Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Journalism

Hubungan antara “Pemberitaan Pemerintahan” dengan Persepsi Politik Mahasiswa Puspa Elissa Putri; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.029 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v1i1.25

Abstract

Abstract. Television has become the most influential mass media in Indonesia because of its ability to reach large numbers of audiences and deliver messages simultaneously. Through the mass media, they persuade through political messages conveyed to the public. For the public the media not only functions as an ordinary source of information, but also in the context of political momentum, both related to practical politics and those that are discourse or enlightenment, can be a reference for information. So researchers are interested in knowing whether the television mass media with the news is still biased to form the perception of the viewer. The research examines the relationship between government reporting on television, the Transmedia CNN Indonesia Bureau of West Java. The method used by researchers is quantitative research methods, with a correlational study approach. The researcher has the aim to find out whether there is a relationship between the reporting of the Transmedia CNN Indonesia Bureau of West Java related to infrastructure on student political perceptions, in the middle of the internet era. From the results of the study, there is a relationship between government reporting with indicators of prominence, and presenting news with political perceptions, with indicators of formation of perception, memory, and knowledge of politics. With agenda setting theory, and cultivation theory for perception, there is a relationship between government reporting on infrastructure, and the political perception of Pasundan University HI Department 2016 students. Abstrak. Televisi telah menjadi media massa yang paling berpengaruh besar di Indonesia karena kemampuannya menjangkau khalayak dalam jumlah yang banyak dan menyampaikan pesan secara serentak. Melalui media massa, mereka melakukan persuasi lewat pesan-pesan politik yang disampaikan kepada publik. Bagi publik media tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi biasa, tetapi juga dalam konteks momentum politik, baik terkait dengan politik praktis maupun yang bersifat wacana atau pencerahan, dapat menjadi rujukan informasi. Maka peneliti tertarik untuk mengetahui apakah media massa televisi dengan pemberitaanya masih bias membentuk persepsi yang menontonnya. Penelitian meneliti mengenai hubungan pemberitaan pemerintahan di dalam televisi yaitu Transmedia CNN Indonesia Biro Jawa Barat. Metode yang digunakan peneliti yaitu metode penelitian kuantitatif, dengan pendekatan studi korelasional. Peneliti memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pemberitaan Transmedia CNN Indonesia Biro Jawa Barat terkait infrastruktur terhadap persepsi politik mahasiswa, ditengah era internet. Dari hasil penelitian tersebut, terdapat hubungan antara pemeberitaan pemerintahan dengan indikator penonjolan, dan penyajian berita dengan persepsi politi, dengan indikator pembentukan persepsi, daya ingat, dan pengetahuan tentang politik. Dengan teori agenda setting, dan teori kultivasi untuk persepsi, maka terdapat hubungan antara pemberitaan pemerintahan terkait infrastruktur, dengan persepsi politik mahasiswa Universitas Pasundan Jurusan HI angkatan 2016.
Strategi Branding Bujang Rimba dalam Membentuk Self Image di Media Sosial Ghea Grahmaulidya; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6871

Abstract

Abstract. This study aims to determine the branding strategy used by Bujang Rimba in forming self-image on Instagram social media @bujangrimba_. This goal is divided into three factors, namely communication strategy, branding consistency and relevance and Bujang Rimba's self-image. This study uses a qualitative approach with case study analysis, the theory used to support this research is the Impression Management Theory from Jones & Pittman. Self-presentation by Bujang Rimba provides added value in building branding and self-image. Case study analysis is considered to be the most effective method for exploring how Bujang Rimba's strategy builds their branding. The results of the research show (1) Bujang Rimba has never formed and promoted as a creative agency, but they are running as they are as a group of people who have the same hobbies and activities, as well as references to the same interests. With the concept of their everyday style that is humorous and "eccentric". (2) In maintaining consistency with the brand image that has been created. Bujang Rimba makes wild ideas even wilder with their humorous concept. (3) Bujang Rimba in his social media has relevance to the character of his employees where on Instagram social media Bujang Rimba posts motorbike videos because of his hobby of motorbikes, makes vintage concepts because his employees really like vintage references, and humorous concepts because Bujang Rimba packs a creative agency in an eccentric way. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi branding yang dilakukan Bujang Rimba dalam membentuk self-image di media sosial Instagram @bujangrimba_. Tujuan tersebut terbagi menjadi tiga faktor yaitu strategi komunikasi, konsistensi dan relevansi branding dan self-image Bujang Rimba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis studi kasus, teori yang digunakan sebagai penunjang penelitian ini merupakan Impression Management Theory dari Jones & Pittman. Presentasi diri yang dilakukan oleh Bujang Rimba memberikan nilai lebih dalam membangun branding dan self-image. Analisis studi kasus dianggap menjadi metode paling efektif untuk menulusuri bagaimana strategi Bujang Rimba dalam membangun branding mereka. Hasil peneltian menunjukan (1) Bujang Rimba tidak pernah membentuk dan mempromosikan sebagai creative agency, namun mereka berjalan apa adanya sebagai sekelompok orang yang mempunyai hobi dan kegiatan yang sama, serta referensi ketertarikan yang sama. Dengan konsep gaya mereka sehari-hari yang humor dan “nyeleneh”.(2) Dalam mempertahankan konsistensinya dengan brand image yang sudah dibuat. Bujang Rimba membuat ide liar yang lebih liar dengan konsep humor mereka. (3) Bujang Rimba dalam media sosialnya relevansi dengan karakter karyawannya dimana didalam media sosial Instagram Bujang Rimba memposting video motor karena hobi bermotor, membuat konsep vintage karena karyawannya memang menyukasi referensi vintage, dan konsep humor karena Bujang Rimba mengemas creaetive agency secara nyeleneh.
Ekspresi Diri pada Supporter Punk Football di Dunia Sepak Bola febri nur faturohman; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.7187

Abstract

Abstract. Football has become a sport that is in great demand by the wider community. In addition to being interested in playing soccer, many of the players are connoisseurs or commonly referred to as football Supporters. Over time, football in Indonesia itself experienced many changes and problems in it. And in this day and age, football teams and their Supporters often experience problems with each other. Riverside Forest was born out of all the unrest in Indonesian football. Carrying Punk Football, Riverside Forest is a football klub that is funded and built by its own Supporters. In addition, Supporters in every support team always convey a kampanye as a form of self- expression to the world of football today. Based on that, the author is interested in researching the Self-Expression of Riverside Forest Supporters in Delivering kampanyes in the World of Football. Using qualitative methods and case study approaches. Data collection techniques used are interviews, observation and document analysis. Abstrak. Sepak bola sudah menjadi olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat luas. Selain diminati untuk dimainkan sepak bolapun banyak peminatnya sebagai penikmat atau biasa disebut dengan Supporter sepak bola. Seiring berjalannya waktu sepak bola di Indonesia sendiri banyak mengalami perubahan dan problematika di dalamnya. Dan di zaman sekarang ini tim sepak bola dengan Supporternyapun sering mengalami suatu permasalahan satu sama lain. Riverside Forest lahir dari segala keresahan yang ada di sepak bola Indonesia. Mengusung Punk Football, Riverside Forest menjadi klub sepak bola yang didanai dan dibangun oleh Supporternya sendiri. Selain itu, Supporter dalam setiap mendukung tim selalu menyampaikan kampanye sebagai bentuk ekspresidiri terhadap dunia persepakbolaan sekarang ini. Berlandasan dari itulah penulis tertarik meneliti mengenai Ekspresi Diri Supporter Riverside Forest dalam menyampaikan kampanye di Dunia Sepak Bola. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan analisis dokumen.