Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DAN CINTA TANAH AIR NOVEL RANTAU 1 MUARA KARYA AHMAD FUADI Rahmat Gunawan; Suyitno Suyitno; Slamet Supriyadi
Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Vol 23 No 2 (2018): Islam, Kenegaraan, dan Kebangsaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.07 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan nilai-nilai pendidikan karakter religius dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi. Novel Rantau 1 Muara ini merupakan novel yang secara jelas mengisahkan tentang sebuah nilai perjuangan, kegigihan, ketaatan terhadap Tuhan serta pandangan hidup yang bertujuan untuk mencapai suatu kesuksesan dengan sebuah mantera man saara ala darbi washala, yaitu siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifkualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi pada tahun 2013 dengan jumlah 395 halaman. Data dalam penelitian ini mencakup tentang satuan cerita dalam dialog, paragraf, dan tabel yang menunjukan nilai pendidikan karakter religius. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat, dan studi pustaka. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis novel tersebut yaitu dengan menginterpretasikan berdasarkan teori yang ada, kemudian di deskripsikan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis data, diketahui terdapat 17 frekuensi yang terbagi di dalamnya meliputi, wujud religius hubungan manusia dengan Tuhan diantaranya, beribadah, mengucap salam, berdoa, bersyukur dan mohon ampun. Wujud religius manusia dengan manusia diantaranya meminta perlindungan, berbakti kepada orang tua, keakraban, dan mendoakan orang lain. Selanjutnya wujud religius manusia dengan alam yaitu memuji keindahan alam.Sedangkan nilai pendidikan karakter cinta tanah air terdapat 3 frekuensi meliputi wujud nilai cinta tanah air hubungannya dengan diri sendiri yaitu rasa nasionalis dan rasa toleransi antara umat beragama.
The Campaign to Remove Si Kancil from Indonesian Schools (Kampanye Hapus Si Kancil dari Sekolah Indonesia) Dipa Nugraha; Suyitno Suyitno; Elisabeth Ashton
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.10890

Abstract

In 2010, the Indonesian Corruption Eradication Commission (KPK) declared a campaign against the most well-known trickster fable or folktale in Indonesia, Si Kancil. They urged for Si Kancil’s removal from the reading materials for young children in schools. This article aims to provide a literature review relating to the arguments over the campaign to remove or preserve Si Kancil from Indonesian schools. A comparative literature review is used to compare the arguments over trickster folktales’ impact on children and how Si Kancil was put within this context. This article concludes that Si Kancil should not have been blamed for the difficulties of eradicating corruption in Indonesia. Si Kancil can benefit the cognitive and metacognitive development of Indonesian school children. It is also suggested that Si Kancil, as an Indonesian cultural artifact, should be preserved and indeed celebrated as reading material in Indonesian schools and bedtime storytelling.Pada tahun 2010, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendeklarasikan kampanye melawan fabel atau cerita rakyat hewan cerdik yang paling terkenal di Indonesia, Si Kancil. Si Kancil mengajarkan manipulasi dan tipu muslihat kepada anak-anak Indonesia. KPK mendesak agar Si Kancil dihapus dari bahan bacaan untuk anak-anak di sekolah. Artikel ini bertujuan memberikan kajian pustaka berkenaan dengan argumen penghapusan atau pelestarian cerita Si Kancil di sekolah. Metode tinjauan pustaka komparatif dipergunakan dalam rangka membandingkan argumen tentang dampak Si Kancil pada anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa seharusnya Si Kancil tidak dipersalahkan atas sulitnya pemberantasan korupsi di Indonesia. Di sisi lain, dongeng Si Kancil justru dapat bermanfaat bagi perkembangan kognitif dan metakognitif siswa di Indonesia. Malah disarankan agar Si Kancil sebagai artefak budaya Indonesia untuk dilestarikan dan dirayakan sebagai bahan bacaan di sekolah-sekolah Indonesia dan dongeng pengantar tidur.
Social Problems in Short Stories entitled Mata Yang Enak Dipandang by Ahmad Tohari and its Relevance in Senior High School Agus Yuliyanto; Suyitno Suyitno; Muhammad Rohmadi
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.876 KB) | DOI: 10.30998/jh.v1i2.48

Abstract

This research was based on the view that literature is basically a reflection of society. So in this study, researchers used the approach to the sociology of literature. This paper aimed to describe (1) short story becomes one of the literary works that are used as teaching material in schools, (2) the aspect of characrter education based on the collection of short stories entitled Mata Yang Enak Dipandang by Ahmad Tohari, and (3) social problems collection of short stories entitled Mata Yang Enak Dipandang. The method used in this research is qualitative descriptive explaining the data that has been found in research. The main data sources in this study the quotations contained in the novel and the results of interviews with literary experts and learning experts. The results of this study is the main characters in this short story are varied and its can be utilized in the study of literary appreciation for Class XI in Senior high school semester with the standard literary discourse understanding competence through reading poetry and short stories in the aspects of reading and basic competence that is analyzing the intrinsic elements of a short story linkages with everyday life