborasi multi-pihak, pelatihan guru dalam materi budaya lokal, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya melestarikan pengetahuan adat melalui pendidikan.
Pemanfaatan Aplikasi dan Game Edukatif untuk Mendorong Aktivitas Fisik dan Kesehatan Siswa Heppy Hein Wainggai; Rif'iy Qomarrullah; Fredrik Sokoy; Lestari Wulandari S; Yato Kiwo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i2.8108

Abstract

Kecenderungan menurunnya aktivitas fisik di kalangan remaja menjadi tantangan serius bagi kesehatan dan perkembangan mereka, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong aktivitas fisik dan meningkatkan kesadaran kesehatan siswa melalui pemanfaatan aplikasi dan game edukatif. Kegiatan dilaksanakan di SMP YPK Hedam dengan sasaran siswa kelas VII dan VIII. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi manfaat aktivitas fisik, pelatihan penggunaan aplikasi kebugaran, dan implementasi game edukatif berbasis gerak. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi siswa dan kuesioner terkait minat serta pemahaman mereka terhadap pentingnya aktivitas fisik. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan fisik, antusiasme yang tinggi terhadap media pembelajaran interaktif, serta pemahaman yang lebih baik tentang gaya hidup sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi edukatif dapat menjadi strategi efektif untuk memotivasi siswa melakukan aktivitas fisik secara rutin. Program ini diharapkan menjadi model pembinaan kesehatan yang inovatif di sekolah, serta dapat direplikasi pada institusi pendidikan lain dengan karakteristik serupa
Asal-usul dan Transformasi: Pencak Dor dari Latihan Santri hingga Hiburan Rakyat Rifiy Qomarrullah; Fredrik Sokoy
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5765

Abstract

Pencak Dor is a traditional martial art rooted in Islamic boarding schools (pesantren) in Java, originally serving as physical training and discipline-building for students (santri). Over time, Pencak Dor has undergone a transformation from an internal pesantren activity into a popular form of public entertainment. This study aims to explore the origins of Pencak Dor and analyze its transformation from a socio-cultural perspective. The research employs a literature review method combined with content analysis of secondary sources, including books, scholarly articles, historical archives, and online media. The findings reveal that the transformation of Pencak Dor is driven by internal factors such as the adaptation of pesantren cultural values, as well as external influences like the development of mass media and the commercialization of performing arts. Despite changes in form and function, values such as sportsmanship, togetherness, and local wisdom have been preserved. This study highlights the importance of preserving Pencak Dor as a cultural heritage that remains adaptive to the dynamics of time.
Kemitraan Masyarakat - Akademik: Mengembangkan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal pada Guru Sekolah Dasar Kadir, Akhmad; Sokoy, Fredrik; Ali, Aisyah
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v10i1.5247

Abstract

Local wisdom is an essential part of the life of indigenous communities, not only strengthening cultural identity but also holding the potential to enrich the learning process in schools. Through this community service activity, a local culture-based teaching supplement was developed to support elementary school teachers in linking lessons to values that are alive in the community. The activity took place at SD YPK Ifar Babrongko, Kampung Yoboi, and involved direct collaboration between academics and the local indigenous community. The implementation was carried out through field observation, interviews with community leaders and teachers, group discussions, and pilot testing of teaching materials in a learning environment integrated with nature and local culture. The results show that teachers began to realize the importance of local culture as a learning resource. They were not only able to develop culture-based teaching materials but also demonstrated a shift in teaching methods that were more contextual and closer to the students' lives. As a contribution to community service, this activity successfully created a collaborative space for co-producing culturally responsive educational knowledge between the academic community and indigenous communities. The development of this learning supplement not only strengthened the pedagogical capacity of teachers in indigenous areas but also fostered institutional partnerships between universities and local communities in supporting cultural preservation and improving the quality of primary education.