Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS IPA SISWA Ari Safitri; Yohana Setiawan
JURNAL TEMATIK Vol 10, No 1 (2020): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v10i1.17728

Abstract

This study aims to determine the effect differences of Discovery Learning and Problem Based Learning models on critical thinking skills of fifth grade students in natural sciences subject. This research was true experiment, pretest-posttest control group design. The sample in this research were 31 students of SD Negeri Cebongan 01 Salatiga as first experiment class and 31 students of SD Negeri Noborejo 01 Salatiga as second experiment class that were meet precondition test which the result of both samples was normal, homogeneous, and there were no significant differences. The results of this research showed that the first experimental class’ average was 74.97 and second experimental class’ average was 69.03. Based on independent sample T-test, p was 0.002 or p<0.05 it means Ho was rejected and Ha was accepted. The research concluded that there were significant differences in students critical thinking skills using the Discovery Learning model and Problem Based Learning model on the content of Natural Science learning especially for science topic: changing states of matter. In addition, from this study it could be concluded that Discovery Learning models was more suitable in learning activities in changing states of matter that Problem Based Learning.
Efektivitas Problem Based Learning-Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas V Tri Puji Ati; Yohana Setiawan
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.427 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas Problem Based Learning (PBL) -Problem Solving (PS) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian yang dilakuan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Dalam penelitian ini melibatkan 31 siswa SD Negeri Noborejo dan 31 siswa SD Negeri Cebongan 01 Gugus Teuku Umar Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga yang telah memenuhi uji normalitas, uji homogenitas, uji beda pretest dan posttest. Kedua kelompok diberikan perlakuan yang berbeda kelompok eksperimen diberikan perlakuan Problem Based Learning di SD Negeri Noborejo dan kelompok kontrol diberikan Problem Solving di SD Negeri Cebongan 01. Terdapat perbedaan efektivitas Problem Based Learning – Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika dengan signifikasi p<0,05.Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan efektivitas problem based learning dan problem solving dengan hasil nilai rata-rata sebesar 79,50 untuk problem based learning dan nilai rata-rata 75,65 untuk problem solving. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran problem based learning terbukti lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran problem solving untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam pembelajaran matematika.
Pengembangan Game Math-Venture terhadap Pemecahan Masalah Matematika Di Sekolah Dasar Hesti Agustianingrum; Yohana Setiawan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1221

Abstract

Kurikulum 2013 (K13) merupakan kurikulum dengan basis pendidikan karakter serta menekankan pada kreativitas dan inovasi siswa. Pada era ini memerlukan inovasi media pembelajaran. Permasalahan yang terjadi di Sekolah Dasar adalah kurang antusiasnya peserta didik terhadap pembelajaran yang monoton. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran “Math-Venture” untuk mengetahui keterampilan siswa dalam pemecahan masalah matematika di kelas 4 SD . Penelitian Research and Development (R&D) yang digunakan adalah milik Borg and Gall. Penelitian ini menggunakan model ADDIE, instrumen penelitian yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner oleh validator materi dan media. Hasil dari validasi produk game Math-Venture mendapat hasil validasi materi 81% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil validasi media memperoleh skor 91% termasuk dalam kategori sangat tinggi, dengan rata rata hasil validasi 86%. Sehingga dalam pembuatan produk media pembelajaran dapat dinyatakan media pembelajaran Math-venture layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
Pengembangan Buku Cegahan IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar Estheria Finaningtyas Siwi; Yohana Setiawan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1157

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersediaan buku cerita bergambar untuk membantu siswa kelas IV berpikir kritis pada pelajaran IPA di SD Negeri 1 Purworejo. Tujuan dari kajian ini ialah mengetahui tingkat validitas buku cerita IPA bergambar untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IV berpikir secara kritis. Secara teoretis, manfaat dari kajian ini ialah memberi pengalaman, juga kecakapan bagi mahasiswa agar bisa membuat inovasi dalam mengajar melalui buku cerita IPA serta menimbulkan keingintahuan yang tinggi dan peningkatan dalam proses berpikir kritis untuk anak kelas IV. Kajian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan, atau dikenal dengan Research and Development (R&D). Produk yang dikembangkan dalam kajian ini berupa pengembangan buku cegahan IPA guna memudahkan siswa dalam meningkatkan tahap berpikir kritis. Prosedur Borg dan Gall (1989) dipakai dalam kajian ini, yang menghasilkan produk akhir buku cegahan IPA. Pada prosedur ini penulis hanya menerapkan hingga tahapan kelima, yakni: kajian dan mengumpulkan informasi, merencanakan penelitian, mengembangkan produk awal, uji lapangan terbatas, serta revisi hasil uji lapangan terbatas. Hasil dari kajian ini ialah mengetahui kelayakan melalui tingkat validitas produk buku cegahan untuk meningatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 4 SD dalam pelajaran IPA
Pengembangan Media Poly Game pada Pembelajaran Matematika Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah di Sekolah Dasar Denise Dwi Rahmatania; Yohana Setiawan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1249

Abstract

Adanya masa pandemic COVID 19 mengharuskan semua kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Namun sebagian guru belum maksimal dalam memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini membuat siswa menjadi tidak antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat validitas produk pengembangan media pembelajaran poly game pada pembelajaran matematika dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah bangun datar siswa SD Kelas IV. Jenis penelitian ini adalah pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan model desain pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data hasil uji validasi yang dilakukan oleh ahli diperoleh hasil sebagai berikut: (1) presentase yang diperoleh dari uji validasi materi sebesar 78,1% dengan kategori tinggi; (2) presentase yang diperoleh dari uji validasi media sebesar 93,7% dengan kategori tinggi. Berdasarkan uji validasi yang telah dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran poly game pada pembelajaran matematika dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah bangun datar siswa SD Kelas IV dapat dikatakan valid untuk digunakan.
Pengembangan Mathlite untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika di Sekolah Dasar Yohana Setiawan; Aprilina Isabela Maharani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Mathlite untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika SD. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D). Dalam mengembangkan MathLite, penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg and Gall (1983). Dalam penelititian ini dilakukan tiga dari sepuluh tahapan penelitian yaitu, (1) penelitian dan studi pendahuluan, (2) perencanaan penelitian, dan (3) pengembangan produk awal. Teknik non tes yaitu kuesioner dengan empat skala kepada tiga validator ahli yaitu ahli media, ahli sastra anak, dan ahli materi matematika SD. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil validasi oleh Ahli Materi, Media, dan Sastra Anak menunjukkan bahwa MathLite seri Kerajaan Tudus layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika
Pengembangan Media Pembelajaran MEHASAN Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas V Sekolah Dasar Devita Inanda Hernawan; Yohana Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 2 (2021): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i2.1017

Abstract

Penelitian ini berdasarkan masalah dalam proses pembelajaran matematika model pembelajaran konvensional. Pelajaran matematika menjadikan siswa merasa kurangnya dalam memahami materi tersebut. Kurangnya melatih siswa dalam memecahkan masalah soal cerita, penggunaan media sebagai saran pendukung penyampaian materi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan media pembelajaran MEHASAN untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini penelitian R&D menggunakan model pengembangan ASSURE. Instrumen penelitian ini berupa rubrik penilaian ahli yang terdiri dari rubrik penilaian ahli materi dan rubrik penilaian ahli media. Hasil uji validasi oleh ahli materi mendapatkan skor presentase 81, 73 % dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan hasil uji validasi oleh ahli media mendapatkan skor 79, 68 % dengan kategori tinggi. Hasil uji validitas kelayakan media pembelajaran MEHASAN untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam hal ini hasil uji valiadasi kelakayan ada dua hal yang pertama sesuai uji ahli materi mendapatkan mendapatkan 40 dari 48 dan presentase 81 – 100 % dengan kategori sangat tinggi. Kedua sesuai uji ahli media mendapatkan 30 dari 48 dan presentase 61 – 80 % dengan kategori tinggi Sehingga disimpulkan bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan layak untuk digunakan siswa kelas V SD khususnya materi penjumlahan dan pengurangan dua pecahan penyebut berbeda.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas 5 SD Ribka Ginting; Yohana Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1203

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan tingkat berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika SD kelas 5. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen quasi, sempel yang akan digunakan pada penelitian ini sebanyak 57 siswa yang dibagi menjadi 2 kelas yaitu 26 siswa dari SD Marsudirini 77 dan 31 siswa dari SD Marsudirini 78. Penelitian ini dapat dilihat keberhasilannya berdasarkan hasil analisis uji N-Gain untuk mengetahui keefektivitasan, eksperimen 1 menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning sedangkan eksperimen 2 menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Hasil uji N-Gain menunjukan kelas eksperimen 1 sebesar 0.61 dan kelas eksperimen 2 sebesar 0.52. dari hasil penelitian dapat dikatakan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis antara siswa kelas 5 SD marsudirini 77 menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan siswa kelas 5 SD Marsudirini 78 menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Dari hasil penelitian ini maka peneliti merekomendasikan pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, sebaliknya dijadikan alternatif dalam kegiatan pembelajaran matematika pada materi volume bangun kubus dan balok.
Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas IV SD melalui Pengembangan Buku MathLite Seri Kerajaan Tudus Yohana Setiawan; Alfrianto Pauwang
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.497 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan MathLite untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas IV Sekolah Dasar. Pada penelitian ini menggunakan Research and development (R&D) Borg & Gall sampai dengan tahap kelima dan pengembangan produk menggunakan model ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan kueisioner. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar SD Kutowinangun 1 Salatiga. Hasil validator produk dianalisis dengan analisis deskriptif kuantiatif. Hasil akhir dari penelitian ini adalah buku MathLite. Hasil validasi oleh Ahli Materi, Media, dan Sastra Anak menunjukkan bahwa MathLite seri Kerajaan Tudus layak digunakan untuk meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran matematika yaitu berada pada interval 96,8% dengan kategori sangat tinggi. Hasil respon siswa pada kuesioner menunjukkan interval 90% dengan kategori sangat tinggi.
Pengembangan Buku Mathlite Seri Kerajaan Tudus untuk Meningkatkan Critical Thinking Siswa Kelas IV SD Yohana Setiawan; Lucia Christin Sembiring
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.486 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6118

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan buku sastra anak bermuatan matematika yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk dibaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa kela IV SD. Penelitian ini menggunakan lima dari sepuluh tahap model Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg and Gall (1983) yaitu research and information collecting, planning, develop preliminary form of product, preliminary field testing, main product revision dan model ADDIE terdiri dari 5 fase atau tahap utama, yaitu analysis, desain, development, implementation, dan evaluation. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non tes yaitu menggunakan kuesioner dengan empat skala kepada tiga validator ahli yaitu ahli media, ahli sastra anak, dan ahli materi matematika SD. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif deskriptif. Hasil validasi oleh Ahli Materi, Media, dan Sastra Anak menunjukkan bahwa MathLite seri Kerajaan Tudus layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD yaitu dengan memperoleh skor 75% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan respons siswa SD kelas IV, MathLite sangat berguna meningkatkan berpikir kritis siswa dengan hasil kuisioner respon siswa mendapatkan skor 100 persen dengan kriteria sangat baik.