Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL PENGENALAN TOOLS DAN DESAIN BUSANA PESTA MENGGUNAKAN APLIKASI IBIS PAINT X Futri Handayani; Ernawati Ernawati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.54905

Abstract

This research is motivated by the rapid development of digital technology in human life. Including the world of education, Vocational Schools (Vocational Schools) for Fashion in keeping up with technological developments studying digital design using the Ibis Paint X application. However, there are still many teachers who are not proficient in using the Ibis Paint expertise in operating the application is still limited. As a study program whose graduates are prepared to become vocational school teachers, it is necessary to add material to the Fashion Computer Applications course. The aim of this research is to describe the results of the validity and practicality of video tutorials on introducing tools and designing party clothing using the Ibis Paint The method used in this research is Research and Development (R&D), the development model used is the Alessi & Trollip (2001) approach. The results of video validation tests by media experts show that the video has a very high level of validity. Likewise with the results of video validation by material experts, which shows a very high level of validity. Furthermore, the results of practicality tests by lecturers and students show that this video tutorial can be applied effectively in learning. The results of practicality tests by students in small and large groups show that this tutorial video is very practical to use in learning. Based on these findings, this video tutorial is recommended as an effective learning medium in the Fashion Computer Applications course in the PKK Undergraduate Fashion Design Study Program, FPP UNP.Keywords: video tutorial, ibis paint X AbstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital didalam kehidupan manusia. Termasuk dunia pendidikan, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Tata Busana dalam mengimbangi perkembangan teknologi mempelajari desain digital menggunakan aplikasi Ibis Paint X. Namun masih banyak guru yang kurang mahir menggunakan aplikasi Ibis Paint X. Hal ini juga berlaku pada mahasiswa S1 Tata Busana, di mana keahlian dalam mengoperasikan aplikasi tersebut masih terbatas. Sebagai Prodi yang lulusannya dipersiapkan untuk menjadi guru SMK, maka diperlukan penambahan materi pada mata kuliah Aplikasi Komputer Busana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil validitas dan praktikalitas dari video tutorial pengenalan tools dan mendesain busana pesta menggunakan aplikasi Ibis Paint X sebagai alat pendidikan untuk mata kuliah Aplikasi Komputer Busana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Research and Development (R&D), model digunakan dengan pendekatan Alessi & Trollip (2001). Uji validasi video oleh ahli media menunjukkan bahwa video tersebut memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi. Begitu juga dengan hasil validasi video oleh ahli materi, yang menunjukkan tingkat validitas yang sangat tinggi. Selanjutnya, hasil uji praktikalitas oleh dosen pengampu dan mahasiswa menunjukkan bahwa video tutorial ini dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran. Hasil uji praktikalitas oleh mahasiswa dalam kelompok kecil dan besar menunjukkan bahwa video tutorial ini sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, video tutorial ini direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mata kuliah Aplikasi Komputer Busana di Program Studi PKK S1 Tata Busana FPP UNP.Kata Kunci: video tutorial, Ibis Paint X Authors:Futri Handayni : Universitas Negeri PadangEnawati : Universitas Negeri Padang References:Afrianti, D., Ernawati, E., & Nelmira, W. (2015). Pengembangan Modul Aplikasi Komputer Dalam Mendesain Ragam Hias Menggunakan Program Coreldraw X4 untuk Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Journal of Home Economics and Tourism, 10(3), 1“15. https://ejournal.unp.ac.id/index.php/jhet/article/view/5458/4313Alessi, S. M., & Trollip, S. R. (2001). Multimedia for learning: Methods and development. Allyn & Bacon, Inc.Bukharla, F. A., & Nursyirwan. (2020). Perancangan Aplikasi Android Berbasis Mobile Oleh-oleh Khas Minangkabau (Minang Pedia). Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 282“291. https://123dok.com/document/q20poxez-perancangan-aplikasi-android-berbasis-mobile-minangkabau-bukharla-nursyirwan.htmlDanuri, M. (2019). Perkembangan dan Transformasi Teknologi Digital. Jurnal Ilmiah Infokam, 15(2), 116“123. https://doi.org/10.53845/infokam. v15i2.178Elizar. (1996). Metode Demontrasi dalam Pembelajaran. Erlangga.Kartono, G., Mesra, M., & Azis, A. C. K. (2020). Pengembangan Media Ajar Grafis Komputer Materi WPAP Dalam Bentuk E-Book dan Video Tutorial Bagi Mahasiswa Seni Rupa. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 127“132. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1848565Lamrose, T., Budiwiwaramulja, D., Azmi, A., & Muslim, M. (2019). Pemanfaatan Media Video Tutorial Terhadap Hasil Pembelajaran Menggambar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mardinding. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 30“35. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1848590Nelmira, W., Ernawati, E., & Adriani, A. (2012). Pengembangan CD Interaktif Berbasis Tutorial untuk Media Pembelajaran Grading Mahasiswa Jurusan KK FT UNP. Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. http://repository. unp.ac.id/1058/1/WENI NELMIRA_771_12.pdfPutri, B. D., & Ernawati, E. (2022). Pengembangan Video Tutorial Pola Lengan Menggunakan RP-DGS CAD Pattern Making. EDUTECH, 21(3), 202“213. https://ejournal.upi.edu/index.php/ edutech/article/view/50545Ridwan, M., & Hadyanto, S. (2012). Perencanaan Pengembangan Pariwisata. Sofmedia.Suci, P. H., Fitria, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2022). Development of 3D Design Tutorial Video for Clothing Shape Visualization. Jurnal Pendidikan dan Keluarga, 13(02), 102“110.Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.Suyedi, S. S., & Idrus, Y. (2019). Hambatan-hambatan Belajar yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Dasar Desain Jurusan IKK FPP UNP. Jurnal Seni Rupa, 8(1), 120“128. https://garuda. kemdikbud.go.id/documents/detail/1848553Syafei, S., Efrizal, E., Sami, Y., Zubaidah, Z., Ariusmedi, A., & Kharisma, M. (2021). Penerapan Ragam Hias Minangkabau dalam Pembelajaran Membatik bagi Guru Seni Budaya SMPN dan MTsN Kabupaten Padang Pariaman. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 522“529. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.31709Widoyoko, E. P. (2019). Evaluasi Program Pembelajaran. Pustaka Pelajar.Wulandari, B., & Surjono, H. D. (2013). Pengaruh Problem-Based Learning Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Motivasi Belajar PLC di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(2), 178“191. https://doi.org/10.21831/jpv.v3i2.1600
STUDI KASUS BATIK KAJANG PADATI PADA EMI ARLIN FASHION DESIGNER DI KOTA PADANG Yola Meliza; Ernawati Ernawati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.55760

Abstract

Each batik product in various regions has its own characteristics with different sources of inspiration. Such as kajang padati batik from West Sumatra which has its own characteristics, characters, and motifs. The purpose of this research is to describe the motif and meaning of Batik Kajang Padati motif. The research method uses a qualitative descriptive method. The types of data are primary data and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is qualitative descriptive analysis, namely the steps of data reduction, data presentation, verification and conclusions. The results of the research show that the Kajang Padati Batik motif contains motifs and motif meanings such as; 1) The main ornament, namely the Rumah Gadang Kajang Padati motif, contains the meaning of an effort to introduce to the public about the existence of Rumah Gadang Kajang Padati which has a different shape from the current Rumah Gadang in general. it is rare and rarely found; 2) Complementary ornaments, including: a) The Kaluak Paku motif symbolizes leadership in Minangkabau, b) The Pucuak Rabuang motif symbolizes descendants, the next generation, c) The Saik Galamai motif symbolizes caution in taking action. d) Chain motif symbolizes strength, e) Ornament border motif symbolizes boundaries, f). Flame motif symbolizes high spirit, g) symbolizes mutual need, i) The rice motif symbolizes not being arrogant, j) The Bingkuang plant motif symbolizes being good at breaking down the atmosphere, k) The spiral motif symbolizes the process of human life, l) The chess motif symbolizes clever strategic thinking, m) The Ulek Bulu motif symbolizes the life process of a butterfly, n) The Kawung motif symbolizes the hope that humans will always remember their origins, strength and justice, o) The Ombak Lauik motif symbolizes the coastal area.Keywords: motif, meaning of motif, batik kajang padatiAbstrakSetiap produk batik di berbagai daerah memiliki ciri khas tersendiri dengan sumber inspirasi yang berbeda-beda. Seperti batik kajang padati dari Sumatera Barat yang memiliki ciri, karakter, dan motif tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif dan makna motif Batik Kajang Padati. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan langkah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Batik Kajang Padati terdapat motif dan makna motif seperti; 1) Ornamen utama yaitu motif Rumah Gadang Kajang Padati mengandung makna bahwa upaya memperkenalkan kepada masyarakat tentang keberadaan rumah gadang kajang padati yang mempunyai bentuk berbeda dari bentuk rumah gadang pada umumnya yang saat ini sudah langka dan jarang ditemukan; 2) Ornamen pelengkap, meliputi: a) Motif Kaluak Paku melambangkan kepemimpinan di Minangkabau, b) Motif Pucuak Rabuang melambangkan keturunan, generasi penerus, c) Motif Saik Galamai melambangkan kehati-hatian dalam melakukan tindakan, d) Motif Rantai melambangkan kekuatan, e) Motif Garis Tepi Ornamen melambangkan adanya batasan, f) Motif lidah api melambangkan semangat tinggi, g) Motif Tumbuhan Melati dan Bungo Melati melambangkan kesucian, bersih, harum, h) Motif Batuang melambangkan saling membutuhkan, i) Motif padi melambangkan tidak sombong, j) Motif Tumbuhan Bingkuang melambangkan pandai mencairkan suasana, k) Motif spiral melambangkan proses kehidupan manusia, l) Motif catur melambangkan pintar berfikir strategi, m) Motif Ulek Bulu melambangkan proses kehidupan kupu-kupu, n) Motif Kawung melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya, keperkasaan dan keadilan, o) Motif Ombak Lauik melambangkan daerah pantai.Kata Kunci: motif, makna motif, batik kajang padati.Authors:Yola Meliza : Universitas Negeri PadangErnawati : Universitas Negeri Padang ReferencesAchjadi, J. (2015). Ensiklopedia Motif Batik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Adityawarman, A. (2016). Ensiklopedi Rumah Adat Indonesia. Jakarta: Anlmage.Ernawati, I., & Nelmira, W. (2008). Tata Busana Jilid 2. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jendral Manajemen, Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan NasionalHadaf, A., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Motif dan Pewarnaan Batik Tulis di Dusun Giriloyo Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa YOGYAKARTA (Studi Kasus di Industri Batik Sri Kuncoro). Journal of Home Economics and Tourism, 11(1).Hardanti, E., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2014). STUDI TENTANG BATIK KERINCI DI KOTA SUNGAI PENUH. Journal of Home Economics and Tourism, 6(2).Hasriawati, L., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2021). STUDI TENTANG SUNTING BUNGO SANGGUL DI KENAGARIAN KOTO BARU KECAMATAN KUBUNG KABUPATEN SOLOK. Journal of Home Economics and Tourism, 15(2).Izzara, W. A., & Nelmira, W. (2021). Desain Motif Tenun Songket Minangkabau Di Usaha Rino Risal Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 423-431. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.25928Kuwala, R. N., & Novrita, S. Z. (2022). RAGAM HIAS MOTIF BATIK TANAH LIEK DHARMASRAYA (Studi Kasus di Kerajinan Batik Tanah Liek Citra). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 08-15. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32358Purnamawati, S., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Study of Batik Basurek in the City Bengkulu Province Bengkulu. Journal of Home Economics and Tourism, 11(1).RullisM. P., & Heldi, I. D, F., Efrizal,. (2018). Studi Tentang Bentuk, Fungsi Ornamen Dan Penataan Ruang Interior Rumah Gadang Kajang Padati Kota Padang. Serupa The Journal of Art Education, 6(2).
Exploring Global Research on Fashion Pattern Innovation through Computer-Aided Design: A Bibliometric Approach Widi Aliffa Izzara; Ernawati Ernawati; Weni Nelmira; Muhammad Giatman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7909

Abstract

The fashion industry is undergoing a digital transformation, particularly in patternmaking, where traditional methods face limitations in efficiency, precision, and scalability. Computer-Aided Design (CAD) has emerged as a key technology, yet global research on CAD-based fashion pattern innovation remains fragmented and underexplored. This study adopts a bibliometric approach using the PRISMA protocol to systematically analyze 124 Scopus-indexed publications from 2000 to 2024. Analytical tools such as Biblioshiny (R Studio) and Microsoft Excel were employed to map research trends, contributors, citation impact, and thematic developments. Findings indicate a moderate annual growth rate of 1.7% in publications. China, the United States, and France are the most active contributors, with journals like Computer-Aided Design and Applications serving as primary outlets. Highly cited studies emphasize virtual simulation, 3D editing, and anthropometric modeling. Co-occurrence analysis reveals dominant themes such as CAD, fashion design, virtual reality, and automation, indicating strong interdisciplinary convergence. This study contributes by mapping two decades of research, identifying global collaboration patterns, and highlighting emerging topics. The results offer practical implications for curriculum development, research prioritization, and digital innovation in the fashion industry. Despite limitations in data scope and sample size, the study establishes a foundational understanding of CAD’s role in pattern innovation and calls for broader data inclusion in future research.
Assessing the Implementation of a Culinary Skills Program in Vocational High School: A CIPP Model Evaluation Ade Hari Fitri; Ernawati Ernawati; Elida Elida; Muhammad Giatman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7600

Abstract

The Culinary Expertise Program at SMKN 1 Luak, established in 2015, aims to equip students with professional skills for employment or entrepreneurship. However, tracer studies from 2021 to 2023 indicate that a significant number of alumni are unemployed or work outside their field, raising concerns about program effectiveness. This study employed the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model using a mixed-methods approach. Quantitative data were collected from 87 alumni through questionnaires, while qualitative insights were obtained from six purposively selected school stakeholders via semi-structured interviews. Data were analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. The overall program scored 76.60%, indicating moderate appropriateness. The context dimension, including alignment with school vision and graduate needs, was rated as appropriate. The input component revealed moderate curriculum relevance and inadequate infrastructure, particularly a lack of standard practice facilities. The process evaluation showed that theory-based instruction was implemented effectively, but practical learning activities were constrained by limited resources. The product aspect received positive ratings, with most students meeting skill competency standards and obtaining certification, although graduate employment outcomes remain suboptimal. While the program meets several of its educational objectives, gaps remain in curriculum-industry alignment, infrastructure adequacy, and student motivation. Strengthening partnerships with industry, revising the curriculum to match labor market demands, and investing in hands-on learning facilities are essential to improve graduate employability and program impact.
The Effect of KineMaster Learning Videos and Learning Styles on the Results of Learning to Write Negotiation Texts for Senior High School Students Ernawati Ernawati; Atmazaki Atmazaki
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2166

Abstract

The purpose of this study was to explain and analyse the effect of KineMaster learning videos and learning styles on the learning outcomes of writing negotiating texts for the tenth grade of state Madrasah Aliyah in Lima Puluh Kota. This type of research is a quantitative research using a quasi-experimental method with a factorial design or factorial design (2x2). Data collection techniques were writing tests of negotiating texts. The research sample was taken using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out descriptively by testing normality, homogeneity, and hypothesis testing. The results showed 3 things. First, learning through KineMaster learning videos is better than teaching through videos sourced from Youtube. Second, there is a significant difference between the results of learning to write negotiating texts between students who are grouped with learning styles and students who are not grouped with learning styles. Third, there is a significant interaction between KineMaster learning videos and learning styles on the results of writing negotiating texts. Therefore, it can be concluded that KineMaster learning videos and learning styles affect students' learning outcomes in writing negotiating texts.
Pelatihan dan pendampingan UMKM di bidang busana meningkatkan ekonomi masyarakat di Nagari Lubuak Batingkok Ernawati Ernawati; Agusti Efi; Hadiastuti Hadiastuti; Elviza Yeni Putri; Hazevi Atila Yazel Aze
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34490

Abstract

AbstrakPakaian saat ini  bukan hanya menjadi kebutuhan pokok manusia, melainkan telah menjadi bagian fashion yang mengalami perubahan sangat pesat. Hal inilah yang mendasari banyaknya usaha busana atau usaha produktif yang dimiliki perorangan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dengan ciri khasnya masing-masing. Masyarakat di nagari Lubuak Batingkok banyak yang berusaha dibidang fashion perorangan, salah satunya menerima jahitan  (modiste). Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan usaha perorangan tentang  (1) pengetahuan para penjahit (pengusaha modiste) dalam mendesain dan teknik menjahit, (2) meningkatkan keterampilan dibidang menjahit baju kurung basiba dan busana muslimah sesuai dengan kebutuhan konsumen, (3) melatih dan melakukan pendampingan para pengusaha modiste agar lebih terampil  dalam memproduksi busana sesuai pesanan konsumen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah analisis keterampilan SDM dibidang modiste, menyusun program, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Hasil dari PKM ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam beberapa aspek, antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai desain dan teknik menjahit, ketepatan pembuatan pola, serta kerapian hasil jahitan. Indikator keberhasilan program terlihat dari (1) meningkatnya keterampilan peserta dalam pembuatan baju kurung basiba sesuai standar teknik, (2) kemampuan peserta menghasilkan karya busana secara mandiri, (3) keaktifan peserta selama pelatihan, dan (4) tersusunnya rencana tindak lanjut berupa pendampingan usaha modiste di nagari tersebut. Secara keseluruhan, program ini memberikan solusi nyata bagi permasalahan mitra dan berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Nagari Lubuak Batingkok. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; keterampilan SDM. AbstractClothing today is not only a basic human necessity but has also become an integral part of the fashion industry, which is experiencing rapid transformation. This development has encouraged the emergence of numerous fashion-related businesses and productive enterprises owned by individuals and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Limapuluh Kota Regency, each with its own distinctive characteristics. Many residents of Nagari Lubuak Batingkok are engaged in individual fashion enterprises, including tailoring services (modiste). This Community Partnership Program (PKM) was implemented to strengthen individual businesses by: (1) enhancing the knowledge of tailors (modiste entrepreneurs) in fashion design and sewing techniques, (2) improving their skills in producing baju kurung basiba and Muslim fashion in accordance with consumer needs, and (3) providing training and mentoring to increase their proficiency in producing garments based on customer orders. The methods used in this program included assessing human resource skills in the modiste sector, developing an appropriate training program, conducting training activities, and performing evaluations. The results of this PKM indicate an improvement in the partners’ abilities across several aspects, including increased understanding of fashion design and sewing techniques, greater accuracy in pattern making, and enhanced neatness in the final products. Indicators of program success include: (1) improved participant skills in producing baju kurung basiba that meet technical standards, (2) the ability of participants to produce garments independently, (3) active engagement during the training sessions, and (4) the development of a follow-up plan for continued mentoring of modiste businesses in the nagari. Overall, this program provides practical solutions to the partners’ challenges and contributes to efforts to improve the welfare of the community in Nagari Lubuak Batingkok. Keywords: training; mentoring; human resource skills.
TANTANGAN DAN STRATEGI KEPEMIMPINAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0: LITERATUR REVIEW Ahda Sabila; Muhammad Giatman; Ernawati Ernawati; Khofifah Alawyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.17924

Abstract

Penelitian dilakukan berdasarkan tinjauan literatur, tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisa tantangan dan strategi kepemimpinan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, yang dimulai dengan tahapan-tahapan berikut: pemilihan artikel, review, dan klasifikasi berdasarkan tujuan dan hasil penelitian. Selain itu, analisis temuan dilakukan dengan merujuk pada sumber-sumber terkait yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil literatur review menunjukkan bahwa kepemimpinan pada SMK dalam menghadapi revolusi industri tentu harus dapat mengoptimalkan peningkatan kualitas pendidikan di SMK, dan diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan di dunia industri 4.0. Pemimpina pada SMK diperlukan keterampilan yang mencakup kemampuan: mendengarkan, berkomunikasi secara verbal, membangun hubungan, mengelola konflik, serta menghargai diri sendiri dan orang lain. Kepala sekolah memainkan peran kunci dalam memastikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri. kepala sekolah perlu terus meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan, serta membangun budaya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti industri dan lembaga pemerintah
Impact of the REACT Learning Model on Students Activity and Academic Performance Suci Hapizah; Ernawati Ernawati; Dedi Hermon
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13401

Abstract

Student participation and achievement in geography learning are often low due to limited use of contextual learning approaches. This study aimed to improve students learning activity and academic performance in Geography among tenth-grade students at Senior High School 1 Kampar through the REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) learning model. The study employed a classroom action research design conducted in three cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The participants were 38 students in the 2024/2025 academic year. Data were collected through observation sheets and achievement tests and analyzed descriptively with a paired sample t-test. The findings showed that student activity scores increased from 64.2 in Cycle I to 88.4 in Cycle III, and learning outcomes improved from 67.5 to 89.6, with significant differences across cycles (p < 0.05). These results demonstrate that the REACT model effectively enhances students’ engagement and academic performance. The implication of this study is that the REACT model can serve as an effective pedagogical strategy to promote active, contextual, and meaningful learning in geography education and other related disciplines