Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SOSIALISASI SANITASI DIRI DAN LINGKUNGAN DI PESANTREN SALAFI MELALUI POS KESEHATAN PESANTREN (POSKESTREN) DALAM MEMBENTUK SIKAP SANTRI TERHADAP SANITASI Uud Wahyudin; Hadi Suprapto Arifin
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.58 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7405

Abstract

Berbagai perilaku hidup yang tidak bersih dan tidak sehat masih dapat dijumpai di pesantren-pesantren salafi/ tradisional di perdesaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa budaya hidup sehat di pondok pesantren salafi tidak memenuhi pola hidup sehat. Hal ini dapat dilihat pada indikasi kesehatan yaitu santri dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar kurang sehat karena masih banyak kekurangan seperti terlalu banyak jumlah santri yang menyebabkan kumuh dan berdesakan dan masih kurangnya ventilasi dalam kamar yang menyebabkan lembab. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sosialisasi sanitasi diri dan lingkungan melalui poskestren berkaitan dengan inovasi, waktu, saluran, dan sistem sosial memberikan pengetahuan dan mengubah perilaku santri untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar, membuat ventilasi yang cukup dalam kamar atau tempat tinggal, membudayakan pola perilaku hidup sehat dengan ditambah olahraga senam, jogging dan lainnya, mengkonsumsi air yang matang, istirahat dengan cukup dan gunakan alas tidur dengan kasur atau karpet. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di pesantren salafi di perdesaan yang dilakukan secara terus menerus dengan cara mendekatkan akses pelayanan kesehatan berhubungan dengan upaya memberdayakan santri dalam bidang kesehatan diri dan lingkungannya. Kesimpulan penelitian bahwa poskestren di pesantren salafi yang terletak di kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi merupakan langkah pendekatan edukatif untuk mendampingi (memfasilitasi) santri di pesantren untuk menjalani proses pembelajaran yang berupa proses perubahan sikap positif dalam pemecahan masalah-masalah kesehatan (sanitasi diri dan lingkungan) yang dihadapinya.
Health communication patterns of clean and healthy behavior in islamic Boarding School Uud Wahyudin; Kismiyati El Karimah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v9i2.35808

Abstract

The information received by Santries from various sources regarding infectious diseases in Pondok Pesantren’s environment is still confusing, which causes the Santries to be confused about finding reliable sources of information for their own health. They have sought this information through various sources. The purpose of this study is to determine who is the primary source of dissemination of health communication information related to Clean and Healthy Behavior and the health communication process within the Islamic boarding school in Sukabumi Regency, West Java, Indonesia. This study used a qualitative research method; then, the final results presented the health communication pattern among Islamic Boarding School in Sukabumi Regency. A case study approach was used in this study. The unavailability of updated, relevant data shows that the Central Government is still not actively moving towards the success of the PHBS Program at the national level in general and the education level of Islamic boarding schools in general. The difference between the provisions of the central government and the teachings of the Islamic religion that is applied in the Islamic Boarding School environment is one of the obstacles to implementing PHBS at the education level. The health information available in the mass media cannot be used by Santries to obtain information related to health. This research concludes that health information from Kyai’s teachings are the primary sources of health information in the Pesantren environment, supported by health information written in the Al- Quran and Al-Hadiths. Santries can receive health information outside the Pesantren environment through medical personnel, mass media, and information from the school. Suggestions from this research are  PHBS counseling for Kyai and Santries according to national health standards under the guidance and supervision of the Ministry of Health.
Tingkat Literasi Kesehatan Terkait Covid-19 di Lingkungan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat Andri Saleh; Uud Wahyudin
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol. 5 No. 2 (2023): Sahafa Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v5i2.8834

Abstract

Kemunculan virus Covid-19 subvarian Omicron XBB baru-baru ini menunjukkan bahwa pandemi belum berakhir. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian penting bagi semua pihak, termasuk para pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat. BPS Provinsi Jawa Barat adalah salah satu instansi pemerintah yang tingkat mobilitasnya tinggi karena tugasnya adalah mengumpulkan data di lapangan melalui sensus dan survei. Pekerjaan seperti ini sangat berisiko dalam penyebaran virus Covid-19. Untuk itu, diperlukan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat bagi seluruh pegawai BPS Provinsi Jawa Barat dan juga peningkatan literasi kesehatan terkait Covid-19 terhadap seluruh pegawai BPS Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat literasi kesehatan terkait Covid-19 di lingkungan BPS Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 80 orang yang diambil menggunakan metode sampel acak dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin kesalahan 5%. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah kuesioner HLS-EU-SQ10-IDN, sebuah kuesioner yang diadaptasi dari kuesioner European Health Literacy Study Project (HLS-EU) yang biasa digunakan dalam pengukuran tingkat literasi kesehatan individu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi kesehatan terkait Covid-19 di lingkungan BPS Provinsi Jawa Barat memiliki indeks 39,3 (kategori “Cukup”). Begitu juga halnya dengan tingkat literasi kesehatan terkait Covid-19 ditinjau dari aspek jenis kelamin, rentang usia, dan tingkat pendidikan yang seluruhnya berkategori “cukup”. Para pegawai BPS Provinsi Jawa Barat perlu memperhatikan hasil penelitian ini dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 subvarian yang baru. Salah satunya adalah meningkatkan literasi kesehatan terkait Covid-19 agar tingkat literasi kesehatannya ditingkatkan menjadi kategori “Sempurna”.
Analisis Komparatif Perilaku Komunikasi Verbal di Tempat Kerja Antara Generasi X dan Y di Gerai Pelayanan Operator Seluler Wilayah Priangan Timur Dodi Purwana*; Uud Wahyudin; Ira Mirawati
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perilaku komunikasi verbal di Tempat Kerja antar generasi X dan Y di gerai pelayanan operator selular. Komunikasi verbal dianggap sebagai cara berkomunikasi penting dalam lingkungan kerja. Akan tetapi, ternyata kemampuan komunikasi jenis ini tidak dimiliki oleh sebagian lulusan universitas yang akan memasuki dunia kerja. Sehingga potensi hambatan komunikasi dalam organisasi akan sangat mungkin terjadi. Hal ini perlu diantisipasi oleh perusahaan agar upaya pencapaian tujuan perusahaan tidak terganggu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan proportionate stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan melalui pembagian kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai pengalaman perilaku berkomunikasi karyawan di tempat kerja dengan berdasarkan variabel WCBI (Workplace Communication Behavior Inventory) yang dirumuskan oleh Keyton. Data yang diperoleh diproses dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan perbedaan pola komunikasi verbal yang dikelompokan ke dalam parameter berbagi informasi, menjaga relasi, mengungkapkan emosi negatif dan pengorganisasian.
Penggunaan Film Pendek Sebagai Bentuk Branding PT Sarinah Ignatius Dwi Rezky Joel; Uud Wahyudin; Dedi Rumawan Erlandia
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v1i3.412

Abstract

This research was conducted to find out the message producer meaning towards PT Sarinah's branding in the short film "Mbok dan Bung", the audience reception towards PT Sarinah's branding in the short film "Mbok dan Bung", and the audiences reading position towards the use of the short film "Mbok dan Bung" as PT Sarinah's branding which positioned using the Stuart Hall encoding/decoding model. The method used is qualitative reception analysis with observation and interview data collection techniques. The results of the study show that the message producer meaning of PT Sarinah's branding in the short film "Mbok dan Bung" is divided into four branding scenes that contain the humanity values, gender equality values, historical values, and innovation values implemented by PT Sarinah. The audience's reception for the branding of the four scenes received various interpretations from the audience, but in the end the audience, who are movie observers, stated the branding that PT Sarinah wanted to create in the short film "Mbok dan Bung" had been successful.  The audience reading position of the four branding scenes has various audience reading positions, in the first scene there are Dominant Hegemonic audience reading positions as the majority and Oppositional Hegemonic Reading, in the second scene there are Dominant Hegemonic audience reading positions as the majority and Oppositional Hegemonic Reading, in the third scene there are audience reading positions that are balanced on Dominant Hegemonic and Oppositional Hegemonic Reading, in the fourth scene there are Dominant Hegemonic audience reading positions as the majority, Negotiated Reading, and Oppositional Hegemonic Reading.
Perilaku Komunikasi Ibu-Anak pada Anak Usia Dini yang Mengalami Temper Tantrum Tarissa Madina; Uud Wahyudin; Yuliani Dewi Risanti
Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): September : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/harmoni-widyakarya.v1i3.1025

Abstract

The phenomenon of temper tantrums indicates an indication of inhibited emotional development in children which makes children express the negative emotions they feel through aggressive behavior. Therefore, good communication behavior is needed from parents, especially mothers as the closest scope owned by children to deal with the condition of children who experience tantrums. This study aims to determine the motives, experiences, and behavior of mother-child communication in dealing with children who experience temper tantrums, as well as to know the meaning of the phenomenon of temper tantrums for mothers. This study uses a qualitative method with a phenomenological study approach and in collecting data using interview techniques. The main informants in this study were five mothers who had experience in handling their children who experienced temper tantrums at an early age. The results showed that the because of motives were due to the mother's communication behavior in dealing with children who experienced temper tantrums at an early age, including mothers having sensitivity and awareness towards children who experienced speech delay. The existence of several conditions that could trigger tantrum behavior in children to appear, such as events that occurred or experienced by the child is not in accordance with his expectations. In addition, through the communication behavior that is carried out, the mother has hope as an in order to motive so that in the future the child can communicate well. There are several communication behaviors that are carried out by mothers in dealing with the aggressive behavior of children they receive, such as inviting communication and giving understanding, providing opportunities and space for children, giving physical touch, not leaving children alone, scolding, and cutting off children's behavior, tweaking, and applying patterns. routine communication with children every day. Meanwhile, mothers interpret the phenomenon of temper tantrums that occur in children as something that makes them sad, tired, stressed, and embarrassed. However, mothers think this is also a test and part of the child's development process that they have to face and go through.
Pengaruh Pelatihan Untuk Pelatih Dalam Membentuk Sikap Positif Terhadap Keterampilan Komunikasi Medik Saepudin Zohari; Uud Wahyudin; Gilang Yulibiana
ArtComm Vol 2 No 1 (2019): ArtComm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.275 KB) | DOI: 10.37278/artcomm.v2i1.155

Abstract

Pelaksanaan program pelatihan untuk pelatih di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran(FKG Unpad), diduga dapat membentuk sikap positif dosen sebagai peserta pelatihan dalammeningkatan keterampilan komunikasi medik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapabesar pengaruh kredibilitas pelatih, metode pelatihan, dan materi pelatihan untuk pelatih dalammembentuk sikap positif terhadap keterampilan komunikasi medik, dengan menggunakan metodesurvei eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Dosen di FKG Unpad denganteknik simple random sampling. Didapat sampel sebanyak 36 orang Dosen. Kuesioner danwawancara sebagai teknik pengumpulan data, serta analisis jalur sebagai teknik analisis datadengan bantuan program IBM Statistics SPSS ver.22 dan Office excel 2016. Alat ukur yangdigunakan adalah Alat ukur kemampuan komunikasi dokter gigi dan pasien transadaptasi CalgaryCambridgeGuide24dimensi.Hasilanalisisdeskriptifmenunjukkanbahwaseluruhvariabelyang dikaji, terdiri dari kredibilitas pelatih, metode pelatihan, materi pelatihan, kemampuan aspekkognitif, afektif, dan psikomorik, berada pada garis kontinum setuju dan sangat setuju kategoribaik atau tinggi. Secara berurut hasil perhitungan variabel X adalah Kredibilitas pelatih mendapatnilai tertinggi, materi pelatihan mendapatkan nilai tertinggi kedua, dan metode pelatihanmendapatkan nilai terkecil. Untuk variabel Y aspek psikomotorik mendapatkan nilai tertinggi,aspek afektif mendapatkan nilai tertinggi kedua, dan aspek kognitif mendapatkan nilai terkecil.Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kredibilitas pelatih, metode, danmateri pelatihan dalam membentuk sikap positif terhadap keterampilan komunikasi medik pesertapelatihan, meskipun materi pelatihan tidak berpengaruh terhadap kemampuan dalam aspek kognitifpeserta.
Transformasi Identitas Individu Melalui Komunikasi Kontemporer di Sosial Media Frila Nurfadila; Kismiyati El Karimah; Uud Wahyudin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6140

Abstract

Berkembangnya teknologi komunikasi kontemporer saat ini telah memberikan banyak perubahan pada cara individu dalam berinteraksi dan membentuk identitas diri mereka. Media sosial, aplikasi pengiriman pesan, platform virtual, dan konten digital pada akhirnya membuka peluang baru untuk ekspresi diri, koneksi sosial, dan akses informasi. Namun, perubahan ini juga disertai dengan tantangan seperti pencitraan diri yang berlebihan, perbandingan sosial yang tidak sehat, paparan informasi yang tidak akurat, dan masalah privasi. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak positif dan negatif dari proses komunikasi kontemporer pada pembentukan identitas individu. Artikel ini juga membahas bagaimana individu merespons dan beradaptasi terhadap perubahan dalam proses komunikasi, serta strategi yang mereka gunakan untuk mengelola identitas mereka dalam gambar digital yang lebih kompleks. Penelitian ini menyoroti pentingnya literasi digital yang kuat agar individu dapat memanfaatkan teknologi komunikasi secara positif guna mendukung perkembangan identitas yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.