Articles
PENGARUH MODIFIKASI BOLA VOLI MENGGUNAKAN BOLA PLASTIK TERHADAP PENINGKATAN MINAT BELAJAR PADA SISWI KELAS VIII PUTRI MTS ISLAMIYAH BALEN BOJONEGORO
Benny Widya Priadana;
Sunu Wahyudhi;
Muhammad Zamroni Hanif
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 16 No 1 (2017): March 2017
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29138/lentera.v16i1.267
The study began with the maximal student learning outcomes in volleyball learning materials. The purpose of this study was to determine the learning outcomes of volleyball games through the modification of volleyball games to the interests of eighth grade female students at MTs Islamiyah Balen Bojonegoro. This research is a classroom action research study consisting of 2 cycles, each cycle having 2 meetings. Each face-to-face meeting lasts 2 hours or 2 x 40 minutes (80 minutes). The research sample was all students of class VIII Putri MTs Islamiyah Balen Bojonegoro Academic Year 2017, totaling 66 students. Data collection methods used in this study used a questionnaire / questionnaire, while the data analysis researchers used descriptive analysis of percentages.The results showed that the interest of VIII grade female students at MTs Islamiyah Balen Bojonegoro after learning to use volleyball game modifications had increased. This can be seen from the aspect of interest that originally increased by 43.3% to 68%, while the aspect of attention that was originally 42.8% to 66.1%, and the aspect of the activity which was originally 43.5% to 67.6%. So it can be concluded that the interest of students towards physical education learning by using a volleyball game modification in class VIII Putri MTs Islamiyah Balen students in 2017 academic year in the high category.
IDENTIFIKASI POLA MAKAN, INDEKS MASSA TUBUH, DAN AKTIVITAS FISIK MAHASISWA PROGRAM MATAKULIAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KEBUGARAN
Bayu Budi Prakoso;
Suroto Suroto;
Arif Bulqini;
Benny Widya Priadana
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/jpo.v10i1.2092
Kondisi kesehatan dewasa ini sering dihubungkan dengan pola makan, indeks massa tubuh (IMT), dan aktivitas fisik. Kondisi ketiga variabel tersebut diharapkan dapat menjadi tolok ukur pola hidup sehat yang sedang dijalani oleh seseorang. Sebagai matakuliah pengembangan kepribadian, matakuliah pendidikan jasmani dan kebugaran memiliki beberapa misi yang salah satunya adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menerapkan pola hidup sehat. Untuk itu, tujuan artikel ini adalah sebagai langkah awal mengetahui kondisi pola makan, IMT, dan aktivitas fisik sebagai need-assessment dalam merumuskan treatment dalam proses perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study memanfaatkan survei online menggunakan google form yang terbimbing saat pelaksanaan perkuliahan. Sebanyak 254 (51 laki-laki dan 203 perempuan) dari 267 responden layak digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan deskriptif statistik dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi mahasiswa cenderung cukup dan frekuensi makan mahasiswa wajar, komposisi tubuh mahasiswa berdasarkan IMT mayoritas ideal, aktivitas fisik mahasiswa belum cukup ditinjau dari frekuensi dan waktu, instensitas aktivitas fisik tergolong cukup. Untuk itu, treatment dalam proses perkuliahan direkomendasikan untuk memacu aktivitas fisik mahasiswa agar memenuhi rekomendasi WHO atau hasil-hasil penelitian yang relevan.
Kelayakan pengukuran aspek pengetahuan pada instrumen physical literacy untuk siswa usia 8-12 tahun
Benny Widya Priadana;
Hasan Saifuddin;
Bayu Budi Prakoso
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 20, No 1 (2021): February
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v20i1.9675
Pengukuran physical literacy idealnya dilakukan pada ranah motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, pengetahuan dan pemahaman. Tingkat physical literacy dapat diprediksi dengan mengukur tingkat pengetahuan seseorang mengenai physical literacy menggunakan Physical Literacy Knowledge Questionnaire (PLKQ) yang berhasil dikembangkan oleh Longmuir et al. (2018). PLKQ terbukti memenuhi syarat instrumen di negara Canada untuk anak usia 8-12 tahun. Tujuan artikel ini adalah menguji kelayakan PLKQ ditinjau dari validitas dan reliabilitas untuk mengukur physical literacy anak usia 8-12 di Indonesia. Protokol descriptive study diterapkan dengan memanfaatkan survei terhadap 110 anak usia 8-12 tahun yang dipilih menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Validitas dianalisis memanfaatkan product-moment pearson sedangkan reliabilitas menggunakan split-half. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLKQ dinyatakan layak ditinjau dari vaiditas (r= 0,338-0,680) dan reliabilitas (r= 0,613). Tingkat pengetahuan physical literacy anak masuk dalam kategori kurang (m= 25,93, SD= 6,722). Â Sehingga PLKQ dapat menjadi alternatif pilihan untuk mengukur pengetahuan physical literacy di Indonesia.
Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Olahraga di Bojonegoro
Hasan Saifuddin;
Benny Widya Priadana;
Nurman Ramadhan
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 3 No 1 (2021): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.447 KB)
|
DOI: 10.20884/1.paju.2021.3.1.4814
Kualitas hasil pembelajaran olahraga sangat di tentukan oleh kompetensi guru PJOK. Untuk pembinaan keprofesian guru diperlukan pengukuran kompetensi guru PJOK secara berkala. Penelitian ini bertujuan mengetahui kompetensi guru PJOK di Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan yakni desciptive study dengan metode survey kadar keguruan guru PJOK untuk mengetahui kompetensi guru. Subjek penelitian ini adalah Guru PJOK di Sekolah SD, SMP,dan SMA di Bojonegoro berjumlah 30 orang menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner kadar keguruan PJOK dengan mengunakan rentang nilai 0%-100% (Suroto, 2016). Kuesioner ini menggunakan skala empat poin tipe Likert (1 = katergori kurang, 2 = kategori biasa, 3 = kategori baik, 4 = kategori hebat). Hasil penelitian kadar keguruan kompetensi guru PJOK secara keseluruhan hasil dari 30 orang sampel penelitian guru PJOK berdasarkan semua tingkatan yang masuk pada kategori kurang dengan skor persentase 23,3%, guru PJOK yang masuk kategori biasa dengan skor persentase 30,0 %, guru PJOK yang masuk kategori baik dengan skor persentase 33,3 % dan guru PJOK yang masuk kategori hebat dengan skor persentase 13,3 %. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah masih diperlukan peningkatan kompetensi guru PJOK agar lebih baik dalam konteks proses dan hasil pembelajaran
Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Olahraga di Bojonegoro
Hasan Saifuddin;
Benny Widya Priadana;
Nurman Ramadhan
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 3 No 1 (2021): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.447 KB)
|
DOI: 10.20884/1.paju.2021.3.1.4814
Kualitas hasil pembelajaran olahraga sangat di tentukan oleh kompetensi guru PJOK. Untuk pembinaan keprofesian guru diperlukan pengukuran kompetensi guru PJOK secara berkala. Penelitian ini bertujuan mengetahui kompetensi guru PJOK di Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan yakni desciptive study dengan metode survey kadar keguruan guru PJOK untuk mengetahui kompetensi guru. Subjek penelitian ini adalah Guru PJOK di Sekolah SD, SMP,dan SMA di Bojonegoro berjumlah 30 orang menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner kadar keguruan PJOK dengan mengunakan rentang nilai 0%-100% (Suroto, 2016). Kuesioner ini menggunakan skala empat poin tipe Likert (1 = katergori kurang, 2 = kategori biasa, 3 = kategori baik, 4 = kategori hebat). Hasil penelitian kadar keguruan kompetensi guru PJOK secara keseluruhan hasil dari 30 orang sampel penelitian guru PJOK berdasarkan semua tingkatan yang masuk pada kategori kurang dengan skor persentase 23,3%, guru PJOK yang masuk kategori biasa dengan skor persentase 30,0 %, guru PJOK yang masuk kategori baik dengan skor persentase 33,3 % dan guru PJOK yang masuk kategori hebat dengan skor persentase 13,3 %. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah masih diperlukan peningkatan kompetensi guru PJOK agar lebih baik dalam konteks proses dan hasil pembelajaran
Identifikasi Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Sugihwaras
Benny Widya Priadana;
Edi Suwandi
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 4 No 2 (2023): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20884/1.paju.2023.4.2.7894
Kebugaran jasmani merupakan salah satu indikator capaian pembelajaran pada mata pelajaran pendidikan jasmani yang juga berpengaruh terhadap tingkat kualitas hidup siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kebugaran jasmani siswa sekolah dasar di kecamatan Sugihwaras kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Sebanyak 112 (56 laki-laki dan 56 perempuan) menjadi subjek penelitian ini. Instrumen penelitian ini menggunakan Plank dan PACER Test. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebugaran otot dan kardiovaskular siswa laki-laki lebih baik dibanding dengan siswa perempuan. Namun, kebugaran kardiovaskular baik siswa laki-laki dan siswa perempuan sebagian besar berada dalam tingkat pemula dan berkembang. Oleh karena itu, sekolah, stakeholder, dan guru pendidikan jasmani perlu lebih memfasilitas siswa agar dapat berkativitas jasmani di waktu luang atau ketika istirahat, melakukan pengukuran kebugaran jasmani secara berkala dan meciptakan pembelajaran meaningful dipadukan dengan permainan berorientasi kebugaran yang inovatif
Development of Kickboxing Tool Media for Pencak Silat Athletes
Hilmy Aliriad;
Beny Widya Priadana;
Boy Eko Yoga Kurniawan
Journal Coaching Education Sports Vol 4 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31599/jces.v4i1.1853
The lack of assisting tools in improving the quality and accuracy of kicks also affects the enhancement of muscle mass and physical fitness of athletes in the Puslatcab Pagar Nusa Bojonegoro. This research aims to produce a development product of a kickboxing tool that assists in kicks for Pagar Nusa Pencak Silat athletes at the Puslatcab Pagar Nusa Bojonegoro. This study is a research and development (R&D) study that adapts the research and development strategies proposed by Borg and Gall. The data were analyzed using descriptive analysis techniques, consisting of descriptive feedback and assessment scores from all reviewers on each aspect of the product evaluation. The results of the conducted development research indicate that the product is a Kickboxing Tool Media for Pencak Silat Athletes at the Puslatcab Pagar Nusa Bojonegoro. It is suitable for use as a learning medium as it obtained a good average score. Based on the data obtained through the summary of three aspects, namely (1) accuracy aspect, (2) balance aspect, and (3) strength aspect, the small-scale study obtained a total score of 1800, while the large-scale study obtained 2771. Based on these research findings, it can be concluded that the average score for all questions is 2771 (Very Good).
Optimasi pembelajaran pendidikan jasmani dengan permainan tradisional: meningkatkan kelincahan peserta didik kelas iv dan v di mi sambongrejo
Sukma Vicky Pratama;
Benny Widya Priadana;
Wahyu Setia Kuscahyaning Putri
Bima Loka: Journal of Physical Education Vol 3 No 2 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, FIKK, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bljope.v3i2.26663
Permainan tradisional berasal dari masyarakat yang merupakan aset budaya bangsa dan mengandung unsur latihan fisik. Penelitian ini menguji apakah aktivitas konvensional seperti gobak sodor, boi-boian dan bentengan dapat meningkatkan kelincahan pada peserta didik kelas IV dan V di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sambongrejo. Eksperimen dengan desain "One Group Pretest-Postest Design" digunakan. Partisipan dalam penelitian ini adalah 29 peserta didik kelas IV dan V MI Sambongrejo. illinois agility test digunakan untuk menilai kelincahan. Uji-t digunakan untuk menganalisis data, dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional gobak sodor, boi-boian dan bentengan berpengaruh signifikan terhadap kelincahan pada peserta didik kelas IV dan V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sambongrejo, dengan nilai t-hitung 4,977 > t-tabel 2,045, dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Dengan demikian, permainan tradisional seperti gobak sodor boi-boian dan bentengan berpengaruh secara signifikan terhadap kelincahan pada peserta didik kelas IV dan V di MI Sambongrejo.
Profil kemampuan motorik mahasiswa program studi pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi: suatu analisis hasil tes
Dhany Yudha Ramadhan;
Benny Widya Priadana;
Wahyu Setia Kuscahyaning Putri
Bima Loka: Journal of Physical Education Vol 3 No 1 (2022): November
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, FIKK, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bljope.v3i1.26665
Kemampuan motorik yang efektif sangatlah esensial bagi individu dalam menjalankan aktivitas fisik serta berpartisipasi dalam kegiatan olahraga sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami secara komprehensif profil kemampuan motorik mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi melalui hasil tes yang dilakukan. Tujuan ini meliputi identifikasi tingkat kemampuan motorik, identifikasi kekuatan dan potensi pengembangan, serta perumusan rekomendasi strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang kemampuan motorik. Dalam penelitian ini, metode survei diterapkan dengan menggunakan Barrow Motor Ability Test sebagai alat pengukuran. Sampel penelitian terdiri dari 50 mahasiswa laki-laki. Proses analisis data melibatkan pendekatan statistik deskriptif dan perhitungan persentase untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan motorik para mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori Baik Sekali memiliki persentase sebesar 0%, kategori Baik sebesar 2.00%, kategori Sedang sebesar 48.00%, kategori Kurang sebesar 28.00%, dan kategori Sangat Kurang sebesar 22.00%. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi memiliki tingkat kemampuan motorik yang berada dalam kategori Sedang.
IDENTIFIKASI POLA MAKAN, INDEKS MASSA TUBUH, DAN AKTIVITAS FISIK MAHASISWA PROGRAM MATAKULIAH PENDIDIKAN JASMANI DAN KEBUGARAN
Bayu Budi Prakoso;
Suroto Suroto;
Arif Bulqini;
Benny Widya Priadana
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 10 No. 1 (2021): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/jpo.v10i1.2092
Kondisi kesehatan dewasa ini sering dihubungkan dengan pola makan, indeks massa tubuh (IMT), dan aktivitas fisik. Kondisi ketiga variabel tersebut diharapkan dapat menjadi tolok ukur pola hidup sehat yang sedang dijalani oleh seseorang. Sebagai matakuliah pengembangan kepribadian, matakuliah pendidikan jasmani dan kebugaran memiliki beberapa misi yang salah satunya adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menerapkan pola hidup sehat. Untuk itu, tujuan artikel ini adalah sebagai langkah awal mengetahui kondisi pola makan, IMT, dan aktivitas fisik sebagai need-assessment dalam merumuskan treatment dalam proses perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study memanfaatkan survei online menggunakan google form yang terbimbing saat pelaksanaan perkuliahan. Sebanyak 254 (51 laki-laki dan 203 perempuan) dari 267 responden layak digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan deskriptif statistik dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi mahasiswa cenderung cukup dan frekuensi makan mahasiswa wajar, komposisi tubuh mahasiswa berdasarkan IMT mayoritas ideal, aktivitas fisik mahasiswa belum cukup ditinjau dari frekuensi dan waktu, instensitas aktivitas fisik tergolong cukup. Untuk itu, treatment dalam proses perkuliahan direkomendasikan untuk memacu aktivitas fisik mahasiswa agar memenuhi rekomendasi WHO atau hasil-hasil penelitian yang relevan.