Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Irfani

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: Tinjauan Manajemen Lembaga Pendidikan Islam Pesantren dan Madrasah Herson Anwar
Irfani Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.67 KB)

Abstract

Urgensi pendidikan multikultural dalam lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat di lihat dari kebutuhan pendidikan akan model pendidikan yang dapat mengangkat derajat bangsa Indonesia.Oleh sebab itulah, kehadiran pendidikan multikultural sangat di harapkan. Dengan tidak menghilangkan model pendidikan yang lama telah mengakar di Indonesia artinya pendidikan multikultural dapat dilebur dan menyatu dengan model pendidikan yang ada sehingga akan membentuk model pendidikan multikultural ala indonesia itu sendiri. Namun demikian, pendidikan multikultural di samping urgensinya bagi dunia pendidikan nasional yang memiliki manfaat yang cukup besar dalam membentuk karakter manusia Indonesia, tetapi juga memiliki kekuran\gan dimana, ke”waspada”an terhadap pendidikan multikultural pun senantiasa dijaga. Hal itu menjadi upaya dalam menjaga integritas sebagai sikap hati-hati di dalam tubuh umat Islam di Indonesia.
MANAJEMEN LINGKUNGAN BELAJAR BERBASIS PENDIDIKAN ISLAM Herson Anwar
Irfani Vol. 13 No. 1 (2017): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.085 KB)

Abstract

Lingkungan pendidikan memiliki pengaruh terhadap peserta didik. Pengaruh tersebut tergantung jenis lingkungan pendidikan tempat peserta didik terlibat didalamnya salah satu contoh dari pengaruh lingkungan adalah ketika peserta didik belajar di tempat yang nyaman, maka pembelajarannya akan berpengaruh positif terhadap peserta didik. Begitu pula sebaliknya, untuk itu lingkungan yang nyaman dan mendukung terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan penddidikan yang diinginkan, agar tercapainya lingkungan pendidikan yang diinginkan atau dengan kata lainlingkungan yang efektif maka membutuhkan pengelolahan yang efektif pula. Hal ini sesuai dengan sistem pendidikan Islam. Dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus menciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Alasan itu pula yang melatarbelakangi penulis menulis artikel ini.
MENGEMBANGKAN SIKAP KEMANDIRIAN MELALUI PENDIDIKAN BOARDING SCHOOL DI MADRASAH TSANAWIYAH HUBULO KECAMATAN TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO Herson Anwar
Irfani Vol. 14 No. 1 (2018): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: sikap kemandirian melalui pendidikan Boarding School, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan sikap kemandirian melalui pendidikan Boarding School di Madrasah Tsanawiyah Hubulo Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis-edukatif. Informan penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, pembina asrama dan peserta didik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data melalui 1) Ketekunan pengamatan, 2) Perpanjangan keikutsertaan dan 3) Trianggulasi. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa sikap kemandirian melalui kegiatan Boarding School di Madrasah Tsanawiyah Hubulo Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango diantaranya mengurus keperluan diri maupun belajar mandiri dilakukan secara berulang-ulang yang menjadikan suatu kebiasaan seperti kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan dengan keteladanan, kegiatan dilakukan atas dasar inisiatif sendiri, tanggung jawab, serta disiplin. Faktor pendukungnya adalah adanya pandangan yang sama antara asrama dan sekolah, aturan di asrama dan sekolah serta kerjasama team yang baik yang didasari oleh semangat pengabdian pengelola kegiatan Boarding School. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat yaitu adanya latar belakang keluarga, adanya keragaman watak peserta didik, sebagian kecil peserta didik yang tidak tahan dengan kondisi lingkungan asrama, kemandirian belajar dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri peserta didik, maupun yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga, sekolah, sosial ekonomi dan masyarakat. Implikasi sikap kemandirian peserta didik menunjukkan tingkat kemandirian yang baik dalam hal kemandirian emosional, tingkah laku dan kemandirian nilai.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: Tinjauan Manajemen Lembaga Pendidikan Islam Pesantren dan Madrasah Herson Anwar
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi pendidikan multikultural dalam lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat di lihat dari kebutuhan pendidikan akan model pendidikan yang dapat mengangkat derajat bangsa Indonesia.Oleh sebab itulah, kehadiran pendidikan multikultural sangat di harapkan. Dengan tidak menghilangkan model pendidikan yang lama telah mengakar di Indonesia artinya pendidikan multikultural dapat dilebur dan menyatu dengan model pendidikan yang ada sehingga akan membentuk model pendidikan multikultural ala indonesia itu sendiri. Namun demikian, pendidikan multikultural di samping urgensinya bagi dunia pendidikan nasional yang memiliki manfaat yang cukup besar dalam membentuk karakter manusia Indonesia, tetapi juga memiliki kekuran\gan dimana, ke”waspada”an terhadap pendidikan multikultural pun senantiasa dijaga. Hal itu menjadi upaya dalam menjaga integritas sebagai sikap hati-hati di dalam tubuh umat Islam di Indonesia.
MANAJEMEN LINGKUNGAN BELAJAR BERBASIS PENDIDIKAN ISLAM Herson Anwar
Irfani (e-Journal) Vol. 13 No. 1 (2017): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan pendidikan memiliki pengaruh terhadap peserta didik. Pengaruh tersebut tergantung jenis lingkungan pendidikan tempat peserta didik terlibat didalamnya salah satu contoh dari pengaruh lingkungan adalah ketika peserta didik belajar di tempat yang nyaman, maka pembelajarannya akan berpengaruh positif terhadap peserta didik. Begitu pula sebaliknya, untuk itu lingkungan yang nyaman dan mendukung terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan penddidikan yang diinginkan, agar tercapainya lingkungan pendidikan yang diinginkan atau dengan kata lainlingkungan yang efektif maka membutuhkan pengelolahan yang efektif pula. Hal ini sesuai dengan sistem pendidikan Islam. Dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus menciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Alasan itu pula yang melatarbelakangi penulis menulis artikel ini.
MENGEMBANGKAN SIKAP KEMANDIRIAN MELALUI PENDIDIKAN BOARDING SCHOOL DI MADRASAH TSANAWIYAH HUBULO KECAMATAN TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO Herson Anwar
Irfani (e-Journal) Vol. 14 No. 1 (2018): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: sikap kemandirian melalui pendidikan Boarding School, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan sikap kemandirian melalui pendidikan Boarding School di Madrasah Tsanawiyah Hubulo Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis-edukatif. Informan penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, pembina asrama dan peserta didik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data melalui 1) Ketekunan pengamatan, 2) Perpanjangan keikutsertaan dan 3) Trianggulasi. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa sikap kemandirian melalui kegiatan Boarding School di Madrasah Tsanawiyah Hubulo Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango diantaranya mengurus keperluan diri maupun belajar mandiri dilakukan secara berulang-ulang yang menjadikan suatu kebiasaan seperti kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan dengan keteladanan, kegiatan dilakukan atas dasar inisiatif sendiri, tanggung jawab, serta disiplin. Faktor pendukungnya adalah adanya pandangan yang sama antara asrama dan sekolah, aturan di asrama dan sekolah serta kerjasama team yang baik yang didasari oleh semangat pengabdian pengelola kegiatan Boarding School. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat yaitu adanya latar belakang keluarga, adanya keragaman watak peserta didik, sebagian kecil peserta didik yang tidak tahan dengan kondisi lingkungan asrama, kemandirian belajar dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri peserta didik, maupun yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga, sekolah, sosial ekonomi dan masyarakat. Implikasi sikap kemandirian peserta didik menunjukkan tingkat kemandirian yang baik dalam hal kemandirian emosional, tingkah laku dan kemandirian nilai.