Ita Karlina
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Estimasi Cadangan Karbon Pada Ekosistem Mangrove Di Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan Diah Alviana; Rika Anggraini; Jelita Rahma Hidayati; Ita Karlina; Febrianti Lestari; Dony Apdillah; Agung Dhamar Syakti; Dermawati Sihite
Jurnal Kelautan Tropis Vol 26, No 3 (2023): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v26i3.18326

Abstract

Mangrove have a role in the absorption and storage of carbon from the atmosphere, which is stored in the form of biomass and sediment, so that mangroves have enormous potential in mitigation global climate change because they can reduce greenhouse gas emission is carbon. Mangrove store carbon in carbon pools including above ground biomass, below ground biomass, litter or dead wood, and soil. The purpose of this study was to calculate the value of carbon stock and carbon sequestration in mangroves in Pengudang Villages, Teluk Sebong District, Bintan Regency. This research was conducted in September – October 2022, the research method used purposive sampling non-destructive method with allometric model and sediment sampling was carried out at 30 cm intervals until the discovery of humus soil. The result of biomass calculations were then converted into carbon stock values and mangrove carbon sequestration. Data analysis was carried out by calculating biomass, carbon stock value and carbon sequestration in mangroves in Pengudang Villages, Teluk Sebong District, Bintan Regency. The result showed the total biomass value was 498,77 tons/ha, the carbon stock value was 1203,27 tonsC/ha, while the carbon sequestration value was 4412,05 tonsC/ha.  Mangrove berperan dalam penyerapan dan penyimpanan karbon dari atmosfer yang disimpan dalam bentuk biomassa dan sedimen, sehingga mangrove memiliki potensi yang sangat besar dalam mitigasi perubahan iklim global karena dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yaitu karbon. Mangrove menyimpan karbon dalam kantong karbon diantaranya adalah biomassa bagian atas, biomassa bagian bawah, serasah atau kayu mati dan tanah.  Tujuan penelitian ini untuk menghitung nilai stok karbon dan sekuestrasi karbon pada mangrove di Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Oktober tahun 2022, metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling metode non-destruktif dengan model alometrik dan dilakukan pengambilan sampel sedimen per-interval 30cm hingga ditemukannya tanah humus. Hasil perhitungan biomassa kemudian dilakukan konversi nilai stok karbon dan sekuestrasi karbon mangrove. Analisis data dilakukan dengan menghitung biomassa, nilai stok karbon dan sekuestrasi karbon pada mangrove di Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. Hasil penelitian menunjukkan nilai total biomassa 498,77 ton/ha nilai stok karbon adalah 1203,27 tonC/ha sedangkan nilai sekuestrasi karbon adalah 4412,05 tonC/ha.
Identifikasi Keanekaragaman Spesies Elasmobranchii Hasil Tangkapan Nelayan Lokal Yang Didaratkan di Taman Wisata Perairan Timur Pulau Bintan Zamalludin, Zamalludin; Karlina, Ita; Hikmat Nugraha, Aditya; Armanto, Tri; Yandri, Fahmi; Angraini, Rika; Koenawan, Chandra Joei
JURNAL ENGGANO Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.9.1.24-35

Abstract

Riau Islands Province has a larger water area than its land. This large water area then began to be managed with the establishment of a conservation area known as the Bintan Island Eastern Waters Tourism Park. The vast waters in the Riau Islands are thought to also have high diversity, one of which is Elasmobranchii species. The purpose of this study is to identify the species diversity and conservation status of Elasmobranchii from the catches landed by local fishermen in Bintan Island Eastern Waters Tourism Park. The method used in this study is a survey method, which is descriptive to determine the description of the results of the identification of species diversity and conservation status of Elasmobranchii. From the results of this study, 12 species and 8 families of 72 Elasmobranchii individuals were identified, with a diversity index value of H' = 2.21 (medium), uniformity index E = 0.89 (very good), and dominance index C = 0.14 (low) or no dominating species. From the conservation status analysis, it was found that 42% or 5 out of 12 Elasmobranchii species were categorized as Vulnerebel, 25% (3 species) were categorized as endangered and 8% (1 species) were categorized as critically endangered, 75% of Elasmobranchii species landed at the study site had a decreasing population status.   Keywords: Bintan, Elasmobranchii, Diversity, Conservation
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia Anggraini, Rika; Syahrial, Syahrial; Karlina, Ita; Mariati, Wandesi; Saleky, Dandi; Leni, Yusyam
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 1 (April 2021)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v8i1.3829

Abstract

Uji gastropoda famili Neritidae terhadap habitatnya di ekosistem mangrove dilakukan di dua stasiun pengamatan di Pulau Tunda Serang Banten pada Januari 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis gastropoda famili Neritidae terhadap kesehatan hutan mangrove Pulau Tunda Serang Banten. . Pengumpulan data kondisi gastropoda famili Neritidae dilakukan dengan menggunakan plot berukuran 1 x 1 m dan dipasang pada plot transek vegetasi mangrove berukuran 10 x 10 m, dimana transek garis dan plot vegetasi mangrove ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove bagian luar) dan tegak lurus terhadap garis pantai ke daratan.Kemudian keanekaragaman, dominansi, dan keseragaman gastropoda famili Neritidae dan hutan bakau Pulau Tunda Serang Banten dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Weaver. Indeks dominasi Simpson dan indeks keseragaman Shannon-Weaver. Sedangkan hubungan kerapatan gastropoda famili Neritidae dan kerapatan hutan bakau Pulau Tunda Serang Banten dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan gastropoda famili Neritidae lebih tinggi dan lebih banyak ditemukan di mangrove kerapatan tinggi. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang.Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove.Sedangkan hubungan kerapatan gastropoda famili Neritidae dan kerapatan hutan mangrove Pulau Tunda Serang Banten dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan gastropoda famili Neritidae lebih tinggi dan lebih banyak spesies ditemukan pada mangrove kerapatan tinggi. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove. Sedangkan hubungan kerapatan gastropoda famili Neritidae dan kerapatan hutan mangrove Pulau Tunda Serang Banten dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan gastropoda famili Neritidae lebih tinggi dan lebih banyak spesies ditemukan pada mangrove kerapatan tinggi. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove.