Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POTENSI PESANTREN AL HUSAINY DALAM MEMBANGUN EKONOMI TAUHID DI KABUPATEN BIMA (Kajian Analisis Taksonomi Etnografi) Mega Oktaviany; Nasaruddin Nasaruddin; Arif Sofyandi
Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 3 No. 1 (2022): Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/trd.3.1.56 - 72

Abstract

Pesantren bukan menjadi pilihan utama dalam pergerakan ekonomi di Indonesia, namun bisa menjadi potensi besar dalam bekerjasama dengan masyarakat untuk mengembangkan pendidikan agama, memperbaiki sosial, mempertahan budaya serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan tantangan dan tuntutan globalisasi, pesantren di Indonesia memiliki potensi dan kemampuan dalam mengembangkan ekonomi warga dengan berbasis ekonomi pesantren. Maka menjadi penting untuk dilakukan penelitian mendalam, bahwa implementasi dari pendidikan pesantren sangat memberikan peluang untuk Indonesia dalam bidang ekonomi. Tujuan penelitian ini mencoba mempertegas bahwa peran pesantren diseluruh Indonesia berpotensi menghidupkan dan mengembangkan ekonomi warga. Penelitian ini akan mencoba mendeskripsikan pendidikan pesantren harus menjadi solusi utama dalam perputaran ekonomi daerah maupun tingkat nasional di Indonesia.Salah satu pesantren yang mempunyai potensi dalam membangun ekonomi tauhid di Kabupaten Bima adalah, pesantren Al Husainy. Karena pesantren tersebut telah lama berdiri dan telah banyak melahirkan generasi qur’ani. Selain itu setiap tahunnya banyak siswa yang berlomba-lomba mendaftar di pesantren tersebut dengan berbagai keahlian. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat potensi dan mendorong pesantren untuk berdikari secara ekonomi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan etnografi dan taksonomi dengan mewawancarai para ustadz pesantren Al-Husaini. Hsil penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun pesantren mempunyai bisnis namun belum berkembang secara signifikan perkembangan zaman, padahal potensinya sangat besat. Melalui potensi yang dimiliki pesantren Al-Husainy jika dilakukan dengan baik bisa menggunakan dengan cara klaster bisnis yang sederhana dengan mengajarkan para santri menjadi pengusaha muslim yang bermartabat dan berkesinambungan. Tidak menutupkemungkinan era hari ini memaksa sebuah institusi untuk terus mengikuti perkembangan zaman agar santri terus menjadi menjadi pebisnis muslim yang seperti diajarkan Nabi SAW., sehingga terciptanya ekonomi tauhid yang berkeadilan.
Evaluation Model Of Noble Moral Education For Students In Madrasah Nasaruddin , Nasaruddin; Syarifuddin, Syarifuddin; Arisandi , Bustomi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v9i1.229

Abstract

This article aims to find out the model for evaluating noble character education by schools or institutions in instilling noble character values for students in the madrasah environment. The background of this research is that teachers and institutions have not carried out a systematic evaluation of the noble character education program for students. This type of research is program evaluation research. This evaluation is used to evaluate the noble character education program for students at Madrasah Aliyah Negeri in Bima. The approach used in this type of research is a quantitative and qualitative descriptive approach. The subjects in this evaluation were class XII students, the head of the Madrasah, Class XII Aqidah Akhlak Subject Teachers, and the Madrasah Committee at Madrasah Aliyah Negeri Bima. The data sources used in this study were questionnaires, documentation and interviews. The results of this study indicate that the evaluation model that is suitable for use by teachers and institutions is the Stake's Countenance evaluation model developed by Robert Stake. The Stake's countenance evaluation model consists of three stages, namely the antecedent (preparation stage), transaction (implementation stage), and outcome (result) stage. And this model is very appropriate for evaluating the noble character education program at Madrasah Aliyah in Bima, because these stages are interrelated with one another.
Islamic Religious Education Teacher's Experience in Implementing Differentiated Learning Klis Dianti; Ruslan Ruslan; Nasaruddin Nasaruddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.875

Abstract

The research aims to examine the response of Islamic Religious Education teachers' experiences in implementing differentiated learning in the classroom: a case study of SND INPRES Tololara. The focus of this research is how the experience of Islamic Religious Education teachers in implementing differentiated learning. Using a qualitative approach that emphasizes natural reality, and data collection techniques include observation, interviews, documentation, and data analysis techniques by reviewing the results in the collected data that detect topics and patterns that emerge. The results of this study indicate that Islamic Religious Education teachers in their experience to identify student needs use diagnostic assessment to find out the background of students. In the strategy of implementing differentiated learning, Islamic Education teachers use four aspects of learning, namely: content, process, product and learning environment. In his experience, Islamic Education teachers have challenges or obstacles, namely, lack of strategies, limited time and resources, the solution is to apply the four aspects above so that Islamic Education teachers can change learning according to their needs because everything is under the control of the teacher.
Analisis Implementasi Ideologi Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Perkembangan Kognitif, Afektif, dan Psikomotor Peserta Didik Eka Fitria Nurjadid; Ruslan Ruslan; Nasaruddin Nasaruddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik di MAN 1 Kota Bima. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan harus mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, termasuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan lembar observasi yang digunakan untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan kurikulum dan dampaknya terhadap perkembangan peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik, yang berfokus pada pengidentifikasian pola-pola yang muncul dari data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ideologi kurikulum dalam pembelajaran PAI di MAN 1 Kota Bima memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik. Terutama dalam hal pemahaman materi, sikap, serta keterampilan praktis yang diperoleh selama proses pembelajaran.