Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Manajemen Dakwah dalam Pembinaan Akhlak Remaja Masjid Ikhlasul Muhajirin Arcamanik Kota Bandung Muhammad Muffty Pratama; Rodliyah Khuza'i; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.13391

Abstract

Abstract. This study is based on the large number of teenagers around the Ikhlasul Muhajirin Mosque, which does not guarantee that the teenagers are Muslims who obey Allah SWT, those who often consume alcohol, fight, speak rudely, have no manners towards their elders and other negative things. This study aims to determine the moral development program for teenagers at the Ikhlasul Muhajirin Arcamanik Mosque in Bandung City and to determine the results of the Ikhlasul Muhajirin Mosque Management in developing their morals. The object of the study was teenagers at the Ikhlasul Muhajirin Arcamanik Mosque in Bandung City. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, the informant determination technique uses purposive sampling, data collection techniques, observation methods, interviews and documentation. The results of the study show that the moral development program for teenagers at the Ikhlasul Muhajirin Arcamanik Mosque in Bandung City is running well to develop adolescent moral behaviors such as behavior towards Allah SWT, humans and their environment. The morals of the Ikhlasul Muhajirin mosque youth are generally considered successful in terms of religious obedience, politeness and ethics, willingness to contribute and social concern as well as honor and respect for others are implemented according to the program carried out. And the management of the Ikhlasul Muhajirin mosque's da'wah was carried out quite well thanks to good cooperation and communication between the head of the Iklasul Muhajirin DKM as the mosque youth mentor and the youth of the Ikhlasul Muhajirin Arcamanik Mosque, Bandung City. Abstrak. Penelitian ini berlatar belakang dari banyaknya remaja sekitaran Masjid Ikhlasul Muhajirin tidak menjamin bahwa para remaja nya itu sebagai muslim yang taat kepada Allah SWT, mereka yang seringkali mengkonsumsi minuman keras, melakukan perkelahian, berkata kasar, tidak memiliki adab kepada yang lebih tua dan hal negative lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pembinaan akhlak remaja remaja Masjid Ikhlasul Muhajirin Arcamanik Kota Bandung serta untuk mengetahui hasil dari Manajemen Masjid Ikhlasul Muhajirin dalam pembinaan akhlaknya. Objek penelitiannya adalah remaja Masjid Ikhlasul Muhajirin Arcamanik Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, teknik pengumpulan data, metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan program pembinaan akhlak remaja Masjid Ikhlasul Muhajirin Arcamanik Kota Bandung berjalan dengan baik untuk mengembangkan perilaku-perilaku akhlak remaja seperti perilaku terhadap Allah SWT, manusia serta lingkungannya. Akhlak remaja Masjid Ikhlasul Muhajirin pada umumnya dinilai berhasil dari aspek ketaatan beragama, kesantunan dan etika, kesediaan berkontribusi dan kepedulian sosial serta kehormatan dan penghargaan terhadap orang lain terlaksana sesuai program yang dilakukan. Serta manajemen dakwah Masjid Ikhlasul Muhajirin terlaksana cukup baik berkat kerjasama dan komunikasi yang baik antara ketua DKM Iklasul Muhajirin selaku pembina remaja Masjid dengan remaja Masjid Ikhlasul Muhajirin Arcamanik Kota Bandung.
Metode Dakwah Majelis Ta’lim Daarus Sholihin dalam Mengisahkan Sejarah Nabi Muhammad SAW Kepada Jama’ah Yasinan Kubro Melalui Pembacaan Kitab Maulid Al-Barzanji Muhammad Firdaus; Wildan Yahya; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.13445

Abstract

Abstract. Majelis Ta’lim Daarus Sholihin is a place for seeking religious knowledge. In expanding its dakwah (Islamic preaching), the administrators of Majelis Ta’lim Daarus Sholihin have introduced an innovative approach to delivering religious knowledge through the Yasinan Kubro activity. The focus of the dakwah during Yasinan Kubro is narrating the history of Prophet Muhammad SAW to the congregation using the Maulid Al-Barzanji book. This study aims to identify the dakwah methods employed by the administrators of Majelis Ta’lim Daarus Sholihin. The research utilizes the dakwah theories of Dakwah Bil Lisan (preaching through speech), Dakwah Bil Hal (preaching through actions), and Dakwah Bil Qalam (preaching through writing). A qualitative method is used to examine how Dakwah Bil Lisan, Dakwah Bil Hal, and Dakwah Bil Qalam are implemented by the administrators during the Yasinan Kubro activity. The findings highlight that Dakwah Bil Lisan involves providing an understanding of Islam to the congregation through sermons. Dakwah Bil Hal involves demonstrating practical examples for the congregation to apply in their daily lives to develop virtuous characters. Dakwah Bil Qalam involves studying the Maulid Al-Barzanji book so that the congregation gains foundational knowledge of the history of Prophet Muhammad SAW. Thus, Majelis Ta’lim Daarus Sholihin provides facilities to the congregation by offering comprehensive Islamic knowledge. Abstrak. Majelis Ta’lim Daarus Sholihin merupakan sebuah tempat untuk menuntut ilmu agama. Dalam melebarkan dakwahnya, Pengurus Majelis Ta’lim Daarus Sholihin membuat inovasi dalam memberikan ilmu agama, yaitu kegiatan Yasinan Kubro. Fokus dakwah yang dilakukan pengurus Majelis Ta’lim Daarus Sholihin pada kegiatan Yasinan Kubro ialah mengisahkan sejarah Nabi Muhammad SAW kepada jama’ah dengan kajian Kitab Maulid Al-Barzanji. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode dakwah pengurus Majelis Ta’lim Daarus Sholihin. Penelitian ini menggunakan teori dakwah, yaitu Dakwah Bil Lisan, Dakwah Bil Hal, Dakwah Bil Qalam. Metode kualitatif digunakan untuk mengkaji bagaimana Dakwah Bil Lisan, Dakwah Bil Hal, Dakwah Bil Qalam yang dilakukan pengurus Majelis Ta’lim Daarus Sholihin pada kegiatan Yasinan Kubro. Temuan penelitian menyoroti Dakwah Bil Lisan: memberikan pemahaman agama islam kepada jama’ah melalui ceramah. Dakwah Bil Hal: memberikan contoh kepada jama’ah untuk diaplikasikan sehari-hari dan membentuk pribadi berakhlakul karimah. Dakwah Bil Qalam: memberikan kajian Kitab Maulid Al-Barzanji agar jama’ah mengetahui sejarah dasar Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, Mjelis Ta’lim Daarus Sholihin memberikan fasilitas kepada jama’ah dari segi memberikan pemahaman agama islam.
Peran Da'i dalam Membina Perilaku Keberagamaan Santri Majelis Ta'lim Al-Azkiya Nur Wijaya Pura Muhammad Nurramadhan; Nia Kurniati; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.13523

Abstract

Abstract. Majelis Ta'lim Al-Azkiya Nur Wijaya Pura is an Majelis Ta'lim located in Sukarasa Village, Cimahi City. Al-Azkiya is a place for children and teenagers to improve their understanding of Islamic teachings. The purpose of this research is to find out the role of Da'i in providing da'wah material to Al-Azkiya's santri, the coaching done by Da'i Al-Azkiya and the changes in the religious behavior of Al-Azkiya's santri. In examining the problem, the author uses role theory according to the opinion of Soerjono Soekanto, coaching theory and Marie Cornwall's theory of religious behavior. This research uses Descriptive Qualitative research method. For data collection methods, the author conducted observation, documentation and interview methods. The research informants are Da'i Al-Azkiya, 2 Al-Azkiya assistant teachers and 3 Al-Azkiya students. The result of the research is that Al-Azkiya da'i plays a role in providing da'wah material, coaching carried out by Al-Azkiya da'i using informative, participatory and escort approaches and changes in the religious behavior of Al-Azkiya students. Abstrak. Majelis Ta’lim Al-Azkiya Nur Wijaya Pura merupakan Majelis Ta’lim yang berada di Kampung Sukarasa, Kota Cimahi. Al-Azkiya menjadi tempat bagi anak-anak dan para remaja sekitar untuk meningkatkan pemahaman mereka akan ajaran agama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Da’i Dalam Memberikan Materi Dakwah Kepada Santri Al-Azkiya, Pembinaan Yang Dilakukan Oleh Da’i Al-Azkiya serta Perubahan Dari Perilaku Keberagamaan Santri Majelis Ta’lim Al-Azkiya. Dalam mengkaji masalah, penulis menggunakan teori peran menurut pendapat dari Soerjono Soekanto, teori pembinaan dan teori perilaku keberagamaan (Religious Behavior) Marie Cornwall. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Untuk metode pengumpulan data, penulis melakukan metode observasi, dokumentasi serta wawancara. Adapun informan penelitian ialah Da’i Al-Azkiya, 2 pengajar pembantu Al-Azkiya dan 3 orang santri Al-Azkiya. Hasil dari penelitian adalah da’i Al-Azkiya berperan dalam memberikan materi dakwah, pembinaan yang dilakukan da’i Al-Azkiya dengan menggunakan pendekatan informatif, partisipatif dan eskperinsial serta adanya perubahan perilaku keberagamaan santri Al-Azkiya.
Pola Komunikasi Para Asatidzah dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman di Sekolah Dasar Quran Al Bayan Gunungtua Raihan Abdul Halim; Malki Ahmad Nasir; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14248

Abstract

Abstract. This research studies the communication patterns of asatidzah in instilling Islamic values to students at the Al Bayan Quran Primary School, Gunungtua, Subang Regency. The writer uses a qualitative descriptive approach for this research by collecting data through observation, interviews and documentation. The results show that the Islamic values of students in the 6th grade at Al Bayan Primary School show a deep understanding that is not only theoretical. They live the teachings of Islam in their daily lives and actively participate in daily worships such as praying, reciting the Holy Qur’an, and dhikr. Their character development is strengthened through extracurricular activities of religious values, such as tahfidz Al-Qu’ran, group recitation, and social services. The communication patterns used by the Asatidzah are interpersonal and group communication in religious formation efforts. There are several supporting factors including an adequate worship facilities, the muhadharah programme, the Islamic educational background of the asatidzah, as well as their example in the practice of worship. However, there are several inhibiting factors such as the characteristics of students who are difficult to be managed, a busy extracurricular activities, lack of student awareness of order, the influence of the environment outside the school, and lack of parental involvement. In conclusion, the effective communication patterns are very important in instilling and strengthening Islamic values in students at the school. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pola komunikasi para asatidzah dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada murid di Sekolah Dasar Quran Al Bayan, Gunungtua, Kabupaten Subang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman siswa kelas 6 SDQ Al Bayan menunjukkan pemahaman mendalam yang tidak hanya teoritis. Mereka menghayati ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, aktif berpartisipasi dalam ibadah harian seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir. Pengembangan karakter mereka diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler bernilai keagamaan, seperti tahfidz Al-Qur'an, pengajian kelompok, dan bakti sosial. Adapun pola komunkasi yang digunakan para asatidzah yaitu pola komunikasi antarpribadi dan kelompok dalam upaya pembinaan keagamaan. Ada beberapa faktor pendukung meliputi fasilitas ibadah yang memadai, program Muhadharah, latar belakang pendidikan islami para asatidzah, serta keteladanan mereka dalam praktik ibadah. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat seperti karakteristik siswa yang sulit diatur, kegiatan ekstrakurikuler yang padat, kurangnya kesadaran siswa terhadap keteraturan, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Kesimpulannya, pola komunikasi yang efektif sangat penting dalam menanamkan dan memperkuat nilai-nilai keislaman pada murid di sekolah tersebut.
Pembinaan Keagamaan DKM Masjid Miftahul Huda dalam Meningkatkan Kesadaran Salat berjamaah di Kalangan Pemuda Elvin Muhib Qolbin Salim; Komarudin Shaleh; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14251

Abstract

Abstract. Religious formation is a form of effort to foster and train individual religion to achieve the expected goals. So efforts to increase youth awareness must be structured in a structured and targeted activity program. The author conducted this research with the aim of: finding out the religious guidance of the DKM Miftahul Huda Mosque in increasing awareness of congregational prayer among youth. This research focused on the problem formulation (1) how the religious guidance program works, (2) what the results of religious guidance are (3) how youth awareness at the DKM Miftahul Huda mosque in carrying out congregational prayers. The theory used in this research: Djamaludin Ancok's theory (1994) in the book "Islamic Psychology". This research uses: descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques include direct observation with informants and taking documentation related to the religious development of the DKM Miftahul Huda mosque in increasing awareness of congregational prayer among youth. Research results: indicate that the religious development program implemented by the Miftahul Huda Mosque DKM aims to increase the number of congregational prayers among youth, awareness of youth around the Miftahul Huda Mosque can be increased by involving them in various activities organized by the mosque management, such as forming youth bonds mosque. Abstrak. Pembinaan keagamaan adalah sebuah bentuk usaha untuk membina dan melatih keagamaan individu mencapai tujuan yang diharapkan. Sehingga usaha meningkatkan kesadaran pemuda mesti tersusun dalam program kegiatan yang terbina dan terarah. Penulis melakukan penelitian ini bertujuan untuk : mengetahui pembinaan keagamaan DKM masjid miftahul huda dalam meningkatkan kesadaran salat berjamaah di kalangan pemuda, penelitian ini difokuskan pada rumusan masalah (1) bagaimana program bembinaan keagamaan, (2) bagaimana kesadaran pemuda (3) bagaimana hasil pembinaan keagamaan DKM Masjid Miftahul Huda dalam meningkatkan kuantitas salat berjamaah di kalangan pemuda. Teori yang digunakan dalam penelitian ini: teori Djamaludin Ancok (1994) dalam buku “Psikologi Islami”. Penelitian ini menggunakan: metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung dengan informan dan pengambilan dokumentasi yang berkaitan dengan pembinaan keagamaan DKM masjid miftahul huda dalam meningkatkan keasadaran salat berjamaah dikalangan pemuda. Hasil penelitian: mengindikasikan bahwa Program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan oleh DKM Masjid Miftahul Huda bertujuan untuk meningkatkan jumlah salat berjamaah di kalangan pemuda, kesadaran pemuda di sekitar Masjid Miftahul Huda dapat ditingkatkan dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus masjid, seperti pembentukan ikatan remaja masjid, hasil dari pembinaan untuk meningkatkan jumlah jamaah di kalangan pemuda melibatkan partisipasi aktif mereka dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh pengurus Masjid Miftahul Huda.
Analisis Semiotika Roland Barthes Pesan Dakwah dalam Film Pengabdi Setan Seri Kedua Karya Joko Anwar Faizurahman; Rodliyah Khuza’i; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14575

Abstract

Abstract. The film "Servant Satan Series Second" directed by Joko Anwar is an important visual work that depicts events about the mystery in the complex, which shows a life full of strange events. This research aims to analyze the representation of conflict in the film "Servant of Satan Second Series" from a da'wah perspective. This research uses Roland Barthes' semiotic theory, focusing on denotation, connotation and myth in films to reveal explicit and implicit meanings. Qualitative research methods are used to examine the symbolism and representation of reality shown in films. Research findings highlight denotative meaning, such as storyline, visuals, and dialogue; connotative meaning explains subjective interpretations and cultural associations; and myth. Analysis shows that there is a main conflict represented in the film "Servant of Satan, Second Series", namely religious conflict. This research concludes that the film "Servant Satan Second Series" from a da'wah perspective acts as a medium for conveying information, ideas and da'wah messages packaged through films. And from a da'wah perspective it can raise religious awareness of the equality of mankind. Abstrak. Film "Pengabdi Setan Seri Kedua" yang disutradarai oleh Joko Anwar adalah sebuah karya visual yang penting yang menggambarkan peristiwa tentang misteri yang berada dirusun, yang memperlihatkan kehidupan yang penuh peristiwa aneh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi konflik dalam film "Pengabdi Setan Seri Kedua" dari perspektif dakwah. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes, dengan fokus pada denotasi, konotasi, dan mitos dalam film untuk mengungkap makna yang eksplisit dan implisitnya. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengkaji simbolisme dan representasi realitas yang ditampilkan dalam film. Temuan penelitian menyoroti makna denotatif, seperti alur cerita, visual, dan dialog; makna konotatif menjelaskan interpretasi subjektif dan asosiasi budaya; dan mitos. Analisis menunjukkan adanya konflik utama yang direpresentasikan dalam film "Pengabdi Setan Seri Kedua" yaitu konflik agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film "Pengabdi Setan Seri Kedua" dalam perspektif dakwah berperan sebagai medium untuk menyampaikan informasi, ide, dan pesan dakwah yang dikemas melalui film. Dan dalam perspektif dakwah ia dapat mengggugah kesadaran keagamaan akan persamaan umat manusia.
Pemikiran Dakwah KH. Miftah Faridl dalam Buku Lentera Ukhuwah Muhammad Solahuddin Mubarok; Rodliyah Khuza'i; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14661

Abstract

Abstract. The delivery of da'wah can be done through various media. One of the media used is written media. Da'wah like this was carried out by Miftah Faridl, who wrote the book Lentera Ukhuwah to convey the message of da'wah. The excessive use of social media by generation Z is prone to conflict. This study aims to find out Miftah Faridl's da'wah thoughts in the book Lentera Ukhuwah and analyze the relevance of Miftah Faridl's da'wah thoughts in the book Lentera Ukhuwah to the conditions of generation Z. The type of research used is qualitative with a content analysis method. Using message theory according to Harold Laswell. The results of the research of the book Lentera Ukhuwah discuss Miftah Faridl's da'wah thoughts on ukhuwah, as well as ways to implement ukhuwah in daily life. Miftah Faridl's da'wah thinking is relevant to the condition of Generation Z which is prone to conflict and the presence of individualism that makes Generation Z interact without having to communicate indirectly. Abstrak. Penyampaian dakwah mampu dilakukan melalui berbagai media. Salah satu media yang digunakan adalah media tulisan. Dakwah seperti ini dilakukan oleh KH. Miftah Faridl, yang menulis buku Lentera Ukhuwah untuk menyampaikan pesan dakwah. Penggunaan media sosial yang dilakukan generasi Z secara berlebihan rentan terjadinya konflik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pemikiran dakwah KH. Miftah Faridl dalam buku Lentera Ukhuwah dan menganalisis relevansi pemikiran dakwah KH. Miftah Faridl dalam buku Lentera Ukhuwah dengan kondisi generasi Z. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan metode analisis isi. Menggunakan teori pesan menurut Harold Laswell. Hasil penelitian buku Lentera Ukhuwah membahas pemikiran dakwah KH. Miftah Faridl tentang ukhuwah, serta cara dalam mengimplementasikan ukhuwah di kehidupan sehari-hari. Pemikiran dakwah KH. Miftah Faridl relevan dengan kondisi generasi Z yang rentan terjadinya konflik serta hadirnya sifat individualisme yang membuat generasi Z berinteraksi tanpa harus berkomunikasi secara tidak langsung.
Nilai-Nilai Religiusitas Web Series Between Two Sides (BTS) pada Channel Youtube Hijab Alila Gina Hafiza; Irfan Safrudin; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.15052

Abstract

Abstract. This research discusses the religiosity values ​​of the web series "Between Two Sides (BTS)" on the Hijab Alila YouTube channel, which aims to determine the values ​​of aqidah, moral values ​​and sharia values ​​contained in the web series "Between Two Sides (BTS)". Meanwhile, the benefits are expected to increase scientific insight for research development at the Faculty of Da'wah. This research uses Roland Barthes' semiotic analysis theory which aims to reveal the meaning of denotation, connotation and myth contained in the web series. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques were obtained from content analysis methods and literature studies. The findings from this research are that the web series "Between Two Sides (BTS)" contains the values ​​of religiosity, aqidah, morals and sharia. Aqidah values ​​discuss faith and belief, maintaining relationships with non-muhrim and the importance of maintaining faith. Moral values ​​include balance in life, selectiveness in choosing friends, open attitude, self-control and so on. On sharia values ​​regarding the use of the hijab for Muslim women and the command not to delay prayer. Abstrak. Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai religiusitas web series “Between Two Sides (BTS)” pada channel youtube Hijab Alila, yang bertujuan untuk mengetahui nilai aqidah, nilai akhlak dan nilai syariah yang terdapat pada web series “Between Two Sides (BTS)”. Sedangkan manfaatnya diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan bagi pengembangan penelitian di Fakultas Dakwah. Penelitian ini menggunakan teori analisis semiotika Roland Barthes yang bertujuan mengungkap makna denotasi, konotasi dan mitos yang terdapat pada web series tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari metode analisis isi dan studi literatur. Temuan dari penelitian ini bahwa web series “Between Two Sides (BTS)” ini mengandung nilai religiusitas aqidah, akhlak dan syariah. Nilai aqidah membahas tentang keimanan dan keyakinan, menjaga hubungan dengan non muhrim dan pentingnya menjaga iman. Nilai akhlak mencakup keseimbangan dalam hidup, selektif dalam memilih teman, sikap terbuka, pengendalian diri dan lain sebagainya. Pada nilai syariah mengenai penggunaan hijab pada muslimah dan perintah tidak menunda shalat.
Efektivitas Imbauan Waktu Salat Terhadap Kesadaran Salat Berjamaah Bagi Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung Bintang Muhammad Zuladha Tarigan; Rodliyah Khuza’i; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.15487

Abstract

Abstract. Congregational prayer has the urgency of fiqh as a way of guidance and social urgency as a symbol of togetherness of Muslims. However, the application of congregational prayers is not optimal in this technological era. At the Islamic University of Bandung, there is an appeal for prayer times, aiming to encourage the academic community to carry out congregational prayers. However, the phenomenon that occurred was still found by students of the Faculty of Da'wah class of 2020 ̶ 2022 who crowded in the campus environment. This study measures the effectiveness of prayer time appeals on congregational prayer awareness of students of the Faculty of Da'wah class of 2020-2022. The research methods used are quantitative with data analysis techniques such as validity tests, reliability tests, classical assumption tests, simple linear regression analysis, determination coefficient tests, and hypothesis tests. The results of the study showed that the significance value of the hypothesis test was 0.001 < 0.05, so that Ho was rejected and Ha was accepted. This means that the prayer time appeal is effective in increasing awareness of congregational prayer with a determination coefficient of 46.1%, although not significant. Students of the Faculty of Da'wah class of 2020-2022 have a very good understanding of prayer time appeals and congregational prayer awareness. Abstrak. Salat berjamaah memiliki urgensi fiqih sebagai jalan petunjuk dan urgensi sosial sebagai simbol kebersamaan kaum muslimin. Namun, penerapan salat berjamaah kurang optimal di era teknologi ini. Di Universitas Islam Bandung, terdapat imbauan waktu salat, bertujuan untuk mendorong sivitas akademika melaksanakan salat berjamaah. Namun, fenomena yang terjadi, masih ditemukan mahasiswa Fakultas Dakwah angkatan 2020 ̶ 2022 yang berkerumun di lingkungan kampus. Penelitian ini mengukur efektivitas imbauan waktu salat terhadap kesadaran salat berjamaah mahasiswa Fakultas Dakwah angkatan 2020-2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis data seperti, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi uji hipotesis 0.001 < 0.05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti imbauan waktu salat efektif dalam meningkatkan kesadaran salat berjamaah dengan koefisien determinasi 46,1%, meskipun tidak signifikan. Mahasiswa Fakultas Dakwah angkatan 2020-2022 memiliki pemahaman imbauan waktu salat dan kesadaran salat berjamaah yang sangat baik.
Computer Mediated Communication Pada Content Creator Mageriin.id Dalam Menyampaikan Dakwah Pada Aplikasi Tiktok Cut Muthia; Hendi Suhendi; Ira Wahyudi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2024): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Juni 2024
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v5i1.971

Abstract

Mageriin.id adalah komunitas content creator dakwah yang memanfaatkan media sosial, termasuk TikTok, untuk menyebarkan pesan Islam. Berawal dari obrolan online, komunitas ini terbentuk atas dasar kesamaan visi dan misi para anggotanya. Di era digital ini, media sosial menjadi platform yang efektif untuk mengakses dan menyebarkan informasi dengan cepat. Fenomena dakwah melalui media sosial tak lepas dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. New media seperti TikTok memungkinkan individu untuk melakukan komunikasi interaktif tanpa batas ruang dan waktu. Hal ini melahirkan konsep baru dalam dunia komunikasi, dan menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Mageriin.id memilih TikTok sebagai platform dakwah karena popularitasnya dan kemudahan penggunaannya. Artikel ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi disiplin ilmu komunikasi dan penyiaran Islam, serta menjadi solusi dalam pemanfaatan new media untuk dakwah Islam.