Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

POTENSI PESANTREN AL HUSAINY DALAM MEMBANGUN EKONOMI TAUHID DI KABUPATEN BIMA (Kajian Analisis Taksonomi Etnografi) Mega Oktaviany; Nasaruddin Nasaruddin; Arif Sofyandi
Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 3 No. 1 (2022): Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/trd.3.1.56 - 72

Abstract

Pesantren bukan menjadi pilihan utama dalam pergerakan ekonomi di Indonesia, namun bisa menjadi potensi besar dalam bekerjasama dengan masyarakat untuk mengembangkan pendidikan agama, memperbaiki sosial, mempertahan budaya serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan tantangan dan tuntutan globalisasi, pesantren di Indonesia memiliki potensi dan kemampuan dalam mengembangkan ekonomi warga dengan berbasis ekonomi pesantren. Maka menjadi penting untuk dilakukan penelitian mendalam, bahwa implementasi dari pendidikan pesantren sangat memberikan peluang untuk Indonesia dalam bidang ekonomi. Tujuan penelitian ini mencoba mempertegas bahwa peran pesantren diseluruh Indonesia berpotensi menghidupkan dan mengembangkan ekonomi warga. Penelitian ini akan mencoba mendeskripsikan pendidikan pesantren harus menjadi solusi utama dalam perputaran ekonomi daerah maupun tingkat nasional di Indonesia.Salah satu pesantren yang mempunyai potensi dalam membangun ekonomi tauhid di Kabupaten Bima adalah, pesantren Al Husainy. Karena pesantren tersebut telah lama berdiri dan telah banyak melahirkan generasi qur’ani. Selain itu setiap tahunnya banyak siswa yang berlomba-lomba mendaftar di pesantren tersebut dengan berbagai keahlian. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat potensi dan mendorong pesantren untuk berdikari secara ekonomi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan etnografi dan taksonomi dengan mewawancarai para ustadz pesantren Al-Husaini. Hsil penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun pesantren mempunyai bisnis namun belum berkembang secara signifikan perkembangan zaman, padahal potensinya sangat besat. Melalui potensi yang dimiliki pesantren Al-Husainy jika dilakukan dengan baik bisa menggunakan dengan cara klaster bisnis yang sederhana dengan mengajarkan para santri menjadi pengusaha muslim yang bermartabat dan berkesinambungan. Tidak menutupkemungkinan era hari ini memaksa sebuah institusi untuk terus mengikuti perkembangan zaman agar santri terus menjadi menjadi pebisnis muslim yang seperti diajarkan Nabi SAW., sehingga terciptanya ekonomi tauhid yang berkeadilan.
Evaluation Model Of Noble Moral Education For Students In Madrasah Nasaruddin , Nasaruddin; Syarifuddin, Syarifuddin; Arisandi , Bustomi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v9i1.229

Abstract

This article aims to find out the model for evaluating noble character education by schools or institutions in instilling noble character values for students in the madrasah environment. The background of this research is that teachers and institutions have not carried out a systematic evaluation of the noble character education program for students. This type of research is program evaluation research. This evaluation is used to evaluate the noble character education program for students at Madrasah Aliyah Negeri in Bima. The approach used in this type of research is a quantitative and qualitative descriptive approach. The subjects in this evaluation were class XII students, the head of the Madrasah, Class XII Aqidah Akhlak Subject Teachers, and the Madrasah Committee at Madrasah Aliyah Negeri Bima. The data sources used in this study were questionnaires, documentation and interviews. The results of this study indicate that the evaluation model that is suitable for use by teachers and institutions is the Stake's Countenance evaluation model developed by Robert Stake. The Stake's countenance evaluation model consists of three stages, namely the antecedent (preparation stage), transaction (implementation stage), and outcome (result) stage. And this model is very appropriate for evaluating the noble character education program at Madrasah Aliyah in Bima, because these stages are interrelated with one another.
Islamic Religious Education Teacher's Experience in Implementing Differentiated Learning Klis Dianti; Ruslan Ruslan; Nasaruddin Nasaruddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.875

Abstract

The research aims to examine the response of Islamic Religious Education teachers' experiences in implementing differentiated learning in the classroom: a case study of SND INPRES Tololara. The focus of this research is how the experience of Islamic Religious Education teachers in implementing differentiated learning. Using a qualitative approach that emphasizes natural reality, and data collection techniques include observation, interviews, documentation, and data analysis techniques by reviewing the results in the collected data that detect topics and patterns that emerge. The results of this study indicate that Islamic Religious Education teachers in their experience to identify student needs use diagnostic assessment to find out the background of students. In the strategy of implementing differentiated learning, Islamic Education teachers use four aspects of learning, namely: content, process, product and learning environment. In his experience, Islamic Education teachers have challenges or obstacles, namely, lack of strategies, limited time and resources, the solution is to apply the four aspects above so that Islamic Education teachers can change learning according to their needs because everything is under the control of the teacher.
Analisis Implementasi Ideologi Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Perkembangan Kognitif, Afektif, dan Psikomotor Peserta Didik Eka Fitria Nurjadid; Ruslan Ruslan; Nasaruddin Nasaruddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik di MAN 1 Kota Bima. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan harus mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, termasuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan lembar observasi yang digunakan untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan kurikulum dan dampaknya terhadap perkembangan peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik, yang berfokus pada pengidentifikasian pola-pola yang muncul dari data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ideologi kurikulum dalam pembelajaran PAI di MAN 1 Kota Bima memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik. Terutama dalam hal pemahaman materi, sikap, serta keterampilan praktis yang diperoleh selama proses pembelajaran.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PAI BERBASIS LITERASI DIGITAL Salmin Salmin; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.5840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi teknologi deep learning dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berbasis literasi digital. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), khususnya deep learning, membuka peluang besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran agama yang selama ini masih cenderung bersifat konvensional. Deep learning memungkinkan terciptanya sistem pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan interaktif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kual itatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan praktisi teknologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui berbagai media dan aplikasi, seperti chatbot islami, sistem kuis otomatis berbasis pemahaman, analisis teks Al-Qur’an dan hadis, serta rekomendasi materi berbasis kebutuhan siswa. Penggunaan teknologi ini mendorong peningkatan literasi digital siswa, mempercepat pemahaman konsep-konsep keislaman secara kontekstual, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi guru dalam literasi digital, serta desain kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru PAI dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, serta pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi teknologi digital dalam pembelajaran agama. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya relevan dengan tantangan zaman, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai Islam secara efektif kepada generasi digital.
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN INOVATIF PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Strategi Penguatan Karakter Peserta Didik) Yeni Arnaningsih; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.5848

Abstract

Perkembangan ilmu dan teknolgi di era digital 4.0 adalah sesuatu yang tidak terelakkan, perbahan tersebut tentunya sedikit banyak membawa dampak negatif terhadap siswa di sekolah-sekolah. Dengan kehadiran gadget dengan berbagai macam dan jenisnya menjadikan mereka bebas melihat sesuatu yang seharusnya tidak layak bagi mereka yang tentunya juga berpotensi merubah cara pandang, sifat dan karakter mereka. Oleh sebab itu guru sebagai pendidik, harus menemukan cara baru untuk menyibukkan mereka sehingga teralihkan dengan sesuatu yang positif. Penelitian ini bersifat library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan rumusan hipotesis yang telah diuji melalui pengumpulan beberapa jenis data dan teori substantif sehingga lebih fokus dan berlaku untuk obyek-obyek yang akan diteliti. Data yang diperlukan diperoleh dari berbagai macam sumber seperti buku referensi, buku-buku teks, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar online, dokumen, dan sumber-sumber lainnya. Sedangkan analisisnya, menggunakan analisis deskriptif dan argumentatif secara hermeneutika dengan memaparkan makna yang terkandung di balik tulisan (teks) yang secar harfiah dapat diartikan melalui penafsiran serta interpretasi. Dari penelitian ini, peneliti menemukan beberapa model dan strategi dari para pakar dan ahlinya dalam bidang Pendidikan, terkhusus Pendidikan Agama Islam. diantaranya; Discovery Learning (Pembelajaran Kooperatif), Problem Based Learning (PBL), Problem Solving (Menyelsaikan Masalah), Contextual Teaching and learning (Pembelajaran kontekstual), PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) serta Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)
STRATEGI IMPLEMENTASI LITERASI AL-QUR'AN DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: STUDI KASUS DI SMAN 1 KOTA BIMA Lalu Shalihin Muttaqin; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6082

Abstract

Dalam lanskap pendidikan kontemporer Indonesia, implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di institusi pendidikan umum seringkali mengalami reduksi makna yang signifikan. Fokus kebijakan kerap terisolasi pada dimensi kognitif-akademik semata, seperti literasi baca-tulis fiksi atau non-fiksi umum, sementara dimensi literasi religius-khususnya pembacaan Al-Qur'an-belum mendapatkan proporsi manajerial yang strategis dan seringkali terpinggirkan sebagai agenda sekunder. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis komprehensif dan mendalam mengenai strategi implementasi program literasi Al-Qur'an di SMAN 1 Kota Bima, serta mengeksplorasi implikasi teoretis dan praktisnya terhadap penguatan karakter siswa di tengah tantangan degradasi moral remaja. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, menggali data melalui observasi partisipatif yang intensif, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, dan analisis dokumentasi kurikulum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan literasi Al-Qur'an telah berhasil dilembagakan melalui strategi Integrated Habituation (07.00-07.15 WITA) yang didukung oleh manajemen kolaboratif lintas mata pelajaran, melibatkan guru non-PAI sebagai fasilitator utama, sebuah langkah yang mendobrak dikotomi peran guru; (2) Program ini memberikan dampak signifikan pada pembentukan habituasi kedisiplinan dan kesiapan belajar (learning readiness) melalui mekanisme neuro-psikologis penciptaan "Zona Alfa" yang mereduksi stres akademik; (3) Hambatan sarana fisik diatasi melalui mekanisme social learning dalam bentuk peer-tutoring dan adaptasi teknologi digital. Kesimpulannya, keberhasilan literasi religius di sekolah umum tidak semata bergantung pada instruksi kurikulum, melainkan pada political will kepemimpinan sekolah yang kuat dan desentralisasi pengawasan yang menghapus sekat antara ilmu umum dan agama.
Model Penguatan Karakter oleh Guru PAI untuk Mengatasi Perilaku Bullying di SMKN 1 Kota Bima Andriani Andriani; Nasaruddin Nasaruddin; Sri Jamilah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.317

Abstract

Perilaku bullying di sekolah merupakan masalah sosial yang berdampak signifikan pada perkembangan emosional dan sosial siswa. Bullying tidak hanya merusak hubungan interpersonal, tetapi juga dapat menurunkan prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model penguatan karakter oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku bullying di SMKN 1 Kota Bima. Model ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan kondusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan selama 3 Bulan, dari awal September hingga Desember. Lokasi penelitian dilakukan di SMKN 1 Kota Bima, dengan sampel yang terdiri dari guru PAI, pihak Bimbingan Konseling (BK), serta siswa sebagai partisipan. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, serta data sekunder yang diperoleh dari dokumentasi dan literatur terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan penyajian data berdasarkan tema-tema yang muncul dari hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter oleh guru PAI berfokus pada pemberian nasihat dan pembinaan moral kepada pelaku bullying melalui pendekatan berbasis ajaran agama Islam, yang mengajarkan kasih sayang, toleransi, dan saling menghormati. Selain itu, pihak BK turut berperan dalam memberikan pembinaan lanjutan serta tindakan disipliner, seperti skorsing, untuk kasus bullying fisik. Model ini terbukti efektif dalam mengurangi perilaku bullying dan menciptakan suasana sekolah yang lebih aman dan mendukung bagi seluruh siswa. Kesimpulannya, penguatan karakter yang dilakukan oleh guru PAI di SMKN 1 Kota Bima melalui pendekatan berbasis nilai-nilai agama Islam memberikan dampak positif dalam mengatasi perilaku bullying dan membentuk karakter siswa yang lebih baik. Pembinaan yang dilakukan baik secara preventif maupun kuratif mampu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan kondusif bagi perkembangan siswa. Model penguatan karakter oleh guru PAI di SMKN 1 Kota Bima dapat mengurangi perilaku bullying dengan menanamkan nilai-nilai agama seperti kasih sayang, kejujuran, dan saling menghormati. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan lebih peduli terhadap sesama, menghindari perilaku negatif, dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan harmonis. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang penguatan karakter oleh guru PAI terhadap bullying. Sekolah harus mengintegrasikan nilai agama dalam kurikulum, meningkatkan pelatihan guru, dan memperkuat kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar bebas bullying.
Pendekatan Psikologis dalam Pendidikan Islam: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital Amma Ainun; Fitriani Fitriani; Saifuddin Saifuddin; Nurma Nurma; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.576

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Peserta didik semakin rentan terhadap distraksi, kecanduan gawai, dan melemahnya internalisasi nilai akhlak. Kondisi ini menuntut pendidikan Islam untuk tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan dimensi psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan psikologis dalam pendidikan Islam sebagai strategi menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan sumber data primer berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik, serta data sekunder dari laporan penelitian dan dokumen terkait. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan psikologis berperan penting dalam memahami karakteristik emosional, kognitif, dan perilaku peserta didik, sehingga pendidikan Islam dapat lebih adaptif menghadapi era digital. Dampak temuan ini memperlihatkan bahwa penguatan motivasi intrinsik, pengendalian diri, dan internalisasi nilai Islam yang kontekstual dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran agama. Penelitian ini merekomendasikan keterlibatan kolaboratif antara guru, orang tua, dan lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan strategi psikologis dengan nilai-nilai Islami, serta mendorong penelitian empiris lanjutan untuk menguji efektivitas penerapan pendekatan ini. Dengan demikian, pendidikan Islam mampu melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas emosional, dan resilien menghadapi dinamika global.