Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

THE CONSTRAINTS OF CROSS-LINGUISTIC TRANSFER ON BIPA LEARNING R. Yudi Permadi; Riki Nasrullah; Iwan Koswara
Sosiohumaniora Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i2.37363

Abstract

One of the interesting issues regarding the BIPA learning process is how the similarities and differences of the source and target languages (Indonesian language) are related to students’ understanding of the Indonesian language. This study is related to what is known as a cross-linguistic transfer. This paper reviews theoretically cross-linguistic transfer in learning in BIPA (Indonesian Language for Foreign Speakers). This study employed the descriptive-qualitative method. A qualitative method was used to describe the patterns of similarity between Indonesian language as the target language and the learner’s native language in BIPA learning using a cross-linguistic transfer approach. The result of the study revealed that the discussion about cross-linguistic transfer in the process of learning the Indonesian language for Foreign Speakers (BIPA) was not a monolithic matter. The similarities and differences in word forms and word meanings were closely related to how quickly speakers of other languages learned the target language.
PENGEMBANGAN MODEL KOMUNIKASI KELOMPOK FASILITATOR KELURAHAN BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM PERBAIKAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI KOTA CIMAHI PROPINSI JAWA BARAT Iwan Koswara; Slamet Mulyana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.806 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.7814

Abstract

Penduduk Propinsi Jawa Barat berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2010 berjumlah 43,7 juta jiwa, dengan pertumbuhan 1,49 persen per tahun diproyeksikan pada tahun 2030 jumlah penduduk Jawa Barat akan mencapai 60 juta jiwa, suatu jumlah yang fantastis. Ledakan penduduk seperti itu akan akan menciptakan berbagai persoalan pelik seperti krisis pangan, kemiskinan, keterbatasan lahan tempat tinggal, kerusakan lingkungan, dan tingginya angka kriminalitas. Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Rumah memiliki fungsi yang sangat besar bagi individu dan keluarga tidak saja mencakup aspek fisik, tetapi juga mental dan sosial. Pemerintah Jawa Barat memiliki komitmen untuk memperbaiki kondisi kesejahteraan masyarakat miskin melalui program perbaikan rumah tidak layak huni. Kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni di wilayah perkotaan Provinsi Jawa Barat (9 Kota) sampai pada tahun 2014 sebanyak 17.511 unit yang tersebar di 378 kelurahan. Penelitian ini berusaha untuk melihat sejauhmana pengembangan model komunikasi kelompok Fasilitator Kelurahan terhadap upaya mensukseskan program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di 3 kecamatan di Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model komunikasi kelompok Fasilitator Kelurahan Badan Keswadayaan Masyarakat dalam menjalankan tugasnya menyukseskan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analisis penelitian yang digunakan adalah studi kasus berdasarkan metode, data, dan triangulasi sumber. Dalam penelitian ini akan digali hal-hal yang berkenaan dengan model komunikasi Fasilitator Kelurahan dan perannya dalam meyukseskan program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat. DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.7
Pengembangan Keterampilan Desain dalam Menumbuhkan Wirausahawan Anyaman Bambu Halus di Parakanhonje, Tasikmalaya Santi Susanti; Iwan Koswara; Rachmaniar Rachmaniar
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.852 KB) | DOI: 10.30653/002.202271.25

Abstract

DESIGN SKILLS DEVELOPMENT IN CULTIVATING FINE WOVEN BAMBOO ENTREPRENEURS IN PARAKANHONJE, TASIKMALAYA. The target of this PPM is fine bamboo artisans in Parakanhonje Village, Sukamaju Kaler, Indihiang District, Tasikmalaya City, West Java. Fine bamboo crafts are a long-standing characteristic of bamboo crafts in Parakanhonje. We relate our PPM to education and the economy. Related to education, this PPM provides training on the craft and design of fine bamboo in Parakanhonje as part of an effort to regenerate artisans so the fine bamboo woven remains sustainable. In terms of economy, the improvement of design skills is expected to increase the economic empowerment of the artisans in Parakanhonje. This PPM activity presented speakers and PPM Fikom Unpad Team and conducted online on Zoom application, which was attended by bamboo artisans in Tasikmalaya and its surroundings. The results of this PPM show that the craftsmen gain knowledge of design development through information literacy skills conveyed by the speaker. This PPM motivates bamboo artisans to maintain the fine-woven bamboo craft in Parakanhonje.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Mengembangkan Pemasaran Batik Sukapura Santi Susanti; Wahyu Gunawan; Iwan Koswara
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.665 KB) | DOI: 10.30653/jppm.v8i1.215

Abstract

Batik tulis Sukapura merupakan salah satu warisan budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Tasikmalaya. Mayoritas batik Sukapura diproduksi perorangan. Hanya satu kelompok pengrajin, yakni Kelompok Usaha Bersama Gandok Jaya Mukti (KUB GJM), di Desa Janggala. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengrajin batik berkurang karena kurangnya modal dan sulitnya pemasaran. Pemasaran batik Sukapura dilakukan secara langsung dan online. Pemasaran online belum optimal, karena keterbatasan sumber daya pengelolanya. Untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai media promosi dan pemasaran batik Sukapura, diselenggarakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), di Aula Kantor Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini dihadiri para pengrajin batik Sukapura dari KUB GJM, serta para guru dan siswa dari sekolah-sekolah yang berlokasidi Desa Janggala. PPM ini menggunakan metode pelatihan berbasis ceramah. Kami menghadirkan narasumber kompeten yang menyampaikan materi tentang batik Sukapura dan pemasaran media sosial. Berdasarkan pemaparan narasumber, media sosial dapat membantu memperluas pemasaran batik Sukapura melalui berbagai platform yang tersedia, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. Efektivitas penggunaan media sosial dalam meningkatkan pemasaran batik Sukapura bergantung pada kemampuan pengrajin dalam mengolah pesan yang ingin disampaikan. Sukapura hand-drawn batik is one of the cultural heritages that grew and developed in Tasikmalaya Regency. Mostly, Sukapura batik is produced by individuals. There is only one group of artisans, the Gandok Jaya Mukti Joint Business Group (KUB GJM), in Janggala Village. In recent years, the number of batik artisans has decreased due to lack of capital and marketing difficulties. Sukapura batik is marketed directly and online. To optimize the use of social media as a promotional and marketing medium for Sukapura batik, a Community Service (PPM) was conducted at the Janggala Village Office Hall, Sukaraja District, Tasikmalaya Regency. Sukapura batik artisans from KUB GJM attended this activity, as well as teachers and students from schools in Janggala Village. This PPM uses a lecture-based training method. We presented competent resource persons who delivered materials on Sukapura batik and social media marketing. Based on the resource person's explanation, social media can help expand the marketing of Sukapura batik through various platforms, such as Facebook, Twitter, Instagram, and et cetera. Social media effectiveness in improving the marketing of Sukapura batik depends on the craftsmen's ability to process the message they want to convey.
PEMETAAN PENGETAHUAN PADA LITERATUR TOPIK SITUS CIUNG WANARA: BERDASARKAN ANALISIS BIBLIOMETRIK Wina Erwina; Tine Silvana Rachmi; Iwan Koswara; Putriany Nurzulvaeza Nurzulvaeza; Naafa Naafiatul Insi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.161 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4685

Abstract

Penelitian ini merupakan pemetaan pengetahuan terhadap topik Situs Ciung Wanara berdasarkan analisis bibliometrik. Situs Ciung Wanara sendiri ialah situs purbakala peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Budhha di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bibliometrik terhadap literatur yang berkaitan dengan Situs Ciung Wanara sehingga akan dihasilkan berupa pemetaan pengetahuan mengenai topik tersebut. Pengumpulan data menggunakan software pencarian bibliografi yaitu Publish or Perish (PoP) dan Google Scholar sebagai sumber data utama. Hasilnya menunjukkan bahwa secara garis besar karya ilmiah situs Ciung Wanara berjejaring dengan kata objek wisata, sastra, buku cerita, novel, galuh pakuan, cindelaras, cerita rakyat dan lainnya. Selain itu, lebih banyak penelitian yang membahas mengenai perngembangan situs dan karya sastra dari Ciung Wanara.
Motif Komunikasi Bermedia Sosial Kaum Tunanetra di Kota Bandung (Studi Fenomenologi Terapis Pijat Tunanetra Shiatsu di Kota Bandung) Deffri Ihza Adiyanto; Antar Venus; Iwan Koswara
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i3.2023.868-876

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi motif komunikasi bermedia sosial kaum tunanetra di Kota Bandung, khususnya terapis pijat tunanetra Shiatsu. Perkembangan teknologi dan komunikasi telah membuat hampir seluruh warga dunia menggunakan smartphone. Penggunaan smartphone telah mencapai angka yang signifikan, bahkan di kalangan penyandang disabilitas, termasuk tunanetra. Saat ini, terapis tunanetra Shiatsu juga aktif dalam berbagai media sosial, seperti Instagram dan Whatsapp, untuk mencari pelanggan dan berkomunikasi dengan mereka.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam dengan tujuh terapis tunanetra Shiatsu di Kota Bandung. Tema-tema utama yang muncul dari penelitian ini adalah: (1) Penasaran, (2) Permintaan dari sanak saudara dan sesama tunanetra, dan (3) Improvisasi diri. Motif penasaran mendorong para terapis untuk mempelajari dan menggali lebih dalam tentang penggunaan gadget dan media sosial. Mereka juga terlibat dalam media sosial karena diminta oleh keluarga atau sesama tunanetra yang sudah terbiasa menggunakan teknologi. Selain itu, mereka menggunakan gadget dan media sosial sebagai bagian dari improvisasi diri untuk mengatasi keterbatasan ekonomi, meningkatkan pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan diri.
PEMETAAN PENGETAHUAN PADA LITERATUR TOPIK SITUS CIUNG WANARA: BERDASARKAN ANALISIS BIBLIOMETRIK Wina Erwina; Tine Silvana Rachmi; Iwan Koswara; Putriany Nurzulvaeza Nurzulvaeza; Naafa Naafiatul Insi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4685

Abstract

Penelitian ini merupakan pemetaan pengetahuan terhadap topik Situs Ciung Wanara berdasarkan analisis bibliometrik. Situs Ciung Wanara sendiri ialah situs purbakala peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Budhha di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bibliometrik terhadap literatur yang berkaitan dengan Situs Ciung Wanara sehingga akan dihasilkan berupa pemetaan pengetahuan mengenai topik tersebut. Pengumpulan data menggunakan software pencarian bibliografi yaitu Publish or Perish (PoP) dan Google Scholar sebagai sumber data utama. Hasilnya menunjukkan bahwa secara garis besar karya ilmiah situs Ciung Wanara berjejaring dengan kata objek wisata, sastra, buku cerita, novel, galuh pakuan, cindelaras, cerita rakyat dan lainnya. Selain itu, lebih banyak penelitian yang membahas mengenai perngembangan situs dan karya sastra dari Ciung Wanara.
Karakteristik Inovasi Kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis Bagi Ibu Rumah Tangga Di Kota Bandung Meria Octavianti; Iwan Koswara; Dhisa Yunita Advika Sari
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.64

Abstract

Abstract:Bandung become one of the pilot areas of “Kantong Plastik Tidak Gratis” policy which is a pilot project to resolve the plastic garbage problem in Indonesia. At trial implementation of this policy, the mothers of households in the Bandung City, which is the main target of the policy, are required to bring their own shopping bags or have to spend money to pay for plastic bags that they will use. As an innovation, this policy has five characteristics that can be assessed to determine whether the policy can be easily accepted or difficult. According to Rogers, the five policy are relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability (1983 : 5 ). Accordingly, this study aims to reveal how the assessment of mother - housewife in the city of Bandung on the five characteristics of innovation policy. The theory used as the basis of this research is the theory Innovation Diffusion from Everett M. Rogers . The research method used is quantitative method with survey approach. The data collection study conducted by distributing questionnaires to 103 housewives in Bandung, which has been selected by using multistage cluster sampling technique . The results showed that the characteristics of innovation policy consisting of relative advantage, compatibility, triability , and observability overall rated high by mothers of households in Bandung City . While the characteristics of the complexity of the policy rated low because the majority of mothers of households think that this policy is easy to apply. It can be concluded that the characteristics of innovation policy is considered to be good by the mother of households in Bandung City .Abstrak:Kota Bandung dijadikan salah satu tempat uji coba dari kebijakan kantong plastik tidak gratis yang merupakan pilot project untuk mengatasi permasalahan sampah palstik di Indonesia. Pada pelaksanaan ujicoba kebijakan ini, ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung, yang merupakan target utama dari kebijakan, diharuskan untuk membawa tas belanja sendiri atau harus  mengeluarkan uang untuk membayar kantong plastik yang akan mereka gunakan. Sebagai sebuah inovasi, kebijakan ini memiliki lima karakteristik yang dapat dinilai untuk mengetahui apakah kebijakan tersebut dapat dengan mudah diterima atau justru sebaliknya. Menurut Rogers, lima kebijakan tersebut yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, trialabilitas, dan observabilitas (1983:5). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana penilaian ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung terhadap lima karakteristik inovasi dari kebijakan kantong plastik tidak gratis.Teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini adalah teori divusi inovasi dari Everett M. Rogers. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 103 ibu rumah tangga di Kota Bandung yang telah terpilih dengan menggunakan teknik multistage cluster sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik inovasi kebijakan kantong plastik tidak gratis yang terdiri dari keuntungan relatif, kompatibilitas, triabilitas, dan observabilitas secara keseluruhan dinilai tinggi oleh ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung. Sedangkan karakteristik kompleksitas dari kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis  dinilai rendah karena mayoritas ibu-ibu rumah tangga menganggap bahwa kebijakan ini mudah untuk diterapkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik inovasi dari Kebijakan Kantong Pastik Tidak Gratis dinilai sudah baik oleh ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung. 
Analisis Penggunaan Camera Angle pada Film Pendek untuk Mendukung Persepsi Karakterisasi Tokoh Nada Anggita Suwandi; Iwan Koswara
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7572

Abstract

Artikel ini membahas penerapan teknik camera angle dalam film pendek Selar untuk mendukung karakterisasi tokoh ibu dan anak yang menjadi inti cerita. Teknik camera angle berperan penting dalam menggambarkan hubungan, emosi, dan konflik antar tokoh secara mendalam, sehingga memperkuat karakterisasi tokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis teknik seperti low angle, high angle, dan eye level. Teknik-teknik ini dianalisis berdasarkan perannya dalam memperkuat karakterisasi tokoh dan emosi yang disampaikan melalui visual yang ditampilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik camera angle tidak hanya memperjelas cerita tetapi juga menciptakan hubungan emosional yang kuat antara penonton dan karakter. Dengan demikian, film pendek Selar mampu menghadirkan visual yang mendalam dan mendukung karakterisasi tokoh.