Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisa Erosi Dan Fungsi Kawasan Berdasarkan ARLKT (Arahan Rehabilitasi Lahan Dan Konservasi Tanah) Pada Sub DAS Roban Bangun Kabupaten Mojokerto Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.109 KB)

Abstract

Timbulnya lahan kritis adalah salah satu indikasi dari pemanfaatan lahan yang kurang optimal, keserasian antara pemanfaatan dan usaha konservasi masih belum seimbang. Permasalahan ini akan berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi di sekitar Daerah Aliran Sungai. Pada saat ini hampir semua sungai besar di Indonesia telah digolongkan sebagai DAS kritis. Sedangkan ditinjau dari laju erosi dapat dikemukakan bahwa laju erosi di beberapa sungai di Indonesia sangat tinggi. Bulan Februari tahun 2004 telah terjadi banjir bercampur lumpur di Kabupaten Mojokerto dan mengakibatkan kerusakan parah pada prasarana jalan, jembatan, bangunan pengairan dan daerah pemukiman. Kerusakan tersebut terjadi terutama pada lokasi dengan keadaan geologi, morfologi, hidrologi, dan klimatologi yang kurang menguntungkan. Hal ini juga diakibatkan menurunnya kemantapan suatu lereng akibat degradasi tanah atau batuan bersamaan dengan waktu dan usianya. Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data curah hujan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS),  tata guna lahan, Peta topografi, peta jenis tanah, data jenis tanaman dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa 1.Sub DAS Roban Bangun yang luasnya 7928,79 ha ini merupakan daerah hulu dimana setelah perhitungan didapatkan hasil debit total sebesar 107,24 m3/dt yang merupakan total debit dari 63 Sub-sub DAS. Erosivitas limpasan permukaan yang totalnya mencapai 50.696,49 m2/jam dan mengakibatkan nilai total laju erosi sebesar 137.354,71 ton/ha/thn. Laju erosi tersebut dikatakan sangat berat, karena dapat mengakibatkan hilangnya kedalaman tanah efektif dan membuat DAS menjadi sangat kritis. 2. Kondisi topografi Sub DAS Roban Bangun yang kemiringan lerengnya sebagian besar curam dan sangat curam (40% keatas), kedalaman solum yang sebagian besar Dalam (90 cm keatas) dan memiliki laju erosi yang besar mengakibatkan tingkat bahaya erosi yang terjadi pada Sub DAS Roban Bangun sebagian besar sangat berat yaitu 54,7% dari luas wilayah, sedangkan tingkat bahaya erosi yang lain yaitu berat:24,4%, Sedang:10,3%, Ringan:3,6%, dan Sangat Ringan:7,1%. 3.           Kelas kemampuan lahan di Sub DAS Roban Bangun di klasifikasikan menjadi 8 (delapan) kelas, yaitu kelas I (4,80 %), kelas II (0,5 %), kelas III (9,10 %), kelas IV (2,88 %), kelas V (0,19 %), kelas VI (5,27 %), kelas VII (36,77 %) dan  kelas VIII (40,48%). Adapun untuk tiap-tiap kelasnya disarankan untuk melakukan usaha konservasi sesuai dengan sifat-sifat tanahnya. Teknik konservasi diutamakan adalah dibiarkan alami sebagai hutan lindung atau cagar alam. Kata Kunci : Erosi , ARLKT, DAS Roban Bangun
Studi Perencanaan Bangunan Pelimpah (Spillway) Pada Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek Moh. Lutfi Maulana; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.285 KB)

Abstract

Bendungan Tugu adalah bendungan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan kebutuhan air baku. Debit air yang masuk ke dalam bendungan diusahakan agar tidak sampai melimpah di atas puncak mercu bendungan, maka perlu direncanakan bangunan yang dapat melimpahkan debit banjir ke hilir secara optimal. Salah satu bangunan pelengkap pada bendungan adalah bangunan pelimpah. Dari hasil studi didapatkan analisis debit banjir rencanaQ100th = 324,246 m3/dt. Elevasi puncak spillway + 254,00 m.Spillway direncanakan dengan tipe Ogee lengkap dengan bangunan pelengkapnya yaitu saluran pengarah, saluran transisi, saluran peluncur dan bangunan peredam energi dengan tipe kolam olakan USBR Type III. Selanjutnya analisis berupa stabilitas kontrol guling, kontrol geser, kontrol daya dukung tanah dengan hasil bangunan yang direncanakan masih tergolong aman.Kata kunci : Spillway, Bendungan, Tugu, Trenggalek
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE HEC-RAS DI SUNGAI AMPRONG KEC.KEDUNGKANDANG, MALANG, JAWA TIMUR Suci Amalia; Eko.Noerhayati Noerhayati; Azizah Rachmawati Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perairan di Indonesia terbentang luas dari ujung timur hingga ke ujung barat. Dari lautan, danau hingga sungai. Jumlah sungai di Indonesia mencapai 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai, dan dari banyaknya sungai tersebut diperlukan perhatian khusus agar ekosistem sungai dapat terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak negatif yang bias ditimbulkan. Salah satu pergerakan dalam lingkup sungai adalah sedimentasi. Sedimentasi adalah proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es atau gletser. Dalam sungai pergerakan sedimentasi biasa juga disebut dengan angkutan sedimen. Pergerakan sedimen perlu diteliti dan dikaji sebagai langkah preventif sungai apabila terjadi pengendapan yang mengakibatkan pendangkalan dasar sungai.Penelitian ini akan membahas terkait angkutan sedimen di sungai Amprong di kota malang. Penelitian dilakukan dengan menghitung debit sungai, butiran sedimen yang kemudian di kalkulasikan menggunakan aplikasi HEC-RAS. Sungai Amprong memiliki rerata kecepatan arus sebesar 0,233 – 0,396 m/s. Dari kecepatan tersebut dapat diketahui besar debit sungai. Karakteristik sedimen diketahui melalui analisa butiran sedimen, Untuk perhitungan nilai angkutan sedimen, menggunakan rumus Meyer-Peter Muller. Kata Kunci : Sungai, Angkutan Sedimen, HEC-RAS
Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan Pada Perumahan The Araya Cluster Jasmine Valley Malang Rofiqoh Rofiqoh; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.582 KB)

Abstract

Saat ini telah dikembangkannya proyek pembangunan perumahan The Araya, khususnya Cluster Jasmine Valley. Perumahan ini terletak di kawasan resapan air, itu menandakan bahwa air yang masuk ke dalam zona jenuh air akan mengalir ke daerah yang lebih rendah. Maka perencanaan drainase perlu berlandaskan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan atau biasa disebut dengan ekodrainase. Salah satu metode yang digunakan dalam ekodrainase adalah sumur resapan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besar debit limpasan air dan menghitung dimensi pada masing-masing tipe bangunan, serta menghitung biaya perencanaan sumur resapan secara efisien. Metode perhitungan untuk menghitung debit banjir rencana menggunakan metode Rasional, dan untuk menghitung dimensi sumur resapan menggunakan metode Sunjoto. Hasil penelitian dan kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah debit air hujan yang mengalir pada bangunan rumah tipe 54/55 sebesar 0,0988 m3/detik, bangunan rumah tipe 58/60 sebesar 0,0143 m3/det. Dimensi sumur resapan rumah tipe 54/55 diameter 1 m dengan kedalaman 0,7 m, rumah tipe 58/60 diameter 1 m dengan kedalaman 1 m. Besarnya biaya pembangunan sumur resapan dinding bata untuk rumah tipe 54/55 sebesar Rp.700.000, rumah tipe 58/60 sebesar Rp.840.000, Sementara biaya pembangunan sumur resapan dinding beton untuk rumah tipe 54/55 Rp.700.000, rumah tipe 58/60 Rp.715.000. Kata Kunci : Ekodrainase, Perumahan, Sumur Resapan, Debit, RAB
Studi Evaluasi Sistem Drainase Di Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya Budiman Budiman; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.963 KB)

Abstract

Kecamatan Sukomanunggal merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur. Kecamatan Sukomanunggal sendiri beberapa tahun terakhir sering mengalami perkembangan dinamika masyarakat. Penyebab terjadinya banjir adanya perubahan tata guna lahan yang menjadi permukiman, saran dan prasarana seperti jalan, kurangnya daerah resapan, drainase yang tidak menampung debit air. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui saluran yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan untuk kemudian dilakukan perencanaan perbaikan saluran. Metode yang digunakan dalam perhitungan curah hujan rata-rata daerah yaitu metode rata-rata al-jabar yang menghasilkan rata-rata. Sedangkan perhitungan curah hujan rancangan menggunakan metode log person type III. Dalam perencanaan perbaikan saluran dilakukan dengan menggunakan metode trial error. Untuk perhitungan curah hujan rancangan menggunakan kala ulang 10 tahun didapatkan hasil hujan rancangan sebesar 126 mm.Hasil analisa didapatkan 9 saluran dari 56 saluran yang tidak bisa menampung debit banjir rancangan periode ulang 10 tahun. Selanjutnya direncanakan perbaikan saluran dengan lebar 0,70 meter dan tinggi 0,60 meter yang diubah menjadi dimensi baru, sehingga saluran dapat memenuhi debit banjir rancangan. Kata kunci: Perbaikan Saluran, Drainase, Kecamatan Sukomanunggal.
STUDI EVALUASI KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL KEBONAGUNG KOTA PASURUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PKJI 2014 DAN SOFTWARE VISSIM Sayyidah Nadia; Azizah Rachmawati; Anita Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.355 KB)

Abstract

Evaluasi kinerja simpang bersinyal adalah sebuah teknis dalam menelusuri kinerja dan kelayakan jenjang layanan dalam simpang mempunyai sinyal diantaranya dalam simpang empat Kebonagung Kota Pasuruan dengan mempunyai empat lengan simpang yaitu jalan Panglima Sudirman-jalan KH.Ahmad Dahlan-jalan Urip Sumoharjo dan jalan Untung Suropati. Evaluasi kinerja simpang ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh dengan cara survey langsung di lokasi penelitian meliputi kondisi geometrik simpang, kondisi lingkungan simpang, kondisi fase dan data lalu lintas, survei dilakukan selama tiga hari yaitu hari Senin, Rabu dan Minggu, survey dilakukan pada jam sibuk selama satu jam dan dibagi menjadi tiga sesi pagi, siang dan sore, sedangkan data sekunder didapat dari internet meliputi peta Kota Pasuruan dan data jumlah penduduk Kota Pasuruan.Untuk Perhitungan evaluasi kinerja simpang empat ini mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 dan menggunakan perbandingan Software Vissim.Berdasarkan hasil analisa menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 pada kondisi eksisting simpang empat bersinyal Kebonagung Kota Pasuruan menghasilkan tundaan rata rata sebesar 44,67 det/skr. Sementara Software Vissimialah 65,94 det/skr dengan keterangan LOS E ( Arus Tidak Stabil ). Dua alternatif yang dipergunakan yaitu alternatif I dengan merubah waktu siklus lalu lintas sedangkan alternatif II dilakukan pelebaran jalan . Setelah melaksanakan Alternatif I dan Alternatif II di dapatkan Tundaan rata-rata mempergunakan PKJI 2014 adalah 20,40 det/skr dan 16,97 skr/det, sedangkan hasil Software Vissim Tundaan rata-rata simpang adalah 37,00 det/skr dan 33,25 skr/det.Kata Kunci:PKJI 2014, Simpang Bersinyal, Software Vissim.
Perencanaan Sistem Jaringan Air Bersih Pada Perumahan The Araya Cluster Jasmine Valley Kota Malang Gancakra Pribadi; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.418 KB)

Abstract

Saat ini telah dikembangkan proyek pembangunan perumahan The Araya, khususnya Cluster Jasmine Valley. Perumahan The Araya Cluster Jasmine Valley ini memiliki sumber air bersih yang berasal dari PDAM. pada Cluster Jasmine Valley belum memiliki jaringan perpipaan distribusi air bersih yang efektif dan efisien maka perlu adanya perencanakan jaringan air bersih yang mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada perumahan tersebut. Untuk mengetahui kebutuhan air di Perumahan Araya, terlebih dahulu dilakukan proyeksi penduduk hingga 10 tahun (2027) dengan metode Geometrik.Hasil perhitungan proyeksi jumlah penduduk tahun 2027 adalah 1379 jiwa dengan kebutuhan air bersih 0,240 liter/detik. Untuk perencanaan sistem jaringan distribusi air bersih selanjutnya air didistribusikan secara gravitasi melalui pipa distribusi yaitu pipa Induk 1 ½ inchi dan pipa Distribusi ½ Inchi Kata Kunci : Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih, , The Araya
Normalisasi Sungai Winongo Untuk Penanggulangan Banjir di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan Program HEC – RAS 5.0.7 Sumber Jaya; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.862 KB)

Abstract

Sungai Winongo di Kecamatan Mlati yang mengalir hampir sepanjang wilayah Kabupaten Sleman, Sungai ini berfungsi sebagai saluran pembuang di kabupaten sleman, Panjang sungai ±38,52 km, namun seiring bertambahnya jumlah penduduk di bantaran Sungai Winongo banyak terdapat pemukiman padat penduduk sehingga masyarakat banyak membangun rumah-rumah. Hal ini menyebabkan banjir setiap tahunnya dan merendam rumah-rumah warga yang ada pada bantaran sungai. Untuk itu diperukan penataan pada aliran sistem pengaliran pada Sungai Winongo dan normalisasi sungai agar mampu menghindari bencana akibat banjir. Dari indentifikasi masalah yang ada di Sungai Winongo yaitu dengan cara meminimalisir banjir salah satunya dengan melakukan normalisasi penampang sungai pada saat debit air naik dan tidak melimpas dibantu dengan Software HEC-RAS untuk mengetahui bagian mana yang meluap dan tidak meluap di Sungai Winongo. Di dalam perthitungan debit banjir rancangan dengan menggunakan Metode HSS Nakayasu dengan kala ulang 25 tahun sebesar 207,824 m3/det. Berdasarkan hasil running dengan menggunakan Software HECRAS penampang eksisting hampir semuanya melimpas sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang dimensi dan membuat bangunan pengendali banjir yaitu dengan cara membuat tanggul (revertment) di sepanjang sungai yang mempunyai lebar mercu 3 m dan tinggi jagaan tanggul 0,8 m. Dalam perhitungan perencanaan galian dengan total volume 62022,2 m3 dan volume Timbunan 211261,90 m3 sehingga dapat membuat efektifitas dalam menanggulangi permasalahan yang ada di Sungai Winongo agar tidak terjadi banjir setiap tahunnya.Kata kunci: Banjir Sungai, Sungai Winongo, HECRAS, Tanggul Sungai. 
Studi Peningkatan Tebal Lapis Tambah (Overlay) Pada Ruas Jalan Sumbawa Besar – Semongkat (STA. 0+000 - 11+000) Kabupaten Sumbawa Besar Usman Lang Ere; Warsito Warsito; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sumbawa yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada posisi 116" 42' sampai dengan 118"22' Bujur ZTImur dan 8" 8' sampai dengan 9" 7' Lintang selatan serta memiliki luas wilayah 6.643.98 Km2. disamping itu Kabupaten Sumbawa merupakan daerah yang menghubungkan beberapa daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). dalam studi peningkatan ini, yang akan direncanakan adalah perkerasan lentur (flexible pavement) pada jalan Sumbawa Besar - Semongkat sebagaimana suatu perkerasan lentur akan mengalami penurunan kinerja sehubungan dengan beban lalu lintas dan lingkungan. pada saat perkerasan dibebani Kata Kunci: peningkatan, tebal lapis tambahan, overlay, sumbawa besar - semongkat
Studi Alternatif Perencanaan Bangunan Atas Jembatan Sriwedari Dengan Menggunakan Rangka Baja 3 Bentang Sungai Bengawan Solo Kabupaten Ngawi Husnul Arif; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.273 KB)

Abstract

Jembatan Sriwedari dibangun karena belum adanya jalan penghubung antara Desa Sriwedari Kecamatan Karanganyar dan Desa Sambirejo Kecamatan Mantingan. Lokasi jembatan ini di Desa Sriwedari yang nantinya didukung dengan akses jalan baru dan pemilihan lokasi ini didasari beberapa pertimbangan riil di lapangan.Jembatan tersebut di bangun di atas sungai Bengawansolo yang mempunyai lebar dari tebing kiri tebing kanan ± 110 m, yang nantinya berfungsi sebagai jalur perlintasan berbagai kendaraan bermotor dan juga tidak bermotor dengan 2 lajur 2 arah dengan panjang ± 120 m dan lebar 8 m. Rencana jembatan existing ini berupa jembatan rangka baja dengan pembagian bentang menjadi 2, yaitu bentang I : 60 m, dan bentang II 60 m dan munggunakan dimensi rangka baja WF 400 x 400 x 21 x 21. Kemudian direncanakan alternatif jembatan dengan bentang yang berbeda. Bentang dibagi menjadi 3, yaitu bentang I : 40 m, bentang II : 40 m dan bentang III : 40 m. Dimana pembagian bentang ini diharapkan dapat menjadikan alternatif dalam pemilihan struktur jembatan yang lebih baik dan lebih efisien. Hasil dari perbandingan tersebut adalah penulangan plat lantai kendaraan dipakai tulangan tarik D19-150 mm dan tulangan tekan D19-300 mm. Untuk trotoar dipakai tulangan tarik D19-150 mm dan tulangan tekan D19-300 mm. Digunakan rangka baja mutu tinggi BJ-50 dengan fy 290 MPa. Pada gelagar memanjang digunakan profil WF 400 x 200 x 8 x 13, gelagar melintang menggunakan profil WF 900 x 300 x 16 x 28 dan gelagar induk digunakan profil WF 400 x 300 x 10 x 16. Untuk sambungan gelagar memanjang dengan gelagar melintang digunakan baut mutu tinggi dengan A 325 ∅ 5/8” dan digunakan A 325 ∅ 3/4” untuk sambungan gelagar melintang dengan gelagar induk.Kata kunci :Jembatan, rangka baja