Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh El Rondo drill dan Triangle drill terhadap ketepatan short passing pemain sepakbola usia dini Udin, M. Chofi Ala; Priadana, Benny Widya; Aliriad, Hilmy; Putri, Wahyu Setia Kuscahyaning
Sepakbola Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/sepakbola.v5i1.356

Abstract

Ketepatan passing adalah aspek teknik dasar yang penting dalam permainan sepakbola, terutama bagi pemain usia dini. Passing yang akurat memungkinkan tim untuk menjaga penguasaan bola dan menciptakan peluang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode el rondo drill dan triangle drill dalam meningkatkan ketepatan short passing pemain sepakbola usia dini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 30 subjek pemain SSB New Gesic U-12. Desain penelitian menggunakan two-group pretest-posttest design. Perlakuan berupa latihan dengan metode el rondo drill dan triangle drill, diikuti pengujian pretest dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode meningkatkan ketepatan short passing. Nilai mean sebesar 83,66 (pretest) dan 120,66 (posttest) untuk el rondo drill sedangkan untuk triangle drill nilai mean sebesar 80,46 (pretest) dan 118,13 (posttest). Analisis paired t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,00 (p < 0,05), menandakan perbedaan signifikan pada kedua kelompok. Namun, analisis independent t-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Peningkatan lebih besar terjadi pada triangle drill (46,81%) dibandingkan dengan el rondo drill (44,22%).   The effect of the El Rondo drill and the Triangle drill on the accuracy of short passing in youth soccer players   Abstract: Passing accuracy is an essential basic skill in soccer, especially for youth players. Accurate passing allows the team to maintain ball possession and create opportunities. This study aims to investigate the effect of the El Rondo drill and triangle drill methods in improving the accuracy of short passing in youth soccer players. This research uses an experimental method with a quantitative approach, involving 30 subjects from SSB New Gesic U-12. The research design employed is a two-group pretest-posttest design. The intervention consisted of training with the el rondo drill and triangle drill, followed by pretest and posttest assessments. The results showed that both methods improved short passing accuracy. The mean scores were 83.66 (pretest) and 120.66 (posttest) for the el rondo drill, while for the triangle drill, the mean scores were 80.46 (pretest) and 118.13 (posttest). Paired t-test analysis revealed a significance value of 0.00 (p < 0.05), indicating a significant difference in both groups. However, the independent t-test analysis showed no significant difference between the two groups. The greater improvement occurred in the triangle drill group (46.81%) compared to the el rondo drill group (44.22%).
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SMP MUHAMMADIYAH 4 BALEN Fahrudi, Ahmad; Wulandari, Puput Novia; Putri, Wahyu Setia Kuscahyaning
Journal of Sport Science And Physical Education (JOSEPHA) Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP Pamane Talino

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/josepha.v6i1.455

Abstract

Isu akademik peserta didik setiap saat selalu menjadi kepentingan pemerintah dan guru, metode dan desain pembelajaran yang berbeda Isu akademik siswa selalu menjadi kepentingan pemerintah dan guru, untuk meningkatkan prestasi akademik dan hasil belajar peserta didik berbagai metode dan desain pembelajaran. Penelitian mengkaji hubungan antara kebugaran jasmani dengan hasil belajar pada belajar siswa. Jumlah sampel 28 dipilih dari populasi sebanyak 28 orang. Kami menggunakan teknik pengambilan sampel yang disengaja untuk meningkatkan kinerja akademik dan hasil belajar siswa. Penelitian ini mengkaji tentang hubungan kebugaran jasmani dengan hasil belajar siswa. Jumlah sampel 28 dipilih dari populasi hingga 28 dengan menggunakan teknik purposive sampling Metode pengumpulan data menggunakan tiga instrumen tes bakat jasmani dan hasil belajar diperoleh dari hasil subtes. Teknik analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk satu sampel dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi pada tes kebugaran jasmani adalah 23, skor tersebut termasuk dalam kategori “sangat baik”, dan skor terendah adalah 9, artinya masih dalam kategori “kurang”, nilai rata-rata belajar siswa tertinggi adalah 94,00 dan nilai rata-rata terendah adalah 84,30. Sedangkan analisis korelasi didapatkan nilai (r) 0,301 dengan tingkat probabilitas (0,005) < 0. 05sehingga terdapat hubungan yang signifikan antar kedua variable. Dari hasil analisis diketahui bahwa terdapat hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dengan hasil belajar siswa, dan semakin baik kondisi fisik maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa.
WORSKHOP PEMBUATAN KERAJINAN DARI PELEPAH PISANG DAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF DI DESA BONDOL KECAMATAN NGAMBON KABUPATEN BOJONEGORO: WORKSHOP IN THE PRODUCTION OF CRAFTS FROM BANANA LEAVES AND PLASTICS WASTE TO EMPOWER THE CRATIVE ECONOMY IN BONDOL VILLAGE, NGAMBON DISTRICT, BOJONEGORO Putri, Wahyu Setia Kuscahyaning; Fatoni, Mohammad; Budi, Bambang Setyo; Bassalam, Ahmad Nasih Ulwan; Al Kautsar, Darel Farhan Rohmat
PADIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2025): Padimas (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : PADIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/padimas.v4i01.5572

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai merupakan salah satu strategi kunci dalam pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Bondol melalui pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari pelepah pisang dan limbah plastik. Metode yang digunakan adalah lokakarya dan praktik langsung dengan pendampingan intensif dari tim mahasiswa KKN. Proses pelatihan mencakup tahapan pengolahan bahan baku (pengeringan dan penyiapan pelepah pisang; pembersihan dan pemotongan limbah plastik), teknik dasar menganyam dan merangkai, hingga proses finishing produk. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta, terutama ibu-ibu PKK, yang berhasil menciptakan berbagai produk kerajinan seperti celengan dan hiasan bunga. Peserta mampu menguasai teknik dasar dan memahami potensi ekonomi dari produk yang dihasilkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berhasil mengubah paradigma masyarakat terhadap limbah, meningkatkan keterampilan kreatif, serta membuka peluang wirausaha baru di sektor ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Kata Kunci: Kerajinan Pelepah Pisang, Daur Ulang Plastik, Ekonomi Kreatif. Abstract: Utilizing waste into valuable products is a key strategy in developing a circular economy at the village level. This community service activity aims to empower the residents of Bondol Village through training in making handicrafts from banana midribs and plastic waste. The method used was workshops and hands-on practice with intensive assistance from the KKN student team. The training process included raw material processing (drying and preparing banana midribs; cleaning and cutting plastic waste), basic weaving and assembling techniques, and product finishing. The results showed high enthusiasm from the participants, especially the PKK women's group, who successfully created various handicraft products such as piggy bank and flower decorations. Participants were able to master the basic techniques and understand the economic potential of the products. The conclusion of this activity is that the training successfully changed the community's paradigm towards waste, improved creative skills, and opened new entrepreneurial opportunities in the creative economy sector based on local resources. Keywords: Banana Midrib Crafts, Plastic Recycling, Creative Economy
Studi Literatur: Pengaruh Media Pembelajaran Permainan Tradisional Terhadap Hasil belajar Siswa Pratama, Asyraf Dhia; Putri , Wahyu Setia Kuscahyaning
Citius : Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): CITIUS : Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Publisher : Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/citius.v4i1.2631

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu secara menyeluruh. Dalam proses pembelajaran, media pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah permainan tradisional.  Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode penelitian kepustakaan atau studi literatur. Penelitian ini melibatkan pengumpulan, pengkajian, dan analisis kritis terhadap literatur yang relevan, seperti artikel ilmiah, jurnal pendidikan, yang membahas tentang permainan tradisional dan efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode analisis yang digunakan mencakup analisis deskriptif untuk menggambarkan temuan utama dari literatur yang ditinjau dan meta-analisis untuk menyatukan hasil-hasil penelitian yang relevan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran permainan tradisional dapat eningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun kembali permainan tradisional untuk anak sebagai media yang ampuh dalam merangsang tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal serta tidak menghilangkan nilai budaya leluhur. Simpulan, hasil penelitian menegaskan bahwa penggunaan permainan tradisional sebagai media pembelajaran di era modern mampu meningkatkan hasil belajar anak. Saran perlu adanya dukungan lebih lanjut dari pihak pendidikan, orang tua, dan komunitas dalam mengimplementasikan permainan tradisional dalam kurikulum pembelajaran. Penelitian Selanjutnya dapat menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan komunitas dalam melestarikan permainan tradisional.
Impact Of Oxygenated Water On The Acceleration Of Pulse Rate Reduction After Physical Activity Putri, Wahyu Setia Kuscahyaning; Aliriad, Hilmy
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 5 No 1 (2023): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.paju.2023.5.1.9082

Abstract

This study examines the effect of drinking water with oxygen levels to decrease the pulse rate after physical activity in students of Physical Education Health and Recreation. The research method used is experimental research with Pretest-Posttest Control Group Design. Two groups were formed: a control group and an experimental group of 20 UNUGIRI Health and Recreation Physical Education Study Program students. Sampling is done randomly (Random Sampling). The pulse rate is measured before and after running for 20 minutes. The results of the analysis showed a significant difference between the provision of oxygenated drinking water (experimental group) and ordinary drinking water (control group) on the acceleration of pulse rate reduction after running activities. The significance value obtained was 0.057, indicating a significant difference between the two groups. The average pulse of the experimental group was 89.44, while the average pulse of the control group was 98.33. The administration of drinking water with an oxygen content has a positive effect on the decrease in the pulse rate after physical exertion. Subjects who consumed oxygenated drinking water after a 20-minute run had a faster pulse rate decrease than those who consumed only plain water. The conclusion of this study shows that the provision of oxygenated drinking water positively affects the decrease in pulse rate after physical activity in health and Recreation physical education students. Oxygenated drinking water can be an effective alternative to accelerate pulse recovery after intense physical exertion. This research provides a better understanding of the benefits of oxygenated drinking water in maintaining health and accelerating physical recovery after sports activities
The Correlation Between Leg Muscle Strength, Balance, and Reaction Speed to the Ability of the Crescent Kick: Hubungan Kekuatan Otot Tungkai, Keseimbangan, dan Kecepatan Reaksi dalam Tendangan Sabit Muhammad zainal Ikhwan; Wahyu Setia Kuscahyaning Putri; Nurman Ramadhan
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 10 No 1 (2026): Bahasa indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v10i1.48294

Abstract

This study aims to determine the correlation between leg muscle strength, balance, and reaction speed to the ability of the sickle kick in pencak silat athletes Elementary School 1 Bangilan. The study used a correlational method with a quantitative approach. The population and sample in this study were all 20 students of the pencak silat extracurricular Elementary School 1 Bangilan with a saturated sampling technique. The research instruments included a leg muscle strength test using a vertical jump, a balance test using a standing stork test, a reaction speed test using a 10-meter run, and a 10-second sickle kick ability test. Data analysis was carried out using the Pearson Product Moment correlation test and multiple linear regression with the help of the SPSS 23 program. The results showed that partially balance had a significant relationship to the ability of the sickle kick (r = 0.54; p < 0.05), while leg muscle strength and reaction speed had a weak and insignificant relationship. Together, leg muscle strength, balance, and reaction speed had a significant relationship to the ability of the sickle kick with a multiple correlation coefficient (R) of 0.621 and a coefficient of determination (R²) of 0.386. This indicates that these three variables contribute 38.6% to the sickle kick's ability. It can be concluded that balance is the most dominant physical factor in supporting the sickle kick ability of pencak silat athletes.
Awareness of sports education students on the use of wearable technology in physical activities Saifuddin, Hasan; Putri, Wahyu Setia Kuscahyaning; Walandari, Puput Novia; Firmansyah, Johan
Bima Loka: Journal of Physical Education Vol 6 No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bimaloka.v6i1.47374

Abstract

This study aims to analyze the level of awareness, use, perception, and adoption factors of wearable technology among physical education students in supporting physical activity. The study used a descriptive quantitative approach through an online survey of 48 students with a 14-item questionnaire instrument covering aspects of knowledge, experience of use, motivation, perceived benefits, obstacles, and readiness to adopt the technology. The results showed that 62.5% of respondents had sufficient understanding of wearable technology, but only 14.6% actively used it, while 62.5% had never used it, indicating a gap between awareness and use. The most recognized wearable features include step counters, heart rate monitors, sleep trackers, activity reminders, and GPS tracking. Perceptions of the benefits of wearables tended to be positive, with 62.5% of respondents rating them as important or very important in sports activities, and 66.7% feeling motivated to be more physically active. In addition, 89.6% of respondents acknowledged that wearables help objectively monitor performance, and 72.9% supported their integration into physical education learning. However, technology adoption remains hampered by economic and accessibility factors, with 52.1% of respondents citing price as the primary barrier and 25% citing limited device availability. Despite this, 43.8% of respondents were willing to participate in training, and 52.1% expressed potential interest. These findings suggest that wearable technology has significant potential to increase physical activity awareness through real-time feedback and objective monitoring. However, implementation requires a comprehensive strategy that includes increasing access, training, and gradual curriculum integration.
Pengaruh Kafein Kopi terhadap Respons Denyut Nadi dan Ketahanan Aerobik pada Aktivitas Lari 30 Menit Ahmad Fadhil Ni'ami; Ahmad Saiful Huda Huda; Mahmudan Asyari; Ikhwan Mahfudz Ahsan Avivi; Moch. Ardi Syaikh Putra Al Anshary; Wahyu Nur Widyan Syah Putra; Wahyu Setia Kuscahyaning Putri
Journal of Physical Activity (JPA) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari (2026)
Publisher : Asosiasi Program Studi Olahraga PGRI Indonesia (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58343/n51wf323

Abstract

Kafein merupakan zat ergogenik yang banyak dikonsumsi untuk menunjang performa olahraga, khususnya pada aktivitas yang bersifat aerobik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kafein kopi terhadap respons denyut nadi dan ketahanan aerobik pada aktivitas lari selama 30 menit. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Subjek penelitian terdiri dari enam orang laki-laki yang melakukan lari 30 menit setelah mengonsumsi kopi. Pengukuran denyut nadi dilakukan pada lima tahap, yaitu sebelum konsumsi kopi, 40 menit setelah konsumsi kopi, setelah pemanasan, setelah lari 30 menit, dan setelah istirahat 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan denyut nadi istirahat setelah konsumsi kopi, peningkatan denyut nadi setelah aktivitas lari, serta penurunan denyut nadi pada fase pemulihan. Hasil ini menunjukkan bahwa kafein kopi memengaruhi respons denyut nadi dan mendukung kerja sistem kardiovaskular dalam aktivitas aerobik.
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN BOTOLKARET TERHADAP KEMAMPUAN PASSING DAN MINAT SISWA PADA PEMBELAJARAN SEPAK BOLA Aris Wiji Saputra; Wahyu Setia Kuscahyaning Putri; Benny Widya Priadana
Jurnal Porkes Vol 9 No 2 (2026): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v9i2.33728

Abstract

Soccer instruction is often hindered by students’ low interest in learning and poor basic motor skills, particularly in the technique of inside-foot passing, due to a lack of instructional variety. This study aims to determine the effect of a modified rubber bottle game on students’ inside-foot passing ability and interest in learning during soccer instruction. A quantitative method with a one-group pretest-posttest design was used. A sample of 42 ninth-grade students from MTs Ulumiyah Kebonharjo was selected using purposive sampling. The research instruments consisted of a passing skill test and a learning interest questionnaire. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and a paired-sample t-test with SPSS version 23. The results of the study indicate that the modification of the rubber bottle game does not have a significant effect on inside-foot passing ability (Sig. 0.971 > 0.05), but has a highly significant effect on students’ learning interest (Sig. 0.000 < 0.05). In conclusion, the modification of the rubber bottle game is effective in increasing learning interest but has not yet been able to significantly improve passing ability; therefore, it needs to be combined with more structured technical training.
Efektivitas Latihan Zig-zag Run dan Shuttle Run Terhadap Kelincahan Driblling Atlet Sepak Bola SSB Rajekwesi Fase Fundamental M. Choirul Rizal; Olivia Dwi Cahyani; Wahyu Setia Kuscahyaning Putri
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.445

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latihan lari bolak-balik (shuttle run) dan lari zig-zag (zig-zag run) mempengaruhi kelincahan menggiring bola (dribbling agility) pemain sepak bola SSB Rajekwesi Ngumpakdalem. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok dengan metodologi pra-eksperimental. Populasi penelitian terdiri dari 30 atlet SSB Rajekwesi Ngumpakdalem pada fase fundamental, dan semuanya berfungsi sebagai sampel penelitian. Tes menggiring bola zig-zag digunakan untuk mengumpulkan data baik sebelum maupun setelah perlakuan (pretest dan posttest). Rejim pelatihan, yang meliputi lari bolak-balik dan lari zig-zag, dilakukan tiga kali seminggu selama dua belas minggu. Hasil pretest dan posttest berbeda secara signifikan, menurut analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan. Peningkatan keterampilan menggiring bola ditunjukkan oleh perbedaan rata-rata 1,85 detik antara waktu pretest dan posttest, yang masing-masing adalah 14,39 dan 12,54 detik. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kelincahan menggiring bola para pemain sepak bola SSB Rajekwesi Ngumpakdalem meningkat pesat berkat aktivitas lari zig-zag dan lari bolak-balik. Untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh, disarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan lebih banyak alat ukur, termasuk tes kelincahan lainnya selain tes menggiring bola zig-zag.