Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Model Sumur Resapan Dengan Peresapan Dasar Rata Di Desa Sukolilo Kecamatan Jabung - Kabupaten Malang Moh. Bagus Fahmi; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.775 KB)

Abstract

Desa Sukolilo Kecamatan Jabung adalah salah satu daerah yang terletak di Kabupaten Malang yang merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk yang padat. faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk salah satunya adalah Perkembangan perumahan. Dampak dari perubahan alih fungsi dari sawah ke perumahan atau pemukiman mengurangi daerah resapan air. Permasalahan yang timbul adalah limpasan air hujan dari perumahan atau pemukiman langsung dialirkan menuju saluran drainase tanpa meresapkannya terlebih dahulu ketika musim hujan. penurunan muka air tanah akan sangat terasa ketika musim kemarau, karna mayoritas masyarakat masih menggunakan sumur tanah. maka dari itu perlu dilakukan suatu kajian efektifitas dan model sumur resapan dengan peresapan dasar rata. Metode yang digunakan adalah metode falling head pada 3 model sumur resapan yang direncanakan dengan dimensi 0,6m, 0,8m dan 1,0m dan sama-sama memiliki kedalaman H=1,3 m, memakai buis beton tinggi 1,0 m dan dindingg porus 0,3 m . Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai permeabilitas lapangan dengan penyelidikan auger boring, nilai debit banjir kala ulang, kemampuan resap sumur resapan terhadap debit banjir dan perbandingan nilai faktor geometrik F lapangan dan F Sunjoto. Hasil penelitian dan kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah nilai permeabilitas pada kedalaman 1,3 m sebesar K = 0,00235 m/det. Sumur resapan d=0,6m mampu menampung debit banjir kala ulang 5 tahun, sumur resapan d=0,8m mampu menampung debit banjir kala ulang 10 tahun, dan sumur resapan d=1,0m mampu menampung debit banjir kala ulang 25 tahun. Faktor geometrik lapangan menunjukkan nilai F lapangan lebih besar dari pada F Sunjoto dengan nilai perbandingan sumur resapan d=0,6m memiliki nilai perbandingan 0,90 %, sumur resapan d=0,8m memiliki nilai perbandingan 0,54 % dan sumur resapan d=1,0m memiliki nilai perbandingan 0,79 %, dimana F lapangan lebih besar dari F Sunjoto. Kata Kunci : Sumur Resapan, Permeabilitas Lapangan, Faktor Geometrik Lapangan
Studi Evaluasi Saluran Drainase Di Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan Hasma Permatasari Putri; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.454 KB)

Abstract

Kota Tarakan adalah kota kepulauan di provinsi terbaru Indonesia, provinsi Kalimantan Utara. Kota ini terdiri dari empat kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Tarakan Tengah. Kecamatan Tarakan Tengah merupakan kawasan padat penduduk yang mengalami banyak perubahan tata guna lahan, lahan hijau untuk resapan beralih menjadi kawasan kedap air. Akibatnya besar jumlah air yang melimpas karena hujan semakin meningkat sehingga terjadilah banjir. Pada penelitian ini dilakukan analisis dari aspek teknis yaitu dengan melakukan evaluasi sistem drainase. Hasil analisis dari aspek ini menunjukan bahwa beberapa saluran di Kecamatan Tarakan Tengah tidak mampu menampung debit banjir rancangan. Adapun perhitungan tinggi hujan rancangan pada penelitian ini menggunakan metode Log Person Type III dengan periode ulang 5 tahun yang didapatkan hasil curah hujan rancanganya adalah sebesar 139,471 mm.      Hasil analisis menunjukkan, terdapat 9 saluran dari 52 saluran yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan, saluran itu adalah saluran 2 di Jalan P. Flores, saluran 7C di Jalan Ladang, saluran 14A di Jalan P. Sadau, saluran 16B di Jalan P. Sulawesi, saluran 19C di Jalan Imam Bonjol, saluran 21 di Jalan RE. Martadinata, saluran 25A di Jalan P. Diponegoro, saluran 26 di Jalan Sebengkok Tiram dan saluran 27 di Jalan KH. Agus Salim. Alternatif yang digunakan sebagai solusi permasalahan ini adalah dengan merencanakan ulang dimensi penampang saluran serta mempertimbangkan nilai ekonomisnya. Kata Kunci: Tarakan, debit banjir rancangan, saluran drainase
Studi Alternatif Perencanaan Jaringan Irigasi Curah (Sprinkler Irigation) Berbasis Gravitasi Di Desa Poncokusumo Samsul Maarif; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan irigasi di Indonesia menuju sistem irigasi maju dan tangguh tak lepas dari irigasi tradisional yang telah di kembangkan sejak ribuan tahun yang lampau. Irigasi maju atau modern dapat saja muncul karena usaha memperbaiki atau melanjutkan sistem irigasi yang sudah ada sebelumnya. salah satunya yaitu irigasi curah(sprinkler irigation). Irigasi Curah merupakan sistem irigasi yang di usahakan menyerupai dengan keadaan hujan Dengan menggunakan irigasi curah berbasis gravitasi ini banyak keuntungan yang di dapat, diantaranya pengoperasian irigasi menggunakan gravitasi sehingga tidak boros di energi listriknya, lebih efisien, tidak boros air, tidak memerlukan saluran-saluran air terbuka sehingga area pertanian lebih luas dan dapat sebagai sarana untuk melakukan pemupukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air irigasi dan air tanaman pada daerah irigasi curah poncokusumo, mengetahui debit yang keluar dari tandon, mengetahui pola tanam dan luas area yang di aliri irigasi curah. Debit dari tandon diperoleh dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan. Dari analisis yang sudah dilakukan diperoleh debit yang keluar sebesar 0,012 m3/detik, pola tanam pada daerah irigasi curah apel dan palawija, luas daerah yang di aliri irigasi curah ± 332 ha dan kebutuhan air sebesar ± 0,00234 m3/detik/ha. Setelah diketahui jumlah kebutuhan air, dapat di rencanakan jaringan irigasi curah yang akan direncaknakan.Kata Kunci: Irigasi, Irigasi curah, Sprinkler Irigation, Irigasi Curah Poncokusumo
Penelitian Kepadatan Tanah Di Lapangan Dengan Metode Kerucut Pasir ( Sand Cone ) Pada Proyek Mirah Gold Mining Di Kab. Katingan - Kalimantan Tengah Muhammad Hasan; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.163 KB)

Abstract

Pada pembuatan timbunan tanah untuk jalan raya, bendungan, dan banyak struktur teknik lainnya, tanah yang lepas (renggang) haruslah dipadatkan untuk meningkatkan berat volumenya.  Penelitian kepadatan tanah dilapangan dengan metode kerucut pasir (Sand Cone) pada proyek mirah gold mining di Kab.Katingan – Kalimantan Tengah dilaksanakan pada zona B (Clay core), dimana material yang digunakan untuk timbunan adalah material tanah dengan gradasi halus sehingga metode yang paling tepat digunakan untuk melakukan pengujian kepadatan tanah dilapangan adalah metode pasir kerucut (Sand Cone). Peraturan pelaksanaan penelitian kepadatan tanah dilapangan dengan metode kerucut pasir (Sand Cone) pada proyek mirah gold mining di Kab.Katingan – Kalimantan Tengah menggunakan pedoman ASTM (American Society for Testing and Materials) yaitu ASTM D 1556 – 90.  Material tanah sudah di uji dilaboratorium sesuai dengan standart tes yang telah di tentukan yaitu : Natural Water Content (ASTM D.2216 – 71) ; Specific Gravity (ASTM D.854 – 91) ; Atterberg Limit (ASTM D.4318 – 93) ; Grain size Analisys (ASTM D.422 – 72) ; Compaction Standart (ASTM D.698 – 70) Untuk pengujian Atterberg Limit, spesifikasi teknis yang digunakan dilapangan adalah  Atterberg Limit ASTM D.4318 – 93 . Hasil pengujian kepadatan tanah dilapangan dengan metode kerucut pasir (sand cone) telah memenuhi standart yang digunakan dilapangan yaitu : Degree of Compaction <95% dan >110% ,  Kadar air (Water Content) yang diijinkan dalam penimbunan adalah -1 % + 4 % terhadap OMC (Optimum Moisture Content); Pasir ottawa atau kwarsait sudah terkalibrasi Gamma pasir (γpasir) dari hasil kalibrasi pasir ottawa atau kwarsait yang digunakan adalah 1,379 gr/cm3 dan 1,334 gr/cm3 ; Analisa dari pengujian dilapangan dari 135 titik sand cone ada 2 titik yang tidak masuk spesifikasi dan harus diulang yaitu : Layer – 1, S-6 = 91.09 % (Tidak masuk), Proses compactor harus diulang kembali sehingga mendapatkan kepadatan yang dikehendaki; Layer – 1 S-26 = 101.50 % (Masuk) - Pengulangan timbuna. Harus diulang proses penimbunan karena ada genangan air yang diakibatkan oleh hujan pada daerah uji sand cone sehingga mengakibatkan penurunan nilai kepadatan Keywords: Kepadatan Tanah, Kerucut Pasir. Sand Cone
STUDI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) Moh. Agil Bagus Alam; Warsito Warsito Warsito; Azizah Rachmawati Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.868 KB)

Abstract

Gedung SMA Muhammadiyah 1 Gresik terletak di jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121, yang terdiri dari 11 lantai dengan atap di atasnya. Gedung ini memiliki ketinggian gedung 47,4 m yang termasuk dalam konstruksi bertingkat tinggi yang terancam runtuh jika terjadi gempa, selain itu gedung ini termasuk dalam kategori desain seismik D. Bangunan dengan struktur beton bertulang berada di prinsip rapuh. Oleh karena itu, perlu dirancang bangunan yang mampu menahan gempa dengan risiko tinggi. Maka proyek terbaru Gedung SMA Muhammadiyah 1 Gresik ini dirancang menggunakan sistem rangka penahan momen khusus (SRPMK). Perhitungan struktur ini menggunakan pemodelan 3D dengan software SAP2000 V.20 dan SpColumn. Berdasarkan hasil perhitungan tebal pelat yang digunakan adalah 125mm, pemodelan gempa menggunakan metode response spectrum dengan nilai V sebesar 1949,39 kN atau sama dengan 198782,4588 Kg. Dimensi balok induk adalah B1 45/75, B2 40/70, B3 30/45 dan dimensi kolom adalah K1 90/90, K2 75/75, K3 45/45, menggunakan pondasi tiang pancang berdiameter 50 cm dengan kedalaman 18,5 m
Studi Evaluasi Sistem Drainase Di Wilayah Kecamatan Kaimana Kota Kaimana Papua Barat Hardianti Safitri; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.88 KB)

Abstract

Secara umum drainase merupakan serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan. Sistem drainase yang ada di Kota Kaimana khususnya di kawasan perkotaan atau padat pemukiman masih menggunakan sistem drainase konvensional, dimana saluran pembuangan mengalirkan air sebagian besar masih di wilayah kota. Namun beberapa drainase mengalirkan air menuju ke laut. Permasalahannya terjadi genangan dibeberapa kawasan akibat tingginya intensitas hujan yang mengakibatkan daya tampung saluran melebihi kapasitas saluran yang ada. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besar debit aliran yang bisa ditampung saluran dengan kondisi yang ada saat ini. Evaluasi saluran drainase menggunakan metode trial and eror (metode coba-coba).Dari hasil perhitungan didapatkan debit banjir rancangan terbesar adalah 1,8870 m3/det dan debit banjir rancangan terkecil 0,0529 m3/det. Besar daya tampung saluran drainase yang ada (eksisting) terbesar adalah 2,0507 m3/det dan terkecil 0,1781 m3/det. Hasil evaluasi dari 26 saluran drainase di Kecamatan Kaimana terdapat 7 saluran yang tidak mampu menampung debit rancangan dengan kala ulang 10 tahun, yaitu saluran Kaimana, Kaimana, Kaimana, Kaimana, Kaimana,  Kaimana, dan Kaimana, maka perlu adanya dilakukan perbaikan berupa penanganan saluran yang kapasitasnya tidak mencukupi dengan menambah dimensi saluran.  Kata Kunci : Drainase, Genangan, Kabupaten Kaimana.
Studi Peningkatan Lapis Tambah Perkerasan Pada Ruas Jalan Pacitan – Ponorogo (STA 0+000 – 10+100) Muhammad Saleh; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.884 KB)

Abstract

Bertambahnya volume lalu lintas kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Paictan–Ponorogosangat mempengaruhi kondisi lapisan perkerasan jalan yang berada di sepanjang Ruas Jalan Pacitan – Ponorogo menyebabkan kerusakan serta penurunan tingkat pelayanan.Untuk melayani kenyamanan pengguna jalan yang semakin bertambah maka perlu adanya rehabilitasi jalan berupa peningkatan lapis tambah.Digunakan data beban lalulintas serta lendutan Faliing Weight Deflectometer (FWD) sebagai dasar perencanaan overlay perkerasan lentur dengan metoda lendutan seusai pedomanPd T-05-2005-B.Panjangjalan yang dikerjakan 10,1 km, dengan lebar jalan 7 m. Dengan umur rencana 10 tahun dan perkembangan lalulintas sebesar 3,5% dan nilai lendutan diperoleh hasil perhitungan untuk tebal lapis tambah perkerasan jalan raya bervariasi tiap segmennya, dengan jenis lapis aspal beton yaitu : 1 = 7 cm; 2 = 6 cm; 3 = 7 cm; 4 = 15 cm; 5 = 9 cm; 6 = 11 cm; 7 = 12 cm;8 = 11 cm; 9 = 13 cm; 10 = 14 cm untuk tiap segmennya diperkirakan mampu mencapai umur rencana, dengan bentuk trapesium berdimensi saluran: h =0,6 m b = 0,5 m dapat menampung air limpasan kawasan jalan Pacitan - PonorogoKata kunci : Lapis Tambah , FWD, Laston,JalanPacitan – Ponorogo, Lendutan
ANALISA KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) PADA RUAS JALAN RAYA MAJANGTENGAH KECAMATAN DAMPIT – JALAN RAYA TLOGOSARI KECAMATAN TIRTOYUDO KABUPATEN MALANG DENGAN MENGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) m. mulyadi; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa kerusakan perkerasan lentur (Flexible Pavement) pada ruas Jalan Raya Majangtengah Kecamatan Dampit – ruas Jalan Raya Tlogosari Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang,sistem penilaian kerusakan perkerasan jalan mengacu kepada jenis,dimensi dan tingkat kerusakan yang terjadi, dan dapat menjadi salah satu acuan untuk menentukan jenis pemeliharaan kerusakan pada perkerasan jalan. Ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari menjadi salah satu akses utama,mengakibatkan banyak kendaraan yang melintas pada ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari, sehingga beban yang diterima jalan menjadi semakin besar yang akan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan pada ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari dengan mengunakan metode pavement condition index (PCI). Dengan panjang ruas jalan yaitu 10 km dibagi menjadi 20 segmen dimana masing - masing segmen memiliki ukuran 500 x 7m. Analisa masing – masing segemen dilakukan secara visual dilapangan dengan mengukur dimensi kerusakan, identifikasi jenis kerusakan, dan tingkat kerusakan untuk mengetahui nilai pavement condition index (PCI). Hasil survei dilapangan di temukuan jenis kerusakan seperti lubang,tambalan,amblas,benjol dan turun,butiran lepas,retak kulit buaya,retak memanjang dan melintang serta retak pingir. Nilai PCI pada ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari adalah 80 yang berarti kondisi perkerasan pada ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari adalah sempurna,sehingga janis pemeliharaan yang dipakai adalah pemeliharaan rutin yang dilakukan dengan penanganan terhadap lapis permukaan yang sifatnya untuk meningkatkan kualitas berkendara tanpa meningkatkan kekuatan struktur dan dilakukan sepanjang tahun. Kata Kunci : analisa keruksan jalan,jenis kerusakan jalan,PCI.
Pengaruh Bahan Tambahan PET (Polythylene Terthalate) Terhadap Karakteristik Marshall Pada Aspal AC-WC Ismaya Adlinatika Ilham Rosyida; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.019 KB)

Abstract

Bersamaan dengan melonjaknya lalulintas jalan akhir-akhir ini bersamaan dengan minimnya anggaran biaya perawatan perkerasan jalan dapat memacu banyaknya kehancuran jalan. Untuk menanggulangi kehancuran tersebut dibutuhkan kegiatan yaitu dengan cara kenaikan pemeliharaan jalan, perbaikan rancangan perkerasan jalan serta menambah mutu perkerasan jalan. Aspal ialah material bercorak gelap kecoklatan serta karakteristik lapisan yang sangat sensitif terhadap beban survai dan temperatur. Sifat kesensitifan ini dapat menciptakan aspal sanggup membungkus serta menyetop agregat agar konsisten di lokasinya sepanjang prosedur pembuatan serta durasi pelayanan. Target dalam studi yakni untuk mengenali sifat marshall. Dalam studi berikut ini ialah memanfaatkan polimer limbah Polyethylenet Terepthalate (PET) menjadi material tambahan pada aspal beton AC-WC. Studi mencoba menggunakan dengan teknik memberi serpihan botol plastik yang dipotong dengan ukuran ±2mm supaya mudah dan cepat pada waktu pelelehan. Untuk pengujian ini dilakukan dengan cara kering (dry process). Sebelum penambahan PET, terlebih dahulu membuat benda uji dari susunan batasan tengah. Jumlah Kadar Aspal Optimum (KAO) yang dihasilkan pada gabungan benda percobaan ialah sejumlah 6,47%. Setelah itu mengerjakan penyisipan PET dengan kombinasi agregat yakni 1%, 3%, 5% serta 7% dari berat aspal. Hasil studi menunjukkan jika karakteristik marshall terbaik adalah pada tambahan Polyethylene Terepthalate (PET) 3% yaitu dengan nilai stabilitas 1618,859 kg. Akan tetapi semua presentase PET dalam penelitian ini seperti nilai VMA, VIM, VFA, Kelelehan (flow), Stabilitas, serta Marshall quotient (MQ) sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2018 meskipun nilai tidak stabil atau naik turun. Kata kunci: Aspal, AC-WC, Polyethylene Terepthalate (PET), KAO
Studi Peningkatan Jalan (Overlay) Pada Ruas Pamekasan-Sumenep Madura, KM. 138+900- KM. 148+000 Dengan Perkerasan Lentur Yusuf Setyo Prayugo; Warsito Warsito; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.553 KB)

Abstract

Jalan merupakan sarana transportasi darat yang membentuk jaringan transportasi untuk menghubungkan daerah satu ke daerah yang lain, sehingga roda perekonomian dan pembangunan dapat berputar dengan baik.Seiring dengan perkembangan kepemilikan kendaraan dan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat,sementara kapasitas jalan tetap,hal ini akan menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas,maka akan sangat berpengaruh terhadap kondisi jalan dan berkurangnya kenyamanan bagi para pengendara yang melintasi jalan tersebut.Pada ruas jalan Pamekasan-Sumenep telah mengalami banyak perubahan seperti retak-retak maupun berlubang.Maka untuk mengembalikan kenyamanan dan kekuatan pada jalan tersebut, salah satu alternatif yang dapat digunakan yaitu tambahan lapisan ulang pada jalan (overlay).Perkerasan lentur (FlexiblePavement), adalah perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikatnya.Untuk perkerasan lentur ini memiliki kelebihan yaitu dapat di gunakan untuk semua kelas jalan dan tingkat volume lalu lintas.Untuk ruas jalan Pamekasan-Sumenep ini masuk dalam kelas II B. Selain itu pada ruas jalan Pamekasan-Sumenep ini tidak di dukung oleh saluran drainase yang memadai.Sehingga perlu juga untuk perencanaan untuk saluran drainase. Tebal lapisan perkerasan dengan lapisan tambahan (overlay) pada jalan Pamekasan-Sumenep Madura yaitu 9 cm. Dimensi perencanaan saluran drainase pada jalan Pamekasan-Sumenep: Segmen I ( Sta. 0 +000 – 0 +900) W=0,20 m, h=0,60 m, b=0,50 m; Segmen II ( Sta. 2 +200 – 3 +100) W=0,25 m, h=0,70 m, b=0,60 m; Segmen III ( Sta. 4 +100 – 5 +450) W=0,35 m, h=1,10 m, b=0,90 m; Segmen IV ( Sta. 5 +600 – 7 +000)  W=0,30 m, h=0,85 m, b=0,70 m; Segmen IV ( Sta. 7 +000 – 8 +100) W=0,30 m, h=0,95 m, b=0,80 m. Kata Kunci : Jalan, Overlay, Pamekasan-Sumenep, Perkerasan, Lentur