Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

BUDAYA JAWA DALAM NOVEL KERLING SI JANDA KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA) Robert Rizki Yono
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2022): Juni: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v2i2.8940

Abstract

Novel terwujud karena hasil dari proses merenung seorang pengarang terhadap berbagai unsur kehidupannya sehingga hasil tulisannya mencerminkan kehidupannya dan masyarakat sekitarnya. Kebudayaan Jawa yang dikemas oleh Taufiqurrahman merupakan usaha untuk melestarikan kebudayaan yang ada disekitarnya. Apalagi generasi muda mulai melupakan kebudayaan yang sudah ada di dalam masyarakatnya, bahkan ada yang mulai melupakan. Oleh karena itu setiap anggota masyarakat wajib untuk melestarikan budayanya masing-masing agar tetap eksis. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk unsur kebudayaan Jawa yang terdapat dalam novel KSJ. Pendekatan antropologi sastra digunakan dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif hermeneutika. Kebudayaan masyarakat Jawa dalam novel KSJ karya Taufiqurrahman al-Azizy terdiri dari empat unsur yaitu bahasa, tradisi, kesenian, dan religi. Pertama, Unsur bahasa yang digunakan dalam novel KSJ seperti sapaan yang khas dan biasa masyarakat Jawa gunakan untuk berkomunikasi yaitu Mas, Mbok, Bu, Le, Mbak, Lik dan Dik. Selain itu juga digunakan untuk nama tokoh dalam novel Kerling si Janda seperti Kastiyem, Pras, Kusmin, Kosim, Muniri, Ponijah, Paijem, Munah, Rustini, Pah, Ginah, Karjo, Tono, Karman, Kartinem, Gimin, Tugiyo, Prawiro. Prayit, Sirhadi, Sunardi, dan Subardi merupakan nama-nama khas masyarakat Jawa. Kedua, unsur tradisi yang ada dalam novel KSJ, diantaranya yaitu tradisi selapanan, walimatul maulid, tahlilan, mudik menjelang hari lebaran dan Mbesik. Ketiga, unsur kesenian yang ada dalam novel KSJ yaitu tradisi menyanyikan lagu untuk membuat seorang anak diam dan tidak menangis lagi. Keempat, Unsur religi dalam novel KSJ menggambarkan sistem religi agama Islam seperti shalat dan membaca Al Quran.
Tindak Tutur Direktif Dalam Novel Pudarnya Pesona Cleopatra Karya Habiburrahman El-Shirazy (Kajian Pragmatik) Ulum, Ilham Bachrul; Budiana, Nurchalistiani; Yono, Robert Rizki
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6609

Abstract

Ilham Bachrul Ulum. (2025). Tindak tutur direktif dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El Shirazy, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis jenis dan fungsi tindak tutur direktif dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El Shirazy dengan menggunakan pendekatan pragmatik menurut teori tindak tutur J.L. Searle. Fokus penelitian ini tertuju pada pengelompokkan tuturan tokoh-tokoh dalam novel yang termasuk dalam kategori tindak tutur direktif, seperti menasihati, memerintah, memohon, melarang, memberi saran, dan meminta. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data berupa identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data berdasarkan konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan 62 data jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang terbagi ke dalam enam kategori, yaitu: (1) Direktif menasihati 4 data (2) Direktif memerintah 12 data  (3) Direktif memohon 8 data (4) Direktif melarang 9 data (5) Direktif memberi saran 10 data (6) Direktif permintaan 19 data. Jenis tindak tutur direktif yang paling dominan ditemukan adalah tindak tutur direktif permintaa. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam novel ini banyak berisi permintaan dari satu tokoh kepada tokoh lainnya, yang menggambarkan hubungan interpersonal serta konflik yang bersifat personal. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif berperan penting dalam membangun alur cerita dan karakteristik tokoh dalam novel.
Majas dan Citraan dalam Novel 29 Juz Harga Wanita Karya Ma’mun Affany Serta Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA Yono, Robert Rizki; Wulandari, Sri; Budiana, Nurchalistiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3890

Abstract

AbstrakMajas dan citraan merupakan unsur pembangun karya sastra yang memanfaatkan penggunaan bahasa untuk memunculkan keindahan dan menarik perhatian pembaca. Majas dan citraan keberadaanya ada di sekeliling kita, seperti materi pembelajaran sastra di SMA. Dalam pembelajaran tersebut siswa diharuskan memahami bahasa yang terkandung dalam novel, sehingga diperlukan bahan ajar yang layak untuk membantu siswa dalam memahami materi tersebut. Novel 29 Juz Harga Wanita karya Ma’mun Affany salah satu novel yang memiliki beberapa majas dan citraan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan stilistika. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil majas dan citraan yang dominan dalam novel tersebut serta implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA sebagai berikut. Pertama, majas yang dominan dalam novel 29 JHW yaitu majas simile sebanyak 33 data, personifikasi sebanyak 25 data, hiperbola sebanyak 8 data, metafora sebanyak 8 data, dan litotes sebanyak 5 data. Kedua, citraan yang dominan dalam novel 29 JHW yaitu citraan penglihatan sebanyak 32 data, gerak sebanyak 18 data, dan pendengaran sebanyak 15 data. Ketiga, implikasi majas dan citraan dalam novel 29 JHW terhadap pembelajaran sastra yaitu dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembelajaran sastra di SMA khususnya dalam materi kebahasaan novel.Kata Kunci: Majas, Citraan, Novel, Implikasi Pembelajaran AbstractFigures and imagery are elements of literary works that utilize the use of language to create beauty and attract the attention of readers. Figures and images of their existence are all around us, such as literature learning materials in high school. In this learning, students are required to understand the language contained in the novel, so appropriate teaching materials are needed to help students understand the material. The novel 29 Juz Harga Wanita by Ma'mun Affany is one of the novels that has several figures of speech and imagery. This study uses a qualitative descriptive research design. The approach used is a stylistic approach. Based on data analysis, the results of the dominant figure of speech and imagery in the novel and their implications for learning literature in high school are as follows. First, the dominant figure of speech in the 29 JHW novel is 33 data of simile, 25 data of personification, 8 data of hyperbole, 8 data of metaphor, and 5 data of litotes. Second, the dominant images in the 29 JHW novel are vision images with 32 data, motion with 18 data, and hearing with 15 data. Third, the implications of the figure of speech and imagery in the 29 JHW novel on literary learning are that it can be used as an alternative material for learning literature in high school, especially in novel linguistic material.Keyword: Figure of Speech, Imagery, Novel, Learning Implications