Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI DEEP BREATHING EXERCISE DENGAN CORE STRENGTHENING EXERCISE TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 1 MATESIH Ainun Tiyas Febiyanti; Ari Sapti Mei Leni
Physio Journal Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v4i1.974

Abstract

Remaja putri sering mengalami nyeri saat menstruasi atau disebut dengan dismenore. Dismenore yang sering terjadi adalah dismenore primer dimana dirasakan saat hari pertama atau selama menstruasi di Indonesia sebesar 107.673 jiwa (64,25%) yang terdiri dari 59,671 jiwa (54,89%) mengalami dismenore primer. Rasa nyeri saat menstruasi ini dirasakan disekitar bagian bawah perut yang mengakibatkan kesulitan berjalan, tidak nafsu makan, mual, muntah, bahkan sampai pingsan. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi deep breathing exercise dengan core strengthening exercise terhadap dismenore pada remaja putri di SMP N 1 Matesih. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental design dengan jenis one group pre tes and post test design. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini WaLLID. Penelitian ini dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan p=0,001 (p=<0,005) hal ini bermakna bahwa ada pengaruh pemberian kombinasi deep breathing exercise dengan core strengthening exercise terhadap dismenore pada remaja putri di SMP N 1 Matesih.
PENDAMPINGAN LANSIA DALAM KONTEKS MENJAGA KESEHATAN FISIK DI POSYANDU LANSIA KENTINGAN KULON JEBRES SURAKARTA Nasri Nasri; Ari Sapti Mei Leni
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v3i2.496

Abstract

Background : Regular health checks and good exercise can maintain the health of the elderly so that there is no drastic decline. Routine health checks aim to control the health of the elderly on a regular basis so that they can find out what is happening. The obstacles encountered in the partner groups are the lack of awareness of the elderly in maintaining health due to busy work and other activities. Output: increased knowledge of partner groups about health and how to protect them. Method: health education, routine health checks, therapy and exercise to maintain the health of the elderly. Results: after counseling and health assistance before and after the provision of information increased knowledge. Prior to counseling knowledge of the elderly on osteoarthritis disorders by 32% and low back pain by 36%. After being given information, there was an increase of 64% knowledge of osteoarthritis disorders and by 72% knowledge of low back pain disorders. Conclusion: an increase in knowledge in the elderly about osteoarthritis disorders and low back pain.
THE TRAINING ON THE APPLICATION OF KINESIOTAPING COMBINED WITH CONTRACT RELAX AS A PREVENTIVE AND REHABILITATIVE MEASURE FOR SPORTS INJURIES ipa sari kardi; I Putu Eka Wijaya; Saharuddin Ita; Ari Sapti Mei Leni; Ibrahim; Baharuddin Hasan; Dewi Nurhidayah; Ansar CS; Yahya Eko Nopiyanto
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v2i2.1136

Abstract

The problems experienced by PPLP/D Papua athletes is sports injuries which limit athletes in running an optimal training program. The dense and heavy training program causes a tendency for sports injuries to occur. The purpose of this community service is to upgrade knowledge and skills on how to install kinesiotaping and contract relax as an effort to preventive and rehabilitative sports injuries. The method used is training with the flow of delivering material and demonstration. Population in this community service are PPLP/D Papua athletes with a total of 98 athletes. The sample used was 60 athletes from 12 sports. The results obtained are an increase in PPLP/D athletes' knowledge about kinesiotaping and contract relax, the dominant pretest results of the very low category 53 athletes (88.3%) become the dominant category of very high 19 athletes (31.7%), high category 18 athletes (30%), and medium category 18 athletes (30%). The results of the t test analysis (paired sample test) found the sig value (2-tailed) = 0.001 <0.05. Based on the results obtained, it can be concluded that the training provided has a positive impact on PPLP/D Papua athletes in terms of increasing knowledge about the application of kinesiotaping and contract relax as preventive and rehabilitative sports injuries.
Hubungan antara keseimbangan dengan risiko jatuh pada lansia penderita diabetes melitus tipe II Jatmiko, Ahmad Said Agung; Leni, Ari Sapti Mei
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.988 KB) | DOI: 10.31101/jitu.2825

Abstract

Latar Belakang: Kelompok lanjut usia (lansia) dipandang sebagai kelompok   masyarakat yang berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti diabetes melitus. Neuropati diabetik dapat menyebabkan gangguan sensori perifer yaitu penurunan sensitifitas kaki, ulser kaki, deformitas, amputasi nontraumatic, gangguan gaya berjalan, gangguan keseimbangan yang dapat meningkatkan kejadian jatuh pada pasien Diabetes Melitus. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan mengenai hubungan keseimbangan dengan risiko jatuh pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, jenis penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan keseimbangan dengan risiko jatuh pada lansia dengan riwayat penyakit penyerta DMT2. Hasil: Berdasarkan uji gamma & somers’d didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,02 (p<0,05) yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara keseimbangan dengan risiko jatuh pada lansia penderita diabetes melitus tipe II. Kesimpulan: Bahwa karakteristik responden berdasarkan umur dari responden penelitian yaitu umur 65-69 tahun berjumlah 11 dari 15 responden (73.3%). Karakteristik responden berdasarakan jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 9 dari 15 responden (60%). Dari Uji Korelasi Gamma & Somers’d diperoleh hasil, ada hubungan yang signifikan anatara keseimbangan dengan risiko jatuh pada lansia penderita diabetes melitus tipe II, dengan nilai signifikan sebesar p<0,02 (p<0,05).
Pengaruh metode isometric exercise dan electrotherapy terhadap nyeri osteoarthritis lutut pada lansia Taurustian, Shindy Winengku; Leni, Ari Sapti Mei
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.835 KB) | DOI: 10.31101/jitu.2826

Abstract

Latar Belakang: Seseorang seiring bertambahnya usia, seseorang akan mengalami fase penuaan dimana terdapat penurunan fungsi organ dan penurunan perkembangan fisik menyebabkan timbulnya beberapa permasalahan kesehatan. Salah satu gangguan yang banyak ditemukan pada lansia adalah osteoarthritis. Prevalensi di Indonesia mencapai 36,5 juta. Sebanyak 80-90% pasien dengan osteoarthritis berusia 65 tahun ke atas dan kasusnya lebih sering ditemukan pada wanita. Oleh karena itu peneliti memberikan intervensi electrotherapy dengan penambahan metode isometric exercise terhadap nyeri osteoarthritis lutut pada lansia. Tujuan: mengetahui perbedaan pengaruh electrotherapy dengan penambahan metode isometric exercise terhadap nyeri osteoarthritis lutut pada lansia. Metode: penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental, dengan pretest posttest Two Group Design. Sempel sebanyak 30 responden dengan Teknik Simple Random Sampling. Pengukuran nyeri menggunakan VAS. Hasil: berdasarkan Uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikasi pada kelompok electrotherapy sebesar 0.020 (p<0.05) dan pada kelompok electrotherapy ditambah metode isometric exercise didapat hasil 0.005 (p<0.05). berdasarkan Uji Mann Whitney didapatkan nilai signifikasi 0.149 (p>0.05). kesimpulan: tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara electrotherapy dan electrotherapy dengan penambahan metode isometric exercise terhadap penurunan nyeri osteoarthritis lutut pada lansia
Pengetahuan Siswa Ekstrakurikuler Sekolah Menegah Atas Sederajat Kota Surakarta Tentang Pencegahan, Perawatan, Dan Pertolongan Pertama Cedera Olahraga Nasri, Nasri; Leni, Ari Sapti Mei
Jurnal MensSana Vol 6 No 1 (2021): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.06012021.13

Abstract

Pertolongan pertama merupakan langkah awal sebelum penanganan yang lebih kompleks oleh tim medis. Pertolongan pertama cedera olahraga dapat dilakukan oleh tim medis, pelatih, atau atlet sendiri. Tujuan pertolongan pertama cedera olahraga yaitu mencegah cedera lebih berat, mencegah infeksi, mengurangi rasa sakit bahkan dapat mencegah kematian. Penting bagi atlet untuk memahami pertolongan pertama cedera olahraga sebagai langkah awal dalam mencegah cedera lebih berat. Penelitian ini dilakukan di SMA, SMK, dan MA Negeri dan Swasta Kota Surakarta dengan syarat setiap sekolah mempunyai minimal 3 kegiatan ekstrakurikuler bidang olahraga. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 499 siswa dari 35 sekolah menengah atas. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner berupa pilihan ganda yang sudah dilakukan uji validitas dan reabilitias. Kuesioner yang dibuat dalam bentuk google form yang diberikan kepada sampel. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari (1) pengetahuan mengenai pencegahan cedera olahraga, (2) pengetahuan mengenai penanganan cedera olahraga, dan (3) pengetahuan mengenai pertolongan pertama cedera olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa mengenai pencegahan cedera menunjukkan kategori sedang (68,1%), pengetahuan siswa mengenai perawatan cedera menunjukkan kategori sedang (65,7%), dan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama cedera olahraga menunjukkan kategori sedang (64,7%).
Kesulitan Belajar Anatomi pada mahasiswa Diploma IV Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Mei Leni, Ari Sapti; Nasri, Nasri
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.184 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1331

Abstract

Kesulitan belajar berdampak pada ketidakberhasilan proses pembelajaran yang mengakibatkan adanya kegagalan belajar pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesulitan belajar dan faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan belajar anatomi dasar pada Mahasiswa Diploma IV Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta meliputi hambatan belajar, kesulitan belajar dan cara mengatasi kesulitan belajar. Menggunakan metode deskriptif analitik yaitu metode yang bersifat memaparkan sejelas-jelasnya tentang objek yang diteliti, serta menggambarkan data secara keseluruhan, sistematis, dan akurat. Sampel penelitian berjumlah 63 mahasiswa angkatan 2018/2019. Hasil penelitian a) hambatan belajar meliputi 1) hambatan motivasi diri kategori tinggi 100%, 2) hambatan latar belakang pendidikan kategori relevan 98.4%, 3) hambatan sarana prasarana kategori memadai 85.7% dan 4) hambatan materi kategori paham 50.8%. b) Kesulitan belajar meliputi 1) kesulitan motivasi diri kategori tinggi 88.9%, 2) kesulitan latar belakang pendidikan kategori relevan 100%, 3) kesulitan sarana prasarana kategori memandai 96.8%, 4) kesulitan materi kategori tidak menguasai 95.2%. c) cara mengatasi kesulitan belajar meliputi 1) cara mengatasi motivasi diri kategori tinggi 77.8%, 2) cara mengatasi latar belakang pendidikan kategori relevan 98.4%, 3) cara mengatasi sarana prasarana kategori memadai 79.4%. Kesimpulan: Hambatan dan kesulitan belajar anatomi mahasiswa kategori tinggi, sehingga perlu usaha dan komitmen untuk mengatasi masalah belajar anatomi.
Hubungan Antara Kecemasan terhadap Pembelajaran Secara Daring pada Mahasiswa di Universitas Aisyiyah Surakarta: The Relationship Between Anxiety to Online Learning in Students at Universitas Aisyiyah Surakarta Rini Widarti; Mei Leni, Ari Sapti; Irma Mustika Sari; Endah Sri Wahyuni
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1: JUNE 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.293 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v12i1.2038

Abstract

Latar Belakang: Proses pembelajaran daring sudah dimulai sejak Maret-Desember 2020. Selama proses pembelajran daring tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memhami perkuliahan dan merasa cemas jika tidak bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan terhadap pembelajaran daring pada mahasiswa di Universitas Aisyiyah Surakarta. Metode: Penelitian ini dilakukan di Universitas Aisyiyah Surakarta pada bulan Januari-Februari 2020. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik total sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 174 responden dari 2 program studi yaitu D III Keperawatan sebanyak 120 responden danD IV Fisioterapi sebanyak 54 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang dibuat dalam bentuk google form yang diberikan kepada sampel. Hasil: Penelitian didapatkan sebanyak 36,2% mahasiswa cemas berat, sebanyak 25,9% panik, cemas sedang sebanyak 19,5%, cemas ringan sebanyak 11,5% dan tidak ada kecemasan sebesar 6,9%. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan perkuliahan daring.
Injury Prevention and Treatment among Elderly Individuals in the Sukoharjo Village’s Posyandu Lansia Sehat Bugar Leni, Ari Sapti Mei; Widarti, Rini; Sari, Irma Mustika; Noorrarti, Erika Dewi
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v3i2.2540

Abstract

The household environment is vulnerable to domestic accidents, underscoring the necessity of possessing fundamental expertise in first aid as the primary approach to addressing such incidents before subsequent medical interventions. Insufficient attention to this primary measure can result in more severe injuries. Notably, a deficiency exists in targeted interventions that aim to enhance the elderly population's comprehension of strategies to prevent and treat domestic accidents. Two approaches have been implemented to tackle this issue and augment the elderly population's understanding. These methods encompass educational lectures and practical demonstrations tailored to seniors, specifically focusing on preventing and treating domestic accidents. As a result, there is observable enhancement in knowledge after the provision of information through community health education initiatives. Preceding the dissemination of insights into injury prevention and treatment among the elderly, knowledge distribution is categorized: 11% categorized as 'good,' reflecting a high level of knowledge; 33% as ‘moderate,' indicating a sufficient level; and 56% as 'poor,' representing a lower level of knowledge. A noticeable increase is observed upon sharing the information, with 61% rise in 'good' categories, a corresponding 39% increase of 'moderate' categories, while the 'poor' category remains unchanged. The findings indicate increased understanding among the elderly concerning injury prevention and treatment of domestic accidents.
Manfaat Ice Compress terhadap Penurunan Nyeri Akibat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada Otot Gastrocnemius Mirawati, Dita; Leni, Ari Sapti Mei
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak remaja saat ini cenderung menjadihipokinetik yang akan cepat mengalami kelelahan setelah melakukanaktivitas fisik karena kondisi kebugaran fisiknya yang kurang prima,hal ini akan mudah menyebabkan terjadinya gejala Delayed OnsetMuscle Soreness (DOMS). Ada berbagai macam modalitasfisioterapi, salah satunya berupa terapi dingin yang digunakan untukmencegah dan menurunkan nyeri akibat Delayed Onset MuscleSoreness (DOMS). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh icecompress terhadap penurunan nyeri akibat Delayed Onset MuscleSoreness (DOMS). Metode Penelitian: Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif menggunakan metode quasi eksperimental,dengan rancangan penelitian two groups posttest only with controldesign. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakanteknik quota sampling dan didapatkan 32 responden penelitian yangsesuai kriteria inklusi dari total populasi 127 orang. Penelitian inidilaksanakan di Laboratorium Fisioterapi STIKES ‘AisyiyahSurakarta pada tanggal 23-26 Mei 2017. Hasil: uji analisis post hocmenggunakan uji mann-whitney antara kelompok ice compressdengan kelompok kontrol diperoleh p=0,000 talag scale 24 jam,p=0,000 talag scale 48 jam, dan p=0,000 talag scale 72 jam dengankeseluruhan nilai p<0,05 yang berarti ice compress berpengaruhterhadap penurunan nyeri akibat Delayed Onset Muscle Soreness(DOMS). Kesimpulan: Ice compress dapat menurunkan nyeri akibatDelayed Onset Muscle Soreness (DOMS) berdasarkan nilai talagscale 24, 48, dan 72 jam.